Apindo Minta E-Commerce Lintas Batas Ditutup

Ilustrasi

Jakarta, 10/8 (LintasMedan) – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani meminta pemerintah agar menutup perdagangan lintas batas bagi e-commerce di Tanah Air di tengah pesaingan perdagangan online atau e-commerce yang sangat ketat.

“Masalah e-commerce ini juga satu sisi yang kita di persimpangan. Kita ini mau membuka cross border (lintas batas) atau tidak?. Kalau itu dibuka, maka UKM itu saya rasa dengan cepat akan mati semua karena memang tidak bisa bersaing,” kata Haryadi kepada pers di Jakarta, Jumat.

Alasan lain, menurut dia, apabila terus dibuka dikhawatirkan para pelaku e-commerce dalam negeri akan tergerus oleh barang-barang dari luar negeri.

Haryadi menambahkan, salah satu pola konsumen masyarakat Indonesia saat in kebanyakan menginginkan penerimaan barang lebih cepat ditambah lagi dengan harga yang murah.

Sedangkan China cukup signifikan dalam mengambil peranan itu, karena negara tersebut menggunakan pusat logistik berikatnya berada di Singapura.

Dengan demikian, dari segi kemampuan pengiriman dan harga produk-produk China dapat bersaing dengan pelaku UKM di Indonesia.

“Barang-barang mereka bisa sampai ke kita sekitar dua hari, karena barang tersebut dari Singapura. Konsumen kan tidak peduli barang dari mana selama produk bagus dan variasinya banyak. Ini jadi pekerjaan rumah kita adalah sebaiknya tidak dibuka cross border itu,” ujar Haryadi. (LMC-03/JI)




InDriver, Layanan Transportasi Online Hadir di Medan

Medan, 9/8 (LintasMedan) – Hari ini inDriver resmi hadir dan tersedia di Kota Medan. inDriver adalah sebuah layanan transportasi berbasis online yang berkantor pusat di New York.

Saat ini, inDriver telah diakses lebih dari 26 juta orang dan di lebih dari 200 kota di dunia. Melalui aplikasi inDriver, pengguna dapat menetapkan biaya untuk perjalanan mereka. Sementara untuk para mitra inDriver, mereka dapat memilih trip penumpang yang paling menguntungkan dan nyaman.

Salah satu fitur unggulan dari inDriver adalah Real Time Deals, dimana ketika penumpang menggunakan aplikasi inDriver, mereka tidak akan pernah menemukan kenaikan harga yang disebabkan oleh jam sibuk, kemacetan lalu lintas dan banyaknya permintaan.

inDriver memperbolehkan penumpang untuk mengatur tarif mereka sendiri terkait rute atau destinasi yang menjadi tujuan mereka. Nantinya, pengemudi terdekat akan langsung menerima pemberitahuan melalui aplikasi dan akan ada tiga pilihan yang dapat dipilih sesuai dengan yang mereka inginkan; (1) menerima biaya yang ditetapkan oleh penumpang, (2) mengabaikan tawaran penumpang, dan (3) menawar dengan harga yang lebih tinggi.

Medan menjadi kota pertama di Indonesia dimana aplikasi inDriver diluncurkan. inDriver telah terhubung ke 1.300 pengemudi, dan ada puluhan pengemudi baru yang mendaftarkan diri untuk menjadi mitra inDriver setiap harinya. Pada tahap awal setelah peluncuran, inDriver tidak akan membebankan biaya komisi kepada mitra inDriver.

Fitur unik lainnya yang dapat menguntungkan pengguna inDriver adalah pada saat mitra inDriver menerima order, mereka tidak secara langsung ditetapkan sebagai pengemudi dari penumpang yang memesan. Begitu penawaran disetujui oleh pengemudi, penumpang dapat memilih pengemudi yang sesuai dengan kategori yang diinginkan seperti tarif yang sesuai, peringkat pengemudi di aplikasi, perkiraan waktu kedatangan atau model kendaraan.

Selain itu, inDriver menawarkan pilihan kepada para pengguna untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Penumpang dapat berbagi lokasi GPS dan detail perjalanan secara langsung dari aplikasi dengan orang yang mereka percaya.

Bepergian dengan inDriver dapat dilakukan di seluruh kota Medan, mulai dari pusat kota, daerah perbatasan sampai ke daerah pinggiran kota. Saat ini, pembayaran bisa dilakukan dengan uang tunai, yang memungkinkan dapat mengurangi biaya perjalanan, tidak seperti ketika membayar dengan kartu atm yang mengenakan biaya tambahan.

Saat ini inDriver telah tersedia di Medan untuk tahap uji coba dan melihat respon dari masyarakat Medan. Minggu ini akan ada ada penawaran yang menarik khusus untuk pengguna inDriver. Bagi penumpang yang menggunakan aplikasi inDriver akan mendapatkan potongan harga 20% dari tariff normal. Contohnya, untuk perjalanan dari Medan Fair Plaza ke Merdeka Walk dengan inDriver, pengguna hanya membayar Rp 11.000, dan dari Ringroad City Walks ke Taman Sri Deli (Park) Rp 31.150.

Aplikasi inDriver dapat diunduh di Google Play Store dan AppStore secara gratis. Untuk informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi Instagram @inDriver_Indonesia.(LMC-rel)




PPLP Dispora Sumut Juara Taekwondo Piala Gubernur

Para juara berfoto bersama Kadispora Sumut Baharuddin Siagian (dua kiri) didampingi Wakil Ketua KONI Sumut Agung Sunarno (tengah) usai pengalungan medali juara.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 9/8 (LintasMedan) – Kontingen PPLP Dispora Sumatera Utara tampil sebagai juara umum Kejuaraan Daerah (Kejurda) Taekwondo Pelajar Piala Gubernur Sumut 2019, yang berakhir, Jumat di GOR Mini Jalan Pancing Medan.

Even yang berlangsung selama tiga hari itu ditutup secara resmi Kadispora Sumut Baharuddin Siagian.

PPLP Dispora Sumut meraih 8 medali emas dan 1 perunggu disusul kontingen Medan dengan perolehan 7 emas, 3 perak dan 5 perunggu.

Posisi ketiga diraih Deli Serdang dengan meraih 2 emas, 4 perak dan 8 perunggu.

Perolehan Emas taekwondoin PPLP Dispora didominasi pada kelas kyorugi (tarung). Sedangkan atlet terbaik, untuk putra disematkan kepada taekwondoin PPLP Dispora Sumut, M Fadhil Ananda. Sedangkan putri, diberikan kepada Cahaya Kamalin dari Binjai.

Kategori busana terbaik kontingen, diraih Deli Serdang, disusul Langkat ditempat kedua dan Medan urutan ketiga.

Kadispora Sumut Baharuddin Siagian mewakili gubernur dalam sambutannya mengatakan para juara diajang ini akan dipersiapkan menjadi wakil Sumut pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Papua, Oktober 2019.

“Siapa yang menang dan juara akan kita bawa ke Popnas. Tapi ada seleksi atau tes lagi. Sehingga saat kita mengikuti Popnas biar meraih restasi yang membanggakan,” tutur Baharuddin.

Baharuddin mengingatkan para atlet untuk terus berlatih dan tingkatkan kemampuan yang menjadikan ajang ini menambah pengalaman 161 atlet dari 13 Pengkab/Pengkot ditambah tim PPLP Dispora Sumut yang tampil untuk hadapi pertandingan yang lebih prestisius lagi.(LMC-02)




Eldin: Penambahan P-APBD Medan 2019 Untuk Pelayanan Masyarakat

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin membacakan nota tanggapan dan jawaban terkait pandangan umum anggota DPRD Kota Medan terhadap Ranperda P-APBD 2019 dalam rapat paripurna di gedung DPRD Medan, Jumat (9/8). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 9/8 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin, mengemukakan bahwa usulan penambahan anggaran pada Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) tahun 2019 dimaksudkan untuk menopang kegiatan yang berorientasi kepada pelayanan masyarakat.

“Penambahan anggaran untuk P-APBD tahun 2019 akan diberikan kepada masing-masing organisasi perangkat daerah atau OPD yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat,” katanya di Medan, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan Walikota dalam nota tanggapan dan jawaban terkait pandangan umum anggota DPRD Kota Medan terhadap Ranperda Kota Medan tentang P-APBD 2019.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Iswanda Ramli tersebut, Eldin juga menanggapi pandangan umum fraksi-fraksi, antara lain mengenai evaluasi, monitoring pekerjaan dan penyerapan anggaran di tingkat OPD.

Ia menjelaskan bahwa seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan dalam menjalankan program/kegiatan harus berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Evaluasi, monitoring pekerjaan dan penyerapan anggaran OPD, menurut Walikota, telah dilakukan setiap triwulan melalui Inspektorat Kota Medan.

Tanggapan dan jawaban yang disampaikan Walikota Medan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan masukan bagi DPRD dalam mengambil keputusan bersama terhadap Ranperda tentang P-APBD 2019. (LMC-04)




Pemko Medan Dukung Sumut jadi Provinsi Layak Anak

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kedua kiri) bersama 32 bupati dan walikota se Sumut menandatangani naskah kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kedua kanan) dalam rangka mewujudkan Sumut provinsi layak anak, di Medan, Kamis (8/8). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 8/8 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan siap bersinergi mendukung program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara untuk menjadi provinsi layak anak.

Dukungan tersebut tertuang dalam nasakah kesepahaman bersama (MoU) yang ditandatangani Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin, termasuk seluruh bupati dan walikota se Sumut di Medan, Kamis (8/8).

MoU tersebut ditandatangani agar terbangun sinergitas antara Pemprov Sumut dengan pemerintah kabupaten/kota dalam mewujudkan provinsi Layak Anak.

Turut hadir dalam acara itu, antara lain Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Tumbuh Kembang Anak Lenni N Rosalin, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Atrial, dan Sekda Provinsi Sumut Sabrina.

Walikota Medan mengungkapkan Pemko Medan mendukung dan mengapresiasi diadakan penandatanganan MoU tersebut.

Dikatakan Eldin, sinergitas antara Pemprov Sumut dengan Pemkab/Pemko tersebut merupakan upaya untuk menekan tindakan kekerasan pada anak.

“Pemko Medan juga akan melakukan kerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak untuk bersama-sama mengawasi tindakan kekerasan terhadap anak,” kata Walikota.

Sebelumnya Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam kata sambutannya, mengajak seluruh bupati/walikota untuk segera mengimplementasikan MoU tersebut, sebagai bukti bahwa Provinsi Sumut benar sangat sayang dengan anak.

“Saya minta kepada seluruh bupati/walikota agar benar mengimplementasikan MoU tersebut,” kata dia.

Implementasi itu, menurut Edy, dapat dilakukan dengan membangun dan menata tempat bermain anak, termasuk sungai dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA RI Lenny N Rosalin, yang menjadi narasumber pada acara itu menyatakan, ciri kabupaten/kota yang sudah dapat dikatakan kota layak anak atau KLA yaitu memiliki sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus yang dilakukan secara terencana, menyeluruh dan berkelanjutan.

“Ini merupakan langkah awal para pimpinan daerah menunjukan komitmen yang tinggi untuk memenuhi hak-hak anak,” katanya.

Sebagaimana diinformasikan, dari 33 kabupaten/kota di Sumut, baru 14 kabupaten/kota yang dinilai layak anak. (LMC-04)




Kerja Bersama Mewujudkan Sumut jadi Provinsi Agraris

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan panen raya padi di Desa Sihepeng, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). (Foto: ist)

Medan, 8/8 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bertekad menjadikan daerahnya sebagai provinsi agraris dengan target tercapainya kecukupan pangan dengan harga terjangkau, sehingga masyarakat lebih sejahtera dan bermartabat.

Tekad itu diwujudkan melalui peningkatan tiga hal, yaitu sumber daya manusia, produksi pertanian dan infrastruktur.

Provinsi agraris ini akan diwujudkan dalam kegiatan sektor pertanian secara luas yang meliputi sub-sektor tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan serta kelautan.

Hal ini dilakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian serta pengembangan kawasan agribisnis dan agroindustri berbasis produk unggulan daerah (one region one product).

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan bahwa menjadikan Sumut yang agraris akan selalu menjadi prioritas utamanya, termasuk mensejahterakan kehidupan para petani dan nelayan.

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (kanan) meninjau kondisi fisik waduk di Desa Perupuk, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara. (Foto: ist)

Berbagai langkah strategi serta pembangunan sarana dan prasarana untuk menggenjot produksi pertanian secara bertahap telah direalisasikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota.

Para petani pun diajak bersungguh-sungguh menjadi petani agar hasil panen lebih banyak, sebagaimana salah satu misi Pemprov Sumut membangun desa menata kota.

Pemprov Sumut telah berkomitmen untuk menjadikan petani di daerah ini tidak hanya sekadar bertani untuk bertahan hidup, melainkan harus lebih cerdas sehingga dapat menjadi tuan di rumah sendiri.

Untuk sub sektor pertanian tanaman pangan, misalnya, Sumut menargetkan produktivitas komoditi pangan utama padi minimal sebanyak delapan ton per hektar.

Edy Rahmayadi menyatakan optimistis produksi tanaman padi di Sumut kelak bisa mengejar produktivitas panen padi Thailand yang produksinya mencapai 12 ton per hektar.

Saat ini, produksi petani saat memanen padi mencapai 9 ton hingga 11 ton per hektare. Ada peningkatan dari hasil produksi petanian sebelumnya. Ini hampir mengimbangi produksi petani di Thailand.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyerahkan traktor tangan atau hand tractors kepada petani di Kabupaten Serdang Bedagai. (Foto: ist)

Dalam upaya mewujudkan target produksi padi tersebut, di sejumlah sentra produksi pertanian kini giat diterapkan pertanaman padi sistem Jajar Legowo (Jarwo).

Teknologi Jarwo merupakan teknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi berbasis tanaman jajar legowo 2:1 atau 200 ribu rumpun per hektare dengan alat mesin tanam padi yang disebut Jarwo Transplanter.

Dengan menerapkan teknologi Jarwo, total hasil panen petani bisa mencapai delapan hingga sembilan ton per hektare, bahkan bisa mencapai 11 ton per hektare.

Teknologi Jarwo yang murah dan mudah tersebut diharapkan bisa diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Sumut.

Luas lahan sawah percontohan dengan teknologi Jarwo di Sumut tahun 2018 mencapai 1.174 hektar, tersebar di Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Tapanuli Selatan, Batu Bara, Labuhan Batu, Asahan dan Serdang Bedagai.

Inovasi di bidang pertanian sangat penting untuk mewujudkan Sumut menjadi provinsi agraris.

Melalui penerapan inovasi teknologi pertanian, produksi pertanian dapat ditingkatkan, begitu juga pendapatan dan kesejahteraan petani.

Edy Rahmayadi mengapresiasi hasil penelitian dan inovasi yang telah dihasilkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Sumut itu.

Produksi padi Sumut hingga Juni 2019 sudah mencapai 2,811 juta ton dari target sepanjang tahun sebanyak 5,343 juta ton gabah kering giling (GKG).

Pemprov Sumut optimistis target produksi sebanyak 5,343 juta ton GKG selam tahun 2019 dapat tercapai.

Dengan produksi sebanyak itu, maka Sumut sudah surplus mengingat kebutuhan beras hanya sekitar 1,8 juta ton per tahun.

Kongkretnya, swasembada pangan dipertahankan dan surplus padi Sumut harus terus direalisasikan.

Selain pembinaan petani, peningkatan produktivitas lahan dan peralatan yang memadai, Pemprov Sumut melalui instansi terkait akan terus mendorong kelompok tani untuk membentuk koperasi.

Dengan demikian, para petani dapat terbantu modal usahanya dan tidak lagi bergantung pada tengkulak.

Ke depan, Gubernur Sumut menginginkan agar petani bisa hidup lebih mandiri dan berdikari, tanpa membutuhkan bantuan untuk hal-hal yang seharusnya bisa diusahakan sendiri, seperti bibit dan pupuk.

Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah memposisikan peran para penyuluh menjadi terdepan sebagai penyelemat pertanian.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Nawal Lubis meninjau pertanaman padi sistem teknologi Jarwo di Desa Sei Buluh, Kabupaten Serdang Bedagai.(Foto: ist)

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut, pertanaman padi terluas berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yakni 82.856,8 hektar, diikuti Kabupaten Langkat 47.830,2 ha hektar dan Kabupaten Simalungun 40.951,6 hektar.

Pemprov Sumut akan terus mendorong semangat petani di daerah ini agar tidak hanya sekadar bertani untuk bertahan hidup, melainkan harus lebih cerdas sehingga dapat menjadi tuan di rumah sendiri.

Menurut Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, meningkatkan produktivitas pertanian tidak harus dengan cara memperluas lahan, tetapi mengurangi ketidakefisienan lahan tersebut setelah panen.

Efisien lahan pertanian dapat direalisasikan melalui peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dengan model tumpangsari, yaitu kombinasi antara padi, jagung, dan kedelai.

Kunci utama tumpangsari ini yaitu penambahan populasi dan penggunaan benih berkualitas.

Penanaman tumpangsari juga dapat meningkatkan kesuburan tanah sehingga mengurangi kebutuhan pupuk.

Melalui arah kebijakan pembangunan pertanian yang dibarengi komitmen untuk peningkatkan kesejahteraan petani, maka efeknya bagi perkembangan ekonomi dipastikan menjadi relatif lebih baik. (adv)




PSMS Ambil Alih Posisi Puncak Klasemen Liga 2

Striker PSMS Ilham Fathoni disambut rekan-rekannya setelah mencetak gol saat menghadapi PSGC Ciamis dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Wilayah Barat Tahun 2019 di Stadion Teladan Medan, Kamis (8/8). Dalam pertandingan tersebut PSMS menang tipis 2-1. (Foto: LintasMedan/IL2)

Medan, 8/8 (LintasMedan) – Kesebelasan PSMS Medan mengambilalih posisi puncak klasemen sementara kompetisi Liga 2 Wilayah Barat Tahun 2019 setelah mengalahkan tamunya PSGC Ciamis dengan skor 2-1 di Stadion Teladan Medan, Kamis.

Gol kemenangan klub berjuluk Ayam Kinantan itu dicetak oleh Ilham Fathoni pada menit 14 dan Yuda Risky Irawan pada menit 83.

Sedangkan gol PSGC Ciamis dihasilkan melalui kaki Fabio Marko Kodoati ketika pertandingan babak pertama baru berjalan sekitar 11 menit.

Dengan kemenangan 2-1, anak asuh Abdul Rahman Gurning itu mengemas 20 poin dari 10 pertandingan.

Di posisi kedua klasemen sementara Liga 2 ditempati Cilegon United dengan 19 poin dari hasil 10 kali bertanding.

Sementara PSGC Ciamis masih bertengger di posisi 12 dengan tiga poin dari sembilan kali bertanding.

Pada pertandingan ini PSMS sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, tepatnya menit 11 lewat gol Fabio Marko Kodoati, namun tiga menit kemudian striker PSMS Ilham Fathoni berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan skor bertahan hingga babak pertama berakhir.

PSMS berhasil menuntaskan pertandingan dengan kemenangan lewat gol pada menit ke-82 dengan sundulan Yuda Risky Irawan yang berhasil memanfaatkan umpan dari Ilham Fathoni.

PSMS mengunci skor 2-1 hingga wasit Mansyur dari DKI Jakarta meniup peluit panjang.

Usai pertandingan, pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning mengaku timnya bermain kurang maksimal sehingga kerap mendapat tekanan dari anak-anak PSGC.

“Dari menit awal pemain terlalu tegang. Ke depan kita koreksi diri agar lebih bagus,” tuturnya.

Gurnin berharap PSMS bisa terus bertengger di posisi puncak klasemen Liga 2 hingga laga terakhir putaran I melawan Persiraja Banda Aceh.(LMC -02)




Pemprov Sumut Siap Realisasikan Pembangunan Tol Sungai Deli

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kedua kanan) bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni (BNPB) Doni Monardo (kedua kiri), memberikan keterangan kepada pers seusai menghadiri rapat koordinasi penanggulangan bencana, lingkungan, dan pengembalian fungsi konservasi, di Medan, Kamis (8/8). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 8/8 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) siap merealisasikan pembangunan ruas tol sepanjang 30,97 km di dalam Kota Medan yang berlokasi di atas daerah aliran Sungai Deli.

“Pencanangan pembangunan Tol Sungai Deli itu akan dilaksanakan pada 15 Agustus dengan target rampung tahun 2020,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi kepada pers di Medan, Kamis.

