Sekda Minta Kinerja Manajemen RSUD Pirngadi Dievaluasi

Ilustrasi – Rumah Sakit Umum dr. Pirngadi Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 12/11 (LintasMedan) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wirya Alrahman minta Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi segera mengevaluasi kinerja manajemen, terkait menurunnya jumlah pasien yang berobat di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.

“Saya meminta segera lakukan evaluasi agar kinerja rumah sakit yang menjadi kebanggan Kota Medan ini tidak semakin terpuruk,” katanya saat memimpin rapat evaluasi di komplek RSUD Pirngadi Medan, Kamis (8/11).

Di hadapan jajaran pimpinan RSUD Pirngadi, Wirya mengingatkan Direktur RSUD Pirngadi, Suryadi Panjaitan agar segera melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan di rumah sakit itu.

Jumlah masyarakat yang berobat di rumah sakit tersebut sejak Januari hingga awal Nopember 2018 diperkirakan menurun hingga 40 persen.

Untuk mengetahui penyebab jumlah pasien menurun di RSUD Pirngadi, menurut dia, kegiatan evaluasi kinerja manajemen harus benar-benar dilaksanakan transparan dan melalui kajian mendalam.

Selain mengevaluasi kinerja, Sekda juga menyarankan agar manajemen RSUD Pirngadi mampu membuat perencanaan dan laporan pertanggung jawaban atas setiap anggaran yang digunakan untuk operasional.

“Guna memperbaiki manajemen RSUD Pirngadi, Pemko Medan akan mengirimkan dua orang aparatur sipil negara atau ASN dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Medan untuk dilibatkan dalam pelatihan tata pelaporan keuangan dan aset yang baik dan benar di Kementerian Keuangan,” ujarnya.

Setelah selesai mengikuti pelatihan, kata Sekda, kedua ASN itu bersama manajemen RSUD Pirngadi akan menyusun laporan keuangan dan aset yang baik dan benar.

Wirya menambahkan peningkatan kinerja manajemen dan optimalisasi pelayanan kepada pasien merupakan salah satu upaya Pemko Medan menjadikan RSUD Pirngadi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Salah satu persyaratan untuk menjadikan RSUD Pirngadi sebagai BLUD, yakni harus memiliki pelaporan Keuangan dan Aset yang transparan dan akuntabel,” paparnya.

Apabila telah menjadi BLUD, Sekda berharap RSUD Pirngadi dapat secara mandiri beroperasi sekaligus menjalankan fungsi sosial dan mengedepankan orientasi bisnis seperti yang dilakukan rumah sakit swasta.

Menyikapi tuntutan tugas tersebut Direktur RSUD Pirngadi, Suryadi Panjaitan menyatakan siap untuk melakukan evaluasi terhadap jajarannya.

“Kami siap melakukan evaluasi dan mengharapkan bantuan dan dukungan penuh dari Pemko Medan,” ucapnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Medan Usma Polita menilai kinerja manajemen RSUD Pirngadi tergolong kurang maksimal sehingga berimbas kepada kinerja pelayanan kepada pasien.

“Karena itu, kita mendukung evaluasi yang akan dilaksanakan oleh RSUD Pirngadi,” tambahnya. (LMC-03)




Sutrisno Pangaribuan Galang Dana untuk Korban Banjir Madina

Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan (kiri) membawakan salah satu lagu pada acara penggalangan dana untuk korban bencana Mandaling Natal dan peluncuran album “Suara Perjuangan” di Ball Room Hotel Danau Toba Medan, Sabtu (10/11). (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 10/11 (LintasMedan) – Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal (Madin), Sumatera Utara (Sumut), belum lama ini,  mengundang empati anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan menggalang dana dalam sebuah acara bertajuk “Meneguhkan Komitmen Kebangsaan dan Solidaritas Kemanusiaan Lintas Batas”.

Acara yang diadakan di Ball Room Hotel Danau Toba Internasional Medan, Sabtu (10/11) malam tersebut dihadiri sejumlah penonton yang juga ikut tergerak menyumbangkan sebagian rejeki mereka untuk para korban bencana alam itu.

“Kami ikut merasa terpanggil untuk membantu meringankan beban penderitaan korban bencana di Mandailing Natal,” kata politisi muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.

Donasi yang terkumpul dari penggalangan dana, lanjut Sutrisno, sepenuhnya disumbangkan untuk meringankan beban para korban bencana alam di Kabupaten Madina.

Sebagaimana diinformasikan, banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Madina pada 12 Oktober 2018 lalu melanda sembilan kecamatan dan mengakibatkan sedikitnya belasan orang meninggal dunia, 17 unit rumah roboh, lima unit rumah hanyut serta ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1 hingga 2 meter di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis.

Acara penggalangan dana untuk korban banjir dan longsor Madina, juga dirangkai dengan peluncuran album “Suara Perjuangan” yang berisi lagu-lagu perjuangan nasional yang dibawakan oleh Sutrisno Pangaribuan.

Dalam peluncuran album berisi delapan lagu perjuangan itu, Sutrisno di antaranya membawakan lagu perjuangan berjudul “Syukur” dan “Butet”.

“Ide membuat album “Suara Perjuangan” ini berawal dari diskusi saya dengan Sutrisno Pangaribuan. Selanjutnya, saya bersama beberapa musisi dan tim kreatif akhirnya berhasil menyelesaikan seluruh proses pembuatan album ini dalam waktu dua bulan,” ucap Endang Marlyna Panjaitan, penggagas sekaligus pimpinan tim pembuat album “Suara Perjuangan”.

Istri Sutrisno Pangaribuan itu menambahkan bahwa lagu-lagu perjuangan memiliki pengaruh menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Untuk menghidupkan kembali lagu-lagu tersebut tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Lewat lagu-lagu nasional yang mengandung nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, persaudaraan dan nilai-nilai Pancasila tersebut, diharapkan ikut memupuk dan menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila dalam jiwa generasi muda. (LMC-02)




Buruh Desak Gubernur Sumut Revisi UMP 2019

Massa menggelar poster dan spanduk saat unjuk rasa menolak kenaikan upah minimun (UMP) tahun 2019 di depan kantor gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (6/11). (Foto: LintasMedan/NC)

Medan, 6/11 (LintasMedan) – Ratusan massa yang mengatasnamakan beberapa elemen buruh menggelar unjuk rasa mendesak Gubernur Sumatera Utara (Sumut) merevisi upah minimum provinsi (UMP) tahun 2019 sebesar Rp2.303.403,43 atau hanya naik 8,03 persen dari tahun 2018.

“Kami minta UMP Sumut 2019 ditetapkan sebesar Rp2,9 juta,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Industri (FSPI) Sumut, Amin Basri saat berorasi di depan kantor gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa.

UMP Sumut 2019 yang diumumkan pada awal November 2018 lalu, menurut dia, tidak mengacu kepada standar minimal kebutuhan hidup layak (KHL) serta ditetapkan tanpa mengacu kepada survei pasar di seluruh kabupaten/kota di provinsi tersebut.

“Tidak ada survei tentang KHL di 33 kabupaten/kota, tetapi kenapa bisa ditetapkan UMP Rp2,9 juta,” ujarnya.

Oleh karena itu,  Amin atas nama massa buruh juga menyatakan sangat kecewa dengan kinerja Dinas ketenagakerjaan dan Dewan Pengupahan Sumut dalam hal merumuskan UMP 2019.

Dalam unjuk rasa yang diwarnai dengan menggelar sejumlah poster berisi penolakan terhadap UMP Sumut 2019 itu, beberapa aktivis buruh dari beberapa serikat pekerja juga menyuarakan aspirasinya.

Mereka meminta Gubernur Sumut membuktikan keberpihakannya kepada nasib buruh, termasuk terhadap buruh yang berstatus tenaga alih daya atau outsourching.

Sebagaimana diketahui, penetapan UMP Sumut 2019 berlaku mulai 1 Januari untuk kategori buruh lajang dan di bawah satu tahun masa kerja.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumut No 188.44/1365/KPTS/2018 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi Sumut Tahun 2019, tertanggal 30 Oktober 2018.

Unjuk rasa menolak UMP Sumut 2019 sempat memanas karena massa buruh yang mencoba mendekat ke pagar kantor gubernur Sumut dicegah oleh aparat kepolisian sehingga sempat terjadi saling dorong. (LMC-03)




Wagub Minta Bank Sumut Terus Tingkatkan Daya Saing

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajeksah (kanan) didampingi jajaran Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut, melepas balon ke udara pada rangkaian acara HUT ke-57 PT Bank Sumut di Medan, Minggu (4/11). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 4/11 (LintasMedan) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajeksah minta PT Bank Sumut untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing di industri perbankan Tanah Air.

“Tingkatkan terus daya saing, kepuasan nasabah dan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah atau PAD. Selanjutnya kembangkan produk-produk dan layanan jasa perbankan serta jadikan Bank Sumut sebagai banknya masyarakat Sumut yang ramah dan profesional,” katanya di Medan, Minggu.

Musa Rajeksah yang akrab disapa Ijeck menyatakan hal itu dalam kata sambutan pada upacara memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-57 PT Bank Sumut.

Menurutnya, peningkatan daya saing perbankan bertumpu pada sumber daya manusia yang inovatif dan kreatif.

Pada era yang sangat kompetitif saat ini, lanjut Ijeck, inovasi memegang peranan penting untuk mengembangkan produk dan jasa dalam bisnis perbankan.

Pada upacara yang diikuti para Dewan Komisaris dan Direksi, serta seluruh staf PT. Bank Sumut itu, Wagub mengingatkan bahwa perbankan dalam menjalankan usahanya berdasar azas kepercayaan para nasabah dan masyarakat untuk mau menempatkan uangnya di bank.

Ia menilai, potensi Bank Sumut sangat besar, karenanya harus ada inovasi dan kreativitas, berdedikasi, jujur dalam bekerja dan mau bekerja keras dari para dewan komisaris dan direksi serta pegawai PT Bank Sumut dalam meningkatkan kinerja.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sebagai pemegang saham pengendali PT Bank Sumut ingin agar salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) itu mampu menjadi salah satu bank BUMD terbaik di Indonesia.

Untuk mewujudkan keinginan itu, ia berharap peringatan HUT ke-57 Bank Sumut dapat dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi kinerja selama ini untuk kemajuan Bank Sumut dan pengembangan perekonomian masyarakat Sumut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut sebagai pemegang saham pengendali PT Bank Sumut ingin agar salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) itu mampu menjadi salah satu bank BUMD terbaik di Indonesia.

Harapan tersebut, kata dia, sesuai dengan tujuh pilar budaya kerja Bank Sumut, yakni terpercaya, energik, ramah, bersahabat, aman, integritas tinggi dan komitmen atau disingkat “TERBAIK”.

Khusus kepada para komisaris dan direksi, Ijeck juga berpesan agar bertanggung jawab dalam jabatan serta ciptakan dan tingkatkan kekompakan, kebersamaan serta semangat kerja dengan seluruh pegawai Bank Sumut.

“Sebagai pemegang saham pengendali sekaligus kepala pemerintahan di Sumut, saya ucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras yang telah dibuktikan jajaran direksi dan seluruh staf Bank Sumut,” katanya.

Peringatan HUT Bank Sumut ditandai dengan pemotongan tumpeng, pelepasan balon ke udara serta dimeriahkan dengan penyerahan lencana dan piagam penghargaan kepada pegawai untuk masa bakti 20, 25 dan 30 tahun.

Berdasarkan catatan lintasmedan.com, laba Bank Sumut per posisi September 2018 sudah mencapai Rp392,517 miliar atau meningkatkan dari Rp175,853 miliar pada Juni 2018.  (LMC-03)




Peter Butler Masih Yakin PSMS Bangkit

Pelatih PSMS Medan Peter Butler. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 3/11 (LintasMedan) – Pelatih PSMS Medan, Peter Butler mengaku masih yakin tim asuhanya mampu bangkit dari dasar klasemen Liga 1 tahun 2018 sehingga terhindar dari zona degradasi.

“Saya masih yakin tim ini bangkit. Memang saya kadang-kadang bisa berubah pikiran. Ini sepak bola, kadang kita pesimis dan kadang bisa berubah lagi. Kita harus “fight” ke depannya,” katanya usai pertandingan PSMS melawan Borneo FC yang berakhir dengan skor 3-2 di Stadion Teladan Medan, Sabtu.

Pelatih asal Inggris itu juga menyatakan sangat senang timnya berhasil meraih poin penuh saat melawan Borneo FC, sehingga timnya berhasil naik satu peringkat posisi ke-17 dengan mengoleksi 30 poin.

Sebab, lanjutnya, PSMS selama menjamu lawan di kandang sulit meraih angka kemenangan.

Diakuinya, PSMS dari sisi materi pemain masih sulit bersaing dari sebagian besar tim peserta Liga 1 karena tim berjuluk ayam kinantan itu masih didominasi para pemain yang diterjunkan di Liga 2 musim lalu.

Meski demikian, Peter berharap para pemain PSMS dalam lima pertandingan sisa mampu meraih poin penuh sehingga terhindar dari degradasi.

Pernyataan hampir senada juga diungkapkan penyerang PSMS, Shohei Matsunaga.

“Kepercayaan diri pemain (PSMS) makin meningkat untuk bangkit dari zona degradasi,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, PSMS membuka asa bertahan di Liga 1 setelah memetik kemenangan dengan skor ketat 3-2 atas Borneo FC, pada pertandingan pekan ke-29.

Kemenangan itu membuat PSMS untuk sementara menanggalkan status juru kunci, dan naik ke peringkat ke-17 klasemen sementara usai mengumpulkan nilai 30.

Sedangkan Borneo FC turun ke posisi tujuh dengan 42 poin. (LMC-03)




Gelar Melayu Serumpun 2018

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (keempat kanan) dan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kanan) memukul gendang sebagai tanda diresmikannya acara Gelar Melayu Serumpun (GEMES) di Istana Maimun Medan, Jumat (2/11). Pagelaran seni budaya Melayu tersebut turut diikuti utusan dari empat negara di kawasan ASEAN. (Foto: LintasMedan/ist)

 




Kemenhub Periksa Kelaikan Boeing 737 Max

Ilustrasi – Pesawat Lion Air jenis Boeing 737-Max 8. (Foto: LintasMedan/dok)

Jakarta, 31/10 (LintasMedan) – Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan perintah pemeriksaan khusus kelaikan pesawat Boeing 737-Max 8 yang dioperasikan maskapai di Indonesia.

Informasi yang dihimpun lintasmedan.com, Rabu, perintah pemeriksaan Boeing 737-Max 8 ditandatangani oleh Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub Capt Avirianto dan dikeluarkan pada 29 Oktober 2018.

“Menindaklanjuti kejadian kecelakaan pesawat udara Boeing 737 -Max  8 registrasi PK-LQP yang dioperasikan oleh PT Lion Mentari Airlines dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2018, bersama dengan ini Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara menginstruksikan untuk segera dilakukan pemeriksaan khusus aspek kelaikudaraan pada seluruh Boeing 737-8 Max yang beroperasi di Indonesia,” tulis surat tersebut.

Dalam surat tersebut juga disebutkan, pemeriksaan yang dilakukan mencakup hal-hal, yaitu indikasi repetitive problem, dan pelaksanaan troubleshooting.

Selain itu, kesesuaian antara prosedur dan implementasi pekaksanaan aspek kelaikudaraan dan kelengkapan peralatan (equipment) untuk melakukan troubleshooting pada pesawat udara Boeing 737-Max 8.

Hasil pemeriksanaan ini nantinya akan menjadi bahan evaluasi oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara.

Sebelumnya, Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut, mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Tim perusahaan manufaktur pesawat Boeing di Jakarta pada Rabu (31/10).

“Tim Boeing akan menuju ke sini besok (Rabu), akan duduk dengan kami. Kami banyak pertanyaan pada mereka. Kami question mark ada apa karena ini pesawat baru,” ujarnya.

Daniel menuturkan pihaknya tidak akan melakukan evaluasi dari sisi pesawat dan menyerahkan semua proses evaluasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Namun, Lion Air akan melakukan evaluasi pada pilot, tim operasional, tim teknis dan sumber daya manusia lainnya.

Terkait inspeksi seluruh Boeing 737 Max 8 milik Lion Air, Daniel mengatakan bahwa selama diinspeksi pesawat tidak beroperasi hingga dipastikan tidak ditemukan hal-hal yang membahayakan.

Sebagaimana diinformasikan, pesawat  Boeing 737 MAX 8  merupakan armada baru yang diterima Lion Air dari Boeing sejak 4 Juli 2018.

Saat ini, setidaknya ada dua maskapai di Indonesia yang mengoperasikan pesawat generasi terbaru dari Boeing tersebut, yakni Lion Air dengan 10 pesawat dan Garuda Indonesia dengan satu pesawat. (LMC-03/BC)




Operasi Zebra Toba 2018 Digelar 14 Hari

Sejumlah personel Polri mengikuti apel Operasi Zebra Toba 2018 yang dipimpin Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto di halaman Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (30/10). Operasi lalu lintas itu  berlangsung 30 Oktober-12 November 2018. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 30/10 (LintasMedan) – Operasi Zebra Tahun 2018 secara resmi digelar di wilayah hukum Polda Sumatera Utara (Sumut) mulai 30 Oktober hingga 12 November, dengan sasaran pengendara yang tidak mematuhi aturan berlalu lintas.

Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto saat memimpin apel Operasi Zebra Toba 2018 di halaman Mapolda Sumut, Selasa, mengatakan, pihaknya akan mengawali operasi tersebut dengan imbauan-imbauan berupa peringatan dan upaya preemtif maupun preventif.

Apel tersebut diikuti personel gabungan terdiri dari unsur TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP.

Operasi Zebra yang berlangsung selama 14 hari itu bertujuan menurunkan jumlah pelanggaran lalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

Melalui operasi Zebra yng rutin digelar setiap tahun tersebut,
Kapolda berharap disiplin masyarakat dalam berlalu lintas meningkat dan angka kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir.

Dalam operasi ini, jajaran Polda Sumut akan menindak para pengendara yang melanggar peraturan berkendara untuk memberikan efek jera.

Pelanggaran lalu lintas yang ditindak, antara lain berboncengan tig orang, melawan arus, tidak pakai helm, tidak pakai sabuk pengaman, SIM dan STNK habis masa berlaku, serta mengemudikan kendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan. (LMC-03)




Walikota Medan: Senam Massal Wahana Pererat Kebersamaan

Ilustrasi – Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kanan) mengikuti senam massal di Jalan Pulau Pinang Medan. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 28/10 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin mengatakan, senam sehat yang rutin digelar secara massal oleh Pemko setempat bersama berbagai institusi maupun organisasi pada setiap Minggu pagi merupakan wahana mempererat kebersamaan antarsesama warga.

“Jadi bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga untuk menjalin kebersamaan,” katanya usai mengikuti senam sehat bersama seribuan warga yang digelar Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) di Jalan Pulau Pinang Medan, Minggu (28/10).

