Ijeck Harapkan Sumut Terhindar dari Informasi Hoax

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajeckshah pada Deklarasi Anti Hoax dan Anti Kekerasan, menyambut hari Amal Bakti ke 73 Kementerian Agama (Kemenag) di Gedung Serba Guna Pemprov Sumut, Jalan Williem Iskandar, Deli Serdang, Senin (25/3).(Foto:LintasMedan/ist)

Deliserdang, 25/3 (LintasMedan) –  Wakil  Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah (Ijeck)
berharap warga di provinsi ini tidak serta merta ikut menyebarkan informasi hoax terutama seputar isu yang berkaitan dengan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) serta ujaran kebencian.

“Mari kita sepakat dan dengan kebulatan tekad agar Sumut terjaga dan terhindar dari berita hoax dan kekerasan,” tegasnya pada Deklarasi Anti Hoax dan Anti Kekerasan, menyambut hari Amal Bakti ke 73 Kementerian Agama (Kemenag) di Gedung Serba Guna Pemprov Sumut, Jalan Williem Iskandar, Deli Serdang, Senin (25/3).

Ijeck mengaku sangat mengapresiasiDeklarasi Anti Hoax dan Anti Kekerasan yang diinisiasi oleh jajaran Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.

Apalagihoax atau berita bohong dapat menjadi fitnah yang akan memecah belah bangsa.

“Saya ucapkan selamat kepada Kementerian Agama Sumut yang sudah menggelar deklarasi anti hoax dan anti kekerasan ini,” katanya.

Kegiatan seperti ini, kata Ijeck diyakini akan mampu mewujudkan Sumut yang aman dan bebas dari isu-isu SARA.

Lebih lanjut dikatakannya, Pemerintah Provinsi Sumut berkeinginan agar Sumut senantiasa kondusif, aman dan kehidupan masyarakatnya maju, sejahtera dan bermartabat.

“Mari kita tingkatkan kewaspadaan, ketelitian dan harus menelusuri betul setiap informasi yang tersebar. Sebab, apabila kita mudah saja percaya dan ternyata itu berita hoax, berarti kita telah menjadi korban dan tidak saja  merugikan diri sendiri tapi juga orang lain,” paparnya. (LMC-02)




Partai Berkarya akan Bangun Pesantren Mandiri

Tommy Soeharto (Foto:LintasMedan/ist)

Sukabumi, 25/3 (LintasMedan) – Tommy Soeharto, Ketua Umum Partai Berkarya, berjanji membangun pesantren mandiri atau eko pesantren dengan program pendidikan berbasis internet.

“Kami sudah bekerjasama dengan pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mewujudkan rencana ini yang akan membantu santri dalam mengembangkan perekonomian pesantren,” kata putra bungsu almarhum Presiden Soeharto yang bernama asli Hutomo Mandala Putra, saat berkunjung ke Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Masih menurut Tommy Soeharto, santri tidak hanya sekadar pintar berdakwah tapi juga mampu mengembangkan perekonomian. Sehingga, kelak santri bisa hidup mandiri.

“Pesantren mandiri akan menjadi percontohan,” kata Tommy Soeharto di hadapan santri Ponpes Al-Qurthubiyyah, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menggunakan mobil bernomor polisi B 1253 PYA, Tommy Soeharto tiba di Desa Pawenang didampingi Letjen (Purn) Yayat Sudrajat, Wakil Ketua Umum DPP Partai Berkarya, Wasekjen Partai Berkarya Rita Irawati Priatna, dan puluhan anggota Laskar Berkarya.

Di Ponpes Al-Qhurthubiyyah, Tommy Soeharto disambut oleh KH. M. Mustofa.

“Semoga kedatangan Pak Tommy Soeharto membawa keberkahan dalam pengembangan pendidikan diniyah, tsanawiyah, aliyah, dan menciptakan generasi bangsa yang sholeh dan sholehah,” pungkas KH. M. Mustofa

Dalam dialog dengan petani Desa Pawenang, Tommy Soeharto menyampaikan program Partai Berkarya yang akan mengembangkan ekonomi kerakyatan dengan kearifan lokal. Ekonomi rakyat, katanya, adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

“Kita akan bina petani mulai dari mendapatkan bibit unggul, teknik bercocok tanam yang baik dengan biaya murah, dan membantu pemasaran hasil produksinya, khusus untuk pemasaran, Partai Berkarya akan berusaha membantu agar petani tidak tergantung pada tengkulak,” Tegas Tommy Soeharto.

Tommy Soeharto tidak pernah bertani, tapi dia belajar serius dan membangun Saung Berkarya di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Saung Berkarya adalah miniatur pertanian terpadu, yang di dalamnya terdapat peternakan sapi, ayam petelur, dan domba, pertanian berbagai jenis sayuran skala ekonomi, dan rumah bibit.

Tidak ada listrik di Saung Berkarya, karena energi untuk penerangan, pemanasan penetasan telur dan memasak di dapur menggunakan biogas kotoran sapi. Tidak ada penggunaan pupuk kimia. Seluruh tanaman menggunakan pupuk kandang, yaitu kotoran sapi yang telah diambil gas-nya.

Untuk meningkatkan produktivitas, Saung Berkarya menggunakan pupuk bregadium teknologi nano. Pupuk cair paling ekonomis ini telah diuji coba di lahan percontohan di Banyumas. Hasilnya, produksi padi meningkat 30 persen lebih.

Mengenai target yang akan di capai Partai Berkarya di Jawa Barat, Tommy Soeharto mengatakan Jawa Barat adalah basis suara kami.

“Saya berharap seluruh warga menggunakan hak pilihnya, dan Partai Berkarya mendapat satu kursi dari setiap daerah pemilihan (dapil) di Jawa Barat,” tutup Tommy.(LMC-01)

#IndonesiaBerkarya
#PartaiBerkarya
#Berkarya
#SaungBerkarya
#EkonomiKerakyatan
#HutomoMandalaPutra




Walikota Medan Sambut Kedatangan Jaksa Agung Jaksa Agung RI

Walikota Medan Dzulmi Eldin menyambut Jaksa Agung RI, H.M. Prasetyo menghadiri Bakti Sosial Operasi Katarak dan Hernia Gratis di Kejaksaan Tinggi Sumut, Sabtu (23/3). (foto:LintasMedan/ist)

Medan, 24/3 (LintasMedan) – Jaksa Agung RI, H.M. Prasetyo menghadiri Bakti Sosial Operasi Katarak dan Hernia Gratis di Kejaksaan Tinggi Sumut, Sabtu (23/3).
Kedatangan Prasetyo bersama istri Ros Ellyana yang juga Ketua Umum Ikatan Adhiyaksa Dharmakarini disambut Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

“Saya mengucapkan selamat datang di Kota Medan, ” kata Eldin.

Ia menyebutkan, selama ini hubungan baik telah terjalin antara lembaga eksekutif, legislatif, dan judikatif di Medan. Dengan tiga pilar ini, Kota Medan terus dibangun dengan keadaan yang harmonis pula.

Kehadiran peran lembaga yudikatif, dalam hal ini Kejaksaan kata Eldin banyak membantu Pemko Medan dalam mengawal pembangunan kota yang sehat demi maksimalnya upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

Jaksa Agung, H.M. Prasetyo menyampaikan bakti sosial kejaksaan merupakan wujud berbagi kebahagiaan kepada orang-orang yang membutuhkan. “Berbagi kebahagiaan juga akan menambah kebahagiaan kita,” kata Prasetyo.

Selain itu,  HM Prasetyo merasa bahwa program pendampingan kejaksaan (TP4D) telah membuktikan semua program pembangunan bisa berjalan dengan baik dan hasilnya bisa langsung dinikmati oleh masyarakat.(LMC-02)




Pelanggan Apresiasi Seleksi Terbuka Direksi Tirtanadi

Ketua Harian Komunitas Pelanggan Air (Kompatir) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, Fachroel Rozi (kiri), didampingi Sekretaris Harist Lunis, SE.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 23/3 (LintasMedan) – Ketua Harian Komunitas Pelanggan Air (Kompatir) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara, Fachroel Rozi mengapresiasi pelaksanaan  seleksi terbuka Calon Direksi BUMD Provinsi Sumatera Utara oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Kami dari Komunitas Pelanggan Air Tirtanadi mengapresiasi Gubernur Sumut atas dibukanya seleksi Calon Direksi BUMD Provsu khususnya seleksi Direksi PDAM Tirtanadi sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan,” katanya didampingi Sekretaris Kompatir Harist Lunis, SE saat dijumpai wartawan pada kunjungannya ke Divisi Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi, Jumat (22/03).

Ia mengatakan, seleksi Calon Direksi PDAM Tirtanadi dapat menghasilkan Direksi yang kredibel, kompeten dan profesional sehingga mampu menyelesaikan semua persoalan PDAM Tirtanadi. Utamanya menyelesaikan keluhan pelanggan dan menjawab tantangan dan peluang bisnis yang ada.

“Seperti kita ketahui, saat ini PDAM Tirtanadi dililit berbagai permasalahan hukum, kekurangan sumber air baku dan defisit produksi serta banyaknya keluhan pelanggan yang mengeluhkan kualitas, kuantitas dan kontinutas air yang diterima pelanggan,” paparnya.

Dikatakan, untuk dapat menyelesaikan semua persoalan itu dibutuhkan manajemen yang kredibel, kompeten dan profesional serta soliditas dari seluruh pegawai PDAM Tirtanadi.

“Tentunya untuk mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat sesuai Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara” tegasnya.

Ia berharap, idealnya Dieksi PDAM Tirtanadi berasal dari internal PDAM Tirtanadi yang paham akan kondisi, permasalahan dan peluang PDAM Tirtanadi. Sehingga, dapat langsung bekerja begitu ditetapkan sebagai Direksi.

Menurut Rozi, bila Direksi PDAM Tirtanadi berasal dari luar, maka Direksi baru tentu memerlukan waktu untuk beradaptasi dan mempelajari situasi.

“Dari pengamatan kami sebenarnya banyak pegawai PDAM Tirtanadi yang layak memimpin PDAM Tirtanadi hal ini dibuktikan dengan beberapa pegawai PDAM Tirtanadi yang menjadi pimpinan di PDAM lain di Indonesia berhasil membawa PDAM yang dipimpinnya maju dan lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.(LMC-02)




SMSI Minta KPU Sumut Beri Penjelasan Terbuka Penghunjukan Iklan Kampanye

Ketua SMSI Sumut, Ir. Zulfikar Tanjung bersama Ketua Dewan Pers, Yosep Stanley Adi Prasetyo pada kegiatan pelatihan jurnalistik peliputan khusus pemilihan umum legislatif dan presiden tahun 2019 baru-baru ini di Medan.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 23/3 (LintasMedan) – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut meminta KPU Sumut memberikan penjelasan terbuka bagaimana sistem, prosedur maupun kriteria yang di terapkan dalam penghunjukan media pemuatan iklan kampanye khususnya di media siber.

“Ini memang perlu dilakukan secara transparan karena penggunaan keuangan negara,”kata Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung menjawab pertanyaan sejumlah wartawan media siber di Medan, Minggu (24/3).

Terutama, kata dia terhadap media siber, yang semula dalam SK KPU tidak diikutsertakan, namun setelah mendapat masukan terutama dari SMSI, SK itu direvisi kemudian siber dimasukkan.

Didampingi Wakil Ketua H Agus S Lubis dan Sekretaris Erris J Napitupulu dia mengemukakan parameter objektif termasuk variabel Dewan Pers dalam pemilihan media siber memang harus terbuka dan jelas, karena media siber jumlahnya banyak, termasuk di Sumut ada ratusan media.

“Jadi harus arif dengan parameter objektif,” kata Zulfikar yang juga Ketua Bidang Pempolkam PWI Sumut.

