Gaya Hidup Tidak Sehat Yang Bisa Merusak Ginjal

Ilustrasi

Jakarta, 14/5 (LintasMedan) – Ginjal melakukan beberapa fungsi paling penting dalam tubuh, seperti menyaring darah, mendetoksifikasi tubuh, menetralkan asam, menghasilkan hormon, menyerap mineral, dan masih banyak lagi.

Karena itu, jika kita tidak merawatnya dengan baik, hal ini dapat mengembangkan masalah kesehatan yang serius. Kesehatan ginjal bahkan bisa rusak bertahun-tahun sebelum kita mulai mengalami gejalanya.

Untuk itu, kita perlu memastikan ginjal kita berfungsi dengan baik dan menurunkan risiko masalah yang terkait dengannya. Kebiasaan-kebiasaan berikut ini dapat memberikan banyak tekanan pada ginjal dan secara bertahap dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Apa saja?

Kurang minum

Kurang minum dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi kronis pada tubuh dapat menyebabkan penumpukan racun yang tidak mudah dihilangkan oleh ginjal.
Konsumsi obat penghilang rasa sakit
Sering mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal.

Konsumsi kafein berlebihan

Kafein meningkatkan tekanan darah dan asupannya yang berlebihan dapat menyebabkan banyak tekanan pada ginjal.

Konsumsi alkohol

Alkohol sebenarnya adalah racun. Sehingga, konsumsi berlebihan atau sering, dapat mengganggu kerja ginjal dan menyebabkan kerusakan.

Konsumsi garam berlebih

Garam merupakan mineral penting bagi tubuh, namun konsumsinya yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memberi banyak tekanan pada ginjal.

Konsumsi gula berlebih

Asupan gula berlebih membahayakan kesehatan ginjal dan mengurangi fungsinya

Terlalu banyak protein hewani

Konsumsi daging berlebih, terutama daging merah, akan memproses terlalu banyak protein ke dalam tubuh sehingga meningkatkan bebabn metabolisme pada ginjal dan menyebabkan disfungsi dan kerusakan ginjal.

Menahan buang air kecil

Ini akan memberi banyak tekanan pada ginjal, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit ginjal, batu ginjal, gagal ginjal dan inkontinensia.

Begadang

Begadang berarti Anda kurang tidur. Dan kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal. Karena selama tidur, tubuh mendapatkan waktu untuk memulihkan diri dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada ginjal.

(Sumber: Healthy Holistic Living/LMC-ist)




Gubernur Sumut Segera Data Dokter untuk Daerah Terpencil

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Rektor USU, Prof.DR. Runtung Sitepu,SH, MHum dan Direktur Utama RS USU Dr. dr. Syah Mirsya Warli, Sp. U (K) beserta segenap dokter dan jajaran staf RS USU saat berkunjung ke rumah sakit USU, Senin (6/5) (Foto:LintasMedan/ist).

Medan, 6/5 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan akan menempatkan para dokter bertugas ke daerah-daerah terpencil agar seluruh warga mendapat pelayanan kesehatan yang prima.

“Saya butuh dokter untuk di tempatkan di daerah-daerah terpencil agar Sumut bisa maju. Sebab omong kosong daerah ini bisa maju jika masih ada warga yang tidak mendapat pelayanan kesehatan yang prima,” katanya saat berkunjung ke Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU), di Jalan dr Mansyur Medan, Senin.

Sebagaimana diketahui, berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 (tentang Pembagian Urusan Pemerintahan), penempatan para dokter termasuk di wilayah terpencil merupakan wewenang gubernur. Gubernur berwenang melakukan distribusi tenaga kesehatan di provinsi yang dipimpinnya agar kecenderungan dokter-dokter yang hanya mau tinggal dan berpraktik di kota besar bisa dikurangi.

Pemerintah Provinsi Sumut, kata Edy akan menyiapkan dana untuk melakukan penyuluhan serta mendata mana daerah yang kurang dokter dan menugaskan sejumlah dokter ke daerah tersebut agar kesehatan warga merata.

“Jangan ada lagi warga Sumut yang pergi berobat ke luar negeri, terlepas apapun alasannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Edy meninjau satu demi satu ruangan di RS USU, termasuk menjenguk pasien Al Azmi dan Ramadhan Syahputra.

Azmi merupakan pasien dari daerah Medan Denai, yang sedang menderita sakit usus buntu dan baru selesai operasi, sedangkan Ramadhan dari Tanjung Balai yang sudah tiga bulan didiagnosa gizi buruk komplikasi tumor ganas di perut.

Pada kesempatan itu, Edy memberikan santunan sekaligus meminta dokter segera melakukan tindakan medis terhadap Ramadhan.

Dalam kunjungan ke RS USU tersebut, Edy Rahmayadi didampingi Rektor USU, Prof.DR. Runtung Sitepu,SH, MHum dan Direktur Utama RS USU Dr. dr. Syah Mirsya Warli, Sp. U (K) beserta segenap dokter dan jajaran staf RS USU.(LMC-02)




Tips Cara Makan yang Benar Saat Puasa

Ilustrasi – Salah satu menu buka puasa. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 2/5 (LintasMedan) – Berbagai penelitian menunjukkan, berpuasa memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh seperti menurunkan asupan kalori yang berdampak pada pengurangan berat badan, menurunkan kadar kolesterol dan gula darah.

Kendati begitu, konsumsi makanan yang berlebihan saat berbuka dan sahur bisa merusak manfaat ini.

Menurut Spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Ciptomangunkusumo Jakarta, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, konsumsi makanan saat sahur dan berbuka yang berlebihan akan membuat seseorang menjadi tidak produktif.

“Pada sebagian kecil dari orang berpuasa tidak mendapat manfaat dari puasa karena asupan makannya tetap saja saat berpuasa bahkan lebih besar dibandingkan saat tidak berpuasa,” katanya.

Ari mengatakan, konsumsi makanan saat sahur dan berbuka yang berlebihan akan membuat seseorang menjadi tidak produktif.

“Makan yang berlebihan akan membuat kadar gula darah akan naik mendadak dan ini akan merangsang insulin diproduksi berlebihan dan akan merangsang hormon lain sehingga seseorang manjadi mengantuk,” paparnya.

Lambung membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam untuk mencerna makanan yang kita konsumsi.

Oleh karena itu, makan secara berlebihan tidak akan berpengaruh untuk membuat perut kenyang.

Dia menambahkan, puasa sendiri sebenarnya memberikan kesempatan kita untuk mengurangi makan dan akan kita mengurangi asupan kalori.

“Jadi kalau kita menggeser makan kita pada sahur dan berbuka kita bisa tidak mendapatkan manfaat puasa yaitu mengendalikan makanan kita selama berpuasa,” tambah Ari.

Makanan pedas
Sementara itu, ahli gizi dari Healthtrendz Lovely Ranganath, menyarankan menghindari makanan pedas karena perut sensitif setelah berpuasa.

Menurut dia, memakan makanan pedas saat berbuka memicu gas dan perut mulas.

Goreng-gorengan pun perlu dihindari karena tidak mengandung kalori. Gorengan dipenuhi lemak yang tidak bisa diproses hati dan akan terseimpan sebagai jaringan lemak.

Gorengan, kata Ranganath, juga dapat berpengaruh pada bangun sahur karena mempengaruhi siklus tidur.

“Tubuh perlu usaha lebih banyak untuk memecah lemak. Kurang tidur juga jadi salah satu alasan berat badan bertambah karena mempengaruhi keseimbangan hormon,” kata Ranganath.

Kurang minum saat puasa menyebabkan dehidrasi dan mengakibatkan kembung setelah berbuka.

