Ekspor Sumut Turun 15,63 Persen

Medan, 30/4 (LintasMedan) – Kinerja ekspor Sumatera Utara Pebruari 2019 mengalami penurunan dibandingkan bulan Januari 2019, yaitu dari 682,28 juta dolar AS menjadi 575,62 juta dolar AS atau turun sebesar 15,63 persen. Kenaikan nilai ekspor Sumatera Utara pada bulan Pebruari 2019 terhadap Januari 2019 terjadi pada golongan buah-buahan (HS 08) sebesar 951 ribu dolar AS (7,22 persen).

Hal itu dikatakan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam sambutan tertulis dibacakan Kabid Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Deperindag) Sumut Parlindungan Lubis sekaligus membuka acara Focus Group Discussion (FGD) Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI di Hotel Le Polonia Medan Selasa (30/4).

FGD Kemendag bertema “Penyebarluasan informasi manfaat kerjasama pengembangan ekspor bagi Pemda dan pelaku usaha di Sumut” dihadiri Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan dan pengusaha kecil Choad yang bergerak di bisnis bumbu andaliman. Dalam FGD itu Kemendag ingin mendapat masukan bagaimana hubungan kelembagaan Pemda dan pelaku usaha terkait ekspor.

Gubernur dalam sambutannya menyebut untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk ekspor, pemerintah melalui Kemendag telah melakukan kebijakan hilirisasi, yaitu komoditi / produk yang akan dieskpor tidak lagi dalam bentuk raw material/bahan baku melainkan sudah dalam bentuk barang setengah jadi atau barang jadi.

“Kebijakan hilirisasi bertujuan untuk membangun industri dalam negeri dan untuk menjamin ketersediaan bahan baku industri dalam negeri,” ungkap Gubernur.

Adapun kebijakan kebijakan lain yang telah diupayakan oleh pemerintah, yaitu : tarif, subsidi ekspor, pembatasan impor, pengekangan ekspor sukarela ( valuntary restraint agmement), dan persyaratan kandungan lokal. dengan adanya kebdakan yang diupayakan pemerintah dalam kegiatan ekspor impor, maka tujuan dan target pun diharapkan tercapai.

Bagi pemerintah (pemerintah pusat dan daerah) nilai ekspor merupakan salah satu indikator kinerja ekonomi yang harus ditingkatkan untuk memutar roda perekonomian yang perlu menjadi perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah.

Gubernur menyebut dalam kegiatan yang tingkat kompleksitasnya tinggi, banyak kepentingan yang harus dipenuhi di dalamnya. banyak permasalahan yang bisa berkembang menjadi hambatan yang serius dalam menjalankan usaha. Untuk itu diperlukan suatu komunikasi yang baik dari semua pihak agar tujuan dan kepentingan masing-masing dapat dicapai.

“Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sangat mendukung setiap kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan ekonom Sumatera Utara,” katanya.

Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Kemendag Marolop Nainggolan mengatakan secara nasional transaksi ekspor pada tahun 2018 mencapai 14,79 miliar dolar AS, naik 4 kali lipat dibanding tahir 2017.

Saat ini, kata Marolop, Kemendag memiliki kantor perwakilan di 23 negara dan 19 Atase Perdagangan. Kemendag tidak hanya sebagai institusi pemerintah melainkan sudah sebagai agen perdagangan di luar negeri. “Untuk itu dalam FGD ini kami juga ingin mendapat masukan kendala pelaku usaha di Sumut,” ungkap Marolop.

Choad, salah seorang pelaku UMKM di Sumut pada FGD itu mengatakan usahanya kuliner spesial memproduksi sambal andaliman, khas Batak. Ia sudah 9 tahun menekuninya dan peminatnya luar biasa.

Pemasarannya sudah sampai ke berbagai wilayah di seluruh Indonesia dari Sumatera sampai Papua, bahkan ke Thailand dan Taiwan. “Banyak.orang Batak di Taiwan yang menyukai sambal andaliman,” kata Chord.