Dia mengaku hingga saat ini, terutama pasca Keputusan KPU Nomor 291/PL.02.4-Kpt/06/KPU/I/2019 tentang Petunjuk Teknis Fasilitasi Penayangan Iklan Kampanye Melalui Media Bagi Peserta Pemilu 2019 yang tidak mengikutkan siber lalu direvisi akhirnya memasukkan siber, SMSI Sumut belum pernah sekali pun dilibatkan KPU Sumut membicarakan hal ini.

“Padahal, SMSI Sumut tercatat di barisan depan mengingatkan KPU Pusat agar jangan main-main menyikapi ini karena sangat sensitif. Media siber jumlahnya ratusan ribu. Harus arif dan bijaksana, apalagi terkait iklan kampanye menggunakan uang negara,” jelasnya.

Atas dasar itu, lanjutnya, Zulfikar pihaknya pernah mempertanyakan ini kepada Anggota KPU Sumut Syafrialsyah usai Rapat Mekanisme Pengawasan Kampanye di Media Massa di Kantor Bawaslu Sumut di Medan pada Kamis siang 28 Februari 2019 lalu.

Saat itu Syafrialsyah mengatakan petunjuk teknis dari pusat belum turun.

Sementara itu Sekretaris SMSI Sumut tidak menafikan, iklan kampanye Pemilu tentu bernilai ekonomis secara legal bagi media. Ini sangat berguna di tengah operasional media yang cukup tinggi sekarang ini. “Oleh sebab itu, apabila pembagiannya kurang transparan tanpa parameter yang jelas dan terukur, rentan muncul kecemburuan antar media,” ujarnya.

Erris memaparkan sebagai penyelenggara pesta demokrasi KPU memang harus benar-benar arif dan menghindari gesekan yang tidak sehat saat pesta demokrasi seperti pilpres dan pileg, yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.

KPU berkewajiban sekecil mungkin untuk menghindari persoalan atau gesekan akibat kebijakan yang tidak transparan. Jangan buat keputusan yang bisa menimbulkan kegaduhan,” kata Erris.(LMC/rel)




Wagub Sumut: Masjid Harus Punya Manfaat Ekonomi

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah saat membuka kegiatan Muslimah Fest 2019 di Masjid Nurul Ihsan, Jalan Durung Medan, Sabtu (23/3).(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 23/3 (LintasMedan) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut), Musa Rajekshah mengimbau agar rumah ibadah dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat sehingga bermanfaat secara ekonomi bagi umat. Semangat membangun masjid juga harus diikuti dengan upaya memakmurkannya.

“Intinya adalah bagaimana kita bisa memakmurkan masjid. Datang dan mendatangkan orang ke masjid, diisi lebih banyak safnya,” katanya saat membuka kegiatan Muslimah Fest 2019 di Masjid Nurul Ihsan, Jalan Durung Medan, Sabtu (23/3

Kegiatan seperti ini kata Wagub, sangat baik dan harus terus dilakukan, tidak hanya di satu masjid.
Sehingga dirinya berharap ini bisa menjadi contoh bagi umat Islam yang lain menggaungkan Islam Rahmatan Lil Alamin melalui berbagai acara yang menarik. Hal ini dicontohkannya seperti saat momentum Ramadhan setiap tahun. Selama satu bulan, pelataran dan lingkungan sekitar masjid ramai diisi kegiatan mulai dari ibadah hingga perdagangan.

“Insya Allah kalau kegiatan ini dengan semangat bersama, kompak, saya yakin masjid kita bisa lebih baik, lebih makmur dan banyak umat yang datang. Karena untuk membangun Sumut, pertama adalah bagaimana masyarakat kita imannya baik. Kalau lah ilmunya juga cukup, saya yakin Indonesia akan maju, Sumut menjadi bermartabat,” kata Wagub.

Dia juga menyemangati masyarakat khususnya kaum ibu dan anak muda remaja masjid untuk terus menggaungkan syiar agama dengan banyak jalan. Sebab tantangan untuk menjadikannya tren di masyarakat tidak sedikit. Namun dia yakin, jika umat pantang menyerah, maka Allah akan berikan petunjuk dan jalan kebaikan.

Sementara Ketua BKM Masjid Nurul Ihsan, Zainul Fuad menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi masjid yang tidak hanya sebagai tempat salat dan mengaji saja. Tetapi masjid seperti di masa Rasulullah, adalah sumber atau tempat munculnya peradaban. Rasul menciptakan peradaban dimulai dari masjid.

“Maka kita akan mencontoh apa yang digerakkan Rasul di masa itu. Mulai dari pemberdayaan masyarakat secara ekonomi, sosial apalagi keagamaan. Ini yang kurang diperhatikan oleh masjid-masjid,” katanya.

Menurutnya masjid harus punya dimensi keagamaan yang kuat, mulai dari salat dan lainnya, kemudian aspek ekonomi. Beberapa contoh dapat dilihat di rumah ibadah umat Islam di Eropa, dengan menjadikan masjid sebagai sarana bagi umat untuk pembangunan, tidak hanya muslim saja, tetapi juga agama lain.

“Jadi masjid itu harus berfungsi ganda. Dan Nabi (Muhammad SAW) melakukan itu. Insya Allah akan bisa, dimulai dari masjid. Karena masjid tempat berkumpul umat,” katanya.(LMC-01)




Walikota Medan Hadiri Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mendampingi Pangdam I/BB M Sabrar Fadillah dan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menghadiri Apel Gelar Pasukan Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019 di Lapangan Benteng Medan, Jumat (22/3) pagi.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 22/3 (LintasMedan) –  Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mendampingi Pangdam I/BB M Sabrar Fadillah dan Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menghadiri Apel Gelar Pasukan Pengamanan Menghadapi Pemilu 2019 di Lapangan Benteng Medan, Jumat (22/3) pagi.

Apel gelar pasukan tersebut dilakukan guna menyambut Pemilihan Legislatif (Pileg) sekaligus Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April mendatang.

Selain TNI – Polri, apel gelar pasukan dengan tema, “Tingkatkan Sinergitas TNI-Polri dengan Komponen Bangsa Lainnya Guna Mewujudkan Kamdagri Yang Kondusif’’ tersebut diikuti ribuan pasukan pengamanan terkait lainnya, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Sar Nasional (Basarnas) serta sejumlah organisasi kepemudaan dan masyarakat di Kota Medan.

Usai laporan komandan upacara serta pembacaan deklarasi apel pasukan yang diikuti seluruh pasukan apel, Wali Kota bersama Pangdam I/BB dan Kapolda Sumut selanjutnya berkeliling menghampiri satu-persatu barisan pasukan. Hal itu dilakukan  guna mengetahui dan mendengar langsung kesiapan yang telah dilakukan setiap unsur pasukan pengamanan tersebut.

 Pangdam I/BB M Sabrar Fadillah selaku pimpinan apel dalam arahannya mengatakan,  apel gelar pasukan tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota. ‘’Sesuai instruksi Menkopolhukam, apel gelar pasukan ini dilakukan di seluruh Indonesia. Sebab, kita sama-sama mengetahui bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan menggelar pesta demokrasi. Untuk itu, apel gelar pasukan ini dinilai sangat penting agar kita semua siap dalam mengamankan pemilu mendatang,’’ kata Pangdam.

Selain itu Pangdam menekankan, ada beberapa point penting yang harus diingat seluruh pasukan pengamanan dalam menjalani tugasnya, diantaranya agar senantiasa membangun sinergitas TNI-Polri dengan seluruh unsur terkait. Kemudian seluruh pasukan pengamanan harus mampu mengenali, mencari dan menemukan tanda-tanda kerawanan yang mungkin terjadi agar segera ditangani dan dinetralisir.

Pangdam selanjutnya berpesan agar menindak tegas oknum ataupun pihak yang mengganggu kelancaran jalannya pemilu. Terkhusus, bagi Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), Pangdam meminta agar memberi dan menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Disamping itu juga kepada para tokoh agama, pemuda dan masyarakat untuk ikut berperan serta melindungi dan menjaga ketertiban agar masyarakat dapat menggunakan hak suaranya dengan tenang tanpa gangguan.

“Tugas kita ini berat. Butuh dukungan dari semua pihak untuk ikut serta menjaga keamanan NKRI yang kita cintai ini. Bagi seluruh pasukan yang bertugas harus menyadari  bahwa tugas mengamankan NKRI adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kita semua. Maka tunjukan loyalitas anda,’’ tegas Pangdam.

 Sementara itu, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH mengapresiasi apel gelar pasukan tersebut. “Apel gelar pasukan ini menjadi catatan bagi seluruh pasukan pengamanan untuk menyadari tugasnya dalam menjaga keutuhan dan keamanan negara. Terlebih sebentar lagi seluruh wilayah di Indonesia termasuk Kota Medan akan menggelar pesta demokrasi,’’ kata Wali Kota.

 Untuk itu, Wali Kota berharap agar seluruh pasukan pengamanan agar dapat menjalani tugasnya dengan penuh  dedikasi, termasuk menjaga kekondusifan, terutama di Kota Kota Medan. ‘’Saya menyadari ini tugas berat bagi seluruh pasukan pengamanan. Namun jadikan tanggung jawab itu menjadi sebuah ibadah yang bernilai pahala. Bertugaslah dengan tulus dan ikhlas,’’ pesan Wali Kota. (LMC-02)




Wakil Dubes Inggris : Medan Punya Potensi Besar

Wakil Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Rob Fenn ketika diterima Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH di Balai Kota, Kamis (21/3). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 21/3 (LintasMedan) – Pemerintah Inggris menyatakan tengah mendorong para pengusaha atau investor untuk berinvestasi di Kota Medan. Sebab, kota Medan menjadi salah satu kota di Indonesia yang terus berkembang dan memiliki potensi besar di berbagai sektor untuk dikerjasamakan. Oleh karenanya, pemerintah Inggris akan segera mempercepat hubungan kerja sama dengan Pemko Medan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Rob Fenn ketika diterima Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH di Balai Kota, Kamis (21/3). Dalam kunjungan tersebut, Rob Fenn mengaku senang berkunjung ke Kota Medan sekaligus dapat melihat progress pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan.

Dikatakan Rob Fenn, pemerintah Inggris telah memiliki kerjasama dengan pemerintah Indonesia dibidang pendidikan. Salah satu bentuk kerjasama tersebut telah terjalin dengan Universitas Sumatra Utara (USU) lewat program riset yang dilakukan dosen USU dengan para peneliti di Inggris terkait budidaya mangrove.
“Selain jalinan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Inggris, kami juga ingin punya kerjasama langsung dengan pemerintah Kota Medan. Dengan begitu kami dapat memiliki peran untuk ikut serta membangun dan menjadikan Kota Medan menjadi sebuah kota yang semakin maju dan berkembang serta hubungan baik antar kedua belah pihak dapat terus terjalin,’’ kata Rob Fenn.

Kepada Wali Kota, Rob Fenn juga meminta dukungan Pemko Medan agar mensosialisasikan pentingnya mempelajari dan menguasai Bahasa Inggris.    Selain itu, dalam waktu dekat pemerintah Inggris akan menggelar perayaan 70 tahun hubungan diplomatik dengan pemerintah Indonesia. ‘’Semoga hubungan bilateral yang sudah terjalin lama ini dapat dipertahankan sekaligus memberi manfaat bagi kedua negara,’’ ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rob Fenn mengungkapkan bahwa ada sebuah kota di Inggris yang memiliki kesamaan dengan Kota Medan. Untuk itu, pihaknya segera melakukan koordinasi agar segera menjalin hubungan sebagai sister city dengan Kota Medan. Sehingga semakin membuat hubungan pemerintah Inggris dan Kota Medan kian dekat.

Sementara itu Wali Kota mengapresiasi kunjungan yang dilakukan Wakil Dubes Inggris tersebut. Kedatangan itu dinilai Wali Kota menjadi momentum yang sangat baik bagi Pemko Medan. Apalagi selama ini belum ada hubungan kerjasama khusus antara pemerintah Inggris dengan Pemko Medan.