Berikut makanan sehat selama berpuasa yang disarankan Ranganath:

1. Buah segar
Makanan yang baik untuk mengisi elektrolit yang hilang setelah berjam-jam puasa. Setelah berpuasa, umumnya kadar gula rendah, buah-buahan segar menyediakan karbohidrat kompleks dan serat yang membantu menaikkan glukosa secara bertahap sekaligus memperbaiki pencernaan. Ia menyarankan untuk menambahkan bubuk kayu manis.

2. Kurma
Buah yang kaya vitamin A, B6, kalium, natrium, zat besi dan magnesium ini membantu menutrisi tubuh setelah berpuasa. Gula alami dalam kurma akan memberi energi untuk beribadah setelah berbuka. Tambahan, kurma juga dapat berfungsi sebagai pelancar konstipasi, yang umum terjadi saat Ramadhan karena perubahan pola makan.

3. Kacang-kacangan
Kacang mengandung lemak baik yang melepaskan gula yang didapat dari kurma secara lebih lambat sehingga merasa kenyang lebih lama.

4. Ikan, daging, ayam
Makanan di atas sebaiknya dimasukkan ke menu berbuka karena protein membantu rasa kenyang lebih lama. Salah satu masalah saat puasa adalah kehilangan massa otot. Konsumsi sapi, domba, ayam atau ikan yang dipanggang atau dimasak dengan berbagai cara membantu mengatasi masalah itu.

5. Roti
Sebaiknya hindari roti putih olahan karena membuat kadar gula naik-turun secara cepat sehingga mudah lapar.

6. Sayuran segar
Sayuran segar mengandung kalori yang rendah, tinggi serat sehingga dapat membantu memberi nutrisi untuk tubuh, pencernaan dan pola tidur.

7. Air
Seliter air lemon ditambah 1-12 liter air putih juga membantu menjaga kesehatan tubuh. Air yang diberi lemon baik untuk hati, mengandung vitamin C dan memberi asupan air untuk otot sehingga tidak mudah lemas dan lesu. Terlalu banyak minum teh akan membuat sering buang air kecil sehingga tubuh kehilangan lebih banyak mineral garam-garaman. Hindari minuman berkafein seperti soda, kopi atau teh mulai empat-lima hari sebelum puasa dan secara bertahap kurangi saat berpuasa. Kafein dapat menyebabkan sakit kepala. perubahan suasana hati dan menyebabkan lekas marah. (LMC-03/berbagai sumber)




Komitmen Sumut 2020 Bebas TB

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada acara Peluncuran Rencana Aksi Daerah Penanganan TB, sekaligus dalam rangka Peringatan Hari TB Sedunia 2019, Sabtu (13/4) di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 13/4 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berkomitmen 2020 provinsi ini bebas dari penyakit Tuberkulosis (TB). Untuk itu dia berharap tuberkulosis ditangani dengan serius, sehingga tak ada lagi warga yang terkena penyakit menular ini.

“Untuk penderita TB juga diharap disiplin minum obat. Kalau perintah dokter minum obatnya selama enam bulan, jangan dilepas. Karena kalau itu dilepas dia akan mulai lagi dari nol, bahkan jadi dua tahun,” kata Edy Rahmayadi didampingi istri (Ketua TP PKK Provinsi Sumut) Nawal Lubis
pada acara Peluncuran Rencana Aksi Daerah Penanganan TB, sekaligus dalam rangka Peringatan Hari TB Sedunia 2019, Sabtu (13/4) di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis.

Edy minta pihak medis serius dalam menangangi pasien TB. InsyaAllah tahun 2020 masalah TB tuntas,” ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Kebersihan merupakan hal yang mutlak. “Karena di tempat yang kotor itu merupakan sarangnya bakteri-bakteri TB,” ujar Edy.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Agustama mengatakan bahwa TB masih merupakan masalah di Indonesia, termasuk Sumut. “Bahkan Indonesia dikenal sebagai negara dengan kasus nomor tiga tertinggi di dunia, sedangkan Sumut nomor empat nasional,” katanya.