Edy mengemukakan hal itu seusai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait penanggulangan bencana, lingkungan, dan pengembalian fungsi konservasi.

Seperti diketahui bahwa tol dalam kota ini nantinya dibangun mengikuti pinggir Sungai Deli dan anak Sungai Deli.

Jalan bebas hambatan ini  kelak selain dilalui kendaraan roda empat,  juga bisa dilalui kendaraan roda dua.

Ruas tol tersebut terdiri dari tiga  seksi, yakni Seksi I Helvetia – Titi Kuning sepanjang 14,28 km, Seksi II Titi Kuning – Pulo Brayan sepanjang 12,84 km dan Seksi III Titi Kuning – Amplas sepanjang 4,25 km.

Ia menjelaskan,  jalan tol dibangun dengan rata-rata mengikuti aliran Sungai Deli itu bertujuan untuk banyak hal, termasuk menjadi sarana transportasi air dan kawasan wisata juga bertujuan menata lingkungan sungai.

Dengan menjadi sarana transportasi, lanjutnya, ruas tol di sepanjang daerah aliran Sungai Deli tersebut diharapkan mampu berfungsi mengurangi kemacetan lalu lintas di Kota Medan.

Dia menegaskan, pembangunnan jalan tol itu didasarkan kajian sehingga diminta dukungan semua pihak.

Pada acara rakor itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dalam kata sambutannya turut mengapresiasi rencana pembangunan jalan bebas hambatan di sekitar Sungai Deli tersebut .

Terkait pembangunan tol itu, Doni memberikan masukan untuk memperhatikan berbagai aspek kerugian serta perubahan ekosistem, sempadan sungai, dan kondisi pepohonan di sekitar sungai.

“BNPB mengapresiasi keinginan dan komitmen Gubernur Sumut untuk memperbaiki dan melestarikan lingkungan serta memperindah Sumut,” katanya.

Menurut Doni, Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah ingin meniru aksi penyelamatan Sungai Citarum.

“Saya berharap semua bupati, walikota dan seluruh pemangku kepentingan lain mendukung program tol sungai Pemprov Sumut itu” ujarnya.

Doni menambahkan, penataan Sungai Citarum di Jawa Barat memang perlu ditiru.

Sungai Citarum sepanjang 269 km yang pernah dinobatkan sebagai sungai terkotor di dunia, dewasa ini perlahan-lahan semakin membaik berkat penataan yang.mendapat dukungan dari masyarakat.

Sungai Citarum yang biasanya banjir hingga lima hari dengan ketinggian sebahu, katanya, sudah berkurang menjadi tinggal satu hari dan paling tinggi selutut.

“Memang perlu kerja keras dan dukungan semua pihak,” katanya. (LMC-02)




Askot PSSI Medan Segera Gulirkan Kompetisi

Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumut Kodrat Shah (kiri) mengukuhkan pengurus Asosiasi Kota (Askot) PSSI Medan periode 2019-2023 yang diketuai Iswanda Ramli (keempat kanan), di Medan, Rabu (7/8) malam. (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 7/8 (LintasMedan) – Pengurus Asosiasi Kota (Askot) PSSI Medan di bawah kepemimpinan Iswanda Ramli menyatakan akan segera menggulirkan kompetisi di berbagai tingkatan untuk mendorong kegiatan sepak bola di ibu kota Provinsi Sumut itu.

“Kita akan concern untuk segera menyelenggarakan kompetisi di berbagai tingkatan dan antarklub,” kata Iswanda Ramli usai acara pengukuhan pengurus Askot PSSI Medan periode 2019-2023, di Medan, Rabu (7/8) malam.

Pada program pertamanya, menurut dia, Askot Medan akan menggelar kompetisi U-13, U-15 dan U-18.

Untuk kompetisi usia dini, Askot PSSI Medan menjadwalkan kegiatan tersebut digelar sekitar Agustus 2019.

Sedangkan untuk kompetisi antarklub, lanjut pria yang akrab disapa Nanda ini terlebih dahulu akan merangkul semua klub di Medan untuk masuk dalam nangunan Askot PSSI.

