Home / Headline / Dua Sindikat Narkoba Ditembak Mati di Serdang Bedagai

Dua Sindikat Narkoba Ditembak Mati di Serdang Bedagai

image_pdfimage_print

Polisi menghadirkan delapan tersangka bersama barang bukti tindak kejahatan narkoba saat rilis di aula Tribrata Mapolda Sumut, Medan, Sabtu (15/7). Polda Sumut bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Ditjen Bea Cukai Sumut menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 44 kg dan menembak mati dua dari 10 orang tersangka. (Foto: LintasMedan/TNC)

Medan, 15/7 (LintasMedan) – Personel tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Sumatera Utara (Sumut) menembak mati dua dari 10 tersangka sindikat peredaran narkoba dengan barang bukti sabu diperkirakan seberat 44 kilogram, di kawasan Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu.

“Dalam penangkapan itu, dua orang tersangka berupaya melawan dan melarikan diri sehingga dilakukan penindakan tewas hingga meninggal dunia,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Deputi Pemberantasan BNN Pusat Irjen Pol Arman Depari, kepada pers di aula Tribrata Mapolda Sumut di Medan, Sabtu malam.

Kapolda menjelaskan, dua tersangka yang tewas tertembak adalah Bambang Julianto yang merupakan bandar serta penyedia barang, serta M Syafii alias Panjul yang membawa narkoba itu dari Malaysia.

Tersangka lain adalah Samsul Bahri dan Ayaradi (pembawa barang dari Malaysia), serta Untung, Sahidul Saragih, Heri Agus Marzuki, Rovvi Syahriandi, dan Eddy Sahputra Sirait (kurir).

Sedangkan satu tersangka lain adalah oknum anggota Polri Aiptu Suheryanto, anggota Satuan Polisi Air Polres Serdang Bedagai yang berperan sebagai pengendali di lapangan.

Paulus menduga Aiptu Suheryanto sudah enam bulan terlibat dan membantu mengendalikan peredaran sabu. Namun, belum diketahui pasti sudah berapa kali Aiptu S ‘meloloskan’ sabu.

Polda Sumut, kata Paulus, akan menyelidiki lebih lanjut soal keterlibatan Aiptu S.

“Bila ada yang lain yang terlibat, akan ditindak tegas. Dia (Aiptu S) ikut membantu. Kalau terbukti dia pengendali, otomatis akan di PTDH (Pemberhentian Tidak dengan Hormat),” ujarnya.

Selain itu, diamankan juga mobil sebanyak tiga unit, sepeda motor empat unit, sebuah senjata api jenis revolver, dan satu kotak peluru.

Seluruh pelaku dikenakan pelanggaran Pasal 112 ayat (2), Pasal 113, dan Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Deputi Pemberantasan BNN Pusat Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, sabu-sabu tersebut dibawa dari Malaysia dengan menggunakan kapal tradisional menuju Pantai Cermin.

Pihaknya memperkirakan ada sabu-sabu lain yang sempat lolos karena pihaknya mendapatkan informasi jika narkoba yang dibawa dari Malaysia tetsebut sebanyak 60 kg.

“Itu menjadi PR (pekerjaan rumah) kita. Kita juga berharap Polda (Sumut) mendalaminya,” kata mantan Kapolda Kepulauan Riau tersebut. (LMC-06)

About Lintas Medan