Home / Sports / Ketangguhan Kiper PSMS Abdul Rohim Berkat Latihan Keras

Ketangguhan Kiper PSMS Abdul Rohim Berkat Latihan Keras

image_pdfimage_print

Kiper PSMS Medan Abdul Rohim (kanan) berusaha mengamankan gawangnya dari serangan Persebaya pada pertandingan perempat final Piala Presiden 2018, di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (3/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Solo, 7/2 (LintasMedan) – Pelatih kiper PSMS Medan, Sahari Gultom mengungkapkan, penampilan cemerlang kiper PSMS Abdul Rohim di Piala Presiden 2018 tidak terlepas dari berlatih keras dan disiplin.

“Dia berlatih keras selama ini, termasuk saat masih di Liga 2 musim lalu. Kemauan untuk selalu belajar dan tampil lebih baik jadi kunci performa dia,” katanya kepada pers, di Solo, Jawa Tengah, Rabu.

Menurutnya, sejak awal Abdul Rohim memang sudah terlihat memiliki sesuatu yang spesial sebagai seorang penjaga gawang.

Mencermati hal tersebut, saat Abdul Rohim “naik kasta” ke tim utama PSMS dan skuat PON Sumatra Utara 2016, performa kiper bertinggi 177 cm itu terus diasah dalam latihan.

Selain refleks dan penempatan posisi, penguatan mental bertanding juga diberikan.

“Seperti yang dilihat saat melawan Persebaya, luka robek di pelipisnya baru pulih. Namun, Rohim memberikan keyakinan ke saya kalau siap tampil, dan ia mampu membuktikan diri,” ujar Sahari yang juga mantan kiper Timnas Indonesia di Piala Asia tahun 2000.

Abdul Rohim, mencuri perhatian khalayak pencinta sepak bola Tanah Air. Ia bermain cukup apik selama berlaga di Piala Presiden 2018.

Penampilan cemerlang kiper berusia 27 tahun itu dimulai saat tim Ayam Kinantan menang 2-0 atas Persib Bandung pada penyisihan babak Grup A di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Bandung (21/1).

Abdul Rohim berjibaku menggagalkan beberapa peluang emas Persib hingga harus mendapat luka di pelipis karena bertabrakan dengan striker Ezechiel N’Douassel.

Penampilan apik pemain kelahiran Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatra Utara itu berlanjut saat melawan Persebaya Surabaya di babak 8 besar.

Dia menggagalkan empat ekesekutor penalti yakni, Yohanes Pahabol, Otavio Dutra, Abu Rizal Mauana, dan Osvaldo Haay.

Sebagaimana diinformasikan, PSMS akan menantang Persija Jakarta pada laga berformat kandang dan tandang di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (10/2) dan Senin (12/2).

Pelatih PSMS Djadjang Nurdjaman menegaskan kepada para pemain asuhannya untuk tetap membumi.

“Ini hanya turnamen pramusim, belum apa-apa. Masih sebagai pemanasan dan belum menjadi apa-apa karena bukan kompetisi resmi. Saya tekankan pemain untuk tetap membumi,” ungkap pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

Dia menjelaskan, tujuan utama PSMS adalah berpestasi di kompetisi Liga 1 2018. Karena itu, ia mengingatkan kepada seluruh pemain untuk banyak belajar dari turnamen ini dan tidak jemawa dengan hasil di pramusim.

Apalagi, Piala Presiden memiliki mitos negatif tersendiri. Dari dua kali penyelenggaraan, dua tim yang jadi kampiun tidak juara di kompetisi. (LMC-05)

About Lintas Medan