Home / Sports / Donny Dharmawan: Even Karate di Sumut Minim

Donny Dharmawan: Even Karate di Sumut Minim

image_pdfimage_print
Ilustrasi - Donny Dharmawan

Ilustrasi – Donny Dharmawan

Medan, 29/1 (LintasMedan) – Karateka senior Donny Dharmawan mengakui even-even berskala nasional maupun internasional sangat minim digelar di Sumatera Utara.

Padahal kata atlet binaan Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Sumut tersebut, karate termasuk cabang yang cukup diminati.

“Namun karena minimnya frekwensi pertandingan, sulit menemukan kualitas atlet yang bagus,” ujarnya kepada wartawan, usai pembukaan Kejuaraan karate Donny Dharmawan Cup 2015, di Gedung Serba Guna Universitas Negeri Medan (Unimed), Kamis.

Kondisi tersebut sangat berbeda dengan di Pulau Jawa, khususnya Jakarta. Menurutnya di daerah itu sangat banyak digelar kejuaraan, sehingga para karateka tidak hanya dituntut rajin berlatih, namun langsung mendapatkan lawan tanding.

“Untuk frekwensi pertandingan kita sangat ketinggalan, apalagi di level junior,” ujarnya.

Untuk itu, pertandingan bertaraf internasional Donny Dharmawan Open Karate Championship 2015 di Medan ini digagas untuk semakin mempopulerkan cabang olahraga yang membesarkan namanya itu di wilayah ini.

Karate kata Donny diyakini mampu menjadi salah satu Cabor yang bisa menarik minat sponsor.
“Cabang ini bisa menjadi olahraga industri dan menarik minat pihak swasta,” ujarnya.

Atlet yang pernah meraih segudang prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional itu berkeinginan kuat untuk mengembangkan cabang yang digelutinya ini, terutama di daerah kelahirannya Sumut.

Pada even Donny Dharmawan Cup, kata dia sekaligus diluncurkan tehnologi baru pembinaan karate berbasis IT.

“Kita ciptakan rekaman vidio, sebagai alat bantu untuk menganalisis, ada juga game statistik serta akurasi point yang akan ditawarkan kepada para pelatih-pelatih agar mempermudah mereka dalam membina atlet,” paparnya, didampingi Wakil ketua Tengku Zuhry AL dan sekretaris James R.E. Simanjuntak.

Penggunaan video sebagai alat bantu analisis, sebutnya sebenarnya telah diterapkan oleh berbagai macam cabang olahraga seperti sepakbola.

“Apabila ada kecurangan atau ada pelatih yang ingin melakukan protes bisa langsung terlihat, pertandingan ini kita juga menggunakan peraturan baru, semua pakai kamera mulai dari layar, monitor, dan akan ada siaran ulang,” tuturnya.

Even yang berlangsung hingga 31 Januari 2015 itu, diikuti 630 karateka baik junior maupun senior. Acara pembukaan dihadiri Wakil Ketua KONI Sumut Prof Agung Sunarno, Ketua Harian Pengurus Provinsi FORKI Sumut Ir Umar Zunaidi Hasibuan yang juga Walikota Tebing Tinggi, Ketua Bidang Organisasi KONI Medan Tengku Daniel Mozard.(LMC-02)

About Lintas Medan