Pegawai PDAM Tirtanadi Dibekali Pelatihan Manajemen Qalbu

Ratusan pegawai PDAM Tirtanadi mendengarkan ceramah dalam rangkaian pelatihan manajemen qalbu di Medan, Selasa (22/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 22/1 (LintasMedan) – Sekitar 300 orang pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDM) Tirtanadi Sumatera Utara dibekali pelatihan manajemen qalbu yang digelar badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut di Medan, pada 22-24 Januari 2019.

Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi, Arif Haryadian dalam kata sambutannya saat membuka pelatihan manajemen qalbu di Medan, Kamis, berharap melalui pelatihan tersebut ke depan jajaran pegawai PDAM Tirtanadi mampu menjadi orang-orang yang yang pandai mengelola hatinya sehingga menjadi orang-orang yang mulia dalam melayani masyarakat.

“Melalui pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, para peserta diharapkan pegawai mampu mengelola hatinya dalam melaksanakan tugas sehari-hari melayani masyarakat,” ujarnya didampingi Kepala Divisi SDM PDAM Tirtanadi, Zulham Ali Nasution.

Ia menambahkan, di dalam tubuh manusia terdapat akal, jasad dan qolbu yang diciptakan Allah SWT agar setiap umat manusia bisa bertindak lebih efektif dan efisien dalam melakukan apa yang diinginkan.

“Akal merancang tindakan yang akan dilakukan sementara jasad/tubuh melakukan apa yang diperintah akal. Namun terkadang tindakan yang kita lakukan tidak menjadikan kita menjadi mulia karena akal dan tubuh kita tidak dibimbing oleh qolbu,” paparnya.

Lebih lanjut Arif Haryadian, mengingatkan bahwa dalam mengemban tugas tidak bisa hanya mengandalkan kecerdasan semata, melainkan juga dibutuhkan kecerdasan yang dibimbing oleh hati nurani.

Seseorang yang memiliki kecerdasan yang dibimbing oleh hati nurani, menurut dia, akan terhindar dari perbuatan maupun tindakan yang merugikan perusahaan maupun masyarakat.

Oleh karena itu, Arif mengajak jajaran PDAM Tirtanadi untuk bersyukur karena diberi kesempatan bekerja di PDAM Tirtanadi sementara masih banyak orang diluar sana yang belum beruntung mendapatkan pekerjaan.

“Bersyukur kita semua masih bisa bekerja di perusahaan yang kita cintai ini. Mari kita implementasikan rasa syukur kita itu dalam melaksanakan tugas sehari-hari dengan bekerja ikhlas melayani pelanggan dan masyarakat,” kata Arif Haryadian

Sementara, Kadiv SDM PDAM Tirtanadi, Zulham Ali Nasution mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja bagi pegawai demi meningkatkan produktifitas dan kualitas dalam hidup dan pekerjaan.

“Pegawai sebagai manusia biasa terkadang mengalami keresahan dan kegelisahan yang mengakibatkan perasaan pesimis dan tidak produktif dalam bekerja maka dibutuhkan motivasi internal untuk menghindari rasa pesimis tersebut,” tuturnya.

Pelatihan ini diselenggarakan bekerjasama dengan dengan MOW Pelatih Bisnis yang berafiliasi dengan SMART Business Coaching Firm Jakarta yang fokus pada practical skill.

Pelatihan diisi dengan materi mengenai Kajian Makna Bekerja Sebagai Ibadah yang disampaikan oleh ustadz Abdul Latief Khan dan ceramah berjudul Hidup Seimbang dan Berkualitas disampaikan oleh Muhammad Ihsan.

Selanjutnya, materi pelatihan dengan tema Transformasi Hidup Bahagia Dengan Kecerdasan Emosional dan Spritual disampaikan oleh Habibie Suhab. (LMC-02)

 




Kodam I Bantu Pemko Medan Menormalisasi Sungai Bedera

Kasdam I Bukit Barisan Brigjen TNI Hasanuddin (kiri) didampingi Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kanan) menghadiri rapat penanganan Sungai Bedera, di Medan, Selasa (22/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 22/1 (LintasMedan) – Kodam I Bukit Barisan akan turut membantu Pemerintah Kota (Pemko) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II dalam penanganan normalisasi daerah aliran Sungai Bedera.

