Home / Peristiwa / Aparat Ingatkan Mahasiswa Tidak Anarkis

Aparat Ingatkan Mahasiswa Tidak Anarkis

image_pdfimage_print

Anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidi (Fraksi PKS) dan beberapa wakil rakyat Sumut lainnya menandatangani pernyataan yang menjadi tuntutan massa mahasiswa dalam unjukrasa mengkritisi pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi-JK di Halaman Gedung DPRD Sumut, Kamis (21/5) (Foto:LintasMedan/ist)i

Medan, 21/ 5 (LintasMedan) – Aparat kepolisian memberi peringatan kepada mahasiswa yang melakukan unjukrasa mengkritisi Perintahan di bawah kepemimpinan Jokowi – Jusuf Kala untuk tidak anarkis.

Peringatan itu dilakukan melalui pengeras suara dari mobil aparat yang melakukan pengawalan saat demo yang digelar di Gedung DPRD Sumut, Kamis.

Aksi yang dilakukan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut untuk menyampaikan rasa kecewa terhadap kepemimpinan Jokowi-JK.

Menurut massa bangsa Indonesia saat ini banyak masalah. Dalam aksi itu mahasiswa juga melakukan teatrikal dan berorasi dil uar pagar gedung dewan.

“Selama delapan bulan ini, pemerintah Jokowi-JK telah gagal membangun pondasi yang kokoh bagi keberlanjutan pembangunan yang pro kepentingan rakyat,” teriak pengunjukrasa yang dikoordinir Riki Panyalai.

Menurut pengunjukrasa, beban masyarakat kini semakin berat, dengan kenaikan harga BBM, gas dan tarif dasar listrik, bahan pokok sampai kenaikan ongkos transportasi umum. Mereka menilai rezim pemerintahan saat ini, lebih menguntungkan para pemodal asing.

Pada saat yang bersamaan tim negosiator dari Satbinmas Polresta Medan, Armansyah melalui pengeras suara meminta aksi dilakukan dengan tertib dan tidak anarkis.

“Terimakasih kepada para mahasiswa yang hadir. Silahkan sampaikan aspirasinya, kita akan bicarakan dengan anggota dewan supaya diterima,” ujar Armansyah.

Aksi itu diterima anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidy, Patar Sitompul dan Delmeria Sikumbang.

Aksi  berlangsung tertib dan usai diterima wakil rakyat massa langsung membubarkan diri.

Menurut Armansyah dengan membangun komunikasi melalui pengeras suara, dianggap lebih efektif daripada melakukan negosiasi hanya dengan berbicara kepada para pimpinan aksi.
“Kita lihat selama ini, kalau bicara langsung dengan pimpinan aksi justru sering menimbulkan curiga. Jadi sepertinya lebih efektif pakai ini, tidak ada yang curiga dengan imbauan kita,” katanya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey