Bandara Silangit Dukung Pengembangan Pariwisata Danau Toba

Medan, 28/12 (LintasMedan) – Bandara internasional Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara terus berbenah meningkatkan fasilitas dan memperpanjang landasan hingga 2.650 meter, guna mendukung proyeksi Silangit menjadi hub pariwisata.

Selama ini Bandara Silangit adalah bandara perintis dengan landasan pacu hanya 1.800 meter dan sekarang sudah diperpanjang menjadi 2.650 meter sehingga bisa didarati pesawat jet Boeing jenis 737.

Upaya meningkatkan aktivitas di bandara terbesar kedua di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) setelah Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang tersebut diyakini sangat berpengaruh positif terhadap perkembangan wisata di kawasan Danau Toba.

Terlebih sejak dibukanya penerbangan internasional dari Bandara Silangit ke beberapa negara ASEAN dan sebaliknya, guna menjadikan Danau Toba menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan mancanegara (wisman).

Untuk memanfaatkan peluang tersebut bagi industri pariwisata Danau Toba, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan atau stakeholders tentunya perlu mendukung pembangunan hub pariwisata di Silangit.

Dukungan tersebut, antara lain ketersediaan hotel-hotel, restoran, cafe, destinasi wisata halal, anjungan tunai mandiri (ATM), toilet, usaha penyewaan kendaraan, dan kulturnya yang dapat menjadi daya tarik khusus.

Bupati Samosir, Rapidin Simbolon mengakui pembukaan rute penerbangan internasional secara reguler dari Bandara Silangit ke beberapa kota di kawasan ASEAN seperti Kuala Lumpur, Malaysia dan sebaliknya, turut berdampak positif bagi pengembangan pariwisata Samosir yang sebagian wilayahnya mencakup Danau Toba.

“Sejak Bandara Silangit berstatus bandara internasional, banyak wisatawan mancanegara datang ke kawasan wisata di Samosir, antara lain ke Pusuk Buhit dan Tuktuk Siadong,” paparnya kepada pers di Pangururan, ibu kota Kabupaten Samosir.

Para wisman datang ke Samosir dengan menggunakan penerbangan Silangit-Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka bukan hanya warga Malaysia, tetapi ada pula yang berasal dari Australia.

“Banyak juga wisman asal Malaysia yang ingin melihat Geopark Kaldera Toba Pusuk Buhit,” kata Bupati Samosir.

Pihaknya berharap Bandara Silangit bisa menjadi gerbang bagi wisatawan lokal dan wisman untuk berkunjung dan melestarikan budaya adat Batak dan Danau Toba.

Bandara Internasional Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara. (Foto: LintasMedan/dok)

Keindahan panorama Danau Toba dan aura budaya Batak kerap membuat decak kagum para wisatawan yang berlibur ke Samosir.

“Danau Toba adalah kombinasi liburan yang sempurna. Nature-nya bagus, culture-nya juga sangat beragam. Tinggal sedikit dipoles, ditata kembali dan direvitalisasi dengan standar global supaya bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia,” ucap Viin, wisman asal Malaysia.

Fasilitas Bandara
Bandara Silangit telah pula mengimplementasikan fitur “smart airport” dengan teknologi digital, antara lain, berupa Wi-Fi gratis, display jadwal bus dan penerbangan, e-payment, mesin tiket bus, e-kiosk informasi turis, self check-in, dan berbagai fitur digital.

Berbagai fasilitas digital tersebut sudah dapat dipergunakan sejak 28 Oktober 2017 atau bersamaan dengan penerbangan rute Singapura-Silangit PP, yang merupakan rute luar negeri perdana di Bandara Internasional Silangit yang dilayani oleh Garuda Indonesia.

Selain itu, di salah satu sisi gedung terminal Bandara Silangit telah dioperasikan pusat informasi pariwisata yang diberi nama “corner Samosir”.

Di pusat informasi itu tersedia beragam informasi seputar lokasi wisata di Kabupaten Samosir.

Mereka yang singgah di Corner Samosir umumnya untuk mencari informasi dan mengambil peta objek wisata di Kabupaten Samosir.

“Ayo ke Danau Toba. Ayo ke Samosir,” ucap Rapidin Simbolon seraya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah membangun Kawasan Danau Toba dan Bandara Silangit.

Masih terkait dengan pengembangan wisata, Pememerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir terus melakukan pembenahan infrastruktur di wilayahnya.

Hal itu dilakukan agar keberadaan Bandara Silangit sebagai salah satu bandara yang melayani rute internasional bisa berperan semakin maksimal.

Proyek infrastruktur Bandara Silangit mencakup pembangunan lanjutan infrastruktur, antara lain jalan utama dari Ronggur Nihuta dimulai dari Sidihoni menuju Pangururan.

Selain itu, proyek peningkatan ruas jalan raya Tomok-Lontung dengan hotmix serta sejumlah jalur lain di sekitarnya.

Kota Bandara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) didampingi Bupati Taput Nikson Nababan (kedua kiri), Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor (kanan) dan Bupati Toba Samosir Darwin Siagian (kiri), meninjau proyek pengembangan terminal Bandara Internasional Silangit, beberapa waktu lalu. (Foto: LintasMedan/dok)

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menyatakan akan segera membangun kawasan Aerocity atau Kota Bandara, sebagai upaya meningkatkan jumlah wisatawan yang hendak mengunjungi destinasi wisata Danau Toba melalui Bandara Internasional Silangit.

“Segera, sebuah Kota Bandara akan dibangun di Silangit untuk menstimulasi animo kunjungan wisatawan,” kata Bupati Taput, Nikson Nababan.

Direncanakan, konsep Aerocity dibangun dengan zonasi wilayah. Meliputi ketersediaan fasilitas perkantoran, perindustrian, dan ruang terbuka hijau.

Kota Bandara yang ingin diwujudkan akan mendukung modernisasi sebuah kota di sekitar bandara yang merujuk pada kota sejenis yang ada di sekitar Kota New Delhi, India.

Penerapan konsep Aerocity Silangit, ke depan, diyakini akan memberikan dampak positif pada peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar lokasi. Selain tentu sebagai penopang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Kawasan Aerocity akan dibangun di areal hamparan Silangit yang menjadi lahan milik Pemkab Taput seluas 158 hektare. Sebanyak 142 hektar diberikan kepada pihak pengelola Bandara Silangit, yakni Angkasa Pura II untuk kebutuhan perluasan pembangunan bandara menjadi bandara Internasional.

“Harapan kita, keberadaan Aerocity akan menciptakan peningkatan animo kunjungan, sehingga maskapai penerbangan akan berlomba-lomba untuk membuka rute terbang domestik maupun mancanegara menuju Silangit,” paparnya.

Menurut Nikson, upaya yang akan ditempuh Pemkab Taput itu juga menyikapi masih rendahnya aktivitas kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya wisatawan Malaysia yang menggunakan dua rute penerbangan internasional menuju Silangit.

Jadwal Penerbangan
Aktivitas Bandara Silangit memang semakin intens. Ada beberapa maskapai yang melayani rute ke Bandara Silangit dan sebaliknya, baik domestik maupun iternasional.

Maskapai penerbangan yang melayani rute reguler di Silangit, antara lain Batik Air tujuan Bandara Soekarno-Hatta yang berangkat setiap hari pukul 09.00 WIB.

Sedangkan, rute Bandara Soekarno-Hatta tujuan Silangit berangkat setiap hari pukul 11.50 WIB.

Maskapai penerbangan lainnya, yakni Citylink melayani rute Soekarno-Hatta ke Silangit berangkat pukul 06.20 WIB setiap hari.

Dari Bandara Silangit ke Soekarno-Hatta berangkat pukul 08.55 WIB setiap hari.

Pesawat Citilink mendarat di Bandara Internsional Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara. (Foto: LintasMedan/dok)

Citilink rute Halim Perdana Kusuma ke Silangit berangkat pukul 10.40 WIB setiap hari dan Silangit-Halim Perdana Kesuma berangkat pukul 13.20 WIB setiap hari.

Garuda Indonesia rute Soekarno-Hatta tujuan Silangit berangkat pukul 07.35 WIB pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Pesawat Garuda Indonesia rute Silangit tujuan Soekarno-Hatta berangkat pukul 10.50 WIB pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Sriwijaya Air rute Soekarno-Hatta ke Silangit berangkat pukul 07.30 WIB dan 12.05 WIB setiap hari. Sedangkan, Bandara Silangit tujuan Soekarno-Hatta berangkat pukul 10.10 WIB dan 14.15 WIB setiap hari.

Susi Air rute Bandara Kualanamu-Silangit berangkat pukul 08.50 WIB setiap Rabu dan Silangit-Kualanamu berangkat pukul 14.15 WIB setiap Rabu.

Susi Air juga melayani rute Gunung Sitoli-Silangit berangkat pukul 12.50 WIB setiap Rabu. Dari Silangit ke Gunung Sitoli berangkat pukul 10.15 WIB setiap Rabu.

Wings Air rute Kualanamu-Silangit berangkat pukul 07.50 WIB setiap hari. Dari Silangit ke Kualanamu berangkat pukul 09.05 WIB setiap hari.

Malindo Air melayani rute Bandara Subang (Malaysia) tujuan Silangit berangkat pukul 12.45 WIB pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Dari Silangit ke Subang berangkat pukul 14.50 pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. (Selama kurun waktu 21 Oktober hingga 31 Desember 2018, penerbangan ditunda).

Air Asia rute Kuala Lumpur ke Silangit berangkat pukul 09.30 WIB pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Dari Silangit ke Kuala Lumpur berangkat pukul 11.30 WIB pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Penerbangan Ekstra
Mengantisipasi lonjakan penumpang pada saat musim liburan akhir tahun 2018, beberapa maskapai menambah jadwal atau penerbangan ekstra.

Perusahaan penerbangan yang melakukan extra flight itu, antara lain Batik Air dari Soekarno-Hatta ke Silangit berengkat pukul 11.20 WIB setiap hari.

Mulai 17 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019, Batik Air melayani rute Silangit tujuan Soekarno Hatta berangkat pukul 14.10 WIB setiap hari, khusus untuk tanggal 17 Desember 2018 hingga 7 Januari 2019.

Sementara, maskapai penerbangan Citilink melayani rute Halim Perdana Kesuma-Silangit pukul 05.50 WIB setiap hari mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

Dari Silangit ke Halim Perdana Kesuma, Citilink berangkat pukul 08.40 WIB setiap hari mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

Sriwijaya Air dari Soekarno-Hatta tujuan Silangit berangkat pukul 10.20 WIB setiap hari, mulai 13 Desember 2018 hingga 14 Januari 2019.
Dari Silangit tujuan Soekarno-Hatta berangkat pukul 13.00 WIB setiap hari, mulai 13 Desember 2018 hingga 14 Januari 2019.

Garuda Indonesia dari Soekarno Hatta tujuan Silangit berangkat pukul 10.50 WIB pada Selasa, Kamis, dan Sabtu, mulai 15 Desember 2018 hingga 10 Januari 2019.

Dari Silangit ke Soekarno-Hatta berangkat pukul 14.00 WIB pada Selasa, Kamis, dan Sabtu, mulai 15 Desember 2018 hingga 10 Januari 2019.

Dukungan Disbudpar Sumut

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Hidayati. (Foto: LintasMedan/dok)

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumut terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan dan membangkitkan kembali kunjungan para wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang dan menikmati keindahan Danau Toba.

“Kita mengapresiasi usaha yang dilakukan para pemangku kepentingan atau stakeholders dan Pemkab di kawasan Danau Toba untuk memajukan sektor pariwisata di wilayah tersebut,” kata Kepala Disbudpar Sumut, Hidayati.

Ia membenarkan, langkah strategis dan berbagai kebijakan pariwisata yang dilakukan pemerintah pusat maupun pemkab-pemkab se kawasan Danau Toba dewasa ini, khususnya terkait dengan penerbangan dari dan ke Bandara Silangit merupakan sebuah langkah maju dan diyakini turut mendorong pertumbuhan kunjungan wisman ke Danau Toba.

“Semua kita padukan menjadi sebuah sinergitas untuk memajukan pariwisata di Sumatera Utara. Mulai dari keberadaan Bandara Silangit, infrastruktur jalan, penginapan, akomodasi dan lainnya, harus saling mendukung. Dengan demikian, apa yang kita harapkan ke depan, khususnya untuk kunjungan turis, akan bisa kita capai,” ujar Hidayati.

Dia juga berharap, agar pelaku pariwisata serta industri pariwisata selalu meningkatkan pelayanannya, serta memberikan fasilitas yang aman dan nyaman.

Salah satunya adalah pengelola usaha jasa transportasi dan pelaku usaha perhotelan yang diharapkan ikut berperan menerapkan program sadar wisata.

“Mari kita sama-sama meningkatkan sadar wisata. Jika itu sudah dimiliki tentu kita akan menjaga alamnya, sarana dan prasarana, serta kondisi dan prilaku terhadap kepada semua wisatawan yang berkunjung,” tuturnya.  (adv)




Sumatera Utara Lahan Investasi Menggiurkan

Potensi sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang luar biasa, sejatinya menjadikan Sumatera Utara (Sumut) sebagai kawasan paling menarik untuk dijadikan tempat berinvestasi.

Namun, hal itu belumlah cukup, jika tidak dibarengi dengan kebijakan yang tepat dari para pemangku kepentingan di daerah ini.

Visi dan Misi Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah dengan jargon ‘Sumut Bermartabat’ diyakini menjadi agenda yang baik untuk menciptakan daya tarik Sumut di mata investor.

Meski baru ‘seumur jagung’ kepemimpinan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, sudah menunjukan tekad menjadikan Sumut sebagai destinasi paling menggiurkan bagi para investor.

Keseriusan dan kesungguhan Gubernur dan Wagub menjadikan Sumut sebagai kawasan layak bagi investor, setidaknya tergambar dalam Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2019 yang disampaikan ke DPRD Sumut.

Dari pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp15,2 triliun, dengan usulan belanja daerah sebesar Rp15,4 triliun lebih, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut memfokuskannya untuk pencapaian visi misi Sumut Bermartabat, yakni lima poin penting seperti ketenagakerjaan, pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan peningkatan daya saing dari sektor agraris dan pariwisata.

Untuk ketenagakerjaan misalnya, program peningkatan kesempatan kerja dan berusaha melalui penyediaan lapangan pekerjaan sebesar Rp82,7 miliar atau 1,68 persen. Kemudian peningkatan dan pemenuhan akses pendidikan Rp1,3 triliun lebih atau 27,91 persen, dan pembangunan infrastruktur yang baik Rp1,4 triliun lebih atau 28,64 persen, adalah yang paling signifikan.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menghadiri sekaligus membuka Ya’ahowu Nias Festival 2018 yang diselenggarakan di Lapangan Orurusa, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (17/11/2018).(Foto:LintasMedan/ist)

Sementara poin peningkatan layanan kesehatan berkualitas sebesar Rp379 miliar lebih atau 7,73 persen. Serta peningkatan daya saing melalui sektor agraris dan pariwisata Rp 365 miliar lebih atau 7,43 persen, menjadi program yang terus mendapatkan tempat.

Melalui program pendidikan diharapkan akan lahir sumber daya manusia yang cerdas, memiliki keterampilan dan berdaya saing.

Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, arus barang lebih efisien dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Begitu juga dengan program ketenagakerjaan, kesehatan dan peningkatan daya saing dari sektor agraris dan pariwisata, seluruhnya diharapkan dapat mempermudah dan mendorong investor untuk berinvestasi di daerah ini.

Sumut Jendela Dunia

Program yang diluncurkan baru-baru ini, juga menjadi bukti kebulatan tekad menjadikan Sumut sebagai kawasan yang pantas untuk diperhitungkan. Pemprov Sumut segera melakukan proses pemetaan potensi daerah lewat program yang disebut ‘Sumut Jendela Dunia’.

Yakni portal website berisi informasi audiovisual tentang data-data Sumber Daya Alam (SDA), wisata, pemerintahan, kemasyarakatan dan lainnya di Sumut. Portal ini akan terintegrasi dengan Sumut Smart Province.

Selain potensi SDA, program ‘Sumut Jendela Dunia’ juga berisi tentang prestasi-prestasi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Sumut.
Dicontohkannya, salah satunya berupa database atlet-atlet Sumut. Selain itu, bisa pula menampilkan hasil-hasil penelitian Balitbang dan Dewan Riset Daerah.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah dan General Manager PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Layanan Satu Pintu di Balai Agung Astakona Kantor PLN Wilayah Sumut, Jalan Yos Sudarso Nomor 284 Medan, Senin (1/10/2018).(Foto:LintasMedan/ist)

Data-data ini akan menjadi etalase paling penting bagi Sumatera Utara, dimana para investor akan memiliki data awal tentang Sumatera Utara yang lengkap dari program ini.

Dengan daya dukung teknologi, investor yang ada di belahan bumi terjauh pun akan mampu mendapatkan informasi positif dan akurat lebih dini tentang Sumatera Utara, sebelum mereka menentukan pilihan.

Dalam program ini nantinya memuat kategori atau klasifikasi tentang potensi satu daerah di Sumatera Utara. Kunci yang paling penting dari program ini adalah validnya informasi dari data yang tersedia.

Jika keberpihakan anggaran dan program yang akan digulirkan fokus menjadikan Sumut benar-benar diperhitungkan, maka pertanyaan selanjutnya, Sumatera Utara punya apa?

Maka, jawabanya sangatlah mudah. Sumut selama ini sudah memiliki apa yang diinginkan investor, yang tidak ada dari Sumut adalah kesungguhan untuk menjadikan apa yang dimiliki benar-benar bermanfaat dan berguna bagi masyarakat Sumut.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah menerima kunjungan pengusaha Korea di ruang kerjanya Lantai 9 Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin (1/10/2018). Kenjungan ini dilaksanakan untuk membahas investasi usaha di Sumatera Utara. (Foto:LintasMedan/ist)

Paling menggiurkan dari Sumut adalah soal potensi sumber daya alamnya yang melimpah. Wagub Musa Rajekshah pada beberapa kesempatan selalu mengajak para pengusaha dalam maupun luar negeri berinvestasi di Sumut, untuk pemenuhan kebutuhan energi untuk sektor industri, komersil maupun masyarakat.

Berbicara di Asian Energy Forum baru-baru ini, Musa Rajekshah membeberkan keunggulan Sumut dan menyiratkan pesan penting bahwa para investor akan menyesal jika tidak memanfaatkannya. Saat ini, Sumut memiliki potensi energi terbarukan meliputi tenaga air, panas bumi, biomasa, biogas dan tenaga surya.

Maka potensi energi terbarukan ini sangat mungkin dikembangkan lebih lanjut menjadi energi listrik sebagai upaya mendukung sistem kelistrikan di Sumut. Untuk tenaga air, Provinsi Sumut memiliki potensi sebesar 3.000 MW, sedangkan untuk panas bumi, Sumut memiliki potensi sebesar 2.000 MW.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah dan Seketaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekda Provsu) R. Sabrina menghadiri kegiatan pertemuan dengan investor Jepang yang tergabung dalam Asean Nagoya Club di Hotel Mandarin Jakarta, Minggu (21/10/2018). Dalam pertemuan ini dibahas rencana kerjasama di bidang Kesehatan, Pertanian dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. (Foto:LintasMedan/ist)

Sumut saat ini telah memanfaatkan tenaga panas bumi untuk pembangkit listrik yang berada di PLTP Sibayak dan PLTP Sarulla, dan ini menjadi nilai lebih dari Sumut dimana kawasan ini memiliki ketersediaan enegeri listrik yang melimpah. Untuk potensi panas bumi yang akan dikembangkan berada di kawasan Pusuk Buhit Simbolong Samosir, kawasan Sorik Marapi, Mandailing Natal dan kawasan Ria-Ria Tapanuli Utara juga menjadi salah satu potensi energi menggiurkan di Sumut.

Tidak kalah penting, dari potensi Sumatera Utara yang ada adalah Kelapa Sawit. Sumut yang tersohor akan perkebunan kelapa sawitnya, baik yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta dan masyarakat.

Perkebunan kelapa sawit membentang di wilayah Timur dan pesisir barat Sumut, luas perkebunan kelapa sawit BUMN tercatat sekitar 300.000 hektar dan perkebunan sawit rakyat sekitar 400.000 hektar (data Dinas Perkebunan Provinsi Sumut). Produksi kelapa sawit menghasilkan limbah dengan komposisi 23 persen tandan kosong, 6,5 persen, cangkang dan 13 persen fiber sawit. Limbah-limbah tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik biomassa.

Potensi listrik yang dihasilkan dari limbah kelapa sawit Sumut diperkirakan sekitar 1,050 MW. Dan pada saat ini pemanfaatan biomassa menjadi energi listrik masih sekitar 100 MW. Sedangkan diantara pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB) PT Growth Sumut sebesar 30 MW, PLTB Growth Asia sebesar 30 MW dan PLTB Harkat Sejahtera 15 MW.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah.(Foto:LintasMedan/ist)

Sumut Miliki Keindahan Alam yang Luar Biasa

Banyak destinasi wisata di daerah ini yang keindahannya patut disejajarkan dengan destinasi wisata kelas dunia. Di sini ada Danau Toba, Pulau Samosir, Pantai Nias, Taman Nasional Gunung Leuser, Salju Panas Dolok Tinggi Raja, Gunung Sibayak, Air Terjun Sipiso-piso dan lainnya, sehingga Gubernur Edy Rahmayadi sering menyebut Sumut sebagai “Surga Kecil” pemberian dari Allah SWT.

Untuk pengembangan potensi pariwisata di daerah ini, Pemprov Sumut membuka peluang investasi selebar-lebarnya. Bahkan, Pemprov berkomitmen untuk mempermudah para investor yang ingin berinvastasi di Sumut, tentu tetap mengacu pada aturan yang berlaku.

Bukan hanya isapan jempol. Pertengahan Oktober 2018, Sumut memperoleh komitmen investasi Rp 6,1 triliun atau sekitar US$400 juta untuk pengembangan pariwisata Danau Toba dari tujuh calon investor.

Komitmen itu diteken, di sela-sela IMF-WB di Bali, oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba bersama tujuh calon investor, yaitu PT Gaia Toba Mas, PT Agung Concern, PT Alas Rimbawan Lestari, PT Gamaland Toba Properti, PT Crystal Land Development, PT Asset Pacific, Dan PT Arcs House – Jambuluwuk.

Selain itu, investor dari berbagai negara juga sudah banyak yang datang ke Sumut dan menyatakan berminat untuk berinvestasi di berbagai sektor di daerah ini. Diantaranya dari Jepang, Malaysia, Singapura, China, Kazakshtan, Tajikistan, Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Maka salah besar jika para investor menyingkirkan “Surga Kecil” Sumut dari daftar kawasan paling menggiurkan untuk berinvestasi. Sumatera Utara dengan daya dukung yang dimiliki layak disebut sebagai ‘Lahan Investasi’ yang Menggiurkan.(LMC-Adv)




DPRD Medan Mendorong Kenaikan PAD dari Retribusi Parkir

Gedung DPRD Kota Medan. (Foto: LintasMedan/Irma)

ADVETORIAL, 5/9 (LintasMedan) – Pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak dapat dipisahkan dari kinerja pendapatan asli daerah (PAD) yang diantaranya bersumber dari pajak dan retribusi daerah.

Sebab, antara pembangunan dengan pajak dan retribusi daerah saling bergantung, dan bahkan menjadi kunci kemajuan Kota Medan dalam upaya menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

Dewan Perwakilan Rakyat Daeeah (DPRD) Kota Medan sebagai lembaga pembentuk peraturan daerah (Perda) ikut serta mengawasi pemungutan dan pengelolaan retribusi agar hasilnya dapat lebih optimal.

Salah satu objek retribusi yang selama ini tidak pernah luput dari pengawasan DPRD Medan adalah retribusi parkir yang dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Pemko Medan melalui Dishub setempat tahun 2018 menargetkan PAD dari sektor parkir sebesar Rp43 miliar lebih. Sementara realisasi hingga Juli 2018 baru sekitar Rp9 miliar.

Mencermati masih rendahnya realisasi PAD dari retribusi parkir tersebut, Ketua DPRD Kota Medan Henry Jhon Hutagalung meminta Pemko Medan agar melakukan kajian yang mendalam terhadap potensi PAD dari sektor perparkiran.

Ketua DPRD Kota Medan Henry Jhon Hutagalung, SH, MH. (Foto: LintasMedan/dok)

“Dari sektor perparkiran jika dikelola secara maksimal, tentunya dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan asli daerah Kota Medan,” ujarnya ketika diwawancarai lintasmedan.com di Medan, baru-baru ini.

Apalagi, menurutnya, potensi parkir di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu relatif cukup baik seiring dengan pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat sehingga pola perparkiran harus menjadi perhatian.

Namun, upaya untuk memaksimal PAD Kota Medan dari sektor parkir tidak hanya ditinjau dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam upaya lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, saat ini Pemko Medan belum memaksimalkan pengelolaan pendapatan yang bersumber dari sektor perparkiran, dimana banyak potensi parkir atau titik-titik parkir yang belum terkelola secara optimal.

