Home / Bisnis / Indeks Pembangunan Manusia Sumut Naik 0,90 Persen

Indeks Pembangunan Manusia Sumut Naik 0,90 Persen

image_pdfimage_print

Ilustrasi

Medan, 8/5 (LintasMedan) – Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 2017 mencapai 70,57 poin atau naik sebesar 0,57 persen dibandingkan tahun 2016.

Data yang dirangkum lintasmedan.com dari  Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa, IPM Provinsi Sumut 2017 yang tercatat mencapai 70,57 poin atau tumbuh sebesar 0,81 persen dibandingkan tahun 2016,
termasuk kategori tinggi.

Sementara di Provinsi Papua, IPM tercatat sebesar 59,09 atau masih masuk kategori rendah.

Rata-rata IPM Indonesia sejak 2010-2017 mengalami pertumbuhan sebesar 0,89 persen.

IPM disusun dengan menggunakan tiga dimensi, yakni dimensi kesehatan yang diukur dengan indikator umur harapan hidup, dimensi pengetahuan atau pendidikan yang diukur dengan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta dimensi hidup layak yang didekati dengan pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

Dengan melihat Umur Harapan Hidup tahun 2017, bayi yang lahir pada tahun tersebut memiliki harapan untuk hidup hingga berusia 71,06 tahun, atau lebih lama 0,16 tahun dibandingkan mereka yang lahir tahun sebelumnya.

Disebutkan, bayi yang lahir di Sumut pada tahun 2017 memiliki harapan hidup hingga 68,37 tahun, lebih lama 0,04 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan, anak-anak yang pada tahun 2017 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13,10 tahun, lebih lama 0,10 tahun dibandingkan dengan tahun 2016.

Penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 9,25 tahun, lebih lama 0,13 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

BPS juga mencatat bahwa selama tahun 2017, masyarakat Sumut memenuhi kebutuhan hidup dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebesar 10,04 juta rupiah per tahun atau meningkat Rp292 ribu dibandingkan tahun 2016.

IPM Indonesia dari waktu ke waktu terus mengalami kenaikan, saat ini, dengan indeks berada pada angka 70,81 poin masuk dalam kategori tinggi. Namun, masih ada ketimpangan yang cukup tinggi khususnya antara DKI Jakarta dengan Papua.

“IPM Indonesia ada kenaikan, tapi ada pekerjaan rumah terkait dengan ketimpangan, baik antar provinsi, dan antar kabupaten kota,” kata Kepala BPS Pusat,  Suhariyanto di Jakarta, baru-baru ini.

Pada 2017, jumlah provinsi yang berstatus IPM sangat tinggi adalah DKI Jakarta, sementara yang berstatus tinggi tercatat ada 14 provinsi, status sedang sebanyak 18 provinsi, dan berstatus rendah adalah Provinsi Papua. (LMC-03)

About Lintas Medan