“Kami siap membantu Pemko Medan dan BWS II dalam menormalisasikan Sungai Bedera,” kata Kasdam I/BB, Brigjen TNI. Hasanuddin saat menghadiri rapat dengan jajaran pejabat Pemko Medan dn BWS Sumatera II, di Medan, Selasa (22/1).

Kegiatan menormalisasi Sungai Bedera, menurut dia, akan dilaksanakan dalam kegiatan Karya Bhkti TNI yang melibatkan prajurit Kodam I.

Karya Bhakti TNI, lanjutnya, merupakan salah satu tugas pokok TNI dalam melaksanakan operasi militer selain perang, diantaranya membantu tugas pemerintah daerah.

Dalam rapat yang turut dihadiri Wakil Walikota Medan Akhyar Nasutin tersebut, Hasanuddin mengemukakan bahwa proses pengerjaan normalisasi Sungai Bedera harus diawali dengan perencanaan yang tepat.

Melalui perencanaan dan penanganan sungai tersebut, Kasdam berharap persoalan yang selama ini disebabkan oleh penyempitan dan pendangkalan Sungai Bedera dapat diatasi hingga tuntas.

”Kami siap membantu. Mari kita rencanakan secara matang, lengkapi seluruh data yang diperlukan, kemudian kita susun strategi dan setelahnya aksi nyata hingga persoalan tuntas,” ujarnya. (LMC-04




Polda Sumut Apresiasi Program PWI dan SMSI

Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Mardiaz Kusin ((keenam kanan) berfoto bersama pengurus PWI dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut, di Medan, Selasa (22/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 22/1 (LintasMedan) – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mengapresiasi sekaligus  mendukung program PWI dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) setempat melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan memverifikasi perusahaan media online berbasis berita di daerah tersebut.

“Kami menilai program PWI dan SMSI Sumut sangat tepat dalam rangka menjawab tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme jurnalis,” kata Wakapolda Sumut, Brigjend Pol Mardiaz Husin, saat mwnweima audensi pengurus SMSI Sumut dan Ketua PWI Sumut Hermansyah, di Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa.

Menurut Wakapolda, kerjasama tersebut segera disepakati dalam bentuk naskah kesepahaman bersama (MoU) antara Polda Sumut, PWI dan SMSI.

Salah satu bentuk kerja sama itu adalah mendukung bidang Humas Polda Sumut dalam hal penyediaan data mengenai perusahaan media online berbasis berita yang telah terverifikasi .

Selain itu pihaknya juga akan bekerjasama dengan PWI Sumut dalam hal mendapatkan data jurnalis yang telah mengikuti UKW.

Keberadaan data perusahaan media online yang telah terverifikasi dan jurnalis yang telah mengikuti UKW, kata Mardiaz, dibutuhkan oleh jajaran Poldaa Sumut dalam rangka melayani wartawan yang hendak melaksanakan tugas jurnalistik di lingkungan lembaga kepolisian itu.

Selama ini, dia memperkirakan wartawan yang melaksanakan peliputan berita di lingkungan Polda Sumut belum seluruhnya mengikuti UKW, sebagaimana diintruksikan oleh Dewan Pers.
“Kita ingin seluruh wartawan yang melaksanakan tugas jurnalistik di jajaran Polda Sumut, telah lulus UKW,” katanya.

Menanggapi harapan Mardiaz Husin, ketua PWI Sumut Hermanshah menyatakan pihaknya siap memberikan bantuan konsultasi bidang penerangan Polda setempat dalam hal mendapatkan data jurnalis yang telah lulus UKW berikut nama-nama perusahaan media online yang telah terverifikasi.

Dia menegaskan, wartawan dalam melaksanakan tugas dan profesinya wajib mengikuti UKW dan perusahaan pers tempat mereka bekerja harus memiliki badan hukum.

Hermansyah yang juga Ketua Penasihat SMSI Sumut menambahkan, pihaknya hingga saat ini telah melaksanakan 24 kali kegiatan UKW dan sekutar 700 lebih pesertanya telah dinyatakan lulus.

Sementara itu ketua SMSI Sumut, Zulfikar Tanjung menuturkan, pihaknya bersama dewan pers telah memverifikasi sekitar 24 perusahaan media online berbasis berita.