“Klub-klub di Medan akan langsung di bawah nangunan Askot PSSI Medan, sehingga bisa digalakkan lagi kompetisi seperti divisi satu, divisi dua, divisi utama seperti pada beberapa waktu lalu,” kata Nanda.

Melalui kompetisi usia dini dan antarklub, Nanda berharap bisa muncul kembali bibit baru pesepak bola Medan untuk selanjutnya dipersiapkan untuk memperkuat klub PSMS Medan maupun Timnas Indonesia.

“Kami harapkan 2020 nanti muncul bibit baru untuk calon pemain PSMS, seperti legenda Nobon, Tumsila, Parlin Siagian, Juanda dan lainnya bisa mengikuti jejak mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin pada acara pengukuhan pengurus Askot PSSI Medan mengungkapkan keinginannya agar PSMS kembali berkompetisi di Liga 1.

“Kita rindu PSMS yang bertaji, yang mampu membuat gentar setiap lawan lewat skill permainan yang mumpuni. Mari bersama kita kembalikan kejayaan PSMS Medan yang kita banggakan,” ujar Eldin.

Oleh karena itu, Walikota berharap Askot PSSI Medan perlu terus menggiatkan program pembinaan sepak bola usia dini.

“Gali terus potensi atlet muda berbakat di Medan melalui kompetisi. Jika ini kita terapkan, niscaya akan lahir Egi Maulana Vikri lainnya yang kian membesarkan sepak bola Indonesia khususnya Kota Medan,” tambahnya. (LMC-02)




Psikolog: Kedekatan Orang Tua Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Psikolog Elizabeth Santosa menyampaikan paparan seputar tumbuh kembang anak dalam acara workshop bertajuk “Grow Happy Parenthing” yang digelar Nestle Lactogrow di Medan, Rabu (7/8). (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 7/8 (LintasMedan) – Psikolog anak, Elizabeth Santosa mengatakan, kedekatan antara anak dengan orang tua penting dijalin sejak usia dini karena akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.

“Kesibukan orang tua khususnya kaum ibu di luar rumah karena bekerja bukan menjadi alasan mengabaikan waktu kebersamaan dengan anak,” katanya di Medan, Rabu.

Elizabeth mengemukakan hal tersebut pada acara workshop bertajuk “Grow Happy Parenthing” yang digelar Nestle Lactogrow.

Menurut dia, kedekatan antara orangtua dan anak dapat dibentuk melalui kepekaan orang tua terhadap kebutuhan anak, respon orang tua terhadap kebutuhan anak serta mengajak anak bicara dan bermain untuk menstimulasi perkembangannya.

“Orang tua juga sebaiknya rutin menghabiskan waktu dengan anak, misalnya berolahraga bersama, karena membiasakan hidup aktif dapat meningkatkan kesehatan psikologis dan fisik,” ujarnya.

Anak yang memiliki kerekatan yang baik dengan orang tua cenderung mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, mudah bergaul, mandiri, bisa berinteraksi dengan orang dewasa dan bisa memimpin.

“Perhatian terhadap tumbuh kembang anak efektif diterapkan secara intens hingga anak memasuki usia 14 tahun,” paparnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa orang tua selain memastikan asupan nutrisi yang cukup kepada anak, juga harus memperhatikan kematangan emosi anak.

“Kematangan emosi dan kebahagian anak dapat dibantu dengan memperaktekkan perilaku positif, misalnya mengajarkan kebiasaan bersyukur,” kata Elizabeth.

Dikatakannya, anak yang pintar bersyukur akan tumbuh menjadi sosok yang optimis, berempati tinggi dan lebih bahagia.

Selain psikolog Elizabeth Santoso, pihak Nestle Indonesia saat menggelar workshop tersebut juga menghadirkan pembicara lain, yakni Dr. Ariani Dewi Widodo.

Menurut dokter spesialis anak itu, orang tua perlu secara rutin memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak mereka bergizi seimbang dan mengandung probiotik guna membantu agar nutrisi dapat terserap lebih baik.

Dari sejumlah probiotik, kata dia, “lactobacillus reuteri” merupakan salah satu jenis yang telah teruji secara klinis aman dan bermanfaat bagi tubuh.

“Pemberian probiotik dapat dilakukan melalui susu atau makanan yang difermentasi, seperti tempe dan yoghurt,” tuturnya. (LMC-02)