Home / Medan / Medan Bersih Dimulai dari Lingkungan Tempat Tinggal

Medan Bersih Dimulai dari Lingkungan Tempat Tinggal

image_pdfimage_print

Medan, 28/1 (LintasMedan) – Gerakan moral masyarakat mewujudkan Medan bersih perlu terus digalakkan. Sosialisasi ini harus dimulai dari lingkungan tempat tinggal.

Pelaksana tugas (Plt) Lurah Sitirejo 3 Kecamatan Medan Amplas, Rahmadsyah Zega mengatakan pihaknya merasa bertanggungjawab dan akan terus menerus menanamkan gerakan moral tersebut kepada warga.

“Sehingga secara perlahan akan muncul perasaan malu untuk membuang sampah sembarangan, bahkan saling menegur jika ada warga yang melakukan itu dan berupaya  menjaga agar lingkungan tetap bersih,” kata Rahmadsyah kepada LintasMedan, di kantornya Rabu.

Meskipun dia mengaku tingkat kesadaran warga dalam menjaga kebersihan cenderung masih rendah, bahkan masih ada yang seenaknya membuang sampah sembarangan.

Namun jika sesama masyarakat saling mendukung dan masing-masing individu turut menyosialisasikan gerakan moral tersebut, persoalan sampah di kota metropolitan ini diyakini akan teratasi.

“Untuk itu Lurah juga harus sering-sering turun, memantau atau istilahnya belusukanlah,” kata Rahmadsyah.

Dengan turun ke masyarakat  katanya, akan tahu  persoalan di wilayah untuk segera disampaikan kepada Pemerintah Kota Medan.

Sejauh ini, Rahmadsyah  mengakui sedikitnya masih ada dua lokasi yang dianggap ‘rawan sampah’ di wilayah kerjanya itu .

“Masih ada dua wilayah dimana sampah banyak menumpuk, misalnya di Jalan Selamat ujung dekat titi dan Jalan Seksama ujung,” papar mantan Lurah Sei Sikambing Kecamatan Medan Helvetia ini.

Terkait persoalan itu, dia berharap petugas Dinas Kebersihan Kota Medan segera menyikapinya, sehingga wilayah Keluarahan Sitirejo 3 benar-benar terbebas dari masalah sampah menumpuk.

Selain antisipasi sampah, upaya lainnya untuk mewujudkan Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Drs H.T Dzuulmi Eldin, lebih maju, Rahmadsyah berpendapat tetap harus dimulai dari lingkungan dan kelurahan masing-masing.

Misalnya upaya mencegah tingginya tingkat kriminalitas, juga harus dimulai dari pengamanan di lingkungan masing-masing.

sistem online

Di sisi lain dia juga berpendapat untuk lebih memudahkan warga Kota Medan dalam segala urusan, terkait proses pengurusan administrasi kependudukan, surat menyurat maupun membayar pajak, pemerintah sebaiknya bisa menerapkan pelayanan dengan sistem online yang disediakan di tiap-tiap keluarahan.

“Misalnya jika masyarakat ingin mengurus surat menyurat, ijin usaha, maupun membayar pajak, kan tidak perlu lagi harus berbondong-bondong ke kantor dinas. Cukup di kelurahan dengan menggunakan sistem online,” katanya.

Sistem komputerisasi online tersebut, kata Rahmadsyah bisa menggunakan jasa pihak ketiga, misalnya untuk pembayaran pajak harus dilayani petugas dari Perpajakan yang akan ditempatkan di Kantor Lurah.

“Jika gagasan ini bisa terlaksana saya yakin Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari sektor pajak  mampu tergali lebih besar,  masyarakat juga cukup dimudahkan,” katanya.(LMC-02)

About Lintas Medan