Home / Sumut / Unimed Dorong Pemuda Kembangkan Kerajinan Anyaman Khas Melayu

Unimed Dorong Pemuda Kembangkan Kerajinan Anyaman Khas Melayu

image_pdfimage_print

Kerajinan anyaman khas Melayu dari daerah Pantai Cermin Sergai. (Foto:lintasmedan/ist)

Pantai Cermin, 22/4 (LintasMedan) – Anyaman menjadi sebuah komoditi yang mampu memberikan sumbangsih pendapatan masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin. Sayangnya kerajinan khas Melayu ini belakangan terkesan kurang ditekuni generasi muda di wilayah itu.

Untuk itu, LPM Unimed terdiri dari dosen dan mahasiswa tergerak melakukan program pengabdian dalam mengembangkan potensi-potensi daerah tersebut.

Irfandi selaku Ketua Program Pengabdian Produk unggulan Daerah, menyampaikan hal itu disela kegiatan Focus Grup Discusion (FGD) dan Pelatihan Manajemen Administrasi Keuangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengerajin Anyaman pandan dengan ciri khas melayu pesisir di Aula Desa Pantai Cermin, baru-baru ini.

Menurut Irfandi produk kerajinan anyaman pandan selama ini hanya dipandang sebagai kegiatan sampingan para ibu rumah tangga dan remaja putri ternyata memberikan kontribusi besar pada perekonomian masyarakat pesisir. Padahal selama ini mata pencaharian mereka hanya didominasi oleh sektor perikanan dan pertanian.

“Ini yang menjadi stressing point tersendiri dari LPM unimed, tidak hanya berorientasi pada pendapatan masyarakat tetapi juga pelestarian produk khas Melayu yang akan didorong menjadi produk unggulan daerah di Kabupaten Sergai,” katanya.

Kepala Desa Pantai Cermin kiri M Elizar juga mengungkapkan sebagian besar masyarakat di pesisir merupakan pengerajin anyaman pandan. Karena produk tersebut merupakan produk yang dikerjakan turun-temurun oleh masyarakat pantai cermin.

“70 % masyarakat di sini merupakan pengerajin produk anyaman pandan akan tetapi untuk saat ini generasi muda sudah mulai meninggalkan tradisi tersebut,” ujarnya.

Maka dengan adanya kegiatan ini, dia mengaku optimis bahwa produk khas puak Melayu akan bangkit dan dikenal di perbagai negara, sehingga menjadi produk unggulan daerah khas masyarakat pesisir.

Sekretaris LPM Unimed Mukti Hamjah, mengungkapkan kegiatan ini merupakan program kegiatan multi tahun yang kompetisinya dilaksanakan secara nasional oleh kementerian Ristek Dikti. Dengan agenda pengembangan kualitas dan kuantitas produk seraya memberikan pelatihan dan alat teknologi tepat guna.

Selain itu juga digelar pelatihan bagaimana melakukan pemasaran produk anyaman secara online dengan membuat website usaha kelompok pengerajin dan desa hingga pembentukan kelompok.

“jadi yang dikerjakan Unimed dibuat secara kompeherensip dan simultan, untuk mendorong produk unggulan daerah dalam peningkatan tarap hidup masyarakat pesisir”, kata alumni Institut Tehnologi Bandung (ITB) itu.(Irma)

About Lintas Medan