Disebutkannya, kasus TB di Sumut tahun 2018 sebesar 71.296 kasus, yang sudah ditemukan tahun 2018 sebesar 34.600 orang atau sebesar 48,96 persen. Sedangkan untuk angka keberhasilan pengobatan (SR) 91,1 persen.

Beban biaya yang ditanggung negara dan dampak sosial yang terkena penyakit ini juga tidak kecil. Untuk itu perlu perhatian khusus, serta butuh keterlibatan berbagai pihak dalam upaya penanggulangannya, terutama jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

“TB merupakan program nasional, oleh karenanya perlu kesiapan dari setiap daerah khususnya kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara, sehingga pelaksnaannya bisa berjalan dengan baik,” kata Agustama.(LMC-02)




Wagub Sumut: Peran Aktif Dokter Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Musa Rajekshah (Ijek). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 13/4 (LintaMedan) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah mengatakan peran aktif dokter kebidanan dan penyakit kandungan sangat dibutuhkan menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

Hal itu disampaikan Wagub Musa Rajekshah saat menghadiri Pelantikan Pengurus Persatuan Dokter Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Sumatera Utara (Sumut) periode 2018-2021, Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Sabtu (13/4).

AKI Indonesia, kata Wagub, mencapai 305/100.000 kelahiran hidup. Angka ini merupakan hasil survei penduduk antar sensus 2015. Sehingga pemerintah berupaya melakukan intervensi struktural dengan mencantumkan target penurunan AKI dan AKB dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019.

“Target pemerintah untuk terus menurunkan AKI/AKB, salah satunya dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor dengan berbagai bidang keahlian,” ujar Wagub.

Karena itu, lanjut Wagub, diperlukan kerja sama yang sinergis antara Puskesmas, Posyandu, Dokter Spesialis Anak serta Dokter Ahli Kebidanan dan Penyakit Kandungan. Semuanya diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung program pemerintah tersebut melalui pelayanan kesehatan yang profesional, aman, bermutu serta bermartabat.

“Untuk itu kami berharap agar organisasi POGI Sumut dapat berperan aktif meningkatkan profesionalisme dan mutu pelayanan. Misalnya dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan ilmiah untuk mengasah ilmu dan keterampilan dokter-dokter kebidanan dan penyakit kandungan,” kata Musa Rajekshah yang akrab disapa Bang Ijeck.

Selain peningkatan mutu dan mempertahankan standar pelayanan di rumah sakit maupun praktik pribadi, Wagub menekankan pentingnya pengawasan terhadap layanan dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan kepada masyarakat atau pasien. Hal ini agar praktiknya tetap berpedoman pada nilai-nilai luruh etika kedokteran.

“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara sangat mendukung pelantikan pengurus POGI Sumut ini dengan harapan dapat meningkatkan mutu dokter spesialis ini. Kepada pengurus lama saya ucapkan terima kasih atas dedikasinya selama ini,” sebut Ijeck.

Sementara Ketua Pimpinan Pusat POGI, dr. Ari Kusuma Januarto SPOG (K) menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Wagub Sumut Musa Rajekshah pada acara pelantikan tersebut. Hal itu disampaikannya usai melantik Ketua POGI Cabang Sumut periode 2018-2021 Prof dr. Delfi Lutan M.Sc SPOG (K).

