Home / Headline / Ternak Babi Dekat Mesjid Al Huda Timbulkan Bau Menyengat

Ternak Babi Dekat Mesjid Al Huda Timbulkan Bau Menyengat

image_pdfimage_print

Medan, 20/5 (LintasMedan) – Warga yang juga jamaah masjid Al Huda Jalan Seto Lorong Karya Budi, Kelurahan Tegal Sari II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan mengeluhkan aroma menyengat berasal dari ternak babi di sekitar lokasi itu.

“Saat melaksanakan salat¬† Magrib, Isya dan Taraweh serta Subuh di mesjid, jamaah kerap mencium aroma kotoran ternak babi. Apalagi kalau cuaca mendung,” kata Aisyah salah seorang jamaah didampingi Menika, Minggu.

Ternak babi yang diperkirakan berada sekitar 100 meter dari masjid dan pemukiman warga itu menurut mereka sangat mengganggu karena baunya yang sangat menyengat.

Warga lainnya Benni dan Dedi meminta sikap tegas Pemerintah Kota Medan terkait persoalan itu karena sangat mengganggu kekhusyukan dan ketenteraman umat Muslim yang melaksanakan ibadah puasa dan salat, khususnya pad Bulan Ramadhan.

“Kami minta Wali Kota Medan Dzulmi Eldin segera turun dan memerintahkan aparatnya lebih tegas lagi membongkar masih berdirinya kandang ternak babi di areal pemukiman warga,” katanya.

Disebutkan Benni, beberapa hari sebelum memasuki awal ramadan, ratusan personel Satpol PP Kota Medan sempat turun dan melihat langsung sejumlah lokasi ternak babi tersebut.
Sayangnya petugas terkesan hanya melihat saja dan sama sekali tidak melakukan pembongkaran kandang babi tersebut.

Turunnya personel Satpol PP Pemko Medan tersebut disebut-sebut karena sebelumnya Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution juga turun dan melihat langsung keberadaan ternak saat dirinya meresmikan masjid tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Sumut Daerah Pemilihan Kota Medan HM Nezar Djoeli menanggapi keluhan jamaah masjid, mendesak Walikota Medan Dzulmi Eldin segera bertindak dan turun langsung ke lapangan.

Sebab Nezar khawatir jika keluhan jamaah di kawasan perbatasan Medan Area dan Medan Kota itu tetap dibiarkan, bakal memicu konflik umat di Bulan Ramadhan.

“Aparat pemko seharusnya cepat merespon dan tegas dalam menjalankan Perda tentang larangan hewan berkaki empat di kawasan pemukiman. Saya khawatir akan memicu keributan apabila pemerintah tidak hadir di tengah tengah persoalan yang terjadi di masyarakat,”katanya.

Lebihlanjut politisi Partai NasDem ini juga meminta pejabat Pemko Medan baik Walikota Medan atau Wakil Walikota agar hendaknya turun langsung/sidak melihat ke lokasi yang dikeluhkan umat.

“Bulan suci ramadan ini merupakan momentum yang sangat baik bagi pejabat pemerintah mendekat diri langsung dan mendengarkan keluhan warganya. Hal itu bisa dilakukan melalui Safari Ramadhan, dengan ikut serta salat berjamaah bersama umat baik magrib, isya hingga taraweh bahkan subuh,”kata Nezar.(LMC/rel)

About Lintas Medan