Dalam kegiatan bertajuk ‘Senam sehat untuk Sumut Aman dan Kondusif’ tersebut, Walikota menyatakan yakin bahwa dengan meningkatnya rasa kebersamaan antarsesama warga akan semakin mempererat kerukunan yang selama ini sudah terjadi dengan baik.

Senam sehat yang turut diikuti peserta berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa dan kalangan masyarakat umum tersebut sangat positif dilaksanakan agar setiap insan dapat hidup sehat jasmani dan rohani, hidup penuh senyum ceria, bahagia, energik dan semangat serta hidup harmonis dengan alam.

“Insya Allah dengan kerukunan yang terbina dan terjalin dengan baik di Sumut, terkhusus Kota Medan, maka situasi Kamtibmas senantiasa aman dan kondusif,” ucap dia.

Dikatakan Eldin, Pemko Medan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga setempat akan terus memasyarakatkan senam massal untuk mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Senam massal harus rutin digelar supaya masyarakat kita selalu sehat. Kalau sehat, tentu akan terus bersemangat untuk menjalani dan meningkatkan kualitas hidup,” tambahnya.

Karena itu, Walikota menyatakan selalu mengapresiasi dan mendukung penuh siapa saja yang ingin menggelar kegiatan olahraga di Lapangan Merdeka pada setiap Minggu pagi.

Kegiatan olahraga itu akan digabung dengan berbagai kegiatan haru bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD)sebagai program rutin Pemko Medan.

Sementara itu, Ketua DPP RKLA Bunda Indah menjelaskan, kegiatan senam sehat digelar untuk mengajak masyarakat agar hidup sehat dengan berolahraga.

Melalui penyelenggaraan senam bersama, ia berharap kerukunan dan keharmonisan semakin terjalin dengan erat di Sumut, khususnya Kota Medan. (LMC-04)




Ribuan Orang Ikuti Aksi Bela Tauhid di Medan

Sejumlah pengunjukrasa membawa bendera dan mengenakan ikat kepala bertuliskan kalimat tauhid saat mengikuti aksi bela tauhid di Medan, Jumat (26/10). (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 26/10 (LintasMedan) – Ribuan massa turun ke jalan di Medan, Jumat, mengikuti aksi bela kalimat tauhid dalam rangka menyuarakan aspirasi terhadap pembakaran bendera berkalimat tauhid.

Massa mulai bergerak usai melaksanakan shalat Jumat di Masjid Raya Al Mashun Jalan Sisingamangaraja Medan dengan membawa atribut bendera warna hitam dan putih yang bertuliskan kalimat tauhid.

Masyarakat yang mengikuti aksi dari berbagai kalangan usia mulai remaja, laki-laki dan perempuan, ormas Islam, serta ada keluarga yang membawa anak-anak.

Dari depan Masjid Raya Al Mashun, massa dengan tertib melakukan long march menuju Mapolda Sumatera Utara (Sumut) dengan tuntutan pembubaran organisasi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama.

Massa dalam aksinya juga mendesak pihak Kepolisian agar melakukan proses hukum terhadap insiden pembakaran bendera bertulisan tauhid yang diduga dilakukan oknum anggota Banser saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat, belum lama ini.

“Kami ingin menyampaikan kepada semua umat Islam di negeri ini supaya menolak keberadaan Banser di tempat-tempat mereka tinggal,” kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Sumut, Heriansyah.

Menurut Heriansyah, bendera yang dibakar oleh Banser bukanlah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melainkan Ar Roya (panji Rasulullah), yakni berupa bendera berwarna hitam yang bertuliskan kalimat tauhid.

“Bendera itu milik kita, bahkan ketika ada HTI pun, bendera itu milik kita. Bendera itu bukan bendera HTI. HTI memakai bendera itu karena mereka merasa mereka muslim. Maka HTI memakai itu. Bukan karena bendera itu ada karena ada HTI. Ini harus diluruskan,” ucap dia. (LMC-03)