Wali Kota memaparkan bahwa Pemko Medan kini tengah fokus di sektor infrastruktur dengan rencana pembangunan Light Rail Transit(LRT) dan Bus Rappid Transit (BRT). Rencana proyek pembangunan tersebut dilakukan guna mengatasi kemacetan lalu lintas di Kota Medan. Terlebih rencana pembangunan tersebut telah mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

Kemudian. lanjut  Wali Kota, Pemko Medan bersama pemerintah Provinsi Sumut akan membangun tol dalam kota yang bertujuan untuk mengurai masalah kemacetan yang semakin parah. Direncanakan pembangunan tol dalam kota nantinya akan dibangun dengan melintasi bantaran sungai sehingga diharapkan dapat meminimalisir biaya pembangunan.

Selain LRT dan BRT, upaya lain yang dilakukan Pemko Medan dalam menata kota adalah dengan menjadikan water front city di kawasan Medan Utara. Nantinya direncanakan  akan dibangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi warga. Dengan demikian warga dapat tinggal dengan lebih teratur dan tertata.

“Berbagai upaya kita lakukan untuk menata kota. Salah satunya, Pemko Medan berencana akan memindahkan seluruh industri ke kawasan Medan Utara. Maka hanya perumahan dan perkantoran saja yang berada pusat kota. Langkah ini diambil sebagai upaya agar dapat mengurangi polusi udara yang berasal usaha industri,’’ kata Wali Kota.

“Nantinya warga akan kita relokasi ke Rusunawa. Setelah itu kita juga akan berdayakan untuk dapat bekerja di sekitar lokasi industri tersebut, sehingga warga tidak perlu keluar dari wilayah mereka. Untuk itu kami menginginkan adanya kerjasama antara kota Medan dan para investor agar rencana ini dapat segera terealisasi,’’ ungkapnya.

Selanjutnya Wali Kota berharap kepada pemerintah Inggris agar mau bekerjasama dengan Pemko Medan. Sebab, melalui pemaparan yang disampaikan kiranya mampu memberi gambaran bagi pemerintah Inggris terkait hal-hal mana saja yang bisa dilakukan lewat jalinan kerjasama.  ‘’Semoga apa yang sampaikan mampu menarik investor pemerintahan Inggris untuk segera berinvestasi di Kota Medan. Dengan begitu upaya Pemko Medan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dapat terlihat jelas dan nyata,’’ pungkasnya. (LMC-02)

 




Akhyar: Jalan Simpang Dobi Segera Dilebarkan

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution memimpin rapat terkait tindak lanjut rencana pelebaran jalan kawasan Simpang Dobi, di Balai Kota Medan, Selasa (19/3). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 19/3 (LintasMedan) – Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengemukakan bahwa Jalan Yos Sudarso persisnya di sekitar Simpang Dobi, Kelurahan Titi Papan segera dilebarkan guna memperlancar arus lalu lintas di kawasan yang rawan macet tersebut.

“Pemko Medan sangat mengapresiasi dan mendukung pelebaran Jalan Kol L Yos Sudarso, persisnya Simpang Dobi yang akan dilakukan Balai Besar Jalan Nasional,” katanya ketika memimpin rapat terkait tindak lanjut rencana pelebaran jalan kawasan Simpang Dobi, di Balai Kota Medan, Selasa (19/3).

Ia menjelaskan, pelebaran jalan akan dilakukan dua tahap, yakni sepanjang 300 meter dan lebar sekitar 2,25 meter. Setelah itu dilanjutkan dengan pelebaran tahap kedua.

“Untuk sementara kita fokus terhadap pelebaran tahap pertama ini dulu,” paparnya.

Ruas jalan yang akan dilebarkan direncanakan sepanjang sekitar 300 meter sisi kiri dan kanan jalan dengan lebar berkisar 2,25 meter.

Sedangkan, proses pelebaran jalan telah disiapkan sepenuhnya oleh Balai Besar Jalan Nasional.

Guna mewujudkan pelebaran jalan, lanjut Akhyar, tentunya akan diikuti dengan pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan akan selesai tahun 2019, termasuk pelebaran jalan yang dilakukan. Warga yang terkena ganti rugi tidak banyak, Camat Medan Deli pun sudah melakukan sosialisasi terkait pelebaran jalan yang akan dilakukan beberapa bulan lalu,” ujar dia.

