Home / Hukum / Kadishub Samosir jadi Tersangka Kasus Kapal Tenggelam

Kadishub Samosir jadi Tersangka Kasus Kapal Tenggelam

image_pdfimage_print

Personel Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap penumpang korban kapal motor Sinar Bangun di perairan Danau Toba. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 28/6 (LintasMedan) – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut) menetapkan status tersangka kepada Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Samosir berinisial NS, terkait kasus kapal motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba pada 18 Juni 2018.

“Benar statusnya (NS) sudah dinaikkan menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, kepada pers di Medan, Kamis.

Menurut dia, NS dijadikan tersangka setelah penyidik menemukan cukup bukti dalam peristiwa itu.

NS dianggap lalai menjalani tugas sebagai penyelenggara negara, sehingga menyebabkan korban jiwa dalam tenggelamnya KM Sinar Bangun

Tersangka dinilai tidak melakukan pengawasan secara benar sehingga KM Sinar Bangun beroperasi tanpa memiliki surat persetujuan berlayar serta tanpa memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran.

“Sistem pengawasan yang tidak baik, sehingga ada unsur-unsur yang dijerat kepada NS,” ujarnya.

Akibat perbuatan tersebut, NS dipersangkakan melanggar Pasal 302 ayat 1 dan ayat 2 serta Pasal 303 ayat 1 dan ayat 3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Pihak Polda Sumut, kata Tatan, telah menjadwalkan pemeriksaan tersangka NS pada pekan depan.

Jika terbukti bersalah, NS bisa dipenjara selama 10 tahun dan dikenakan denda Rp1,5 miliar.

Sebelumnya, pihak Polda Sumut dalam kasus serupa telah pula menetapkan tersangka terhadap nakhoda KM Sinar Bangun berinisial PSS, Kepala Pos Pelabuhan Simanindo FP, Kabid Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir RD, dan pegawai honorer Dishub Samosir berinisial KN.
KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, ke Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Kapal kayu yang diperkirakan bermuatan seratusan orang penumpang tersebut berlayar tanpa dokumen manifes penumpang dan diketahui dalam kondisi tidak memenuhi standar keselamatan seperti ketersediaan life jacket. (LMC-03)

About Lintas Medan