“Perusahaan media online berbasis berita wajib berbadan hukum (PT), sebagaimana surat edaran dewan pers” ujarnya.

Hadir dalam audensi itu, antara lain, Sekretaris SMSI Sumut, Erris J Napitupulu, Austin Tumengkol dan Roni Purba (penasihat), T Nico Adrian dan Chairum Lubis (Wakil Ketua) .

Sementara Wakapolda Sumut didampingi Kadiv Propam, Kombes Pol Yopie Girianto Putro, Kombes Pol Maruli Siahaan dan AKBP MP. Nanggolan. (LMC-02)




Polrestabes Medan Dukung SMSI Sumut Verifikasi Perusahaan Pers

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto (keenam kanan) menerima audensi pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut, di Medan, Selasa (22/1).  (Foto:LintasMedan/ist)

Medan , 22/1 (LintasMedan) – Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Medan mendukung program kerja Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) melaksanakan tugas secara konsisten untuk memverifikasi perusahaan media online berbasis berita.

“Kita sangat mendukung program SMSI Sumut memverifikasi perusahaan media online ,”  kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dadang Hartanto, saat menerima audensi pengurus SMSI Sumut yang diketuai Zulfikar Tanjung, di Medan, Rabu.

‌Ia menilai bahwa insan pers  merupakan salah satu profesi mulia yang wajib didukung dengan sumber daya manusia potensial yang dihasilkan melalui proses uji kompetensi secara berjenjang.

Melalui proses uji kompetensi tersebut, lanjut Dadang,  para insan pers yang telah terverifikasi atau lolos UKW diyakini akan lebih memahami tugas pokok dan fungsinya dalam mengemban profesi jurnalis, sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang tentang Pers.

Diakuinya,  jajaran Polrestabes Medan selama beberapa tahun terakhir kian banyak didatangi sejumlah orang-orang yang mengaku sebagai wartawan dengan alasan melakukan tugas peliputan.

Namun, kata Dadang, pihaknya hingga saat ini sulit mengetahui wartawan yang sudah lolos UKW dan yang belum mengikuti UKW.

Karena itu pihaknya menyambut positif kerjasama yang ditawarkan SMSI Sumut melaksanakan UKW verifikasi perusahaan pers, sebagaimana surat keputusan dewan pers.

Sementara itu, ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung, mengapresiasi langkah Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto yang telah memberi perhatian serius terhadap pentingnya mengedepankan aspek profesionalisme di dunia jurnalistik.

“Kami berterimakasih atas perhatian Kapolrestabes Medan mendukung pelaksanaan UKW sekaligus ikut mengawal penerapan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang pers,” ujarnya.

Zulfikar menegaskan, pihaknya berjanji segera melakukan sinergitas dengan jajaran Polrestabes Medan  dalam memberikan konsultasi maupun data-data perusahaan media online yang telah lolos verifikasi berikut nama-nama jurnalisnya telah lulus UKW.

Dia memaparkan bahwa jumlah perusahaan media online anggota SMSI Sumut yang sudah terverifikasi tercatat sebanyak 18 perusahaan.

” Jumlah perusahaan pers yang terverifikasi tersebut masih akan bertambah dan SMSI Sumut akan melakukan kegiatan verifikasi secara berkelanjutan,” paparnya.  (LMC-02)




Konjen Jepang Dukung Berdirinya Forkem

Konjen Jepang di Medan Takeshi Ishii (dua kanan) foto bersama Forkem di Fakultas Ilmu Budaya USU (Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 21/1 (LintasMedan) – Forum Kejepangan Medan (Forkem) yang mewadahi berbagai kegiatan ilmiah mengadakan Launching Ceremony sebagai wujud resmi telah berdirinya forum tersebut yang didukung penuh Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang.

Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan merupakan acara yang bertujuan selain dalam menjalin silaturahmi dengan para organisasi kejepangan lainnya juga untuk memperkenalkan kepada para pecinta dan pembelajar serta peneliti di bidang kejepangan akan adanya wadah bagi mereka untuk melakukan berbagai kegiatan ilmiah, seperti seminar penelitian dan workshop yang berkaitan dengan kejepangan.

Forum ini dibentuk oleh beberapa tenaga pengajar dari beberapa institusi yang mengajarkan bahasa Jepang dan bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Jepang di Medan. Berbagai kegiatan Forkem ini ke depannya akan disosialisasikan melalui media sosial instagram dengan alamat @forum.kejepangan.medan dan akun facebook dengan alamat Forum Kejepangan Medan.

Launching Ceremony ini dihadiri oleh Konsul Jenderal Jepang di Medan Takeshi Ishii, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya USU Dra Heristina Dewi, MPd, Ketua Medan Japan Club Hiroomi Homma, Ketua Program Studi Sastra Jepang USU Prof Hamzon Situmorang, MS, PhD serta perwakilan dari berbagai asosiasi dan komunitas kejepangan.

Acara ini dimulai dengan pengenalan Forkem oleh Alimansyar, PhD yang merupakan ketua forum ini.

Alimansyar selaku ketua Forkem mengungkapkan adanya kendala
bagi para peneliti yang berkecimpung di bidang kejepangan di dalam mencari wadah untuk saling berbagi ilmu dan hasil penelitian dalam bentuk seminar dan workshop, memicu para pengajar bahasa Jepang dari beberapa lembaga pendidikan di kota Medan untuk bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Jepang di Medan membentuk suatu forum ilmiah yang dapat mewadahi berbagai kegiatan ilmiah tersebut.

Sedangkan Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Budaya USU DraH eristina Dewi, MPd dalam sambutannya menyatakan bahwa Fakultas Ilmu Budaya USU akan senantiasa bersedia memberikan dukungan kepada Forkem di dalam menjalankan berbagai kegiatan ilmiahnya, serta berharap kegiatan yang akan diadakan Forkem selain bernuansa ilmiah, juga “asyik” agar diminati kalangan milenial di kota Medan.

Konsul Jenderal Jepang di MedanTakeshi Ishii dalam sambutannya mengapresiasi dan mendukung kegiatan-kegiatan Forkem nantinya yang merupakan salah satu wadah untuk memperlihatkan sisi yang baru dari Jepang ke masyarakat Medan, serta berharap Forkem yang dibangun oleh generasi muda akan menjadi salah satu kelompok yang membangun hubungan baik antar kedua negara dalam jangka menengah dan panjang.

Di akhir acara, Prof Hamzon Situmorang, PhD menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul “Moral Kesetiaan 47 Orang Samurai dalam (Akouroshi Chushingura)”. Orasi ilmiah tersebut menjelaskan bagaimana konsep kesetiaan masyarakat Jepang yang lebih mengutamakan kepentingan
umum daripada kepentingan pribadi yang berakar dari konsep kesetiaan samurai di masa lampau. (LMC-05/ist)




PGN Cetak Pendapatan 2,445 miliar Dolar AS

Jakarta, 21/1 (LintasMedan) – Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina Gas atau Pertagas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah menyusun strategi guna menjalankan peran selaku Sub Holding Gas. PGN optimistis segenap target yang dipatok bakal terealisasi seiring dengan kinerja yang telah ditorehkan.

Dari segi kinerja operasional, distribusi gas bumi oleh PGN masih berjalan pada tren positif. Sampai dengan triwulan ketiga 2018 volume penjualan gas bumi PGN sebesar 849 BBTUD. Jumlah tersebut melesat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 yang mencapai 793 BBTUD, dan periode yang sama tahun 2017 sebesar 767 BBTUD.

Sampai dengan triwulan ketiga tahun lalu, PGN juga mencatatkan volume transmisi gas bumi sebesar 718 MMSCFD. Sedangkan, lifting gas hingga 40.062 BBOE.

“Kinerja yang positif dari PGN Group terutama dipicu kenaikan penjualan gas bumi kepada sektor kelistrikan” ujar Direktur Utama PGN Gigih Prakoso Senin (21/1).

Di sisi kinerja keuangan, tren peningkatan juga terjadi. Hingga triwulan ketiga tahun lalu, PGN mencetak pendapatan sebesar 2,445 miliar dolar AS dimana jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar 2,165 miliar dolar AS.

Catatan paling mengesankan, PGN berhasil melaksanakan serangkaian efisiensi yang mendongkrak laba bersih maupun laba operasi. Laba bersih sampai dengan triwulan ketiga 2018 yang ditorehkan mencapai 218 juta dolar AS, hal itu ditopang dengan capaian laba operasi yang tinggi yakni sebesar 390 juta dolar AS.

Segaris dengan catatan positif tersebut, aset PGN juga mengalami peningkatan. Tercatat, pada triwulan ketiga 2018 total aset mencapai 6,661 miliar dolar AS. Melesat jika disandingkan dengan jumlah nilai aset 6,293 miliar dolar AS pada periode sama 2017.

Pada tahun ini, bersamaan dengan status sebagai Sub Holding Gas, PGN telah menetapkan proyeksi yang optimistis. PGN Group mematok target mampu menggarap lini niaga gas bumi hingga 935 BBTUD. Dari segmen usaha transmisi gas, PGN group menargetkan sebesar 2.156 MMSCFD sepanjang tahun 2019.

Sedangkan jumlah pelanggan yang akan dikelola PGN direncanakan mencapai 244.043 pelanggan. Dari sisi infrastruktur, Sub Holding Gas terus melaksanakan pengembangan infrastruktur yang ditargetkan sampai dengan akhir 2019 total pengelolaan infrastruktur sepanjang 10.547 kilometer.

Gigih mengungkapkan target-target itu akan dicapai seiring dengan pelaksanaan program kerja yang efektif. Antara lain, katanya, pengembangan segmen distribusi di pasar Utama dan optimalisasi operasi dan aset di Jawa bagian Barat dan Timur termasuk penyelesaian jalur pipa di beberapa lokasi.

Selain itu, sebagai Sub Holding Gas, PGN juga diamanatkan untuk melakukan percepatan pembangunan dan pengoperasian Jargas. Target hingga 2025 sesuai Rencana Umum Energi Nasional, mencapai 4,7 juta SRT. Untuk dapat merealisasikan target tersebut, PGN mengharapkan dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder.

“Ini yang kami katakan, bahwa Sub Holding Gas akan lebih mampu untuk memeratakan dan menciptakan keadilan energi untuk masyarakat,” tutup Gigih. (LMC-05/rel)




Tirtanadi Diminta Gali Potensi Sumber Air

Medan, 21/1 (LintasMedan) – PDAM Tirtanadi diminta menggali potensi sumber air terbaru dan mempertahankan sumber air baku secara berkelanjutan serta menjaga keseimbangan permintaan dan pemenuhan kebutuhan bagi pelanggan air di Medan.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) Prof Dr Ramli SE MS pada Fokus Grup Diskusi (FGD) Perspektif Ekonomi Lingkungan Terhadap Kebelanjutan Potensi Sumber Daya Air di Kota Medan dan Wilayah sekitarnya yang diselenggarakan Program Studi Ekonomi Pembangunan USU dan PDAM Tirtanadi di ruang Micky Wijaya Anwar Karim FEB USU, Senin (21/1).

FGD ini menghadirkan narasumber Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, Kepala Satker Cipta Karya Popy Pradianti Hastuty dihadiri anggota Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi T. Fahmi Djohan, Anggia Ramadhan, Kabid Publikasi dan Komunikasi PDAM Tirtanadi Oktavia Anggraini dengan para panelis dan akademisi USU.

Dalam kajian akademis Prof Ramli mengutarakan, tingginya permintaan masyarakat yang tidak mampu dipenuhi oleh PDAM Tirtanadi maka kedepan kondisi ini perlu mencari sumber air baru untuk memenuhi permintaan air yang terus berkembang.

Dia menyarankan untuk menggali potensi sumber air sungai, air danau, air bawah tanah, air laut secara simultan. Selain sumber air tersebut jika dimungkinkan melakukan pengelolaan banjir lokal atau kiriman dari pegunungan sebagai sumber air yang belum dikelola pemanfaatannya sebagai sumber air.

Sebagai contoh katanya, Kota Madinah di Arab Saudi menciptakan penyulingan air laut yang disuplai untuk kebutuhan air bersih.

