Home / Headline / Pansus SMGP Akhirnya Dibentuk DPRD Madina

Pansus SMGP Akhirnya Dibentuk DPRD Madina

Ketua DPRD Kabupaten Madina Erwin Efendi Lubis. (Foto: LintasMedan/Iwan)

Madina, 19/2 (LintasMedan) – DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhirnya menyetujui pembentukan Panitia Khusus (Pansus) PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) untuk meninjau dan mendalami tragedi gas beracun akibat kebocoran pipa di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi, pada 25 Januari 2021.

“Panitia Khusus PT SMGP segera dibentuk dan Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Madina dijadwalkan menggelar rapat pada Senin (22/2),” kata Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis, usai membahas persiapan pembentukan Pansus dengan perwakilan fraksi-fraksi di gedung DPRD Madina, komplek perkantoran Payaloting, Panyabungan, Jumat (19/2).

Disebutkannya, pansus merupakan alat di lembaga legislatif dalam melakukan investigasi suatu persoalan.

Menurut dia, semua perwakilan fraksi sepakat membentuk Pansus dan akan melaksanakan rapat Badan Musyawarah (Banmus).

Lebih lanjut Erwin menjelaskan bahwa hasil rapat Banmus akan dibawa ke rapat paripurna untuk penetapan susunan keanggotaan pansus PT SMGP yang dijadwalkan pada 23 Februari 2021.

Ia berharap masing-masing fraksi mengutus anggotanya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Setelah nama-nama telah diajukan oleh fraksi-fraksi terkumpul, pansus dapat segera langsung bekerja usai menentukan fungsi dan tugas pokoknya.

Pembentukan Pansus disesuaikan dengan aturan yang tertuang dalam pasal 65 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota.

Pasal itu memiliki ketentuan bahwa jumlah anggota pansus paling banyak diisi oleh 25 anggota dewan dari delapan fraksi.

“Pansus PT SMGP diharapkan bekerja optimal sehingga menghasilkan yang terbaik untuk masyarakat Mandailing Natal dan investor,” tambahnya.

Sebelumnya Erwin menegaskan bahwa dirinya mendukung bila lembaga legislatif yang dipimpinnya itu membentuk pansus pascatragedi gas beracun dari kebocoran pipa milik PT SMGP di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Merapi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Erwin saat menerima massa pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Perhimpunan Pemuda Madina Bersatu (APPMB) di kantor DPRD Kabupaten Madina, Kecamatan Panyabungan, Rabu (17/2).

“Kami (DPRD Madina) tidak pernah melacurkan diri untuk menjadi perwakilan perusahaan (PT SMGP), saya jamin itu,” katanya.

Lima meninggal
Sebagaimana diketahui, tragedi kebocoran pipa gas milik PT SMGP di Desa Sibanggor Julu mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan 24 orang lainnya pingsan.

Peristiwa terjadi ketika salah seorang pekerja PT SMGP berinisial DD membuka kran master palep untuk mengalirkan panas bumi atau fluida ke pipa sbend.

Namun saat pipa kran isolasi panas bumi itu dibuka malah mengeluarkan gas beracun dan menimbulkan korban jiwa.

PT SMGP yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh KS Orka Renewables Pte Ltd, perusahaan pengembang dan operator panas bumi yang berbasis di Singapura, memulai proyek ini pada pertengahan tahun 2016. (LMC-04)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey