Home / Nasional / Puluhan Kepala Negara Bersiap Napak Tilas di Bandung

Puluhan Kepala Negara Bersiap Napak Tilas di Bandung

image_pdfimage_print
Napak tilas di Bandung akan dilakukan untuk mengenang pelaksanaan KAA pertama pada 1955 lalu(Foto:LintasMedan/ist)

Napak tilas di Bandung akan dilakukan para kepala negara  untuk mengenang pelaksanaan KAA pertama pada 1955 lalu(Foto:LintasMedan/BBC)

Bandung, 24/4 (LintasMedan) – Puluhan kepala negara peserta Konferensi Asia Afrika bersiap melakukan napak tilas bersejarah dari Hotel Savoy Homann ke Gedung Merdeka di Bandung.

Napak tilas dilakukan untuk mengenang perjalanan para pemimpin negara pada penyelenggaraan KAA pertama pada 1955 lalu.

Setelah mereka berkumpul di Gedung Merdeka, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membacakan Bandung Message. Selanjutnya, para kepala negara akan berjalan menuju Masjid Raya.

Sehari sebelumnya, dalam perhelatan terakhir di Jakarta, Kamis (23/4), Presiden Joko Widodo menyatakan KAA merupakan suara bangsa Asia dan Afrika.

“Suara yang disampaikan dalam konferensi ini merupakan suara kebangkitan bangsa-bangsa Asia Afrika. Oleh sebab itu keputusan kita tidak dapat diabaikan oleh siapapun,” kata Jokowi.

Pada KAA tahun ini, sebanyak tiga dokumen telah disepakati yaitu Pesan Bandung 2015, Penguatan Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP), serta Dukungan untuk Palestina.

Peserta KAA juga sepakat untuk melaksanakan pemantauan hasil konferensi.
KAA tahun ini menghasilkan tiga dokumen. Salah satunya menguatkan kemitraan strategis baru Asia Afrika.

“Sidang berhasil menyusun langkah nyata untuk menindaklanjuti kerja sama secara konkret yang tercantum dalam deklarasi penguatan kemitraan strategis baru Asia Afrika. Sidang juga berhasil menyusun kerangka operasional mekanisme pemantauan. Para menteri luar negeri diminta melakukan pertemuan dua tahun sekali di sela sidang umum PBB di New York,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan konsep yang dihasilkan ini mencerminkan Dasa Sila Bandung dan disahkan menjadi kesepakatan Asia Afrika 2015. Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengatakan Konferensi Asia Afrika pada tahun ini memiliki semangat yang sama dengan pertemuan pertama di Bandung pada 1955.(LMC/BBC)

About Lintas Medan