“Pembangunan pipa besar untuk mengolah air laut untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di Kota Madinah hendaknya bisa dicontoh oleh PDAM Tirtanadi,” katanya.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk memenuhi ketersediaan air baku yakni dengan melakukan tindakan mengurangi tingkat kebocoran, mengajak konsumen untuk menghemat pemakaian air, variasi produk misalnya menciptakan produk kemasan air mineral yang dapat dipasarkan kepada masyarakat yang memiliki keuntungan (laba).

Sementara akademisi Prof Dr Sa’ad Afifuddin mengatakan, solusi mengatasi tren suplai yang rendah dan tren kebutuhan yang tinggi sehingga tidak seimbang itu adalah memberdayakan pemanfaatan teknologi dan kerjasama dengan perusahaan asing sekaligus mengadopsi teknologi dari luar negeri untuk dikembangkan di PDAM Tirtanadi.

“FEB USU siap memberikan masukan dan mencari solusi mengatasi krisis air dan membuat kajian akademik menyangkut peningkatan cadangan air permukaan, sumber air resapan dan pengendalian banjir,” tambahnya.

Sedangkan pengamat lingkungan Jaya Arjuna mengatakan yang perlu dibenahi dan diperbaiki di PDAM Tirtanadi adalah kerusakan sumber air baku pegunungan di Sibolangit, sumber air sungai Belawan, sungai Delitua dan sungai Klambir Lima yang kondisinya 30 persen sudah tidak layak dikonsumsi.

“Kita warga Medan tak ingin PDAM Tirtanadi sakit dan krisis air. Karenanya aspek lingkungan harus diperbaiki jika sektor hulu rusak maka berdampak pada sektor hilir dan ini menyangkut kelangsungan sumber air di kemudian hari.

Menanggapi hal itu Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo mengatakan, PDAM Tirtanadi sebagai operator, fokus menyediakan ketersediaan air baku untuk keberlanjutan sumber daya air dengan pengelolaan air minum dan air limbah bagi konsumen di Medan.

Selain itu, PDAM juga melakukan subsidi silang untuk membantu masyarakat miskin, karenanya tarif airnya terendah dan termurah di Indonesia . Khusus pengelolaan sumber air laut, di Indonesia belum ada PDAM yang melakukannya.

Sutedi juga memberikan apresiasi kepada akademisi USU yang sudah memberikan solusi dan masukan serta berhasrat untuk membantu PDAM Tirtanadi mengembangkan potensi sumber air baku untuk mengatasi krisis air di Medan dan wilayah sekitarnya.(LMC/rel)




Insan Pers Sumut Anggap Wajar Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI

Mantan Ketua SIWO PWI Sumut Ariadi (kedua kiri) bersama beberapa wartawan dari berbagai media massa melakukan bincang-bincang santai seputar perkembangan sepak bola Indonesia di Medan, Senin (21/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 21/1 (LintasMedan) – Kalangan insan pers yang tergabung dalam Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO-PWI) Sumatera Utara menganggap wajar keputusan Edy Rahmayadi mundur secara legawa dari Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), meski jabatan itu belum genap setengah jalan diembannya.

“Itu sudah keputusan terbaik bagi sepak bola Indonesia, karena sejak dilantik menjadi gubernur Sumut periode 2018-2023 beliau dipastikan sangat sibuk, sehingga kurang fokus mengurusi PSSI,” kata mantan Ketua SIWO PWI Sumut, Ariadi didampingi rekan-rekannya sesama jurnalis dalam acara bertajuk ‘bincang-bincang santai seputar perkembangan sepak bola Indonesia’, di Medan, Senin.

Sebagaimana diketahui, Edy Rahmayadi secara resmi memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan ketua umum PSSI periode 2016-2020 dihadapan peserta kongres tahunan PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, pada Minggu (20/1).

Menurut Ariadi, keputusan dan jiwa besar Edy Rahmayadi melepas jabatan ketua umum PSSI patut diapresiasi sekaligus dapat dijadikan contoh oleh jajaran pengurus PSSI lainnya.

“Keputusan Edy Rahmayadi tersebut hendaknya dapat menjadi contoh bagi pengurus PSSI lainnya, terutama bagi mereka yang selama ini terbukti tidak mampu bekerja secara profesional memajukan sepak bola,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, penting diterapkan di kalangan pengurus PSSI agar ke depan sepak bola Indonesia bisa lebih maju dari sisi prestasi maupun finansial.

