Home / Medan / DPRD Sumut Ungkap “Perpecahan” di Internal Disdik Sumut

DPRD Sumut Ungkap “Perpecahan” di Internal Disdik Sumut

Medan, 31/7 (LintasMedan) - Anggota DPRD Sumut, Burhanuddin Siregar mengungkap adanya indikasi 'perpecahan' atau disharmoni di internal Dinas Pendidikan provinsi setempat. Ungkapan itu disampaikan politisi PKS tersebut secara terbuka saat melakukan intrupsi pada sidang paripurna DPRD Sumut, dalam agenda membacakan hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Pendidikan, Selasa. Ketidakharmonisan di internal petinggi Dinas Pendidikan Sumut, menurutnya bukan lagi rahasia. "Ketidakhadiran Kepala Dinas Arsyad Lubis dan sejumlah SKPD Disdik kemungkinan besar juga akibat perpecahan itu," kata Burhanuddin. Pembacaan hasil Pansus Pendidikan oleh juru bicaranya Muchrid Nasution menuai pro dan kontra…

Review Overview

User Rating: Be the first one !
image_pdfimage_print

Suasana sidang paripurna DPRD Sumut, Selasa (31/7). (Foto:lintasmedan/irma)

Medan, 31/7 (LintasMedan) – Anggota DPRD Sumut, Burhanuddin Siregar mengungkap adanya indikasi ‘perpecahan’ atau disharmoni di internal Dinas Pendidikan provinsi setempat.

Ungkapan itu disampaikan politisi PKS tersebut secara terbuka saat melakukan intrupsi pada sidang paripurna DPRD Sumut, dalam agenda membacakan hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Pendidikan, Selasa.

Ketidakharmonisan di internal petinggi Dinas Pendidikan Sumut, menurutnya bukan lagi rahasia.

“Ketidakhadiran Kepala Dinas Arsyad Lubis dan sejumlah SKPD Disdik kemungkinan besar juga akibat perpecahan itu,” kata Burhanuddin.

Pembacaan hasil Pansus Pendidikan oleh juru bicaranya Muchrid Nasution menuai pro dan kontra sejumlah wakil rakyat.

Pasalnya dewan menilai tidak ada gunanya hasil tersebut dibaca, sebab yang bersangkutan yakni Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Arsyad Lubis tidak hadir.

“Kadisdiknya saja tidak hadir, jadi untuk apa itu semua dibahas,” ujar Politisi PDIP Brilian Mokhtar.

Brilian malah memilih untuk keluar ruangan, saat beda pendapat dengan rekannya satu fraksi, Sutrisno Pangaribuan.

Sutrisno melakukan intrupsi meminta, Muchrid Nasution untuk tetap meneruskan membaca hasil pansus tersebut, karena itu merupakan substansi dari kinerja dewan.

“Pembacaan harus dilakukan agar DPRD tidak dituding melanggar aturan, tetapi teguran tetap harus dilayangkan,” ujarnya pada sidang paripurna yang dihadiri Pj Gubernur Sumut, Eko Subowo.

Intrupsi tak berhenti sampai di situ, karena bertubi-tubi sejumlah anggota dewan juga melakukan hal yang sama.

“Apa yang dilakukan Disdik ini sudah pelecehan terhadap dewan,” kata Toni Togatorop.

Pendapat senada juga dilontarkan Hanafiah Harahap, yang meminta pimpinan Pemprov Sumut segera memberi teguran keras terhadap pejabat tersebut.

Pj Gubernur Sumut Eko Subowo menyatakan, ketidakhadiran Kadisdik pada paripurna tersebut tidak harus menghambat pihak DPRD Sumut untuk membacakan hasil pansus Pendidikan.

“Apalagi kan sudah ada saya selaku petinggi Pemprov Sumut. Jadi tidak
ada masalah,” ujarnya.

Meski demikian apa yang disampaikan kalangan wakil rakyat terkait kritik terhadap Dinas Pendidikan Sumut, menurut Eko akan menjadi catatan penting baginya untuk mengevaluasi instansi itu.(LMC-02)

About Lintas Medan