Home / Medan / Batik Medan Tampil di Inacraft 2017

Batik Medan Tampil di Inacraft 2017

image_pdfimage_print

Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan foto bersama di depan stand Pemko Medan di arena pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (29/4). (Foto: LintasMedan/ist)

Jakarta, 29/4 (LintasMedan) – Produk-produk unggulan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk hasil kerajinan Batik Medan binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, tampil di pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada 26-30 April 2017.

“Banyak hal positif yang kami dapatkan melalui kegiatan itu, salah satunya memperkenalkan berbagai produk pengrajin lokal di pasar nasional dan internasional,” kata Dekranasda Kota Medan Rita Maharani Dzulmi Eldin di Jakarta, Sabtu.

Dalam pameran yang diikuti 1.392 peserta dari Indonesia dan luar negeri tersebut, Rita Maharani yang juga desainer batik khas Medan menjelaskan bahwa produk batik yang ditampilkan di Inacraf 2017 ada dalam bentuk casual (kekinian), busana muslim (hijab), gaun malam dan busana pria.

“Tentunya kita ingin batik khas Medan ini lebih dikenal masyarakat luar. Makanya kita terus gencar mempromosikannya,” ucap istri Walikota Medan Dzulmi Eldin itu, seperti dilansir dari pemkomedan.go.id.

Selain batik Medan, stand Pemko Medan di arena Inacraft 2017 juga disemarakkan dengan sejumlah produk kerajinan lain, seperti seperti lukisan dari bubuk teh dan kopi, lukisan dari sabut kelapa, tas dan kalung unik yang memiliki ciri khas dari Kota Medan.

Melalui momentum pameran itu, pihaknya ingin menjadikan produk-produk khas dari Kota Medan itu semakin dikenal dan pada akhirnya ikut memberi kontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para pengrajin binaan Dekrasnasda setempat.

“Kita bukan hanya memperdayakan pengrajin yang muda saja, tetapi kita juga memberdayakan lansia, yang putus sekolah bahkan yang tidak bekerja. Artinya kita berupaya agar mereka dapat berkembang dan berkarya, sehingga dapat menghasilkan uang dan membantu perekonomian keluarga,” ujar Rita.

Pada tahun ini Inacraft mengambil ikon Daerah Istimewa Yogyakarta dengan konsep “Magnificent of Jogjakarta” dan tema “From Smart Village to Global Market”.

Data Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) selaku penyelenggara pameran menunjukkan peserta Inacraft 2017 terdiri atas 65,95 persen peserta mandiri atau individu; 24,5 persen peserta dari dinas pariwisata; 8,7 persen peserta dari didikan BUMN dan sisanya 6,07 persen dari luar negeri seperti Myanmar, Jepang, Pakistan, Polandia dan India.

Tahun ini Inacraft menargetkan kenaikan bisnis retail (eceran) hingga 10 persen hingga mencapai Rp142 miliar dan kontak dagang hingga 12 juta dolar AS dan dengan pembeli hingga 200 ribu yang berasal dari berbagai negara seperti Mesir, Jepang, Singapura, Brazil, Brunei Darussalam, buyers teristrisasi 1000 buyers dari 70 negara.

Sejumlah produk yang ditawarkan adalah batik, fashion, asesoris dan perhiasan serta produk kerajinan tangan lainnya. (LMC-03)

About Lintas Medan