BPOM Gandeng Perguruan Tinggi Sumut Tingkatkan Pengawasan

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K. Lukito (kiri) dan Rektor USU Runtung Sitepu (kanan) berfoto bersama pasca penandatanganan nota kesepahaman tentang kerja sama  bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat di Medan, Kamis (27/12). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 27/12 (LintasMedan) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersinergi dengan beberapa pemerintah daerah (Pemda) dan perguruan tinggi di Sumatera Utara (Sumut) dalam rangka meningkatkan pengawasan terhadap berbagai ragam produk obat dan makanan yang beredar di wilayah tersebut.

Siaran pers BPOM menyebutkan nota kesepahaman tentang kerja sama BPOM dengan lembaga perguruan tinggi ditandatangani di kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Kamis (27/12).

Kerja sama BPOM dengan perguruan tinggi di Sumut dilakukan dengan Universitas Sumatera Utara, Institut Kesehatan Delihusada, Universitas Sari Mutiara, dan Institut Kesehatan Medistra.

Sementara, kerja sama dengan Pemda di Sumut, antara lain dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba Samosir, Pemkab Karo, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjung Balai, dan Pemko Padang Sidempuan.

Kerja sama ini tertuang dalam tiga nota kesepahaman dengan pihak Pemda dan akademisi, yakni tentang pengawasan bahan berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan, kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta pemberdayaan dan pengembangan mahasiswa dalam program pengawasan obat dan makanan.

“Kami optimis penandatanganan kesepakatan bersama antara BPOM RI dengan USU dan Pemerintah tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara tentang Pengawasan Obat dan Makanan menjadi momentum penguatan komitmen yang akan kita implementasikan dalam program kegiatan konkrit untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa,” kata Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito.

Menurut dia, jajaran BPOM RI didorong untuk bersikap terbuka, inovatif, dan kreatif dalam menjawab berbagai permasalahan dan tantangan pengawasan obat dan makanan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Sumut termasuk salah satu dari 18 destinasi wisata internasional yang terdaftar sebagai lokasi pariwisata berkelanjutan atau Sustainable Tourism Observatory (STO) yang ditetapkan oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO).

Potensi dan kapasitas Sumut sebagai destinasi wisata berkelanjutan, sangat didukung dengan kekayaan budaya dan produk kuliner khas lokal.

BPOM khususnya melalui Balai Besar POM (BBPOM) di Medan, kata Penny, siap mendukung penuh pengembangan destinasi wisata tersebut melalui obat dan makanan yang aman, berkhasiat/bermanfaat, dan bermutu. (LMC-03)