Kendalanya menurut Chaod, ekspor ke putar negeri agak repot karena mereka minta kelengkapan sertifikasi bahan-bahannya yang beragam. Padahal untuk sertifikasi satu jenis bahan saja butuh biaya Rp100 juta.
“Akhirnya kami fokus penjualan ke lokal saja dengan tambahan produksi bawang goreng,” kata Choad. (LMC-02)




PGN Gelar BUMN ‘Goes To Campus’ di Unika Santo Thomas

Medan, 23/4 (LintasMedan) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menggelar BUMN Goes to Campus di universitas Katolik Santo Thomas Medan, Selasa (23/4). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT BUMN ke-21.

Deputy Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius K Ro mengatakan kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan bagi BUMN. Adapun kegiatan BUMN Goes to Campus 2019 ini memasuki tahun keempat.

“Kami ingin mendekatkan diri lebih dekat kepada masyarakat. Dan kami juga berharap masyarakat juga lebih kenal tentang Badan Usaha Milik Negara ini,” kata Aloysius.

Turut hadir dalam kegiatan BUMN Goes To Campus Direktur SDM dan Umum PGN Desima E. Siahaan. Dalam sambutannya, Desima berterima kasih kepada Unika Santo Thomas karena telah memberi kesempatan kepada PGN untuk menggelar sejumlah program BUMN Goes To Campus di Medan di antaranya kuliah umum dan sharing session serta berbagi dalam aktivitas sosial di kampus

Aloysius melanjutkan, selama dua tahun terakhir ini perayaan HUT BUMN memiliki tema yang berkaitan dengan milenial. Hal ini karena sesuai dengan program BUMN Goes to Campus yang sedang terlaksana.

Kementerian BUMN menyadari, ke depannya kaum milenial yang akan menjadi penentu masa depan BUMN. Terutama sebagai agent of development, BUMN harus bisa berkembang.

“Tahun ini, kami memilih kampus second tier (lapis dua). Karena kami ingin memberikan kesempatan untuk semua generasi muda mengenai jenjang karir di BUMN. Untuk second tier ini, kami mengunjungi kampus-kampus yang berada di Pulau Sumatera sampai Pulau Bali. Hari ini juga, acara yang sama berlangsung di Padang dan Palembang,” jelasnya.

Aloysius menyambut baik acara yang berlangsung sukses ini. Selain karena minat mahasiswa yang cukup tinggi, juga karena berbagai BUMN yang ada di Medan turut terlibat aktif.

“Kali ini, yang jadi tuan rumah di Medan adalah PGN. Saya sangat senang dan puas, karena yang hadir ramai. Saya beri apresiasi kepada seluruh perwakilan BUMN yang di Medan yang bersedia hadir,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Unika Santo Thomas Medan, Frietz Tambunan mengapresiasi kegiatan yang terlaksana hari ini. Menurut Frietz, ia bangga karena kampus Santo Thomas menjadi pilihan untuk pelaksanaan BUMN Goes To Campus di Medan.

“Saya sangat senang, dan merasa bangga dengan semua ini. Apalagi, ini menjadi ajang untuk para mahasiswa mulai menentukan masa depan,” ujarnya.

BUMN Goes To Campus yang diselenggarakan oleh PGN ini setidaknya dihadiri lebih dari 1000 mahasiswa. Para mahasiswa tersebut berasal dari seluruh universitas di Kota Medan. (LMC/rel)




Harga Pangan Naik Menjelang Ramadhan

Seorang pedagang sedang menunggu pembeli di Pasar Simpang Limun Medan Senin (22/4). Harga cabai merah bergerak naik disertai sejumlah komoditi lainnya seperti bawang putih dan tomat buah.(FotoLintasMedan/Wie)

Medan, 22/4 (LintasMedan) – Menjelang masuknya bulan Ramadhan yang jatuh di awal Mei 2019, sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan di Medan utamanya cabai merah dan bawang putih.

Harga cabai merah dibandrol Rp40.000 per kg, Bawang putih juga naik hingga ke posisi Rp53.000 per kg, tomat hingga Rp15.000 per kg.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin kepada Berita mengagakan Senin (22/4) mengatakan kenaikan harga pqmhay memang naik hingga sangat tajam.

Menurut dia, kenaikan harga cabai merah tersebut terjadi seiring dengan libur panjang yang terjadi selama sepekan. Aktifitass ekonomi masyarakat tidak berjalan normal khususnya sejak hari Rabu saat Pilpres hingga akhir pekan kemarin.

“Masyarakat baik itu petani maupun pedagang banyak yang memilih untuk liburan Sehingga kondisi pasar menjadi tidak seimbang antara permintaan maupun penawaran,” jelas

Hal tersbeut memicu terjadinya kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan pokok. Dan sayur sayuran menjadi komoditas yang rutin mengalami kenaikan saat liburan. Seperti halnya saat Idul fitri nanti.

Walau demikian, saat ini sejumlah harga kebutuhan pokok tersbeut sudah kembali normal. Tetapi ada dua komoditas bahan pokok yang justru berlanjut naik harganya, yakni bawang putih dan beras. Pantauan di pasar harga bawang putih masih melanjutkan tren kenaikan sampai hari ini. Harga bawanng putih meroket menjadi 53 ribu per kg.

Kenaikan harga bawang putih ini sudah jauh diatas ambang batas idealnya. Seharusnya bawang putih ini harganya bisa ditekan di bawah 30 ribu per Kg. Namun sayang harga bawang putih justru masih mengalami kenaikan yang signifikan. Fenomena kenaikan harga bawang putih ini masih dikarenakan oleh masalah persediaan.

“Dimana saya menduga masih belum ada kejelasan mengenai kebijakan konkrit pemerintah untuk melakukan impor bawang putih,” papar Gunawan.

Masyarakat tentunya panik dengan kenaikan harga bawang putih tersebut. Dikarenakan bawang putih ini 90 persen ebih kebutuhannya dipenuhi dengan cara impor. Maka kita berharap pemerintah segera melakukan upaya untuk menetralisir harga bawang putih tersebut.

Sementara itu, harga beras juga sudah mulai menunjukan tren kenaikan. Sejauh ini terdapat kenaikan harga beras sekitar 300 per Kg nya. Namun kenaikan harga beras saat ini justru terjadi setelah ada penurunan yang sangat tajam sebelumnya. Jadi sekalipun naik, saya melihatnya masih dalam batas ambang yang wajar.

Secara keseluruhan kita berharap pemerintah daerah sudah mulai melakukan SIDAK menjelang ramadhan ini. Walaupun selama ini kita berhasil mengendalikan inflasi saat perayaan keagamaan. Akan tetapi bukan berarti kita tidak perlu melakukan apa-apa dalam upaya mencegah kenaikan harga pangan saat Ramadhan datang. (LMC-05)




Baru Dua Grup Maskapai Turunkan Harga Tiket Pesawat

Ilustrasi – Pesawat milik beberapa maskapai penerbangan di Indonesia. (Foto: LintasMedan/dok)

Jakarta, 3/4 (LintasMedan) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencatat baru dua grup perusahaan maskapai yang menurunkan harga tiket pesawat, meski Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah memberlakukan aturan baru tentang tarif tiket pesawat dalam beleid Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2019 selama sepekan.

“Catatan saya, yang sudah (menurunkan harga tiket pesawat) itu dua grup. Grup pertama Garuda meliputi Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya, dan NAM,” kata Budi Karya kepada pers di Jakarta, Rabu.

Disebutkannya, erusahaan selanjutnya ialan Lion Group yang terdiri atas Wings Air, Batik Air, dan Lion Air.

Lion Group, kata Budi, telah mengumumkan secara resmi bahwa perusahaan mereka melorotkan harga tiket pesawat hingga 30 persen.

Sementara itu, Garuda Indonesia menurunkan harga tiket dengan skema pemberian diskon yang berlaku 31 Maret sampai 13 Mei 2019.

Maskapai pelat merah itu memberikan penawaran potongan harga 50 persen sebagai rangkaian dari HUT BUMN.

Sedangkan, maskapai Sriwijaya dan NAM menurunkan harga tarif tiket pesawat lebih dulu pada awal Maret lalu.

Perusahaan tersebut menurunkan harga khusus rute domestik sampai 40 persen, namun penurunan harga hanya berlaku untuk periode terbang Maret hingga April 2019.

Budi Karya mengatakan upaya maskapai untuk menurunkan harga pesawat patut diapresiasi.

Saat ini, pihaknya masih menunggu perusahaan maskapai lain untuk melakukan kebijakan serupa.

“Saya memberikan kesempatan mereka menurunkan (harga tiket pesawat) supaya mekanismenya berlangsung secara natural dan pasar. Supaya dewasa dan supaya pemerintah tidak melakukan intervensi,” ujar Budi Karya. (LMC-03/TC)




BI Dorong Pengembangan UMKM

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Wiwiek Sistro Widayat (enam kanan) bersama Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan (lima kanan), Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM BI Sumatera Utara Demina Sitepu (lima kiri) bersama peneliti dan UMKM di Kantor BI Jalan Balai Kota Medan Selasa (26/3).(Foto:LintasMedan/Wie)

Medan,26/3 (LintasMedan) – Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatera Utara dan meminta Perbankan merealisasikan kredit usaha terhadap pelaku ekonomi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Wiwiek Sistro Widayat menyampaikan tentang upaya mengembangan UMKM itu ketika membuka “Diseminasi hasil penelitian komoditas/produk/jenis usaha (kPJU) unggulan UMKM Provsu Tahun 2018
Di Ruang Kuala Deli Lantai 9 Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Jalan Balaikota Medan, Selasa (26/3).

Hadir Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM BI Sumut Demina Sitepu, para peneliti dari USU antara lain Paidi Hidayat, Wahyu dan Nazaruddin dengan moderator Bakhtiar dari BI.

“BI akan konsen kepada bagaimana mengembangkan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dari UMKM,” kata Wiwiek.

Menurutnya UMKM salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang sudah diakui keberadaannya. Dilihat dari jumlah, secara nasional ada 97 juta UMKM berdasarkan Survei Ekonomi Nasional (Susenas). Pangsanya hampir 99 persen dari total koperasi di Indonesia. Bahkan ketahanan UMKM sudah dibuktikan saat krisis tahun 1998 dan 2008.

Sedangkan di Sumut ada sekira 2,8 juta UMKM di Sumatera Utara, namun yang teregisterasi atau terdaftar di Dinas Koperasi tak lebih dari 20 persen atau sekira 380.000. “Jadi banyak UMKM yang belum teregisterasi dengan baik,” katanya.

Wiwiek menegaskan pihaknya menssuport UMKM cukup tinggi. Pertumbuhan kredit perbankan secara nasional pada triwulan IV 8-9 persen dan alokasi ke UMKM cukup tinggi yang diutamakan ke kredit modal kerja, investasi dan sedikit untuk konsumsi.

Kredit yang diberikan ke UMKM terus mengalami peningkatan dari tahun 2015 sebesar 5 persen, tahun 2016 naik jadi 10 persen, tahun 2017 ke 15 persen dan tahun 2018 naik lagi jadi 20 persen.

BI fokus pengembangan ke UMKM karena terkait untuk menjaga inflasi lebih baik. Tahun 2018, inflasi sebesar 1,23 persen dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,18 persen.

Penelitian KPJU, katanya, salah satu upaya yang dilakukan BI untuk mengetahui komoditi-komoditi apa, produksi apa yang sekarang tumbuh di kabupaten/provinsi, apakah dapat jadi produk unggulan untuk mendorong ekonomi daerah ke depan.

Nanti produk unggulan yang diperoleh itu akan dipilah lagi per sektor untuk mempermudah penanganannya. “Inilah kegiatan-kegiatan usaha yang memiliki keunggulan dan pertumbuhan besar di daerah,” ungkapnya.

BI kerjasama dengan Lembaga Penelitian USU Tahun 2018. Penelitian ini cukup intensif selama 2018 yang hasilnya akan diseminasikan atau disampaikan kepada para kepala SKPD baik di kabupaten atau yang mewakili provinsi maupun kecamatan.

Hasil penelitian itu akan sama-sama digunakan untuk meningkatkan ekonomi di daerah ini terutama di Sumut.

“BI pada saat ini akan lebih konsern lagi kepada bagaimana mengembangkan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang berasal dari UMKM,” katanya lagi.

BI menyadari bahwa UMKM salahsatu sumber pertumbuhan ekonomi yang sudah diakui.

Di Sumut ada sekira 2,8 juta UMKM. Tapi, berdasarkan data dari Dinas Koperasi, tak lebih dari 20 persen yang teregistrasi atau sekira 380.

Ini menunjukkan masih banyak UMKM yang belum terigistrasi dengan baik.(LMC-05)




Apindo Sumut Ajak Pengusaha Go Publik

Ketua Apindo Sumut Parlindungan Purba (empat kiri) foto bersama sejumlah pengusaha di Hotel Adimulia Medan Selasa (26/3).(Foto:LintasMedan/Wie)

Medan, 26/3 (LintasMedan) – Go Publik adalah hal yang sangat baik untuk direfreshing kembali dalam memajukan suatu perusahan. Sebab bicara tentang Go Publik, perusahaan akan mendapatkan kepercayaan yang lebih dari masyarakat maupun kepemerintahan.

Ketua Apindo Sumut Parlindungan Purba mengatakan pihaknya sebagai salah satu pengusaha di Sumut sangat senang dengan adanya pertemuan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar pengusaha dapat memahami apa itu Go Publik.

“Dengan adanya Go Publik kita harapkan perusahaan itu akan semakin baik. Bahkan jika sudah Go Publik maka perusahaan akan makin tampak adanya ketransparanan. Saya akan terus sosial untuk mengajak dan mengenalkan apa itu Go Publik ini di kabupaten kota di Sumut melalui Apindo,” katanya di hotel Adimulya Medan, Selasa (26/3/2019). Hadir di sana Kepala Perwakilan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Medan Muhammd Pintor Nasution.

Dikatakannya, dengan adanya kepercayaan masyarakat tentang Go Publik oleh pengusaha di Sumut ini pihaknya yakin kebijakan pemerintah mendorong Go Publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih transparan.

“Jadi kami atas nama dewan pimpinan provinsi Sumatera Utara Apindo memberikan apresiasi, mudah mudahan hal ini menjadi hal yang baik untuk kemajuan perekonomian Sumut,” katanya.

Senior Vice President Head of Listing 3 IDX, Goklas AR Tambunan mengatakan, menjadi perusahaan TBK tentunya mempunyai beberapa keuntungan yang perlu disampaikan pada tiap pengusaha. Pertama tentunya karena di dorong untuk transparan perusahaan tersebut.

“Maka dengan adanya Go Publik ini akan menjaga kesinambungan pertumbuhan perusahaan kita kedepannya. Banyak perusahan bilamana keluarganya mengalami konflik maka sering terjadi jalan buntu tetapi sebagai perusahaan TBK sahamnya ada nilainya gampang kita mengatasi masalah itu,” ujarnya.

Selain itu, karena juga banyak regulasi yang harus diikuti sehingga salah satu perusahaan biasanya berjalan dengan aman kedepannya.

“Kedua yaitu instansi pajak. Kurang lebih 6 tahun lalu ketua umum kami memperjuangkannya kepada pemerintah memperoleh keringanan pajak. Dan pemerintah menyetujui 5 persen lebih rendah dibanding perusahaan bukan TBK,” katanya.

Plt Sekretaris Daerah Perwakilan Sumut, Agus Priyono mengatakan bahwa dari Provinsi Sumatera Utara mengapresiasi kepada Apindo yang melaksanakan workshop Go Publik sekaligus melaksanakan pelantikan DPK apindo Sumut Medan dan DPK APINDO Deliserdang.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi tempat forum komunikasi yang efektif dalam meningkatkan citra pengusaha, dan dapat meningkatkan perekonomian Sumut untuk lebih maju dan berkembang,” pungkasnya. (LMC-05)




Pemerintah Tetapkan Aturan Baru Tarif Ojol

Ilustrasi (foto:LintasMedan/ist)

Jakarta, 25/3 (LintasMedan) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menetapkan aturan baru tarif ojek online per 1 Mei 2019.

Kemenhub menetapkan jarak 4km pertama atau tarif sekali duduk untuk wilayah Jabodetabek antara Rp 8.000-10.000, kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Senin (25/03). Selain itu khusus Jabodetabek dikenakan tarif minimal Rp 2.000 dan maksimal Rp 2.500 km, bersih untuk para pengemudi.

“Biaya jasa minimal di rentang Rp 8.000-Rp 10.000 km, kalau masyarakat naik ojek online di bawah 4 km, biayanya sama,” katanya.

Kemenhub menetapkan tarif dasar ojek online alias ojol yang besaran tarifnya akan dibagi menjadi tiga zona. Adapun Jabodetabek masuk dalam pentarifan Zona Dua, katanya.

Sedangkan Zona Satu terdiri dari Sumatera, Bali dan Jawa (minus Jabodetabek) yang dikenakan batas bawah Rp. 1.850 dan batas atas Rp 2.300.

Biaya jasa minimal untuk 4km pertama antara Rp 7.000- Rp 10.000, kata Budi.

Para pengemudi di Zona Tiga yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku dan Papua bakal menerima tarif bawah Rp 2.100 dengan batas atas Rp 2.600.

“Biaya jasa minimal untuk 4 km pertama sama dengan Zona Satu, yaitu antara Rp 7.000- Rp 10.000,” katanya.

Budi mengklaim besaran tarif yang ditetapkan sudah mempertimbangkan kepentingan pengemudi.

“Ini adalah regulasi yang kita buat karena tuntutan para pengemudi,” tegasnya.

Dia berharap para pengemudi bisa menerima hasil ini. Sebab, jika muncul tuntutan nantinya justru Peraturan Menteri Perhubungan No 12 tahun 2019 terkait aturan ojek Online, gugur dan tak bisa diberlakukan.

“Kalau dihitung dari tarif sebelumnya (tarif Jakarta) Rp 1.800 menjadi Rp 2.000 artinya naik hampir 20 persen,” kata Budi.

Budi menyampaikan siap untuk terus berdialog dengan para pengemudi yang sebelumnya menuntut Rp 3000 per km.

Selain Kemenhub juga mempertimbangkan daya beli konsumen.

Selanjutnya Kemenhub juga memastikan besaran tarif bisa tetap melindungi kelangsungan bisnis dua aplikator.

“Jangan sampai salah satunya mati,” katanya. Para aplikator nantinya hanya diperkenankan mengambil 20 persen biaya tambahan dari angka bersih yang diterima pengemudi, ujarnya.

Keputusan ini menurutnya akan dievaluasi setiap tiga bulan.

Selama ini, tarif yang diberlakukan oleh aplikator – misalnya Gojek dan Grab – sekitar Rp1,800/km di luar program promosi.(LMC/BBC)




“Medan Great Sale” Diharapkan jadi Daya Tarik Wisata

Wali Kota Medan diwakili Asistem Umum Renward Parapat melakukan pemotongan nasi tumpeng sebagai tanda dibukanya “Medan Great Sale 2019” di Emerald Garden Hotel Medan, Senin (18/3). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 18/3 (LintasMedan) – Wali Kota Medan, H.T Dzulmi Eldin mengemukakan pesta diskon terbesar bertajuk “Medan Great Sale 2019” diharapkan ikut menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Tanah Deli tersebut.

“Pemko Medan sedang berupaya menjadikan Medan sebagai kota wisata. Medan Great Sale ini merupakan salah satu langkah inovasi Dinas Pariwisata untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Wali Kota Medan, H.T Dzulmi Eldin pada acara pembukaan “Medan Great Sale 2019, di Emerald Garden Hotel Medan, Senin (18/3).

Wali Kota dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asistem Umum Setda Kota Medan Renward Parapat, menjelaskan bahwa Medan Great Sale digelar dalam rangka meningkatkan jumlah wisatawan berkunjung ke wilayah itu.

Medan Great Sale ini juga menjadi wadah pengembangan promosi produk-produk industri wisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kota Medan, sehingga diharapkan ikut meningkatkan kinerja usaha maupun produksi pelaku UKM pariwisata lokal.

Disebutkannya, Pemko Medan tahun 2019 menargetkan kunjungan wisatawan tahun ini sekitar 300.000 orang.

Pemko Medan, lanjut Wali Kota, pihaknya berkomitmen untuk mencapai target tersebut bahkan harus lebih banyak lagi yang berkunjung ke Medan.

Ia menambahkan, Kota Medan kini terus berbenah baik dari segi objek pariwisata maupun dari segi event yang dapat menarik pengunjung wisata ke ibu kota Provinsi Sumut itu.

Salah satu strateginya adalah dengan menggelar pesta diskon yang melibatkan asosiasi dan para pelaku industri pariwisata serta ekonomi kreatif yang dikenal dengan “Medan Great Sale”.

Melalui penyelenggaraan “Medan Great Sale 2019” yang dijadwalkan digelar pada 18-31 Maret dan 1-14 Juli 2019, pihaknya berharap jumlah wisatawan ke Medan terus bertambah.

Selain untuk menarik kunjungan wisata, Medan Great Sale ini juga menjadi wadah pengembangan promosi produk-produk industri wisata dan ekonomi kreatif yang ada di Kota Medan.

Sementara itu, Kepala Dinas Parwisata Kota Medan Agus Suriyono mengatakan event Medan Great Sale 2019 merupakan program yang memberikan diskon kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Medan.

Great sale tahun ini lebih mengedepankan sektor pariwisata dan digitalisasi ekonomi kreatif.

“Lebih dari 500 pelaku usaha mengikuti event Medan Great Sale 2019. Kita berharap event ini dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan ke kota Medan dan para pelaku usaha yang terlibat dalam event ini memproleh manfaat sehingga dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya. (LMC-04)




GOJEK Bekali Mitra Driver Teknik Pertolongan Pertama

Tim Basarnas sedang menyampaikan materi kepada driver GoJek di Medan Rabu (13/3).(Foto:LintasMedan/Wie)

Medan, 13/3 (LintasMedan) – Guna meningkatkan pemahaman mitra mengenai penanganan bencana dan kecelakaan, GOJEK, penyedia layanan on-demand terdepan di Indonesia mengadakan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) terhadap mitra driver GOJEK.

Kegiatan yang diikuti puluhan mitra driver GOJEK ini merupakan bagian dari program Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang menjadi wadah bagi GOJEK dalam memberikan pelatihan keterampilan yang bertujuan untuk menaik kelaskan mitra.

Teuku Parvinanda, Head of Regional Corporate Affairs GOJEK kepada wartawan di Medan Rabu (13/3) mengatakan di BBM kali ini topik P3K dipilih karena pihaknya menyadari bahwa mitra driver GOJEK yang bekerja di jalan raya seringkali menjadi garda pertama penolong jika ada kecelakaan lalu lintas. Inisiatif mitra GOJEK yang mulia untuk membantu masyarakat tersebut diapresiasi dengan membekali mereka pelatihan P3K. “Dengan demikian pertolongan mereka terhadap korban kecelakaan bisa lebih maksimal,” tutur Teuku Parvinanda.

Dalam mengadakan sesi pelatihan P3K kali ini, GOJEK berkolaborasi dengan Basarnas Sumatera Utara, yang memiliki jam terbang tinggi dan keterampilan yang sangat relevan dengan topik BBM kali ini. Pada pelatihan ini, mitra driver dilatih bagaimana memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan di jalan raya atau saat berkendara.