Hadir juga di antaranya Ketua Dewan Pembina Pusat POGI dr. Nurdadi Saleh SPOG, Sekretaris Dewan Pembina Pusat dr H Tengku Mirza Iskandar SPOG (K), Mantan Ketua POGI Cabang Sumut Prof Budi Hadi Broto SPOG, Ketua IDI Sumut dr Edi Ardiansyah SPOG (K), Direktur Pelayanan Medik RSUPH Adam Malik dr Zainal Sapri SPPD, serta para pengurus POGI Sumut. Sementara Wagub didampingi Kadis Kesehatan Sumut Agustama.(LMC-02)




Sakit Mag Bukan Penyebab Kematian Mendadak

Ilustrasi

Jakarta, 13/4 (LintasMedan) – Rasa yang muncul hingga cukup menyiksa pada penderita sakit mag. Hal ini terkadang membuat penderita penyakit tersebut berpikir apakah dia bisa mati gara-gara penyakit ini.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi, Hendra Nurjadin menegaskan, sakit mag tidak menyebabkan kematian mendadak. Yang paling membahayakan saat sakit mag yakni asam lambung naik dan lambung menjadi luka/lecet.

“Separah-parahnya sakit mag itu kan asam lambung naik, lambung lecet, lama-lama menyebabkan luka. Luka lambung yang tidak ditangani akan menyerang pembuluh darah. Pembuluh darah akan berdarah,” tegasnya saat ditemui di Jakarta.

Pembuluh darah yang berdarah mengakibatkan penderita sakit mag muntah atau buang air besar (BAB) berdarah. Kondisi ini bahkan bisa menyebabkan pasien kehabisan darah lalu meninggal. Namun, seseorang meninggal karena kehabisan darah tak terjadi dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan waktu berjam-jam maupun berhari-hari.

“Kecuali kalau dia (penderita) kecelakaan, lalu pembuluh darah besar luka ya bisa langsung kehabisan darah. Tapi kalau berdarah di lambung tidak sampai membuat orang langsung kehabisan darah,” tambah Hendra.

Pembuluh darah di lambung tidak terlalu besar. Jika lambung berdarah, maka darah yang mengalir ke luar butuh waktu berjam-jam untuk sampai kehabisan darah. Muntah dan BAB berdarah akan tetap terjadi.

Sakit mag memang tidak menyebabkan kematian mendadak, tapi kematian bertahap bisa terjadi. Hal ini terjadi bila kondisi pasien tidak segera mendapat perawatan.

“Lambung kita berdarah saja sudah muntah darah hebat. Pasokan darah kita, misalnya, 6 liter. Kalau di lambung, darahnya sebanyak 1 liter. Berdarah setengah liter di lambung itu sudah muntah darah,” ujar Hendra yang berpraktik di RSPI – Puri Indah.

Ketika muntah darah, pasti seseorang pergi ke dokter. Yang membahayakan, luka yang ada bukan pada pembuluh darah lambung, melainkan darah sudah bocor dan merembes ke organ tubuh lain.

Darah keluar dari rongga lambung menuju hati dan pankreas. Rasa sakitnya luar biasa.

“Jadi, orang sakit mag separah apa pun enggak akan mati mendadak. Mati bertahap bisa. Tergantung dia langsung ke dokter atau enggak,” lanjut Hendra.

Hendra menambahkan, orang takut meninggal karena sakit mag sangat banyak. Ia sering menghadapi pasien sakit mag yang takut meninggal.

“Ini membuat orang takut sakit mag. Pasien saya datang masih muda, belum menikah atau ada yang sudah menikah dan punya anak masih kecil. Terus dia kepikiran, ‘Kalau tiba-tiba saya mati mendadak, bagaimana?’ ungkap Hendra.

Sakit mag pun menjadi beban pikiran. Hendra justru mempertanyakan, kenapa mesti takut sakit mag. Keluhan sakit mag memang ada dengan asam lambung naik, tapi tidak akan hebat. Sakit mag pun harus diobati, bukan menjadi beban pikiran.(LMC-int)




Manfaat Teh Rambut Jagung dan Cara Membuatnya

Jakarta, 31/3 (LintasMedan)  – Rambut jagung adalah untaian halus yang ditemukan di mulut jagung. Ini biasanya diabaikan atau dibuang dengan kulit jagung. Tapi tahukan Anda bahwa itu bisa diseduh menjadi teh?

Kebiasaan minum teh rambut jagung telah dimulai sejak zaman kuno, dan pertama kali digunakan oleh suku Maya dan Aztec.

Penelitian modern telah menemukan bahwa rambut jagung ini,  mengandung sejumlah nutrisi yang bermanfaat, seperti potasium, vitamin C, vitamin K dan bahan aktif lainnya.

Berikut manfaat minum teh rambut jagung:

1. Mengatasi diabetes
Studi telah menemukan bahwa teh ini mampu meningkatkan kadar insuli, yang dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

2. Mengatasi peradangan
Teh ini diyakini dapat mengurangi peradangan di tubuh, seperti sendi dan ekstremitas, sehingga menjadikannya obat yang sangat manjur untuk mengatasi asam urat dan arthritis.

3. Mengeluarkan racun

Teh ini dapat membantu mengeluarkan racun berlebih dari tubuh dan membersihkan ginjal.

4. Baik untuk pencernaan
Beberapa senyawa yang ditemukan dalam teh rambut jagung dapat merangsang pelepasan enzim pencernaan dan empedu, sehingga membuat proses pencernaan lebih efisien dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
5. Mengobati infeksi saluran kemih. Rambut jagungbekerja sebagai agen anti-inflamasi untuk infeksi saluran kemih.

6.Menurunkan tekanan darah tinggim

7.Membantu menyembuhkan penyakit dan kondisi peradangan, serta mmembant melawan kolesterol

Cara membuat teh rambut jagung
Menyiapkan teh ini cukup sederhana, dan hanya membutuhkan segenggam rambut jagung kering.

Langkah-langkahnya:

Masukkan 2 cangkir air dan 2 sendok makan rambut jagung kering dalam panci.

Didihkan campuran hingga mendidih dan kemudian kecilkan api kompor

Biarkan itu tetap mendidih selama 10 menit.

Setelah itu matikan api, dan biarkan teh mendingin selama 30 menit

Saring teh dan minum selagi hangat .(LMC)




Waspadai Suntik Filler Bisa Sebabkan Kebutaan

Dr Nita Andrini, MKed (DV),Sp.DV, saat memberi pemaparan dalam konfrensi pers peremajaan kulit dan inovatif baru-baru ini di Medan, (foto:lintasmedan/irma)

Medan, 25/2 (LintasMedan) – Perawatan peremajaan kulit modern berkembang sangat pesat di antaranya dengan melakukan penyuntikan treatment filler.

Suntik filler merupakan salah satu prosedur medis yang sedang trend. Filler bekerja mengisi daerah bermasalah dengan menyuntikkan suatu zat di bawah permukaan kulit.

Treatment ini bermanfaat untuk mengisi volume dan membantu merangsang pertumbuhan kolagen, sehingga membuat wajah lebih berisi dan terasa kencang.

Namun, menurut dr Nita Andrini, MKed (DV),Sp.DV, perlu diwaspadai agar tidak sembarangan memilih tempat melakukan suntik filler.

“Harus dalam pengawasan dokter yang berpengalaman, karena bisa berakibat pendarahan hingga kebutaan,” ujarnya kepada pers, baru-baru ini di Medan, dalam acara bertajuk “Peremajaan Kulit Modern dan Inovatif” yang digelar Bamed Skin Care.

Penyuntikan harus dilakukan oleh ahlinya dan tentu saja harus dalam pengawasan medis, sebab sangat banyak syaraf-syaraf di areal wajah tersebut.

Selain itu suntik filler yang seharusnya dilakukan untuk memperbaiki penampilan seseorang, justru bisa juga membuat wajah orang tersebut menjadi aneh. “Misalnya dagunya terlalu runcing dengan pipi yang terlalu tirus sehingga malah terlihat seperti kartun,” katanya.

Sebenarnya, sebut Nita, jarang ditemukan reaksi alergi pada penggunaan filler jika benar-benar dilakukan sesuai prosedur.