Kemungkinan ada seratusan kepala keluarga (KK) yang akan terkena pembebasan lahan terkait pelebaran jalan.

Dana untuk pembebasan lahan akan berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemko Medan hanya mendukung kelancaran pembebasan lahannya yang dilakukan tersebut.

Pihaknya berharap proyek pelebaran jalan di kawasan Simpang Dobi yang dananya bersumber dari APBN 2019 tersebut dapat mengatasi persoalan kemacetan yang selma ini kerap dikeluhkan masyarakat.

Akhyar menambahkan, Pemko Medan sangat mengapresiasi penuh rencana pelebaran Jalan Yos Sudarso, persisnya Simpang Dobi, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli. (LMC-04)




Musyawarah BKM Masjid Agung Tetapkan 5 Formatur

Musyawarah Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Agung Medan berhasil memilih dan menetapkan 5 orang Formatur yang diberi mandat menyusun komposisi personalia kepengurusan BKM kebanggaan masyarakat Sumut ini tiga tahun ke depan.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 19/3 (LintasMedan) – Musyawarah Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Agung Medan berhasil memilih dan menetapkan 5 orang Formatur yang diberi mandat menyusun komposisi personalia kepengurusan BKM kebanggaan masyarakat Sumut ini tiga tahun ke depan.

Musyawarah yang dipimpin H Donald Sidabalok (Ketua Panitia) didampingi Sekretaris Drs H Hendra DS berlangsung tertib penuh suasana keagamaan di VIP Hall 3 Hotel Polonia Medan.

Lima formatur terpilih yakni H Yuslin Siregar, H Abdul Hakim Siagian, H Daud Syah Munthe, H Adlan Spd MM (Kabag Keagamaan Pemko Medan) dan Drs H Hendra DS yang juga anggota DPRD Medan.

Lima formatur ini selain menyusun komposisi kepengurusan BKM Masjid Agung di Jalan Pangeran Diponegoro 26 Medan masa bakti 2019 – 2022 di luar Ketua Umum yang ex oficio dipegang oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Medan yang saat ini dijabat Drs H Impun Siregar MA, juga diberi amanah menyusun struktur organisasi BKM disesuaikan ketentuan dan peraturan berlaku.

Mayoritas kepengurusan masa bakti 2015 – 2018 hadir antara lain Ketua Harian H Azwir Ibnu Azis dan fungsionaris diantaranya H Indra Utama, H Edwin Ginting, H Abdullah Matondang, Bendahara Ir H Mahmuzar Nasution alias Totok, H Darwin. Hadir juga Wakil Ketua Umum Pembangunan Perluasan Masjid Agung Medan H Musa Idhishah.

Musyawarah ini memberikan mandat kepada Formatur untuk menyelesaikan tugas yang diemban dalam waktu 3 hari termasuk juga mengevaluasi dan mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk penyempurnaan AD/ART BKM Masjid Agung Medan ke depan.

Pada musyawarah ini juga dilaporkan kondisi keuangan BKM Masjid Agung Medan periode Januari hingga Desember 2018 yang berasal dari penerimaan Infaq Jumat, Infaq Tarawih, Infaq Idul Fitri dan Infaq Idul Adha total sebesar Rp 1.691.438.000. Sedangkan penggunaan uang sebesar Rp 1.227.225.000 sehingga saldo per 28 Desember 2018 sebesar Rp 464.213.000.

Dalam kesempatan ini juga dilaporkan bahwa dalam pembangunan perluasan Masjid Agung Medan Infaq Jamaah yang dikumpulkan oleh BKM telah diserahkan kepada Panitia Pembangunan Masjid Agung Medan sebesar Rp 1.500.000.000.

Musyawarah yang juga menerima pertanggungjawaban kepengurusan masa bakti 2015 – 2018 ini juga melaporkan hasil audit yang dilakukan oleh Auditor Independen tentang keuangan tiga tahun berturut-turut tahun 2015, 2016 dan 2017 memperoleh nilai Wajar tanpa Pengecualian (WTP).(LMC -01)