Home / Bisnis / BI Dorong Pengembangan UMKM

BI Dorong Pengembangan UMKM

image_pdfimage_print

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Wiwiek Sistro Widayat (enam kanan) bersama Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan (lima kanan), Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM BI Sumatera Utara Demina Sitepu (lima kiri) bersama peneliti dan UMKM di Kantor BI Jalan Balai Kota Medan Selasa (26/3).(Foto:LintasMedan/Wie)

Medan,26/3 (LintasMedan) – Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatera Utara dan meminta Perbankan merealisasikan kredit usaha terhadap pelaku ekonomi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Wiwiek Sistro Widayat menyampaikan tentang upaya mengembangan UMKM itu ketika membuka “Diseminasi hasil penelitian komoditas/produk/jenis usaha (kPJU) unggulan UMKM Provsu Tahun 2018
Di Ruang Kuala Deli Lantai 9 Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Jalan Balaikota Medan, Selasa (26/3).

Hadir Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM BI Sumut Demina Sitepu, para peneliti dari USU antara lain Paidi Hidayat, Wahyu dan Nazaruddin dengan moderator Bakhtiar dari BI.

“BI akan konsen kepada bagaimana mengembangkan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dari UMKM,” kata Wiwiek.

Menurutnya UMKM salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang sudah diakui keberadaannya. Dilihat dari jumlah, secara nasional ada 97 juta UMKM berdasarkan Survei Ekonomi Nasional (Susenas). Pangsanya hampir 99 persen dari total koperasi di Indonesia. Bahkan ketahanan UMKM sudah dibuktikan saat krisis tahun 1998 dan 2008.

Sedangkan di Sumut ada sekira 2,8 juta UMKM di Sumatera Utara, namun yang teregisterasi atau terdaftar di Dinas Koperasi tak lebih dari 20 persen atau sekira 380.000. “Jadi banyak UMKM yang belum teregisterasi dengan baik,” katanya.

Wiwiek menegaskan pihaknya menssuport UMKM cukup tinggi. Pertumbuhan kredit perbankan secara nasional pada triwulan IV 8-9 persen dan alokasi ke UMKM cukup tinggi yang diutamakan ke kredit modal kerja, investasi dan sedikit untuk konsumsi.

Kredit yang diberikan ke UMKM terus mengalami peningkatan dari tahun 2015 sebesar 5 persen, tahun 2016 naik jadi 10 persen, tahun 2017 ke 15 persen dan tahun 2018 naik lagi jadi 20 persen.

BI fokus pengembangan ke UMKM karena terkait untuk menjaga inflasi lebih baik. Tahun 2018, inflasi sebesar 1,23 persen dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,18 persen.

Penelitian KPJU, katanya, salah satu upaya yang dilakukan BI untuk mengetahui komoditi-komoditi apa, produksi apa yang sekarang tumbuh di kabupaten/provinsi, apakah dapat jadi produk unggulan untuk mendorong ekonomi daerah ke depan.

Nanti produk unggulan yang diperoleh itu akan dipilah lagi per sektor untuk mempermudah penanganannya. “Inilah kegiatan-kegiatan usaha yang memiliki keunggulan dan pertumbuhan besar di daerah,” ungkapnya.

BI kerjasama dengan Lembaga Penelitian USU Tahun 2018. Penelitian ini cukup intensif selama 2018 yang hasilnya akan diseminasikan atau disampaikan kepada para kepala SKPD baik di kabupaten atau yang mewakili provinsi maupun kecamatan.

Hasil penelitian itu akan sama-sama digunakan untuk meningkatkan ekonomi di daerah ini terutama di Sumut.

“BI pada saat ini akan lebih konsern lagi kepada bagaimana mengembangkan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang berasal dari UMKM,” katanya lagi.

BI menyadari bahwa UMKM salahsatu sumber pertumbuhan ekonomi yang sudah diakui.

Di Sumut ada sekira 2,8 juta UMKM. Tapi, berdasarkan data dari Dinas Koperasi, tak lebih dari 20 persen yang teregistrasi atau sekira 380.

Ini menunjukkan masih banyak UMKM yang belum terigistrasi dengan baik.(LMC-05)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey