Home / Headline / Eddy Salim Permalukan Pemprov Sumut

Eddy Salim Permalukan Pemprov Sumut

image_pdfimage_print

Ilustrasi

Medan, 6/4 (LintasMedan) – Tertangkapnya Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Eddy Sahputra Salim oleh tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli), Kamis sore sangat mengejutkan sejumlah kalangan di lingkungan Pemprov Sumut.

Apalagi pada saat yang hampir bersamaan di Kantor Gubernur Sumut sedang ramai karena tengah digelar acara Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Komitmen Bersama Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Sumatera Utara dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) di Aula Martabe, Kamis.

Menurut sejumlah sumber di lingkungan Pemprov Sumut, Eddy Saputra Salim juga masih terlihat hadir pada acara itu.

Namun diperkirakan usai acara tersebut pejabat itu langsung menuju kantornya di Jalan Setiabudi Pasar II, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Selayang, yang menjadi lokasi OTT.

Peristiwa itu dianggap telah mempermalukan Pemprov Sumut khususnya gubernur Tengku Erry Nuradi yang tengah gencar-gencarnya melakukan kosultasi dengan KPK, agar provinsi ini terbebas dari sejumlah kasus korupsi.

Sekda Sumut Hasban Ritonga yang dikonfirmasi wartawan terkait peristiwa itu juga mengaku sangat terkejut.

“Kita prihatin atas permasalahan itu. Mudah-mudahan beliau dengan hati yang sabar, pikiran yang tenang bisa menghadapi proses itu,” kata Hasban.

Hasban mengaku belum mendapat informasi akurat terkait persoalan yang dihadapi Kadis Pertambangan dan Energi tersebut. “Laporan kepada saya justru ada OTT tadi disana, sementara kita sedang acara di sini,” ujar Hasban.

Begitupun Hasban mengingatkan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) dilingkungan Pemprov Sumut untuk bekerja secara profesional sesuai dengan aturan yang ada.

“Peristiwa ini harus jadi pembelajaranlah agar kita bekerja hati-hati sesuai ketentuan yang ada,” ujarnya.

Sementara selain menjaring Eddy Salim, tim Saber Pungli juga mengamankan dua orang pemohon izin galian C.

Dari ketiganya, Tim Saber Pungli juga mengamankan tas hitam yang berisi uang kontan senilai Rp14.900.000 (uang hasil OTT), uang kontan Rp25.000.000, dua surat persetujuan dokumen galian C dan beberapa dokumen penting lainnya.

Pantauan di lokasi, Kantor SKPD Pemprov Sumut tepatnya di Jalan Setia Budi Pasar 2 itu sudah dipasang police line (garis polisi).

Sedangkan Pejabat Eselon II Pemprov Sumut tersebut beserta dua tersangka lainnya langsung diboyong ke Mapolda Sumut tepatnya di Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumut, guna proses penyidikan lebih lanjut.(LMC-05)

About Lintas Medan