Ariadi juga menilai kinerja kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi cukup baik, meski belum lama ini kompetisi liga di Tanah Air sempat dinodai dengan kasus pengaturan skor.

PSSI di masa kepemimpinan mantan Pangkostrad itu, lanjutnya, mampu memutar roda kompetisi hingga berjalan dengan baik dan tim nasional (Timnas) Indonesia berhasil menorehkan beberapa prestasi yang cukup membanggakan.

Prestasi yang dicapai Timnas Indonesia di kancah internasional yang paling membanggakan adalah keluarnya Timnas U-16 sebagai juara AFC 2018, setelah di babak final berhasil mengalahkan Timnas Iran dengan skor 2-0.

Selain itu, Timnas U-23 berhasil meraih medali perunggu di SEA Games 2017 dan Timnas Senior tampil sebagai runner-up Piala AFF 2016.

Ia berharap kinerja kepengurusan PSSI dan pengelolaan sepak bola di Indonesia pada umumnya dapat lebih baik lagi setelah keputusan Edy Rahmayadi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PSSI.

“Kita harapkan PSSI bisa lebih baik dalam segi kompetisi, pembinaan pemain usia dini dan pengelolaan tim nasional,” ujar Ariadi. (LMC-03)




DPRD : Pemko Medan Tidak Serius Tegakkan Sejumlah Perda

Anggota Fraksi Hanura DPRD Medan Jangga Siregar saat membacakan pandangan fraksinya pada paripurna Ranperda Kota Medan Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan dan Pemukiman Kumuh, Senin (21/1) di DPRD Medan. (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 21/1 (LintasMedan) – Kalangan Fraksi di DPRD Kota Medan menilai Pemko Medan tidak serius menegakkan sejumlah Peraturan Daerah (Perda), termasuk Perda nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah.

“Penilaian Medan sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia adalah wajar karena ada sejumlah Perda yang memang tidak serius dijalankan selama ini,” kata anggota Fraksi Hanura DPRD Medan Jangga Siregar saat membacakan pandangan fraksinya pada paripurna Ranperda Kota Medan Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan dan Pemukiman Kumuh, Senin.

Fraksi Hanura menilai selain masalah sampah, kota Medan juga terlihat semakin tidak tertata dan kotor akibat cukup banyak bangunan yang tak sesuai dengan perencanaan tata ruang, ditambah lagi drainase yang buruk dan pembuangan air limbah sembarangan.

Hanura sangat prihatin dengan pesatnya pertumbuhan pemukiman kumuh di Kota Medan.

“Jumlah perumahan dan pemukiman kumuh terus meningkat dan tidak tertata, bahkan kerap mengakibatkan terjadinya banjir. Kondisi Kota Medan juga semakin tercemar akibat limbah rumah tangga dan industri yang tidak memiliki amdal,” paparnya.

Banyaknya pemukiman kumuh, juga menurut fraksi Hanura menjadi salah satu indikasi kemiskinan terus meningkat di Kota Medan, meski Pemko Medan telah membuat peraturan daerah nomor 5/2015 tentang penanggulangan kemiskinan.

Hal senada juga diungkap Fraksi PAN DPRD Medan melalui juru bicaranya Kuat Surbakti

Menurut Fraksi PAN, banyaknya perumahan dan pemukiman yang tidak layak/kumuh dipastikan akan mengurangi kualitas hidup.

Untuk itu perumahan kumuh perlu dicegah dan perlu dikelola secara terpadu dan profesional dengan membentuk Perda.

Namun setelah Perda tersebut disetujui oleh kalangan legislatif, Fraksi PAN meminta Pemko Medan untuk segera mengeluarkan Perwal agar bisa dilaksanakan.

Fraksi PAN, kata Kuat Surbakti sangat menyayangkan selama ini banyak Perda yang telah disetujui dan disahkan namun tidak bisa dilaksanakan karena belum ada Perwal.

Data yang diterima DPRD Kota Medan terdapat sejumlah pemukiman kumuh di 28 kecamatan dan 52 kelurahan di Kota Medan.

“Ini juga masih data beberapa tahun lalu dan diyakini jumlah tersebut terus bertambah,” katanya.

Sejumlah Fraksi di DPRD Medan menyetujui Ranperda Kota Medan Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Terhadap Perumahan dan Pemukiman Kumuh untuk dibuat menjadi Perda.

