Home / Medan / Walikota Medan Sidak Pasar Pantau Harga Sembako

Walikota Medan Sidak Pasar Pantau Harga Sembako

image_pdfimage_print

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin berdialog dengan pedagang di sela melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok, di Pasar Sei Sikambing Medan, Jumat (27/4). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 27/4 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin didampingi beberapa staf melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa pasar untuk memantau perkembangan harga sembilan bahan kebutuhan pokok menjelang Bulan Ramadan.

“Harga bahan kebutuhan pokok di Kota Medan relatif masih stabil dan belum ditemukan lonjakan harga. Jika pun ada kenaikan hanya berkisar antara Rp1000 hingga Rp2.000, itu pun cabai merah,” kata Walikota di sela memantau harga sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) di Pasar Sei Sikambing Medan, Jumat (27/4).

Berdasarkan pantauan Walikota di Pasar Sei Sikambing, harga cabai merah mulai merangkak naik dari sekitar Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kg.

Sementara, harga bawang putih turun dari Rp45.000 menjadi sekitar Rp28.000 per kg, cabai hijau relatif stabil Rp28.000 per kg dan bwang merah Rp34.000 per kg.

Menurut dia, biasanya tingkat konsumsi masyarakat terhadap sembako pada saat menjelang Bulan Ramadan selalu meningkat, terutama sembako.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga bahan kebutuhan pokok tersebut, kat Eldin, Pemko Medan bekerja sama dengan institusi terkait berencana menggelar operasi pasar dan melaksanakan pasar murah selama Ramadan.

Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui organisasi perangkat daerah terkait akan terus mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran 2018 dengan cara memantau secara berkala harga di pasaran.

Menurut dia, biasanya tingkat konsumsi masyarakat menjelang dan memasuki Bulan Ramadan selalu meningkat, terutama sembako.

Pemko Medan juga telah melakukan koordinasi dengan Perum Bulog mengenai pendistribusian beras ke sejumlah pasar tradisional di ibu kota Provinsi Sumut itu.

“Jika kualitas beras Bulog kurang bagus, bisa dipulangkan untuk diganti kembali,” ujarnya.

Langkah itu dilakukan agar masyarakat dapat membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga relatif stabil.

Sementara itu, menurut Kepala Divre Perum Bulog Sumut Benhur Ngakaimi, pihaknya selama sepekan terakhir akan melakukan operasi pasar besar-besaran sehingga beras dari Bulog bisa sampai dan dijual para pedagang.

“Walaupun pedagang di Kota Medan berjumlah ribuan dan petugas kita tidak sampai 20 orang namun itu tidak bisa menjadi alasan. Kita akan terus berupaya agar masyarakat dapat menikmati beras Bulog yang layak dan harga terjangkau,” paparnya.

Disebutkannya, Bulog saat ini memiliki stok beras medium sebanyak 40.000 ton lebih yang akan segera dijual kepada pedagang dengan harga rata-rata Rp8.600/kg dan dijual kepada masyarakat sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Saat ini HET beras kita Rp9.950 per kg. Kita upaya harga jual nantinya di bawah HET,” ujar
Benhur menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan bahan kebutuhan pokok lain, seperti gula pasir, daging, minyak goreng, dan tepung terigu.

“Masyarakat tidak perlu membeli bahan kebutuhan pokok secara berlebihan, karena stok bahan kebutuhan pokok relatif banyak,” ujarnya. (LMC-03)

About Lintas Medan