Home / Peristiwa / Polisi Jaga Lokasi Batu Giok 20 Ton

Polisi Jaga Lokasi Batu Giok 20 Ton

image_pdfimage_print
Sejumlah petugas Polri dan TNI menjaga lokasi penemuan batu giok seberat 20 ton, di di hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. (Foto: LintasMedan/dtc)

Sejumlah petugas Polri dan TNI menjaga lokasi penemuan batu giok seberat 20 ton, di di hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. (Foto: LintasMedan/dtc)

Banda Aceh, 17/2 (LintasMedan) – Pihak kepolisian, TNI dan warga Desa Pante Ara masih menjaga lokasi penemuan batu giok yang ditaksir seberat 20 ton.

“Lokasi sudah kita pasang garis polisi dan ada petugas yang berjaga di sana,” kata Kapolsek Beutong, Ipda Banta Amad, Selasa.

Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya pihak yang mengambil batu giok raksasa tersebut.

Lokasi penemuan batu giok ini terletak di hutan lindung Beutong Ateuh, Nagan Raya, Aceh.

Untuk mencapai lokasi, warga harus berjalan kaki menyusuri aliran sungai dan tebing.

Jarak antara perkampungan ke lokasi terbilang jauh yaitu berjarak sekitar 10 kilometer atau membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Sejak giok tersebut ditemukan, ada warga yang berusaha mengambilnya meski ada moratorium pemerintah setempat yang melarang masyarakat menambang batu.

Aturan tersebut dikeluarkan untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Selain itu, pemerintah setempat juga sedang menyusun aturan untuk petambang batu di Nagan Raya.

Warga setempat patuh dengan aturan tersebut sehingga tidak ada yang berusaha mengambil batu.

Namun berselang beberapa jam setelah batu itu ditemukan, ada warga yang berusaha mengambilnya.

Masyarakat yang mengetahui ada pihak yang hendak memotong batu kemudian secara beramai-ramai datang ke lokasi. (LMC/dtc)

About Lintas Medan