“Harus ada kebijakan sehingga ada pengurangan kawasan kumuh di Kota Medan, Pemko juga harus serius menjalankan Perda itu,” ucap Kuat Surbakti pada paripurna yang dihadiri walikota Medan Dzulmi Eldin, Wakil Walikota Akhyar Nasution dan Sekda Wirya Alrahman. (LMC-02)




Walikota Medan Lepas Arakan Kereta Kencana Rayakan Thaipusam

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin melepas kereta kecana dalam perayaan Thaipusam di depan Kuil Sree Soepramaniam Nagararattar Jalan Kejaksaan Medan, Senin (21/1) malam. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 21/1 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin melepas kereta kecana yang membawa patung Dewa Murugan dalam perayaan Thaipusam di depan Kuil Sree Soepramaniam Nagararattar Jalan Kejaksaan Medan, Senin (21/1) malam.

Pelepasan ditandai dengan pemecahan satu buah kelapa yang dilakukan Walikota Medan dan dilanjutkan dengan acara pelepasan kereta kencana yang ditarik oleh sejumlah umat Hindu.

Dalam acara itu, ribuan Umat Hindu keturunan Tamil hadir untuk mengikuti prosesi Thaipusam yang merupakan perayaan kemenangan nilai-nilai kebaikan atas segala bentuk kejahatan, nafsu dan angkara murka tersebut.

Tidak hanya umat Hindu, perayaan Thaipusam juga dihadiri warga Kota Medan yang berlatar suku dan agama berbeda karena menariknya ritual yang dilaksanakan.

Walikota Medan dalam kata sambutannya menyatakan bahwa tidak heran jika perayaan Thaipusam kerap menjadi salah satu momen yang senantiasa dinantikan mayoritas warga di daerah itu meskipun berasal dari keyakinan berbeda.

“Hal ini menunjukkan nilai-nilai toleransi dan saling menghargai yang masih kuat terpartri di sanubari warga Kota Medan. Untuk itu marilah kita i terus menjaga toleransi dan rasa saling menghargai dengan baik,” kata Eldin.

Thaipusam sebagai bentuk perayaan dan penghormatan atas momen Parvati memberikan tombak vel kepada Dewa Murugan atau dikenal juga sebagai Dewa Subramaniam agar bisa mengalahkan sang setan Soorapadman.

Selain itu, Thaipusam juga dianggap sebagai hari menunaikan nazar dan menebus dosa serta memohon ampunan atas segala salah dan dosa yang telah dilakukan selama ini.

Meski cara nazar untuk menebus dosa yang dilakukan cukup ekstrim hingga membuat yang melihatnya merinding, jelas Walikota, namun karena dilandasi iman yang kuat, umat Hindu yang melakukan penebusa dosa itu senantiasa terlindungi dari segala bentuk marabahaya selama prosesi perayaan Thaipusam berlangsung.

Pada kesempatan itu, Eldin juga berpesan bahwa perayaan Thaipusam tahun 2019 hanya berjarak sekitar tiga bulan dari jadwal pelaksanaan Pemilu.

Karena itu, ia mengajak seluruh umat beragama di Kota Medan untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif yang telah terbina dengan baik selama ini.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli mengatakan, perayaan Thaipusam merupakan harmoni di tengah keberagaman agama, suku dan kepercayaan yang ada di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Di Kota Medan, Thaipusam sudah menjadi bagian dan kekayaan kultural sekaligus bukti kesiapan masyarakat untuk hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Thaipusam merupakan salah satu simbol kemenangan dan harmoni keberagaman di Kota Medan,” kata Iswanda.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Medan Surya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemko Medan, terutama Walikota Medan karena mendukung penuh sehingga perayaan Thaipusam dapat dilaksanakan.
Dia berharap perayaan Thaipusam ini digelar rutin setiap tahunnya sehingga Umat Hindu, terutama turunan Tamil dapat terus merayakannya.

“Melalui momentum acara ini, saya mengajak seluruh umat Hindu di Kota Medan terus bersatu sehingga semakin bermartabat. Kemudian mari kita dukung penuh pembangunan yang dijalankan Pemko Medan,” kata Surya. (LMC-04)