Home / Bisnis / BI Bantu Mesin Air Kemasan ke Pesantren

BI Bantu Mesin Air Kemasan ke Pesantren

image_pdfimage_print

Pjs Kepala Perwakilan BI Wilayah Sumut Hilman Tisnawan (empat kanan) bersama Pimpinan Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu Zulkarnain Tala melihat mesin pengolah air minum kemasan di Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Langkat Rabu (9/1).(Foto:LintasMedan/ist)

Langkat, 9/1 (LintasMedan) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Sumatera Utara memberikan bantuan satu unit mesin pengolah air minum kemasan ke Pesantren Modern Muhammadiyah di Kwala Madu Langkat.

Pjs Kepala Perwakilan BI Wilayah Sumut Hilman Tisnawan didampingi stafnya Kepala Tim Bahtiar Zaadi dan Kusnadi hadir di sana sekaligus meresmikan unit usaha air minum kemasan tersebut Rabu (9/1).

Seiring itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut H Hasyim Syah Nasution, juga meresmikan gedung baru asrama santriah III dan kantin di Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Langkat tersebut. Saat itu dia didampingi Pimpinan Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu Zulkarnain Tala.

Air kemasan Reserve Osmosis (RO) Water Manufacturing produksi Muhammadiyah Modern Boarding School, Kwala Madu, Langkat dikemas dalam ukuran cup diberi nama “Air Baraka”. Sumbet air dari air sumur bor.

Pjs Kepala Perwakilan BI Wilayah Sumut Hilman Tisnawan kepada wartawan mengatakan BI sebagai lembaga negara digaji dan dibiayai oleh negara dengan satu tugas utama yakni menjaga stabilitas harga.

Harga itu ada dua yakni pertama, kenaikan harga barang dan jasa dikenal sebagai inflasi. Kedua, nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. “Persoalan saat ini dimana banyak produk luar negeri yang masuk dan berimbas pada borosnya devisa sehingga mata uang rupiah terhada dolar AS cenderung fluktuatif menurun,” kata Hilman.

Ia mencontohkan air kemasan juga banyak dikuasai asing. Untuk itu, jika kita pandai mengemas dan memproduksinya, maka nilai mata uang rupiah bisa terjaga dengan baik. “Namun semua ini tak bisa lepas dari pembentukan karakter,” katanya.

Hilman menyebut bantuan mesin air minum ini bertujuan untuk kemandirian ekonomi pesantren. “Diharapkan pesantren dapat mandiri dari hal-hal yang kecil,” ungkapnya.

Mesin air minum kemasan yang dibantu BI sebanyak 1 unit senilai Rp237 juta mulai dari pengeboran, penyulingan sampai air kemasan sudah jadi dan pengepakan.

Pimpinan Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu Zulkarnain Tala kepada wartawan mengatakan partisipasi BI luar biasa bagi pesantren ini. “Saya rasa santri bisa minum air bermutu. Mudah-mudahan pesantren bisa eksis,” katanya.

Zulkarnain Tala mengatakan pesantren ini sekarang selangkah lebih maju karena ada usaha air kemasan Baraka sehingga nanti santri-santrinya dapat air minum yang berkah dan berkualitas buatan sendiri.

“Keunggula air Baraka, siapa yang minum bisa barakah,” katanya. Pesantren ini didirikan tahun 1988 dan eksis hingga sekarang.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut H Hasyim Syah Nasution menambahkan pesantren itu untuk pembentukan karakter, sedangkan ilmu pengetahuan, agama, sosial, dan lain-lain. Adanya unit usaha air minum mudah-mudahan memberikan manfaat bagi santri dan pesantren. Saat ini masih usaha sendiri, ke depan bisa dipasarkan ke masyarakat luas. (LMC/wie)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey