Home / Politik / KPU Sumut : Jangan Rayu Kami untuk Curang

KPU Sumut : Jangan Rayu Kami untuk Curang

image_pdfimage_print

Mulia Banurea. (Foto:LIntasMedan/ist)

Medan, 26/2 (LintasMedan) – Ketua KPU Sumut Mulia Banurea meminta kepada seluruh peserta Pemilihan Kepala Daerah baik provinsi maupun kabupaten kota, untuk tidak berupaya merayu pihak penyelenggara Pemilu untuk melakukan praktik curang.

“Harapan kami kepada seluruh Paslon Gub/Wagub Sumut, Paslon Bup/Wakil Bup, danPaslon Walikota/Wakil Walikota, serta para tim kampanye, supaya tidak merayu kami sebagai penyelenggara untuk melakukan kecurangan dalam penyelenggaraan Pilkada,” tulis Mulia pada akun facebook miliknya, Mulia Banurea Sumut, Senin.

Dalam tulisannya Mulia juga mengingatkan kepada segenap masyarakat, untuk memberikan laporan jika menemukan adanya penyelenggara Pemilu yang mencari keuntungan dengan berinvestasi politik maupun meminta-minta materi.

“Mohon diadukan ke pihak berwajib jika ada penyelenggara Pemiul yakni komisioner dan jajaran Sekretariat KPU mulai tingkat provinsi, KPU kabupaten/kota, PPK Kecamatan dan PPS Desa/Kelurahan se Sumut yang meminta-minta materi. Karena ini merupakan pidana,” katanya.

Jika diketahui, Mulia mengatakan pihaknya akan langsng memproses sesuai kode etik KPU.

Hal itu, kata Mulia perlu disosialisasikan sebab lembaga KPU harus tetap mandiri bekerja profesional, independen, menjaga integritas, serta transparan dalam melaksanakan tahapan Pilkada serentak tahun 2018.

Postingan itu hingga Senin malam, telah mendapat ratusan like, puluhan komentar serta 36 kali dibagikan oleh netizen.

Sebelumnya ramai diberitakan seputar tertangkapnya Ketua Panwaslu Garut dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Panwaslu setempat, Sabtu oleh Satuan Tugas Antimoney Politic Bareskrim Polri bersama Satgasda Jabar dan Polres Garut, Jawa Barat.

Selain itu, petugas juga mengamankan Komisioner KPUD Garut, dimana keduanya diduga menerima suap atau gratifikasi pada kasus yang sama, untuk meloloskan salah satu bakal calon pasangan dalam Pilkada serentak di Kabupaten Garut 2018. Barang bukti berupa 1 unit mobil Daihatsu Sigra warna putih nopol Z 1784 DY ikut diamankan.

Diduga salah satu balon yang gagal itu, memberikan satu unit mobil untuk meloloskan gugatan mereka dan masuk sebagai peserta pasangan calon dalam Pilkada serentak Garut, 27 Juni mendatang.(LMC-02)

 

About Lintas Medan