Reaksi umum hanya terjadi sedikit memar pada bagian yang disuntikkan dan akan kembali normal hanya dengan pengompresan menggunakan air es.

Hasil suntikan filler bisa bertahan antara 6 sampai 18 bulan dan lama prosedur suntik filler akan berlangsung selama kurang lebih 60 menit.

Sedangkan biaya untuk suntikan ini menurutnya bisa mencapai Rp6 juta hingga Rp7 juta, sebab obat suntikan yang diberikan merupakan produk impor. “Produknya memang masih produk luar, sedangkan jasa dokternya terbilang kecil,” tutur Nita yang merupakan salah seorang tenaga medis klinik kecantikan dan kesehatan kulit di Bamed Skin Care.

Klinik ini berpraktek di Jalan Iskandar Muda No 20 Medan, setelah sebelumnya memiliki lima pusat pelayanan di Jakarta.(LMC-02)




Ingin Kulit Sehat dan Cantik? , Bamed Skin Care Hadir di Medan

Tim dokter spesialis dari Bamed skin care saat acara konfrensi pers di Medan, Kamis(14/2).(foto:LintasMedan.Com/irma)

Medan, 14/2 (LintasMedan) – Bamed Skin Care hadir di Medan untuk membantu Anda memiliki kulit yang sehat dengan perawatan yang terukur dan aman.

Perawatan dan peremajaan kulit modern dan inovatif ini dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin yang profesional dan berpengalaman.

Dr Adhimukti T Sampurna SpKK, FINSDV, selaku Chief Meducal and Ancillary Service Officer Bamed Healthcare dalam acara press conference di Medan, Kamis (14/2) mengatakan, bahwa Bamed Skincare mengedepankan layanan medis yang mutakhir didukung oleh kecermatan pemeriksaan keseluruhan tenaga ahli dengan keahlian yang tinggi.

“Konsultasi awal dilakukan oleh tenaga medis, bukan oleh beatician yang bertujuan untuk mendapatkan diagnosa lanjutan yang valid oleh para dokter spesialis kulit dan kelamin,” kata dokter spesialis kanker kulit ini.

Menurutnya, selama delapan tahun melayani, Bamed skin care yang saat ini telah memiliki berbagai cabang di Jakarta, serta berpusat di Meruya, kini hadir di Medan yang beralamat di Jalan Sultan Iskandar No 22 EE.

Bamed skin care diisi oleh tim dokter spesialis yakni dr, Riri Arisanty Safrin Lubis, Mked (DV), Sp.DV, dr Nita Andrini, MKed (DV), Sp, DV, dr Juliyanti Tarigan, Mked (DV), Sp.DV, serta dr Remenda Siregar, Sp.KK.

Klinik ini melayani berbagai jenis perawatan di antaranya, IPL, chemical peeling, dermastamp, eksisi (bedah minor), ekstrasi komedo, fractional co2 laser, injeksi botox, injeksi filler, injeksi glutax, injeksi vutamin C, suntik jerawat, microdermabrasi athena, radio frequency, oxygeneo.

Selain itu memiliki berbagai layanan unggulan meliputi spesialis kulit dan kelamin, dokter gigi, dokter umum, spesialis kebidanan dan kandungan, serta spesialis anak.

Klinik ini juga didukung oleh fasilitas penunjang berupa apotek modern (Bamed Pharmacy) dan laboratorium.

“Kami telah melayani banyak masalah kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan yang bermutu, ramah, nyaman dengan biaya yang rasional,” tutur Adhimukti.

Dr. Riri Arisanty Safrin Lubis, MKed (DV), Sp.DV dalam kesempatan yang sama mengemukakan, beberapa keluhan yang muncul akibat adanya gangguan pada kesehatan kulit wajah, di antaranya jerawat, komedo, flek hutam, kulit kusam, kulit kering dan kerutan.

