Home / Sports / Kisruh, IPSI Sumut Terancam Dualisme

Kisruh, IPSI Sumut Terancam Dualisme

image_pdfimage_print

Peserta yang melakukan walk out memberikan keterangan pers di luar ruangan pertemuan pada Musyawarah Provinsi (Musprov) IPSI Sumut, di Hotel Bumi Malaya, Jalan Binjai Medan, Sabtu (24/10).(Foto:LIntasMedan/Irma)

Medan, 24/10 (LintasMedan) – Musyawarah Propinsi (Musprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Utara, di Medan, Sabtu diwarnai aksi walk out 11 utusan Kabupaten/Kota akibat merasa tidak puas dengan keputusan panitia.

Ke 11 peserta yang keluar dari ruang musyawarah itu, mengaku akan menggelar Musprov tandingan pada hari yang bersamaan di lokasi lain.

Aksi walk out berawal dari proses penetapan Perguruan Pencak Silat sebagai peserta.

Pimpinan sidang melakukan voting untuk menetapkan perguruan sebagai peserta. Namun, 11 kabupaten/kota menolak. Menurut mereka perguruan silat sah sebagai peserta karena sudah diatur dalam AD/RT.

Namun panitia dan pimpinan sidang tetap pada putusannya, hingga berimbas sebagian peserta itu meninggalkan acara saat dilaksanakannya sidang pleno penetapan peserta musprov.

“Panitia dan pimpinan telah berbuat curang. Kami sudah dikerjai, ini musprov paling buruk,” kata Ketua IPSI Medan, Ahmad Arif yang ikut dalam aksi walk out itu.

Arif yang juga pimpinan perguruan Tapak Suci menyebutkan, Dahliana sebagai kandidat ketua umum dianggap tak sah karena sudah melakukan pemalsuan surat dukungan.

“Ada tiga surat dukungan Dahliana memiliki tanda tangan yang berbeda dari Ketua Pengcabnya. “Itu kan penipuan,” ujar anggota DPRD Medan ini.

Meski 11 kabupaten/kota walk out, musprov tetap berjalan., sebab masih menyisakan 18 pengcab yang tetap mengikuti rapat pemilihan ketua umum IPSI Sumut untuk periode 2015-2020 itu.

Sementara Dahliana yang dikonfirmasi mengaku tidak ada memalsukan surat dukungan.

“Ini buktinya 18 dukungan semua asli menggunakan matrai dan ditandatangani langsung pimpinanya, bahkan yang melakukan tanda tangan juga ada orangnya dalam ruangan ini,” kata Dahliana.

Menurutnya meski kandidat yang menjadi lawannya, yakni Jhoni Walker Manik bersama 11 pendukungnya melakukan walk aot, Musda tetap akan berlangsung sesuai AD/Art. “Tetap quorum, karena masih ada 18 dari 29 peserta,” ujarnya. (LMC-02)

About Lintas Medan