Untuk mendongkrak kinerja PAD dari sektor perparkiran, lanjutnya, Dishub Kota Medan perlu memiliki database yang akurat terkait titik parkir dan potensi pemasukan di masing-masing titik tersebut.

Dalam hal ini, kata Henry, harus ada semacam kajian atau riset lapangan, jangan berdasarkan perkiraan saja.

Dengan demikian, potensi PAD melalui retribusi sektor parkir dapat dimaksimalkan.

Papan pengumuman berisi informasi tarif parkir di kawasan Jalan Raden Saleh Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

“Kami mendukung Dinas Perhubungan bekerja sama dengan petugas parkir yang selama ini telah bekerja di setiap titik parkir, namun tetap memiliki pola pikir agar potensi pendapatan daerah dapat bertambah secara optimal,” katanya.

Selain itu, Dishub Kota Medan perlu secara periodik memberikan pembekalan kepada juru parkir terkait tarif dan segala sesuatu yang berhubungan dengan perparkiran, karena hal ini penting jangan sampai membuat masyarakat bingung dengan tarif yang tidak seragam.

Disebutkannya, besaran retribusi dan titik atau zona parkir di Kota Medan telah diatur secara tegas dalam Perda Nomor 2 Tahun 2014.

Henry juga mengingatkan Pemko Medan dapat memberikan solusi terbaik mengatasi parkir liar, sehingga tata kelola parkir bisa lebih baik.

“Saya harap Pemko Medan melalui instansi terkait agar tidak segan-segan bertindak. Artinya, pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan setempat harus bersikap tegas tentang parkir liar tersebut,” kata politisi PDI-Perjuangan itu .

Dikatakannya, besaran pungutan terhadap pengendara roda dua maupun roda empat dan lainnya agar sesuai Perda yang berlaku.

Peningkatan pelayanan parkir dengan penarikan biaya parkir, kata dia, harus sesuai ketentuan yang berlaku, sebab penetapan biaya parkir yang telah ditetapkan melalui Perda dan sudah dikaji dari segi perekonomian masyarakat maupun segi pendapatan pengelola parkir.

Sejalan dengan hal tersebut, ia meminta pihak terkait melakukan penertiban terhadap praktik pungutan parkir secara ilegal sehingga masyarakat pengguna jalan semakin merasa aman dan nyaman tanpa gangguan praktik parkir yang sembarangan.

Ketua Komisi D DPRD Kota Medan Ir Parlaungan Simangunsong didampingi Sekretaris Komisi D Salman Alfarisi saat rapat dengan Dishub Medan beberapa waktu lalu membahas soal pengelolaan parkir. (Foto: LintasMedan/dok)

Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong, menegaskan tujuan utama penataan dan pengelolaan parkir adalah mengatasi atau pengendalian kemacetan, ketertiban sekaligus peningkatan PAD.

Namun berdasarkan fakta di lapangan, kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan itu, sistem penataan dan pengawasan perparkiran di sejumlah titik di wilayah tersebut masih belum dilaksanakan secara konsisten oleh pihak Dishub Medan.

Di sekitar Merdeka Walk, misalnya, jalur pejalan kaki atau pedestrian masih dijadikan lokasi parkir.

Oknum juru parkir di kawasan pusat kuliner tersebut, paparnya, menerapkan retribusi melebihi ketentuan yang berlaku dan tanpa memberikan karcis retribusi parkir kepada pengguna jasa.

Parlaungan menduga kondisi tersebut hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi.

Anggota Komisi D DPRD Kota Medan Ilhamsyah, SH. (Foto: LintasMedan/dok)

Pihaknya berharap Dishub Medan memberi tindakan tegas terhadap kendaraan bermotor yang terbukti parkir di jalur pedestrian.

Lebih lanjut ia meminta Dishub Medan agar memetakan kawasan yang dianggap berpotensi sebagai area parkir, khususnya di tepi jalan.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Ilhamsyah, mengingatkan tim penertiban Dishub Medan tidak terkesan tebang pilih dalam menertibkan kendaraan bermotor yang parkir sembarangan.

“Pihak Dishub Medan kita harapkan melakukan penertipan parkir liar di semua lini Kota Medan secara berkelanjutan,” ucap Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan ini.

Pernyataan hampir senada juga diungkapkan anggota Komisi D DPRD Kota Medan lain, yakni Sahat Simbolon.

Ia mengaku menemukan banyak titik jalur pedestrian dan badan jalan di kota ini berubah fungsi menjadi area parkir ilegal dan menimbulkan kemacetan lalu lintas,  seperti di depan salah satu sekolah swasta di Jalan M Husni Thamrin, Jalan Sutomo dan Jalan Perintis Kemerdekaan.

Anggota DPRD Kota Medan Sahat Simbolon. (Foto: LintasMedan/dok)

Penyalahgunaan jalur pedestrian dan badan jalan menjadi lokasi parkir di lokasi tersebut sudah terjadi  bertahun-tahun, tanpa ada upaya penertiban dan sanksi tegas dari Dishub Medan.

Sahat menilai ada kesan pembiaran atas alih fungsi pedestrian dan badan jalan menjadi area parkir di depan sekolah swasta itu.

“Hampir setiap hari, ruas jalan di depan sekolah swasta itu berjejer  mobil parkir. Hanya tersisa beberapa meter saja untuk lalu lalang kenderaan,” ujarnya.

Seharusnya,  kata dia, pihak Dishub Medan menginstruksikan agar pihak pengelola sekolah di sekitar kawasan  protokol menyediakan lokasi parkir.

Sahat juga menyayangkan jalur pedestrian yang merupakan hak pejalan kaki, tetapi malah dibisniskan petugas parkir.

“Pengawasan dan tindakan tegas yang diperlukan. Jangan dibiarkan petugas parkir merajalela menguasai jalan. Jika kadishub tak mampu menegakkan aturan, mundur saja,” tuturnya.*** (LMC/Adv)

 

 

 

 

 




Komitmen DPRD Medan Mengawal Penerapan Perda Cagar Budaya

Gedung DPRD Kota Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 7/4 (LintasMedan) – Kota Medan sebagai salah satu kota tertua di Indonesia dengan usia yang kini memasuki 426 tahun, tentu memiliki beraneka ragam peninggalan budaya serta peradaban bangsanya.

Menurut catatan Badan Warisan Sumatera (BWS), hingga kini masih terdapat 40 bangunan tua individu serta 15 bangunan tua berkelompok yang belum terlindungi karena belum masuk ke dalam daftar bangunan bersejarah yang dilindungi di Kota Medan.

Selain itu, bangunan-bangunan tua yang berdiri di tiga kawasan lainnya yang juga belum terlindungi, yakni bangunan-bangunan di Kawasan Polonia, Kota Lama Labuhan Deli, serta kawasan perumahan dan pergudangan di Pulo Brayan.

Selain Mesjid Raya Al Mashun, di ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini tepatnya di Jalan Sisingamangaraja masih berdiri kokoh menara air PDAM Tirtanadi yang sering dijadikan ikon kota Medan.

Pada tembok menara air tersebut masih melekat prasasti yang menyebutkan menara air peninggalan pemerintahan kolonial Belanda itu dibangun pada tahun 1908.

Balai Kota Medan lama. (Foto: LintasMedan/ist)

Selain itu, di seputaran Kesawan dan sekitarnya terdapat gedung Balai Kota Medan lama, Kantor Pos Besar, gedung Bank Indonesia, bangunan kantor eks London Sumatera (Lonsum), rumah Tjong A Fie, bangunan Gereja Katolik, Museum Gedung Joeang 45, restoran Tip-top, Titi Gantung di sekitar Stasiun Besar Kereta Api dan bangunan eks Rumah Sakit Tembakau Deli di Jalan Putri Hijau.

Ironisnya, bangunan dan gedung bersejarah di Kota Medan secara perlahan mulai menghilang serta terbengkalai seiring dengan pertumbuhan pesat perekonomian dan bisnis di daerah Kesultanan Deli tersebut.

Padahal, di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, disebutkan bahwa pelestarian cagar budaya bertujuan, yakni melestarikan warisan budaya bangsa dan warisan umat manusia, serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa melalui cagar budaya.

Selain itu, memperkuat kepribadian bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat,dan mempromosikan warisan budaya bangsa kepada masyarakat internasional.

Hal yang membuat miris terhadap bangunan bersejarah di Medan, adalah banyaknya bangunan bersejarah di kota ini yang telah ditelantarkan dan dihancurkan untuk diganti dengan bangunan baru seperti bangunan pencakar langit sebagai salah satu brand kota metropolis.

Istana Maimun Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

Seharusnya, meski bangunan cagar budaya itu tidak bisa dipertahankan hingga 100 persen, setidaknya harus disisakan beberapa bagian aslinya yang mewakili gaya arsitektur bangunan tersebut untuk dipertahankan.

Ketua Pelaksana Harian Badan Warisan Sumatera,  Hairul, mengatakan kebijakan untuk melindungi gedung/bangunan bersejarah di Medan mengalami kemunduran.

Dia mencontohkan, Perda Nomor 6 Tahun 1988 tentang Perlindungan Bangunan Tua, hanya menyebut dua tempat bersejarah, yakni kawasan Ahmad Yani dan Pusat Pasar.

Pihaknya turut mendorong dilakukannya revisi perda tersebut, maka lahirlah Perda Nomor 2 Tahun 2012, namun justru di dalamnya tidak ada dilampirkan satu pun gedung/bangunan bersejarah di dalamnya.

Bangunan kuno milik keluarga Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

Peraturan Daerah
Patut diketahui, sejumlah cagar budaya yang tersebar di sejumlah lokasi di Kota Medan itu sudah terlindungi hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya.

Penerbitan Perda itu merupakan salah satu komitmen DPRD Kota Medan untuk terus mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar memiliki keinginan kuat untuk melindungi bangunan dan kawasan bersejarah demi identitas serta pengembangan ilmu dan pengetahuan.

Selain itu, cagar budaya berupa benda, bangunan, struktur, situs dan kawasan pada tingkat tertentu perlu dikelola oleh pemerintah dengan meningkatkan peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan cagar budaya agar dapat tetap terpelihara secra baik.

Terkait keberadaan bangunan bersejarah tersebut, Pemko Medan terus melakukan pendataan dan pelestarian yang disinergikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya seperti Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata.

“Sampai dengan saat ini Kota Medan merupakan salah satu Kota yang termasuk dalam jaringan kota pusaka,” kata Kepala Bidang Fisik dan Tata Ruang Bappeda Kota Medan, Fery Ikhsan.

Disebutkannya, sejak tahun 2015 lalu Medan juga sudah memiliki Perda Pelestarian Bangunan dan lingkungan cagar budaya di Kota Medan.

Kalangan legislator di DPRD Kota Medan ternyata memiliki tekad dan komitmen yang sama untuk mempertahankan keberadaan bangunan bersejarah dan selanjutnya dikelola menjadi situs wisata.

Upaya yang dilakukan DPRD Kota Medan adalah memberikan masukan-masukan kepada Pemerintah Kota Medan mengenai visi mereka terhadap bangunan-bangunan tua tersebut.

Ketua Komisi C DPRD Kota Medan Hendra DS. (Foto: LintasMedan/ist)

Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, Hendra DS berharap, Dinas Kebudayaan setempat bersama instansi terkait lainnya perlu lebih giat lagi menggali beragam potensi kebudayaan dan unsur kebudayaan di Medan, sehingga  kebudayaan yang selama ini seperti mati suri, dapat kembali hidup.

“Potensi kebudayaan lokal itu dapat diambil dari berbagai lokasi yang memiliki nilai sejarah dan dapat dijadikan sebagai pusat penelitian bagi siapa saja yang ingin mengetahui sejarah di lokasi tersebut,” ucap politisi Hanura ini.

Hendra juga sependapat jika Medan diarahkan menjadi tujuan wisata `heritage, karena memiliki jumlah bangunan cagar budaya yang cukup banyak.

Diakuinya, dalam memelihara bangunan bersejarah di kota itu memang membutuhkan peranan semua pihak.

Jika ada keterbatasan dana APBD untuk merawat bangunan cagar budaya, lanjutnya, Pemko Medan bisa menggandeng swasta.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan Ilhamsyah (tengah) didampingi Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Boydo HK. Panjaitan (kanan) dan Ketua Fraksi Gerindra Ikhwan Ritonga (kiri), memimpin rapat dengan agenda membahas keberadaan bangunan bersejarah eks Rumah sakit Tembakau Deli, di gedung DPRD Medan, belum lama ini. (Foto: LintasMedan/ist)

Sementara Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan, Ilhamsyah mengungkapkan, salah satu bangunan bersejarah yang kondisinya memprihatinkan dan perlu mendapat perhatian serius, diantaranya eks Rumah Sakit Tembakau Deli.

Ia meminta Pemko Medan segera mengambil alih lahan dan bangunan rumah sakit milik PTPN itu agar bangunan bersejarah tersebut dapat dilestarikan.

Bangunan tersebut, kata dia, masih terdaftar sebagai bangunan bersejarah, sebagaimana ditegaskan dalam Perda Kota Medan No 2 Tahun 2012.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Medan, Jumadi menyatakan sepakat bahwa cagar budaya harus dijaga dan dilestarikan agar tidak terlupakan oleh perkembangan zaman.

Pemko Medan, lanjutnya, harus menjadikan warisan budaya atau heritage berupa bangunan-bangunan bersejarah tersebut sebagai nilai plus Kota Medan ke luar daerah.

“Potensi keunggulan heritage ini perlu dimaksimalkan sebagai upaya meningkatkan daya saing kota (Medan),” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Bersejarah

Bangunan eks Rumah Sakit Tembakau Deli di Jalan Putri Hijau Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

Menurutnya, masih banyak tempat bersejarah yang belum tergali di Medan, seperti bangunan gedung yang memiliki nilai sejarah di kawasan Medan Utara.

Jika bangunan tersebut termanfaatkan dengan baik, kata dia, tentunya akan meningkatkan nilai ekonomi khususnya di sektor usaha jasa pariwisata.

Ketua Fraksi PKS DPRD Medan ini mengingatkan Pemko Medan tidak hanya fokus mengurusi bangunan bertingkat/vertikal, tetapi harus juga memikirkan bangunan-bangunan bersejarah yang sejatinya bisa menambah jumlah destinasi wisata di kota tersebut.

Pernyataan hampir senada juga diungkapkan anggota DPRD Kota Medan lainnya, yakni Boydo HK Panjaitan.

Politisi PDI-Perjuangan ini menyoroti masih banyaknya bangunan bersejarah di Kota Medan yang belum dikelola secara baik. Hal ini, katadia, terbukti dengan banyaknya bangunan bersejarah dirubah oleh pihak pihak tertentu.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan Jumadi (kiri) menjadi salah satu pembicara dalam dialog bertajuk “Menakar Peran Landmark Kota Medan dalam meningkatkan Perekonomian dan Pariwisata”, di gedung DPRD Kota Medan, Kamis (8/3). (Foto: LintasMedan/ist)

“Kita melihat banyak aset Pemko Medan berupa bangunan yang memiliki nilai sejarah sudah dirubah, kita melihat kebaradaannya perlu segera dilindungi,” ucap Boydo.

Bahkan, menurut dia, sejumlah bangunan kuno milik Pemko Medan semakin kumuh dan belum ada upaya untuk melestarikannya, seperti di Jalan Hindu dan Jalan Ahmad Yani.

Menyikapi permasalahan itu, pihaknya berencana menggagas rancangan Perda Perlindungan Kawasan Bersejarah/kawasan Heritage di Kota Medan.

Begitu juga dengan Istana Maimun, Boydo menilai kinerja pengelolaannya belum maksimal. “Istana Maimun sudah masuk cagar budaya dan baiknya kita yang menentukan,” katanya.

Ia menilai hingga saat ini masih banyak hiritage di Medan belum terpelihara secara baik.

Dalam hal mengelola sejumlah heritage itu, menurut dia, Pemko Medan seyogyanya tidak memberikan kewenangan kepada Dinas Pariwisata semata, melainkan harus melibatkan instansi terkait lainnya.

Tugas dan Fungsi

Sebagaimana diketahui, Dewan Perwkilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggaraan Pemerintah Daerah, sebagaimana diatur dalam Pasal 41 dan Pasal 42 Undang-Undang No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, DPRD mempunyai fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Sehubungan dengan fungsinya itu, maka DPRD Kota Medan mempunyai tugas dan wewenang, serta hak dan kewajiban, baik secara institusional maupun individual.

Tugas dan wewenang DPRD, antara lain membentuk Perda yang dibahas dengan kepala daerah untuk mendapat persetujuan bersama, serta membahas dan menyetujui rancangan Peraturan Daerah tentang APBD bersama dengan kepala daerah.

Selain itu, melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda, APBD, kebijaksanaan Pemko Medan dalam melaksanakan program pembangunan daerah, dan kerja sama internasional di daerah.

Dalam upaya meningkatkan efektifitas pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan daerah, Komisi C DPRD Kota Medan mengemban tugas di bidang, antara lain bidang keuangan yang meliputi keuangan daerah, perpajakan, retribusi, perbankan, aset daerah/aset milik daerah, perusahaan daerah,serta  badan pengelola, perusahaan patungan, dan yayasan.

Susunan Komisi C DPRD Kota Medan Tahun 2018:

Ketua : Drs. Hendra DS

Wakil Ketua : Mulia Asri Rambe SH

Sekretaris : Boydo HK Panjaitan SH

Anggota : Hasyim SE, Modesta Marpaung Am,Keb, SKM, Dame Duma Sari Hutagalung, Drs. Hendrik Halomoan Sitompul MM, H.Asmui Lubis S.Pdi, Zulkifli Lubis, Kuat Surbakti S.Sos, Beston Sinaga SH MH.

Mitra kerja Komisi C DPRD Kota Medan :

-Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah
-Bagian Keuangan, Perlengkapan dan Aset
-Bagian Umum
-Koperasi dan UKM
-Dinas Kebudayaan
-Dinas Pariwisata
-Dinas Perindustrian
-Dinas Perdagangan
-BPPT
-Perusahaan Daerah
-PLN
-Pertamina
-Bulog
-Perbankan
-Perusahaan Patungan, PMA dan PMD
-Dunia Usaha
-BPK dan BPKP. (Adv)




Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-69 Provinsi Sumatera Utara

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi saat berpidato pada sidang paripurna istimewa  Hari Jadi ke-69 Provinsi Sumut, Senin (17/4) di gedung DPRD Sumut.(Foto:lintasmedan/ist)

*Gubernur : Momentum Evaluasi dan Introspeksi

Gubernur Sumatera Utara H Tengku Erry Nuradi mengatakan, momentum hari jadi Provinsi Sumut merupakan bentuk apresiasi kepada pelaku sejarah pembangunan di provinsi ini.

Hari jadi juga penting sebagai sarana evaluasi dan instrospeksi terhadap keberhasilan maupun capaian yang belum optimal dalam pelaksanaan pembangunan di Sumut.

Gubernur dalam pidatonya pada paripurna istimewa hari jadi ke-69 Prov Sumut, Senin (17/4) di gedung DPRD setempat mengajak semua pihak bersinergi di bawah visi ‘mewujudkan provinsi yang berdaya saing menuju Sumut sejahtera’.

Dalam rentang waktu 69 tahun Provinsi Sumut dan memasuki periode keempat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2013-2018, berbagai program pembangunan telah

dilaksanakan guna mengejar ketertinggalan dan mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat Sumut.

“Kita akui, masih terdapat kekurangan yang harus dibenahi, tapi pembangunan yang dilaksanakan selama ini telah membuah hasil cukup mengembirakan. Ini semua hasil kerja keras dan kerja sama semua pihak,” katanya pada Paripurna yang juga dihadiri Wakil Gubernur Sumut Hj Nurhazizah

Marpaung, para mantan gubernur, mantan Wagub Sumut, Sekdaprov Sumut, Ketua DPRD Sumut, pejabat eselon II jajaran Pemprov Sumut, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, civitas akademika dan para ulama.

Dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Erry Nuradi mengatakan, Pemprov Sumut telah menindaklanjuti dengan menerbitkan Pergub No 188.44/291.KPTS/2016 tentang rencana aksi program pemberantasan korupsi terintegrasi, terdiri dari sembilan rencana aksi. Hal itu sesuai evaluasi Komisi

Pemberantas Korupsi (KPK), 6 April 2017 dari beberapa provinsi yang menjadi dampingan lembaga itu dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan yang terbaik.

Dalam paripurna istimewa memperingati hari jadi ke-69, Pemprov Sumut memberikan penghargaan kepada para mantan gubernur, wakil gubernur, Sekdaprov Sumut, Ketua DPRD Sumut diserahkan langsung oleh Tengku Erry Nuradi.

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi bersama Ketua, Wakil Ketua dan Pimpinan Fraksi DPRD Sumut pada rapat paripurna istimewa Hari Jadi Pemprov Sumut, Senin (17/04) di gedung dewan.(Foto:lintasmedan/ist)

Perkuat Intergritas

Sementara itu Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman S Sos mengatakan momentum hari jadi ke-69 Provinsi Sumatera Utara hendaknya dapat memperkuat integritas dan sinergitas percepatanpembangunan, dalam mewujudkan Sumatera Utara maju dan Provinsi Sumut akan lebih baik dari tahun lalu.

Wagirin mengingatkan, tantangan dan kompleksitas persoalan Sumut semakin meningkat.

Merealisasikan misi Provinsi Sumut dengan membangun reformasi birokrasi secara berkelanjutan, membangun sumber daya manusia yang berintegritas, meningkatkan standar hidup rakyat, membangun dan mengembangkan ekonomi daerah merupakan kunci jawaban tantangan dan kompleksitas persoalan tersebut.

“Kita sebagai penerus pembangunan, berkewajiban menciptakan suasana yang dinamis dan kondusif, sehingga Provinsi Sumut tetap eksis sebagai bagian mata rantai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam negara kesatuan Republik Indonesia,” katanya. (LMC-04)

Resepsi Hari Jadi Pemp[rov Sumut di rumah dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan, Senin (17/4).(Foto:lintasmedan/ist)




Jurnalis Rasakan Sensasi Yamaha Aerox 155VVA

 Divisi Manajer Promotion & Motorsports PT Alfa Scorpii Joni Lee bersama para insan pers pada acara Perkenalan produk baru Yamaha Aerox 155VV, Jumat (17/3) di Sentral Yamaha, Jalan Adam Malik, Medan.(Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 17/3 (LintasMedan) – Sejumlah jurnalis olahraga terbitan Medan merasakan sensasi mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox 155VV. Mereka melakukan test ride skuter matik berkapasitas mesin 155cc tersebut di halaman Sentral Yamaha, Jalan Adam Malik, Medan, Jumat.

Varian Aerox 155 tipe S-Version diturunkan dalam sesi test ride tersebut. Para jurnalis itu tak segan meliuk-liuk di pelataran parkir untuk menguji kemampuan akselerasi dan manuver motor yang akan
dipamerkan selama sebulan penuh mulai 17 Maret hingga 17 April, di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Tapian Daya, Medan.

“Motor Aerox paling top! Pertama kali liat saya langsung suka,” puji wartawan Waspada Armansyah Thahier. Desain sporty Aerox 155 VVA menjadi daya tarik tersendiri, khususnya buat penyuka balap. Teknologi VVA yang digunakan membuat performa mesin mengentak sejak putaran
bawah sampai atas.

Yamaha Aerox 155 VVA S-Version dilengkapi immobilizer, yang memungkinkan motor bisa dinyalakan tanpa anak kunci.

Fitur tersebut sekaligus berfungsi sebagai peranti keamanan saat motor diparkir. Guna
memberikan kemudahan pada pengendara saat bepergian, motor yang sudah dijual melalui sistem booking online tersebut dilengkapi electric power socket untuk mengisi daya gadget.

“Banyak sekali keunggulan (Aerox 155 VVA), seperti smart key system ini buat kita lebih mudah, semakin praktis dan aman dengan immobilizer, dan answer back system untuk memudahkan mencari motor.

Bannya juga lebih lebar seperti motor racing, buat nikung pasti lebih enak dan lebih stabil saat bermanuver. Saya juga tertarik dengan desain yang sangat sporty juga berkesan seperti Yamaha M1 pada bagian belakang motor,” papar Analisa Faisal Pardede.

Galang Hendra setelah melakukan test ride. Divisi Manajer Promotion & Motorsports PT Alfa Scorpii Joni Lee mengatakan, produk ini memang sudah banyak ditunggu oleh masyarakat pecinta motor sporty, khususnya maticers.

Tidak hanya untuk jenis NMax yang sudah one stage Ahead dengan rutin melakukan touring ke sejumlah kota, pihaknya juga telah agendakan touring kepada pecinta Aerox padan 25 Maret mendatang.

Marketing Development Head Alfa Scorpii Yamaha, Ahmad menegaskan jika kehadiran Aerox setelah dua minggu dipasarkan, tidak menjadi saingan untuk jenis NMax. Karena kedua produk memiliki keunggulan yang sangat berbeda.

Bahkan kehadiran Aerox 155 VVA membawa potensi besar bagi konsumen sporty scooter termasuk di Kota Medan.

“Kita optimis bisa capai target penjualan untuk jenis Aerox. Meskipun kami belum bisa kasih gambaran yang jelas, tapi untuk penjualan selama dua minggu terakhir saja sudah ada 3600 unit pesanan. Wajar memang karena ini masih merupakan produk baru, banyak permintaan konsumen yang inden. Tapi, selama sebulan ke depan, inden akan kami penuhi semua,” ucapnya.