Teuku mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk dukungan GOJEK sebagai penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terhadap sektor informal. “Melalui pelatihan ini, kami berharap para mitra driver bisa memahami bagaimana bertindak bila ada bencana sehingga risiko bisa dikurangi,” ujar pria yang akrab disapa Andri ini.

Salah satu pemateri dari Basarnas Sumatera Utara, Zico Purba mengatakan kegiatan BBM terutama tema P3K sangat bermanfaat bagi mitra driver dan penumpang. “Kami sangat senang dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh mitra driver terhadap materi P3K yang kami bawakan dan berharap ke depan, kegiatan yang sama juga bisa diadakan kembali,” sambung Zico.

Sementara itu, pemateri lain dari pihak kepolisian yang diwakili oleh AKP Neneng Armiyanti, Kanit Dikyasa Polrestabes Medan berharap mitra driver senantiasa tertib, taat aturan, dan bekerja sama dengan kepolisian untuk mewujudkan lalu lintas yang baik. Neneng juga memnambahkan hendaknya kita semua menunjukkan kepedulian dan berempati bila melihat terjadinya kecelakaan. Jangan takut untuk membantu dan melaporkan. “Lakukan atas dasar kemanusiaan,” tutup Neneng.

Dalam BBM kali ini, GOJEK juga memberi penghargaan kepada 10 mitra driver jempolan. Mereka merupakan mitra driver yang memiliki kinerja dan rating baik dan pantas mendapat apresiasi.

Salah satu mitra jempolan Azhari Muslim menuturkan “sejak saya bergabung dengan GOJEK saya memiliki keleluasaan dari segi waktu namun tetap bisa mendapatkan penghasilan yang maksimal. Khusus mengenai BBM, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat bermanfaat dan bersemangat untuk memdapat wawasan baru mengenai P3K,” tutup Azhari.

BBM merupakan salah satu bentuk tindakan nyata kepedulian GOJEK terhadap kesejahteraan mitra driver. Melalui BBM, GOJEK menghadirkan praktisi handal di bidangnya masing-masing untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para mitra driver GOJEK.

Harapannya, dengan rangkaian kegiatan BBM, mitra driver GOJEK mempunyai andil yang semakin besar untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Kedepannya BBM akan dilaksanakan dalam skala yang lebih besar dan akan terus menghadirkan topik-topik yang disesuaikan dengan kebutuhan mitra. (LMC-05)




Indonesia Butuh 17 Juta Pekerja Ekonomi Digital

Ilustrasi. (Foto: LintasMedan/dok)

Jakarta, 12/3 (LintasMedan) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan 17 juta orang yang bekerja dibidang ekonomi digital hingga 2030.

“Yang mana 4 persen akan bekerja di sektor manufaktur dan sisanya di jasa industri terkaitnya. Ini pun momentum kita dalam menikmati masa bonus demografi sampai 2030,” kata Airlangga dalam acara The First Apple Developer Academy Graduation Fair di BSD City, Tengerang, Banten, Selasa.

Potensi lainnya, lanjut dia, Indonesia saat ini memiliki 30 juta orang yang menjadi konsumen e-commerce, baik itu mereka yang menjual maupun membeli produk dengan menggunakan teknologi digital.

Disebutkannya, nilai potensi pasarnya diproyeksikan dapat terus bertumbuh, dari yang saat ini sebesar 8 miliar dolar AS akan menjadi 20 miliar dolar AS pada 2022.

“Inilah kesempatannya untuk semua lulusan akademi Apple bisa merebut pasar tersebut,” ujar Airlangga.

Selain dapat meningkatkan pasar domestik, pihaknya juga berharap dapat memperluas untuk pasar ekspor.

Dengan demikian, kata Menperin, akan semakin banyak lulusan yang mampu mengembangkan aplikasi iOS dan dapat mengembangkan ekonomi berbasis digital, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia.

Perekonomian digital di Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan pesat pada 2020, dengan transaksi yang dilakukan ditaksir dapat mencapai lebih dari Rp 1.000 Triliun.  (LMC-04)