Home / Medan / Tim Penertiban Pemko Medan Masih Temukan Cafe dan Oukup Beroperasi

Tim Penertiban Pemko Medan Masih Temukan Cafe dan Oukup Beroperasi

image_pdfimage_print

Tim terpadu Pemko Medan memaksa petugas oukup membuat surat pernyataan untuk tidak lagi beroperasi selama Bulan Ramadan.(Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 27/5 (LintasMedan) – Tim terpadu Pemko Medan, hingga Minggu dinihari masih menemukan sejumlah tempat hiburan beroperasi pada bulan Ramadan. Padahal Wali Kota Medan Dzulmi Eldin telah mengeluarkan Surat Edaran No. 503/4789 tanggal 9 Mei 2018 tentang Penutupan Sementara Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi pada Hari-hari Besar Keagamaan.

Tim Pelaksanaan Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian (Binwasdal) Pada Hari Besar Keagamaan yang diturunkan Pemko Medan, Minggu dinihari mendapati tempat usaha seperti kafe dan pakter tuak yang beroperasi menyajikan live music dengan suara hingar-bingar.

Kedua tempat usaha itu yakni Grand Keude Kopi Ulee Kareng Jalan AH Nasution dan Pakter Tuak Biring Seje di Jalan Jamin Ginting, persisnya perbatasan Medan dan Deli Serdang.

Selain kafe, tim juga menemukan usaha oukup yang masih beroperasi yakni Oukup Prima Jalan Jamin Ginting Km 10 dan Oukup Tommy Bastanta Ginting Jalan Jamin Ginting KM 11,1.

Di kedua oukup tersebut, tim yang merupakan gabungan dari sejumlah unsur seperti Polrestabes Medan, Denpom I/5 Medan, Kodim 0201/BS, Satpol PP, Dinas Pariwisata serta Organisasi perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya mendapati terapis tengah melakukan pemijatan di salah satu kamar meski menjelang tengah malam.

Salah seorang terapis di Oukup Prima sempat menangis dan menghiba-hiba karena diancam akan dibawa jika tidak mau menunjukkan siapa pemilik atau penanggung jawab Oukup Prima tersebut.

“Tolonglah saya jangan dibawa. Ini (pemijatan) saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anak,” kata wanita berkaos putih dan celana jeans ini menghiba.

Setelah bertemu langsung dengan penanggung jawab Oukup Prima, tim selanjutnya membuat berita acara pemeriksaan dan menghentikan sementara pengoperasian Oukup Prima. “Kami minta oukup ini berhenti beroperasi selama bulan Ramadan. Kami akan lakukan pengawasan, jika ditemukan beroperasi kembali langsung ditindak tegas sesuai dengan peraturan berlaku,” tegas B Uno Harahap selaku pimpinan tim dari Dinas Pariwisata Kota Medan.

Di Oukup Tommy Bastanta Ginting, tim juga mendapati seorang terapis wanita tengah memijat seorang pemuda yang hanya mengenakan celana dalam di salah satu kamar.

Pemilik oukup beralasan terpaksa membuka oukup di bulan puasa karena tuntutan ekonomi.

Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono mengimbau kepada seluruh tempat usaha pariwisata dan hiburan malam yang ada di Kota Medan agar mematuhi Surat Edaran Wali kota tersebut. “Apa yang dilarang dalam surat edaran itu hendaknya dipatuhi. Untuk itu kita akan terus menurunkan tim sepanjang bulan Ramadhan ini,” katanya. (LMC-02)

About Lintas Medan