Meski begitu, memang ada perbedaan dari segi konsumen Nmax dengab Aerox 155 VVA. Manager Promosi PT YIMM arena Medan Irsal mengatakan, untuk jenis Aerox memang banyak diminati oleh kalangan executive muda dan pekerja kantoran yang memang ingin merasakan sensasi berkendara
sehari – hari.

Sedangkan Nmax diminati bagi orang yang berjiwa muda sekaligus ingin bernostalgia dengan kegiatan sport seperti touring dan perjalanan dengan jarak tempuh jauh.

Selain memperkenalkan produk Aerox VVA, pecinta matic khusus bagi kaum adam dihadirkan jenis terbaru yakni Fino 125 cc grande. Kali ini, selain cocok dikendarai oleh kaum pria, Fino Grande juga memiliki tiga keunggulan terbaru antara lain Styles, Irit, dan praktis. Selain itu juga lebih ramah lingkungan.(LMC/rel)




Komunitas V-Ixion Ramaikan Mio Z Night Touring

Salah satu band memeriahkan Mio Z Night Street Touring, akhir pekan kemarin.(Foto:Lintasmedan/ist)

Medan, 25/7 (LintasMedana) – PT Alfa Scorpii kembali menggelar kegiatan forum otomotif yang
bertajuk “Mio Z Night Street Touring” akhir pekan kemarin, mengambil start di halaman Sentral Yamaha, Jalan Adam Malik, Medan dan finish di komplek pertokoan Delitua.

Manajer Divisi Promotion and Motor Sport PT Alfa Scorpii Medan Joni Lie dalam siaran pers Minggu mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk wadah komunitas Yamaha menyalurkan hobi otomotif di bidang touring, serta nongkrong bareng guna menikmati sejumlah hiburan yang disajikan Yamaha.

Menurut Joni Lie, acara touring melibatkan sejumlah komunitas V-Ixion diantaranya 888 VCM, V-Rider Medan, VIX-Rec, YVC-I Medan, dan RVM Medan.

“Program ini juga untuk menghibur masyarakat di sekitar Delitua, dengan membuktikan ketangguhan Yamaha Mio Z serta produk terbaru lainnya,”ungkapnya.

Dia menuturkan, konsep acara tersebut touring dan nongkrong bareng, dalam arti sambil nongkrong bisa test ride.

“Nongkrongnya untuk semua element masyarakat, membuktikan ketangguhan dan keiritan produk
Yamaha. Acara ini akan rutin dilakukan setiap Sabtu malam. Untuk masyarakat tunggu kedatangan kami, rasakan performa dan desain terbaik Yamaha,”tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan varian terbaru Yamaha Mio Z. Pengunjung juga mendapatkan edukasi Blue Core, test ride produk baru, souvenir menarik.

Joni Lie menyebutkan, dengan tipe Mio Series terbaru Mio Z, pihaknya optimis akan memikat konsumen. Penamaannya mengambil huruf Z sebagai huruf terakhir dalam alfabet, filosofi Z dimaknai sebagai yang Paling, yang Ter- (Terbaik, Terhebat, Termaksimal).

Makna tersebut membentuk karakter Mio Z sebagai “Zagoan Super”, yang menginspirasi siapapun
bisa jadi pahlawan dalam kehidupan sehari-harinya.

Kualitas karakter Mio Z itu lebih Tangguh dan Stabil, Gagah berani dan Keren, Irit, Memudahkan keseharian. Tangguh dan stabilnya Mio Z dibuktikan dari ban yang lebih lebar, membuatnya mudah melibas segala medan jalanan di kota.

Warna doff Mio Z gagah berani dan keren memperkuat aura Zagoan Super Mio Z, tetap mempertahankan bodi ramping yang membuatnya tetap lincah melibas jalanan. Konsumsi bahan bakar Mio
Z irit dengan teknologi Blue Core dan Eco Indicator.

Saat menungganginya memudahkan keseharian karena memiliki bagasi yang luas sehingga lebih praktis memuat banyak barang dan dilengkapi multifunction key untuk menyalakan motor, membuka bagasi, mengunci motor.

“Mio Z ditujukan untuk pria muda yang keren dan siap jadi Zagoan Super,” katanya.(rel)




Jadikan Medan Kota Kopi Indonesia

Nota Kesepakatan Bersama ( MOU ) antara TFR Consultant Management yang dipimpin Tondi Rangkuti dan Major Management yang dipimpin Putra GT , ingin menjadikan Medan Kota kopi. (Foto:lintasMedan/ist)

Pada 6 Juni 2016, di Barn Kupie Jln. Gagak Hitam/ Ring Road No. 11 – 12 Medan dilakukan Nota Kesepakatan Bersama ( MOU ) antara TFR Consultant Management yang dipimpin Tondi Rangkuti dan Major Management yang dipimpin Putra GT dalam rangka membentuk kolaborasi dan sinergi antar dua Perusahaan yang berlainan bidang.

Nota kesepakatan bersama ini bermuara kepada visi bersama antar kedua pimpinan yaitu ‘menjadikan Medan sebagai Kota Kopi Indonesia.

Ketika dimintai penjelasan tentang jargon ini, Bung Tondi panggilan akrab pimpinan TFR Consultant Management menyatakan bahwa Medan sebagai Kota Kopi Indonesia bukan berarti Medan adalah Kota Produsen Kopi atau bukan sebagai Hulu dari industri Kopi. Tapi Medan sebagai Hilir dari industri Kopi atau Trend Setter dari penikmat kopi Indonesia.

Tondi FR menambahkan Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Pulau Sulawesi tidak dapat dipungkiri sebagai pusat Hulu atau Perkebunan Kopi di Indonesia, dan sudah sangat terkenal di Mancanegara. Sebut saja seperti Kopi Gayo, Solong, Sidikalang dan lainnya. Sementara Medan yang memiliki pelabuhan Belawan merupakan tempat pengiriman Kopi dan Komoditas lain sekaligus tempat transit dari produk Kopi.

“Keunggulan Aceh dan Sumatera Utara dalam produksi Kopi berkualitas tinggi membuat tumbuh menjamurnya sejumlah cafe di Kota Medan dengan produk utama minuman berbahan dasar kopi,” kata Putra GT.

Fenomena tersebut bahkan telah berlangsung selama lima tahun belakangan ini.

Namun tak dapat dipungkiri bahwa seiring banyaknya café – café yang muncul menjamur dan dengan cepat juga satu persatu colaps.

“Banyak orang atau pebisnis yang berfikir menjalankan sebuah café itu mudah dan atau seperti membuka kedai Nasi. Padahal mengelola restaurant lebih rumit ketimbang mengelola Hyper Mart,”katanya.

Sebab, kata dia café dan restaurant modern adalah menjual makanan dan minuman yang memiliki nilai tambah dengan bahan baku dasar yang juga produk makanan minuman.
Kemudian bagaimana memberikan pelayanan terbaik serta meletakkan nilai tambah dalam pelayanannya.

“Untuk itu dibutuhkan satu management modern dalam pengelolaan café dan restaurant. Tidak bisa mengabaikan satu lini pun dari bidang management”, ujarnya.

Atas dasar keunggulan dan kelemahan inilah kemudian TFR Consultant Management dan Major Management bersepakat untuk bekerjasama. Setelah melakukan analisis SWOT sedemikian rupa maka kedua perusahaan menangkap peluang besar dan berniat untuk mengembangkan Medan menjadi industri retails penikmat Kopi Indonesia.

Putra GT mengatakan Cafétaria adalah produsen makanan minuman, diasumsikan sebagai produk primer. Tapi dalam bentuk pemasarannya haruslah dengan perspektif produk tertier. Yang mana customer-nya menginginkan nilai tambah.

“Seluruh aspek yang merupakan pendorong demand para tamu untuk hadir di suatu café haruslah diakomodir pengelola, sejauh yang mereka mampu” katanya.

Dua perusahaan ini yakni TFR Consultant Management dan Major Management adalah ingin menyatukan Core Advantage yang dimiliki kedua perusahaan untuk menggarap secara bersama seluruh bidang stakeholder dalam industri jasa tertier. Seperti Cafetaria, Production House, Event Organizing. Sehingga Medan ke depannya memiliki industri Jasa yang modern dan professional hingga ke depannya dapat menjadi icon atau trend setter yang sesuai dengan jargonnya – Medan Kota Kopi Indonesia.

Ini telah mulai direalisir kedua pihak dengan menggarap beberapa event Bulan Ramadhan yang menarik untuk salah satu client dari TFR Consultant Management – Cafe Barn Kupie yang ada di seputaran ring road Medan.(rel)




Wow, Puluhan Ribu Benih Ikan Ditebar di Danau Toba

Staff Ahli Menteri Bidang Sosial Ekonomi Budaya KKP Saut Hutagalung Bersama Plt Bupati Tobasa Hasiholan Silaen dan Dirjen Budidaya Perikanan KKP Slamet Soebjakto Melakukan Restocking atau Tebar Benih Ikan di Perairan Pantai Danau Toba Lumban Silintong Kecamatan Balige Kabupaten Tobasa, Senin (30/11).(foto:LintasMedan/ist)

Balige, 30/11 (LintasMedan) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penebaran benih ikan di Danau Toba, Sumatera Utara.

Benih ikan sejumlah 32.000 ekor itu ditebar di dua lokasi yakni di Pantai Danau Toba Lumban Silintong sebanyak 22.000 ekor. Benih tersebut terdiri dari ikan tawes 3.000 ekor, ikan mas 5.000 ekor dan benih ikan nila 14.000 ekor yang diperoleh dari Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut.

Sedangkan 10.000 ekor lagi merupakan benih ikan nila berasal dari PT Aquafarm Nusantara yang ditebar di perairan Pelabuhan Dermaga Balige, Kecamatan Balige, Kabupaten Tobasa.

“Kebutuhan benih ikan saat ini tidak hanya untuk dibudidayakan, tetapi juga untuk memperkaya stok ikan di alam. Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto usai melakukan tebar benih ikan di perairan Pantai Danau Toba Lumban Silintong, Kecamatan Balige Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara (Sumut), Senin.

Hadir pada acara tersebut Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya KKP Saut Hutagalung, Direktur Kesehatan Ikan dan Lingkungan KKP Agus Priyono, Plt Bupati Tobasa Hasiholan Silaen, Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan Kelautan Sumut Zonny Waldi, Kadis Pertanian, Peternakan dan Perikanan Tobasa Tua Pangaribuan, perwakilan PT Aquafarm Nusantara, dan petani ikan budidaya kerambah jaringapung (KJA) yang ada di Tobasa.

Menurut Slamet, dahulu banyak ikan-ikan lokal seperti ikan tawes, nilem, papuyu, dan ikan batak yang hidup dan berkembang biak di perairan umum.

Tetapi seiring dengan waktu dan cara penangkapan yang terkadang belum sesuai kaidah, populasi ikan-ikan lokal tersebut menjadi menurun.

Slamet yang mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan, melakukan penebaran benih ikan di Tobasa menambahkan target produksi perikanan budidaya tahun 2015 mencapai 17,9 juta ton.

Diperkirakan membutuhkan sekitar 90 miliar ekor benih yang berasal dari 15,8 juta induk.
Ini termasuk benih untuk memperkaya atau menambah stok ikan di alam, khususnya untuk jenis-jenis ikan lokal yang telah berhasil dikuasai teknologinya.

Sementara itu, Plt Bupati Tobasa Hasiholan Silaen, mengatakan untuk menjaga populasi ikan yang ada di perairan Danau Toba, masyarakat harus menghindari penangkapan ikan ukuran kecil ataupun yang sedang bertelur.

Sementaraitu, Humas CSR Unit Pembesaran Toba PT Aquafarm Nusantara Budianto Situmorang mengatakan, benih ikan yang diberikan merupakan bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Aquafarm Nusantara.

PT Aquafarm lanjut dia, juga mendukung terwujudnya perikanan yang berkelanjutan seperti melakukan bimbingan teknis cara budidaya ikan yang baik kepada petani ikan di kawasan Danau Toba.

“Seperti yang baru kami lakukan kepada petani ikan KJA di Haranggaol Kabupaten Simalungunbaru-baru ini,” ujarnya.(LMC-01)




Ribuan Orang Ramaikan Yamaha Fun Run 3K

Manajer Divisi Promotion and Motorsport PT Alfa Scorpii Joni Lie saat melepas ribuan peserta pada kegiatan Yamaha Fun Run 3K yang start dan finishnya dilangsungkan di lapangan Pasar V Marelan (depan Koramil), Minggu, (10/5). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 10/5 (LintasMedan) – Sedikitnya 1.500 peserta mengikuti “Blue Core Jodoh Run 3K” yang start dan finishnya dilangsungkan di lapangan Pasar V Marelan (depan Koramil), Minggu.

Kegiatan ini merupakan salah satu konten acara pada Yamaha Motor Show 2015.

Sesuai namanya, para peserta mengekspresikan kegembiraan dengan blue powder dan jersey keren dari Yamaha.

Di sini masyarakat berpartisipasi dalam olahraga yang tengah jadi tren bahkan gaya hidup di Indonesia itu. Tema yang diambil seiring tengah populernya teknologi teranyar Yamaha Blue Core.

Selain memperebutkan hadiah jutaan rupiah, para peserta lomba lari dalam kegiatan itu juga berkesempatan mengikuti undian Grandprize#Lampaui Dirimu berupa motor premium Yamaha.
Sebanyak 20 unit motor premium Yamaha yang diperebutkan secara nasional yakni 5 unit Yamaha R15, 5 unit Yamaha R25, 5 unit Yamaha Nmax, dan 5 unit produk terbaru.

“Yamaha mengambil peluang di saat booming lari bersama melanda Indonesia. Momennya pas dengan acara Yamaha Motor Show, even otomotif pertama dan terbesar di kota Medan,” ucap Joni Lie, Manajer Divisi Promotion and Motorsport PT Alfa Scorpii di sela-sela kegiatan itu.

Serangkaian kegiatan lain juga digelar untuk memanjakan warga Kota Medan dalam rangka Yamaha Motor Show 2015, diantaranya pemecahan rekor Muri#Lampaui Dirimu.

Selain itu juga digelar lomba festival band, karaoke, makan besar, lomba menggambar, lomba aerobik, lomba masak, lomba kreasi PKK, lomba rakyat, kuis rangking 1, kompetisi futsal wanita, servis gratis, pameran batu akik, dan gosok batu akik gratis.

Bagi para pengunjung yang ingin stay di venue bisa melihat-lihat Yamaha Gallery yang berisikan display produk-produk Yamaha termasuk barisan produk Blue Core yang baru diluncurkan yaitu Mio M3, NMAX, All New Soul GT 125. Kualitas Blue Core pun bisa dirasakan lewat test ride menjajal motor berteknologi itu.

Sekaligus membuktikan ketangguhan motor Yamaha yang berteknologi Bluecore ke seluruh masyarakat dengan menarik truck dan tahan banjir.

Kreativitas Yamaha pun bahkan bisa merangkul ratusan orang untuk berpartisipasi sebagai bagian dari Yamaha Motor Show ini.

Olympic Students misalnya, yang punya bermacam-macam aktivitas seperti kids coloring competition, knowledge competition, skill competition.

Dengan berbagai karakter individu yang berbeda-beda kesukaan, Yamaha memahaminya sehingga nuansa sport juga dihadirkan di segmen entertainment games carnival. Lomba aerobik, futsal wanita, jodoh run jadi pilihan.

Tak ketinggalan hiburan musik band-band lokal juga menyemarakkan Yamaha Motor Show. Panggung rigging yang disiapkan di lapangan Pasar V Marelan, diisi 40 band selama dua hari penuh. Selain itu juga dimeriahkan dangdut reggae, sexy dancer, DJ performance, dan freestyle.

Dari layanan service, Yamaha memberikan free service untuk produk tahun 2010 ke atas. Dibuka R-Shop area yang menyediakan fasilitas R-Series, serta Fuel Injection cleaning pit. Sebagai bagian dari layanan dan edukasi service, Yamaha mengadakan eco riding competition dan test ride Mio M3 125.

Dari bagian sparepart, dibuat display line up produk, sales program dan promosi. Produk-produk Yamalube yang berhubungan dengan teknologi Blue Core diantaranya Yamalube Power Matic, Yamalube Super Matic. Lalu ada juga Yamalube Gear Oil dan Yamalube Carbon Cleaner. Diskon-diskon sparepart, apparel & asesoris pun dapat memanjakan konsumen.

Antusiasme dan kemeriahan Yamaha Motor Show di Medan ini terlihat jelas. Terbukti mampu menyedot ribuan pengunjung. “Saya datang dalam kegiatan ini karena banyak acaranya, dan semuanya menarik,” kata Lusi, salah seorang pengunjung.(LMC-02)