Home / Headline / BNPB Dorong Pemerintah Daerah Tingkatkan Anggaran Mitigasi Bencana

BNPB Dorong Pemerintah Daerah Tingkatkan Anggaran Mitigasi Bencana

image_pdfimage_print

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kedua kiri) bersama anggota DPD RI Parlindungan Purba (kiri), Chief of UNISDR Loretta Hieber Girardet, Sekretaris Umum Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dody Ruswandi (ketiga kiri), Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kedua kanan) dan Ketua PMI Sumut Rahmat Shah (kanan), melakukan pemukulan gordang sambilan sebagai tanda diresmikannya Peringatan Bulan Penanggulangan Risiko Bencana (PRB) tingkat nasional tahun 2018 di Medan, Rabu (24/10). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 24/10 (LintasMedan) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong pemerintah daerah kabupaten/kota menambah anggaran untuk mitigasi atau persiapan menghadapi bencana, karena wilayah Indonesia termasuk rawan berbagai potensi bencana alam.

“Saran kami kepada setiap pemerintah daerah adalah menambah anggaran lagi dalam kesiapan dan pencegahan bencana,” kata Sekretaris Umum BNPB, Dody Ruswandi kepada di sela acara puncak Peringatan Bulan Penanggulangan Risiko Bencana tingkat nasional tahun 2018 di Medan, Rabu.

Ia memastikan, menambah anggaran dalam APBD untuk mitigasi bencana tidak akan menimbulkan kerugian bagi pemerintah daerah.

Justru dia menegaskan bahwa kenaikan anggaran untuk mitigasi bencana bisa menyelamatkan lebih banyak masyarakat dan fasilitas umum di daerah terdampak bencana.

Disebutkannya, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mengamanatkan bahwa penanggulangan bencana yang terjadi merupakan tanggung jawab bupati/wali kota setempat.

“Bila ada komitmen alokasi dana dari APBD, maka setiap program penanggulangan bencana akan dapat terkawal dan terealisasi,” ujar Dody.

Pihaknya juga mendorong pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar lebih gencar melakukan sosialisasi bencana seperti gempa bumi dan banjir.

Program sosialisasi dan edukasi mengenai bencana alam, menurut dia, penting diberikan kepada masyarakat agar mereka tanggap ketika terjadi bencana.

Mitigasi atau persiapan bencana, kata Dody, harus sedini mungkin disosialisasi kepada masyarakat supaya ketika terjadi bencana datang, warga dapat tanggap menyelematkan diri.

“BNPB mendukung segala kegiatan penanggulangan bencana yang dilaksanakan oleh BPBD-BPBD, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Berbagai bantuan serta penguatan telah diberikan oleh BNPB untuk memperkuat kelembagaan maupun SDM di daerah,” paparnya.

Dody juga mengharapkan BPBD mampu untuk menjadi pilar utama penanggulangan bencana di wilayah.

“Bencana tidak mengenal waktu dan bisa datang kapan saja. Untuk itu kita juga bekerja tanpa dibatasi oleh kaidah-kaidah waktu kerja yang normal. Nyawa manusia merupakan taruhan dari pekerjaan kita. Ini tugas mulia, harus dilaksanakan dengan dilandasi oleh panggilan untuk membantu sesama,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berharap peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Tahun 2018 yang dipusatkan di Sumut hendaknya bukan hanya bersifat seremonial belaka, tetapi benar-benar nyata dan bermanfaat dalam penanggulangan bencana.

“Saya ingin kegiatan seperti ini bersifat riil (nyata-red), di sini kita diskusi dan evaluasi apa yang bisa kita lakukan. Walaupun kecil yang penting nyata. Apalagi ini semua menyangkut keselamatan manusia, khususnya kelompok masyarakat yang paling rentan bencana,” ujarnya.

Gubernur berharap puncak peringatan Pengurangan Risiko Bencana 2018 menjadi momentum untuk saling berdiskusi dan mengevaluasi untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh dan siaga saat menghadapi bencana.

BNPB maupun BPBD, lanjut Edy, diyakni lebih ahli dalam hal penanggulangan bencana.

“Ingatkan kami para pemimpin daerah ini. Bersinergi dan kerja sama, itu yang penting,” katanya.

Puncak Peringatan Bulan PRB Tahun 2018 Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin, Ketua PMI Sumut Rahmat Shah, jajaran BNPB dan BPBD seluruh provinsi di Indonesia.

Penyelenggaran Peringatan Bulan PRB Nasional mulai 21-25 Oktober 2018 ini dilakukan di lima kabupaten/kota di Provinsi Sumut, yaitu Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Simalungun, Karo dan Samosir.

Di Indonesia, Bulan Peringatan PRB telah menjadi agenda nasional sejak tahun 2013. Penyelenggaraan peringatan bulan PRB nasional sebelumnya secara berturut adalah Kota Mataram, NTB (2013), Kota Bengkulu, Bengkulu (2014), Kota Surakarta, Jawa Tengah (2015), Kota Manado, Sulawesi Utara (2016), dan Sorong, Papua Barat (2017). (LMC-03)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey