Walikota Pimpin Apel Pagi Hari Pertama Kerja 2017

Medan, 3/1 (LintasMedan) – Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi memimpin apel pagi hari pertama kerja tahun 2017 pasca liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2017 di halaman tengah Kantor Wali Kota Medan, Selasa (3/1).

Dari 736 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Pemko Medan, tercatat 640 orang yang hadir, dinas luar 51 orang, cuti 20 orang serta 11 orang izin serta 9 orang tanpa keterangan.

Apel perdana ini turut dihadiri Sekda Kota Medan, Ir Syaiful Bahri Lubis, Asisten, Staf Ahli, Kepala Badan serta Kepala Bagian. Wali Kota puas melihat tingkat kehadiran ASN cukup tinggi, diharapkannya dapat dipertahankan untuk apel pagi maupun sore selanjutnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pegawai yang telah hadir di apel pagi ini. Saya berharap hal ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi, sehingga tingkat kehadiran para pegawai di setiap apel berikutnya tetap tinggi,” kata Eldin.

Terkait dengan ketidakhadiran 9 ASN tanpa keterangan, Eldin minta benar – benar diteliti dan dicek apa penyebabnya. Apabila ketidakhadiran mereka tidak sesuai aturan, maka segera diberikan sanksi sesuai PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai.
“Bagi pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan, saya minta untuk diteliti dan diberi sanksi sesuai peraturan apabila tidak sesuai ketentuan,” tegasnya

Selanjutnya dihadapan seluruh pegawai yang hadir, Eldin mengingatkan agar memulai hari yang baru dengan bekerja lebih baik serta terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi pemerintah memberikan gaji dan insentif yang tujuannya untuk memotivasi para pegawai agar bisa bekerja lebih maksimal lagi, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Untuk tahun 2017 ini, insentif akan diukur dari kinerja saudara masing – masing. Artinya jika kinerja saudara baik, maka insentif saudara juga baik. Sebaliknya apabila kinerja saudara kurang, tentunya insentif yang diberikan juga kurang,” ungkapnya.

Kemudian menyangkut pelayanan publik, Wali Kota mengaku selama tahun 2016 sudah baik dan agar terus ditingkatkan lagi. Sebab, Pemko Medan bekerja dengan program dan sistem. Ditambah lagi adanya supervisi yang dilakukan KPK untuk melaksanakan seluruh program kerja dengan terstruktur sehingga menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Walikota selanjutnya menghimbau kepada seluruh jajarannya untuk terus mengemabngkan potensi yang dimiliki, terutama bagi para pejabat yang saat ini diberi amanah. Eldin minta amanah itu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawabsesuai dengan tupoksinya masing-masing.

“Jangan hanya mengejar jabatan saja, tunjukkan kemampuan diri saudara nantinya biar pimpinan yang akan menilainya. Jangan sibuk kasak-kusuk, cari deking maupun dukun untuk mempertahankan jabatannya. Yang harus dilakukan bekerja dengan baik, tidak saling sikit serta selalu berdoa kepada Allah SWT. Mari kita berkerja sama menjadikan Medan lebih baik lagi ke depannya,” pesannya.

Sebelum mengakhiri arahannya, Wali Kota kembali menekankan seluruh ASN di lingkungan Pemko Medan untuk bekerja lebih baik lagi, terutama yang menyangkut langsung dengan bidang pelayanan. “Jangan mudah terprovokasi dan fokuslah bekerja. Mari kita tingkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat di tahun ini. Terima kasih atas dedikasi yang telah saudara berikan di tahun 2016,” paparnya.(LMC-03)




Dinsos Kota Medan Rencanakan Bangun Rumah Panti

Medan, 28/2 (LintasMedan) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan berencana membangun Panti Asuhan di kawasan Ladang Bambu Medan Tuntungan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinsos Kota Medan Endar Sutan Lubis dalam rapat evaluasi program triwulan pertama, di Komisi B DPRD Medan, Selasa (28/02/2017).

“Untuk pembangunan Panti, sejak lama sudah di sampaikan DED nya namun sampai saat ini belum bisa terrealisasi,” papar Endar.

Untuk lahan pembangunan panti rencananya akan dibangun di kawasan Ladang Bambu, Medan Tuntungan.

” Untuk lahan sendiri rencananya di Ladang Bambu, yang merupakan lahan milik pemko Medan. Secara lisan lokasi di Ladang Bambu yang sudah kami dengar,” katanya.

Dijelaskan Endar, rumah panti tersebut nantinya bisa digunakan untuk rehabilitasi narkoba dan penanganan anak jalanan, gelandangan dan pengemis.

“Nantinya bisa saja untuk rehabilitasi narkoba serta penampungan anjal dan gepeng,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Medan Maruli Tua Tarigan dan Sekretaris Komisi B Muhammad Nasir, anggota Komisi B HT. Bahrumsyah SH meminta Dinas Sosial meningkatkan kinerjanya terutama dalam sinkronisasi dengan dinas lain terutama soal Anak Jalanan, gelandangan dan pengemis. Bahrum juga mengusulkan agar Pemko Medan membangun Rumah panti.

“Tidak seperti di Surabaya dan Kota lainnya, Medan seharusnya sudah memiliki rumah panti,” ujarnya.(LMC-03)




DPRD Medan Pertanyakan Penanganan Anjal dan Gepeng

Ilsdutrasi

Medan, 28/2 (LintasMedan) – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan mempertanyakankonsep Dinas Sosial Kota Medan dalam mengatasi anak jalanan dan gelandangan engemis (gepeng) di kota Medan.

Anggota Komisi B DPRD Medan Irsal Fikri dalam rapat dengar pendapat (RDP)
dengan Dinas Sosial Kota Medan di ruang komisi B DPRD Medan lantai III gedung dewan Jalan
Kapten Maulana Lubis Medan Selasa mempertanyakan konsep Dinas Sosial iti.

“Apa konsep yang akan dilakukan oleh Dinas Sosial dalam mengatasi personal and​ anjal dan
gepeng, ungkap Sekretaris Fraksi partai persatuan pembangunan (PPP) DPRD Medan ini.

Menyikapi ini Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis mengatakan pihaknya
akan berkolaborasi dengan pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah.

Selain itu kata mantan Kadis Kebersihan Kota Medan ini menambahkan, pihaknya juga akan
berkoordinasi dengan pihak Satuan Politisi Pamong Praia (Satpol PP) dalam pelatihan penanganan
anjal dan gepeng tersebut.

Kenapa harus berkolaborasi dengan lembaga perlindungan anak, karena setelah ditangkap lalu
dipanggil orangtuanya masing masing kemudian buat surat pernyataan, namun baik lagi ke dunia
anjal, makanya perlu kerja sama dengan pihak​ KPAI kata Ender.

Sebab dalam penanganan anjal dan gepeng di kota Medan ini harus ada solusinya ungkap Ender
seraya menambahkan Dinas Sosial terjadi Kota Medan sudah membentuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC),
namun dari jumlahnya masih kurang hanya bersikisar 10 orang.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi Komisi B Sahat Maruli Tua Tarigan, didampingi
Sekretaris Muhammad Nasir, dan sejumlah anggota seperti Bahrumsyah, Irsal Fikri dan Asmui Lubis
itu Ender mengatakan Dinas Sosial Kota Medan banyak menjalankan program program nasional
seperti penyaluran bantuan Program Keluarga Haraha (PKH).

Terkait program pusat Anggota Komisi B Bahrumsyah minta data seberapa besar kouta yang
diberi dari program pusat tersebut. Seperti Program PKH, kemudian program BPJS PBI, lalu
program beras miskin yang kesemuanya itu bersumber dari APBN.

“Raskin di Medan tetap bermasalah, sebab Kepala Lingkungan (Kepling) yang memegang
kartunya, sehingga perlu ada data penerima raskin ini,” ungkap Ketua Fraksi Partai Amanat
Nasional (FPAN) DPRD Kota Medan yang satu ini. (LMC-03)




Dinilai Arogan, Dirut PD Pasar Menuai Kecaman

Medan, 28/2 (LintasMedan) – Berbagai kalangan menilai sejumlah kebijakan Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar, Rudi Sinuraya yang baru saja dilantik oleh Walikota Medan, terkesan arogan.

“PD Pasar itu bukan perusahaan pribadi Rudi Sinuraya, jadi tidak bisa memperlakukan pegawai di lingkungan tersebut secara semena-mena. Memutasi pegawai tanpa alasan yang jelas itu sangat tidak adil bagi pegawai,” sesal ketua DPC Gerindra Kota Medan, Bobby Octavianus Zulkarnain SE didampingi mantan kepala SDM Bank Danamon Regional se-Sumbagut, John Sari Haloho, saat menerima keluhan pegawai PD Pasar Medan baru-baru ini.

Dirut PD Pasar, kata Bobby tidak bisa seenaknya melakukan mutasi hingga tiga kali dalam waktu 1 bulan dirinya menjabat.

Apalagi proses pemutasian pegawai tersebut diduga tanpa berkoordinasi dan melibatkan direksi dimasing-masing bidang.

Menurutnya, Rudi telah menunjukkan kekuasaan yang terkesan telah mempermalulan Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin yang selama ini dinilai cukup berhati- hati dalam membuat setiap kebijakan.

“Ironis karena justru bawahannya bersikap seperti itu,” ujarnya.

Sementara Komisi C DPRD Kota Medan juga mengecam tindakan terkesan semena – mena Dirut PD Pasar dalam hal melakukan mutasi di lingkungan pegawai perusahaan milik pemerintah kota Medan itu.

“Kami mendukung langkah para karyawan PD Pasar Kota Medan yang berencana melaporkan persoalan itu ke Walikota Medan,” kata Wakil Ketua Komisi C Anton Panggabean.

Apalagi, kata Anton dewan mendapat informasi Rusdi telah mempekerjakan oknum polisi sebagai Dirut ‘bayangan’.

Menurut Anton yang juga Politisi Partai Demokrat, sejak awal pihaknya keberatan dengan pengangkatan Rusdi Sinuraya sebagai Dirut PD Pasar Kota Medan. “Komisi C tidak pernah dilibatkan dalam proses pemilihan direksi PD Pasar Kota Medan itu,” ujarnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Medan, Zulkifli Lubis menegaskan komisinya akanmemanggil Dirut PD Pasar Kota Medan untuk meminta penjelasan dari persoalan tersebut.

“Saya juga dengar tadi orang PD Pasar akan melaporkan masalah ini ke polisi. Silahkan saja, untuk membongkar masalah ini,” ungkapnya.

Mewakili karyawan PD Pasar Kota Medan, Kepala Bagian Usaha PD Pasar Medan, Aidil Sofyan mengungkapkan sejak Rusdi Sinuraya memimpin PD Pasar Kota Medan, Rusdi mempekerjakan oknum polisi Bripka Jhon Paul Simanjuntak sebagai Dirut ‘bayangan’.

“Si Jhon Paul Simanjuntak itulah yang sering memerintahkan kami untuk pulang kerja sampai jam enam pagi. Padahal, cuma sekedar bincang-bincang sajanya,” ungkapnya.

Selain itu, para karyawan PD Pasar Kota Medan juga dimintai upeti agar bisa bertahan dan tidak dipecat dari PD Pasar Kota Medan. “Kami inilah yang jadi korban dan kami mau dipecat. Makanya, kami minta bantuan ke dewan,” paparnya.(LMC-02)




Isu Gempa Besar Gubernur Minta Warga Sumut Tidak Panik

Ilustrasi

Medan, 28/2 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi meminta masyarakat tidak perlu panik atas berita-berita yang menyebutkan akan terjadi gempa besar di Kota Medan dan sekitarnya.

“Gempa yg terjadi selama ini adalah gempa susulan yang dapat berlangsung 3-6 bulan ke depan dengan kekuatan skala lebih kecil dari 5 SR dan menurut para ahli tidak ada prediksi akan terjadi gempa besar,” kata Gubernur melalui Plt Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Selasa.

Bahkan saat ini sebagaimana data PGR 1 (Pusat Gempa Regional 1) tercatat gempa susulan yang berpusat di seputaran Kabupaten Deliserdang dan Karo aktivitasnya mulai menurun.

Menyikapi peristiwa gempa belakangan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Penanggulangan Bencan Daerah telah menggelar pertemuan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), SAR, Badan Penanggulangan Bencan Daerah kabupaten/kota.

Dari pertemuan itu diketahui bahwa sejauh ini belum ada info yang menyatakan tentang patahan baru di Pantai Timur Sumatera. Yang ada ada saat ini hanya patahan pulau Sumatera utamanya di sepanjang pulau Sumatera yaitu pantai barat dan dataran tinggi bukit barisan. Sumber gempa yang terjadi berada di pantai barat dan patahan minor yangg lebih kecil dari patahan sesar Sumatera.

“Yang terjadi gempa belakangan ini merupakan gempa lokal yang disebabkan oleh sesar lokal aktif yg tidur selama ini dari berbagai segmen yg tertutup atau reaktivasi batuan dasar yang ditimbun oleh batuan muda dan secara morfologi tdk terlihat,” paparnya.

Gubernur minta masyarakat tetap tenang dan jangan terpancing dgn berita-berita hoax. Begitupun Gubernur mengatakan kewaspadaan dini terhadap bencana tetap harus ditumbuhkembangkan. Gubsu mengatakan pihaknya sudah mengirim Surart Edaran kepada Bupati/walikota untuk kesiagaan bencana.

Gubernur mengimbau agar BPBD Kab/Kota dapat terus melakukan edukasi berupa simulasi mitigasi bencana gempa bumi dan sebagainuya. Kegiatan tersebut saat ini telah dan akan dilaksanakan oleh kabkota simulasi di sekolah, rumah sakit dan gedung bertingkat.

Selain itu, Pemkab/Pemko di Sumut, kata Gubernur dapat mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat dan kearifan lokal. “Pemkab/Pemko harus meningkatkan koordinasi dengan instansi vertikal seperti BMKG, PVMBG dan SAR. Juga mengecek daerah rawan atau resiko bencana dan aktif memantau ancaman potensi gempa, banjir dan longsor melalui BMKG, PVMBG dan PUPR,” katanya.(LMC-02)




Walikota Tabalkan Nama Jalan H Ibrahim Sinik

Medan, 27/2 (LintasMedan) – Walikota Medan, Dzulmi Eldin kembali meresmikan penabalan nama jalan, Senin.

Kali ini nama jalan yang ditabalkan itu Jalan Dr Drs H Ibrahim Sinik yang berlokasi di sepanjang persimpangan Jalan Thamrin sampai persimpangan Jalan AR Hakim. Sebelumnya, jalan tersebut merupakan bagian dari Jalan Sutrisno yang termasuk kawasan Kecamatan Medan Area.

Penabalan nama tokoh pers Sumut itu menindaklanjuti usulan PWI Sumatera Utara, surat rekomendasi dari DPRD Medan, termasuk usulan dari keluarga almarhum Ibrahim Sinik. Setelah melalui berbagai pertimbangan akhirnya Wali Kota Medan menerbitkan Surat Keputusan No 620/009/2018 tentang Perubahan dan Penabalan Nama Jalan di Kota Medan tanggal 11 Januari 2017.

Penabalan Jalan Dr Drs H Ibrahim Sinik ini turut dihadiri Gubsu Ir H T Erry Nuradi MSi, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho Sik MHUm, Dandim 0201/BS, Kolonel Infantri Bambang Herqutanto, Wakil ketua DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu serta sejumlah anggota DPRD Medan lainnya, tokoh masyarakat Drs H Abdillah Ak MBA dan segenap tokoh pers di Medan

Wali Kota mengungkapkan, penetapan nama Jalan Dr Drs Ibrahim Sinik ini merupakan apresiasi Pemko Medan atas perjuangan dan pengabdian Ibrahim Sinik untuk memajukan Medan melalui fungsi jurnalistiknya.

Di samping itu mantan Wakil Wali kota dan Sekda Kota Medan itu menilai,
Semasa hidupnya, Ibrahim Sinik adalah sosok yang memilik jiwa kebangsaan dan pejuang pers yang tidak pernah lelah menyuarakan kebenaran. Ibrahim Sinik juga terkenal dengan tulisan-tulisannya yang keras dalam melawan paham komunisme.

“Semasa hidupnya, beliau juga terus mengikuti perkembangan pembangunan Indonesia, Medan khususnya, melalui tulisan-tulisannya di media massa. Selain itu, dia juga aktif di berbagai organisasi dan mendirikan surat kabar Medan Pos yang kita ketahui sebagai media massa yang cukup bergengsi,” kata Eldin.

Sementara itu Gubernur Tengku Erry Nuradi MSi menyambut baik penabalan nama Jalan Dr Drs H Ibrahim Sinik ini. Ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap jasa-jasa almarhum dalam dunia jurnalistik. Kemudian Gubsu juga mengingatkan bahwa almarhum juga merupakan tokoh perfilman di Sumatera Utara yang telah menunjukkan kiprahnya, bahkan pernah menjadi produser film “Batas Impian”.(LMC-03)




Medan Jadikan Senam Sebagai Olahraga Massal

Ilustrasi: Sejumlah warga mengikuti senam jantung sehat di Lapangan Merdeka Medan. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 26/2 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menjadikan senam sebagai olahraga massal bagi masyarakat di ibukota Provinsi Sumut itu.

“Senam sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Karena itu, kita menjadikan Senam ini sebagai olahraga massal bagi masyarakat,” kata Walikota Medan Dzulmi Eldin di sela mengikuti senam jantung sehat bersama ribuan warga, di Lapangan Merdeka Medan, Minggu.

Dalam memasyarakatkan olahraga senam, lanjut dia, Pemko Medan sudah menetapkan hari Minggu sebagai hari senam massal.

Kegiatan olahraga itu, ternyata mendapat antusiasme dari elemen masyarakat, baik dari kalangan anak-anak maupun dewasa dan lanjut usia.

“Senam jantung sehat ini merupakan olahraga yang mudah dilakukan dan murah, namun manfaatnya sangat besar bagi kesehatan jantung manusia yang rutin melaksanakannya,” tambahnya.

Apalagi, kata Eldin, penyakit jantung saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

Karena itu, Walikota Medan mengajak seluruh warga Kota Medan untuk datang beramai-ramai mengikuti senam jantung sehat di Lapangan Merdeka setiap hari Minggu pagi.

Selain senam yang berfungsi untuk merawat dan menjaga kesehatan jantung, warga juga dapat mengikuti sejumlah kegiatan olahraga lainnya.

Senam massal tersebut digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Sumatera Utara.

Untuk lebih menyemarakkan kegiatan olahraga massal itu, pihak Pemko Medan selalu mendatangkan sejumlah instruktur berpengalaman agar semua gerakan yang dilakukan benar-benar untuk menyehatkan jantung. (LMC-05)




Walikota Medan Apresiasi Sister Business Perdasama Perak dan APPINSU

Medan, 25/2 (LintasMedan) – Wali Kota Medan, HT Dzulmi Eldin S MSi membuka acara Sister Business Perdasama Perak dan Asosiasi Pengusaha Perempuan Indonesia Sumut (APPINSU) yang bertajuk Entrepreneur of Millenium di Hotel Garuda Plaza Medan, Sabtu.

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi dan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki inteletual, mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan dan memiliki jiwa inovatif kreatif.

Ketua TP PKK sekaligus Ketua Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin ini turut menghadiri perhelatan yang mempertemukan perempuan pengusaha dari Perak Malaysia dan Medan tersebut.

Berbagai produk khas dan kebanggaan Medan ikut dipamerkan untuk menyemarakkan even tersebut. Salah satu stand yang begitu menarik perhatian adalah Maharani Gallery karena memajangkan berbagai busana berbahan Batik Medan.

Di samping itu, turut juga dipajangkan berbagai hasil kerajinan tangan berupa tas maupun dompet serta aneka kuliner khas Kota Medan yang merupakan hasil produk para pelaku UMKM di Kota Medan.

Dalam sambutannya sebelum membuka acara tersebut, Wali Kota mengapresiasi upaya segenap pengusaha perempuan yang tergabung dalam Perdasama Perak dan APPINSU dengan menggelar ajang Entrepreneur of Millenium terbut.

Menurut penmilaian Eldin, kegiatan ini memotivasi dan melahirkan sumber daya manusia yang memiliki inteletual, mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan dan memiliki jiwa inovatif kreatif.

Selain itu, ungkapnya lagi, kegiatan ini juga dapat memotivasi dan melahirkan SDM yang mempunyai kemampuan kewirausahaan sehingga dapat menciptakan peluang usaha, serta berkemampuan membangun jejaring usaha beretika profesional sehingga dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan mampu mengembangkan industri daerah yang kompetitif.

Selanjutnya dihadapan Ketua Perdasama Perak, Malaysia, Suhaida Binti Kasim, Pendiri APPINSU Dewi Budiarti Teruna Jasa Said dan segenap pengusaha perempuan Sumut dan Malaysia itu,

Eldin berharap, kunjungan rombongan Perdasama Perak ke Medan dapat menjadi momentum peningkatan kerjasama perdayangan dan pertukaran informasi bisnis antara Medan dan Perak

“Saya harapkan event ini juga dapat meningkatkan nilai tawar bagi peserta, khususnya pelaku UMKM dan merangsang mereka untuk meningkatkan produksi serta kualitas serta memperluas pasar hingga ke luar negeri,” kata Wali Kota.(LMC-03)




Sumut Tanggung Iuran BPJS Warga Miskin

Foto: Ilustrasi

Medan, 25/2 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumut menanggung iuran bulanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi warga miskin untuk memberikan kemudahan pelayanan jika mereka akan berobat ke rumah sakit.

“Saya berharap tidak ada lagi warga Sumut yang tidak masuk dalam program BPJS kesehatan. Kita sudah menyediakan anggarannya. Kalau ada masyarakat yang tidak mampu kita bantu membayar iuran BPJS-nya,” kata Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, di Medan, Sabtu.

Pernyataan tersebut ditegaskan Gubernur Sumut saat meninjau kegiatan bakti sosial yang digelar Solidaritas Sumut Paten (SSP) di halaman Masjid Raya Al Mashun.

Menurut Erry, Pemerintah Provinsi Sumut tahun 2017 menyiapkan dana sebesar Rp90 miliar lebih dalam APBD untuk membayar iuran BPJS Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu.

Untuk mensukseskan penyerapan anggaran yang dialokasikan untuk bantuan asuransi kesehatan tersebut, ia minta Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dapat menggandeng lembaga-lembaga masyarakat agar lebih gencar mensosialisasikan program JKN kepada masyarakat hingga ke pelosok desa.

Dengan adanya program jaminan kesehatan tersebut, kata dia, biaya pengobatan yang selama ini menjadi masalah bagi warga kurang mampu, diharapkan sudah tidak ada persoalan lagi karena biayanya ditanggung oleh pemerintah.

“Saya tak ingin seperti tahun lalu banyak masyarakat yang tidak tahu informasi ini. Pemprov Sumut sangat mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional,” ucap dia.

Sebagaimana diketahui, BPJS merupakan implementasi dari diberlakukannya Undang-Undang (UU) No 24 tahun 2011 tentang BPJS dan UU No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

ada dua kelompok peserta yang dikelola BPJS Kesehatan, yaitu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta non-PBI.

Peserta PBI terdiri dari fakir miskin dan orang tak mampu yang ditetapkan melalui hasil validasi dan verifikasi data Badan Pusat Statistik bersama pemerintah setempat.

Sedangkan peserta non-PBI, terdiri dari para PNS, anggota TNI, Polri, karyawan perusahaan swasta, para pekerja mandiri, bukan pekerja seperti veteran, penerima pensiun, dan lain-lain. (LMC-04)




Pelajar Muhammadiyah Diajak Perangi Narkoba

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution k(keenam kanan) foto bersama pengurus Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Medan periode 2016-2018, di Medan, Sabtu (25/2).  (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 25/2 (LintasMedan) – Pemerintah Kota Medan mengajak semua elemen masyarakat, termasuk kalangan generasi muda yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Medan untuk bersama-sama memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) yang kini pemasarannya mulai masuk ke generasi muda.

“Generasi muda harus menjadi garda terdepan memerangi dan memberantas narkoba hingga ke akarnya,” ajak Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution di Medan, Sabtu.

Ajakan tersebut dikemukakan Akhyar Nasution ketika menghadiri acara pelantikan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kota Medan periode 2016-2018 yang diketuai Khairunnisa Isyarah Tanjung.

Menurut dia, untuk memberantas penyalahgunaan narkoba tidak bisa hanya melalui teori semata, melainkan harus turun langsung ke lingkungan mengamati dan mencegah jika terdapat peredaran narkoba.

Selain itu, masing-masing individu perlu untuk saling mengingatkan bahaya Narkoba, bergaul dengan orang dan lingkungan yang baik.

“Dengan begitu, insya Allah kita dapat membangun gerakan generasi muda yang mencerahkan dan mencerdaskan di era globalisasi ini,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Akhyar juga mengingatkan segenap pengurus dan keluarga besar IPM Medan agar belajar lebih giat, senantiasa berbakti pada orang tua serta meningkatkan iman dan ketakwaan.

Sikap pro aktif tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu upaya untuk bisa keluar dan terhindar dari jerat narkoba.

Khusus kepada segenap pengurus IPM Medan yang baru dilantik, Wakil Walikota meminta agar lebih berkonsentrasi ke bidang dakwah dan kaderisasi.

Sebab, kata dia, pelajar Muhammadiyah merupakan kader dari persyarikatan Muhammadiyah, sehingga pertama sekali yang harus dibenahi adalah masalah moral.

“Organisasi adalah sarana pendidikan untuk menjadi pemimpin. Untuk itu melalui IPM, para pelajar dapat belajar bagaimana menjalani suatu organisasi dengan baik yang nantinya akan berpengaruh bagi kehidupan mendatang,” ujarnya. (LMC-05)