Home / Headline / “Bang Samuel” Janjikan Pemerataan Pembangunan di Medan

“Bang Samuel” Janjikan Pemerataan Pembangunan di Medan

image_pdfimage_print
Bakal calon walikota Medan 2015 Ir. Samuel RB Panjaitan (kanan), berialog dengan pedagang di sekitar pasar tradisional Simpang Limun Medan, baru-baru ini. (Foto: LintasMedan/ist)

Bakal calon walikota Medan 2015 Ir. Samuel RB Panjaitan (kanan), berialog dengan pedagang di sekitar pasar tradisional Simpang Limun Medan, baru-baru ini. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 5/6 (LintasMedan) – Bakal calon Walikota Medan 2015-2020 Samuel RB. Panjaitan (50), berjanji merealisasikan pemerataan program pembangunan guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan di Medan dewasa ini belum seimbang, sehingga akhirnya banyak masyarakat yang merasa¬† kurang diperhatikan.” katanya di Medan, Jumat.

Menurut pria yang akrab disapa “Bang Samuel” ini, kebijakan pembangunan yang terlalu bertumpu di inti kota selain memperparah tingkat kemacetan lalu lintas, juga ikut menambah kesenjangan antarkawasan, antarkecamatan dan antarkelurahan.

Kondisi ini, lanjutnya, disebabkan antara lain tidak terintegrasinya sistem dan kebijakan tata ruang.

Salah satu kawasan yang mengalami ketimpangan pembangunan itu adalah wilayah Medan utara.

“Seharusnya, arah dan kebijakan pembangunan serta tata ruang Kota Medan sepenuhnya menyentuh pada kepentingan masyarakat luas agar konsep kesejahteraan rakyat bisa terimplementasi secara benar dan tepat sasaran,” tuturnya.

Untuk meminimalisir ketimpangan pembangunan di ibu kota Provinsi Sumut itu, Samuel mengaku telah menyusun konsep pembangunan berkeadilan yang di dalamnya mencakup program-program pro rakyat.

Skala prioritas dari program pembangunan itu, antara lain pembangunan sarana infrastruktur jalan, pendidikan, air bersih, pusat-pusat kegiatan ekonomi dan jasa yang tertata dengan baik.

Dia juga menyatakan pentingnya meningkatkan porsi anggaran pembangunan untuk menopang program pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja baru di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sejalan dengan program tersebut, kata Samuel, mutlak diterapkan sistem pengawasan dan pelayanan publik berbasis informasi dan teknologi (IT).

“Sesungguhnya tidak sulit untuk memimpin Medan, asalkan orang yang memimpin tahu dan mampu memacu kinerja pembangunan secara transparan, merata dan berkeadilan,” kata pengusaha yang memiliki beberapa perusahaan berskala besar ini. (LMC-01)

About Lintas Medan