Paparan sinar ultra violet, pertambahan usia, polusi udara serta gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol serta asupan gizi yang kurang seimbang merupakan faktor penyebab munculnya gangguan pada kulit terutama kulit wajah.

“Ada dua proses utama penuaan kulit yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Penuaan intrinsik disebabkan oleh faktor keturunan (gebetika) dan dihasilkan dari perjalanan waktu. Ini tidak dapat dihindari, namun penuaan ekstrinsik disebabkan oleh faktor eksternal seperti gaya hidup yang tidak sehat tadi,” paparnya.

Sedangkan manfaat utama dari perawatan peremajaan kulit yakni mengembalikan keadaan kulit menjadi lebih sehat, yaitu warna kulit yang lebih merata serta meningkatkan kembali kelembaban dan elastisitasnya.

“Penggunaan krim pagi dan malam akan terlihat efektif apabila dikerjakan berbarengan dengan perawatan kulit yang rutin setiap bulan di klinik mengikuti regenerasi kulit normal 28 hingga 10 hari,” ujarnya.(LMC-02)

 

 

 

 

 




Gejala Diabetes yang Sering Terabaikan

Ilustrasi

Jakarta, 25/1 (LintasMedan) – Diabetes sering disebut sebagai silent killer, karena banyak orang yang mengidap penyakit ini namun tidak menyadari hingga komplikasi yang parah mulai terjadi. Di mana diabetes bisa menyebabkan kebutaan, obesitas, gagal ginjal, dan gangguan lainnya.

Akan tetapi dalam beberapa kasus, ada beberapa gejala diabetes yang mudah dikenali namun sayangnya banyak orang sering mengabaikannya begitu saja. Berikut enam gejala diabetes yang perlu Anda ketahui, apa saja?

Gusi memerah dan bengkak. Diabetes bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan bahkan kemampuan Anda untuk melawan infeksi sehingga meningkatkan risiko infeksi pada gusi serta rahang gigi. Di mana gusi akan bengkak atau mungkin mengalami luka.

Gusi memerah dan bengkak
Diabetes bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan bahkan kemampuan Anda untuk melawan infeksi sehingga meningkatkan risiko infeksi pada gusi serta rahang gigi. Dimana gusi akan bengkak atau mungkin mengalami luka. 6 Gejala

Lambatnya penyembuhan luka
Gula darah tinggi juga bisa mempengaruhi aliran darah dan menyebabkan kerusakan saraf dibagian tertentu, sehingga mengganggu proses penyembuhan tubuh Anda.

Perubahan kulit
Kadar insulin tinggi pasalnya mendorong pigmen yang menimbulkan bercak hitam pada kulit. Apabila ada perubahan yang terasa pada kulit seperti bersisik, gelap hingga muncul keriput, kemungkinan besar menjadi tanda awal Anda mempunyai diabetes.

Gangguan pendengaran
Meningkatnya kadar glukosa darah mampu mempengaruhi saraf, termasuk saraf pendengaran yang bisa mempengaruhi pendengaran Anda. Nah bila gejala ini muncul segera periksakan diri supaya penyakit diabetes mudah tertangani dengan cepat.

Kesemutan dan mati rasa
Selain gangguan pada pendengaran, diabetes juga bisa mempengaruhi dan merusak saraf yang mengakibatkan kesemutan atau mati rasa dan sensasi nyeri menyerang kaki juga tangan.

Mudah emosi
Saat gula meningkat, perasaan seseorang akan jauh lebih tidak enak bahkan bisa lebih mudah marah. Dimana fakta lain menyebutkan, tingginya kadar gula darah memiliki gejala yang sama dengan depresi. Sehingga Anda akan lelah dan tidak mau melakukan apapun.

Nah itulah mengenai Gejala Penyakit Diabetes yang Sering Diabaikan. Apabila Anda mengalami salah satu gejala diatas, akan lebih baik untuk melakukan pengobatan yang tepat.(LMC/net)