Pemko Medan dan Polda Sumut Jalin Kerjasama Program Prioritas Pembangunan 

Pemko Medan dan Polda Sumut menjalin kerjasama yang dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) di Aula Tribarata Mapolda Sumut, Selasa (9/7).(Foto:LintasMedan/ist)

Pemko Medan dan Polda Sumut menjalin kerjasama yang dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) di Aula Tribarata Mapolda Sumut, Selasa (9/7).Medan, 9/7 (LintasMedan) –

MoU yang ditandatangani itu  mengenai Kesepakatan Bersama Bantuan Pengamanan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan Kota Medan.

Penandatanganan MoU ini dilakukan langsung Wali Kota Medan  T Dzulmi Eldin  Kapolrestabes Medan  Kombes Pol Dadang Hartanto, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis, dan Kapoldasu  Irjen  Agus Andrianto. serta Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Khusin Dwihananto.

Hadir juga Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Sekda Kota Medan Ir H Wiriya Akrahman MM beserta sejumlah kapolres.

Sebelum penandatanganan lebih dulu ditampilan  slide show dipaparkan bahwa MoU ini untuk menjamin keamanan dan ketertiban sehingga pelaksanaan program prioritas pembangunan dapat terwujud seperti yang diharapkan.

Sedangkan program prioritas pembangunan  yang membutuhkan pengamanan itu diantaranya meliputi pembangunan infrastruktur, kebersihan, pendidikan dan kesehatan.

Di samping itu juga  penataan pasar tradisional, toleransi beragama, pelayanan administrasi kependudukan, keamanan dan kenyaman, iklim investasi, menata serta menambah fasilitas publik.

Sebab, tanpa jaminan keamanan dipastikan proses pembangunan akan berjalan sangat lambat karena hilangnya rasa aman dan nyaman di tengah-tengah masyarakat.

Eldin sangat mengapresiasi dilakukannya penandatanganan MoU dengan Polda Sumut tersebut. Pasalnya ungkap Wali Kota,  Poldasu mendukung penuh seluruh program pembangunan yang dilaksanakan Pemko Medan dengan cara membantu menjaga kantibmas di Kota Medan senantiasa aman dan kondusif.,

Dikatakan Wali Kota, proses pembangunan sangat  membutuhkan situasi kantibmas yang kondusif. Sekaitan itulah bilang Wali Kota, kepolisian hadir sebagai lembaga yang dipercaya negara untuk menjaga situasi kantibmas di dalam negeri. Di samping itu kepolisian juga sebagai institusi negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hokum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

“Artinya kepolisian adalah pihak yang paling diharapkan mampu berlaku adil, professional, modern, dan terpercaya dalam melaksanakan tugasnya. Untuk itu, saya sangat bahagia atas penandatanganan MoU yang dilaksanakan pagi ini. Semoga kerja sama ini akan senantiasa terjalin secara harmonis di masa kini dan mendatang,” kata Eldin.(LMC-02)




Direksi Tepungtawari 17 Calon Jemaah Haji Tirtanadi

Calon jemaah haji (calhaj) dari Keluarga Besar PDAM Tirtanadi tahun 2019, dilepas oleh Direksi dalam acara silaturahim tepung tawar di Masjid Ma’ul Hayah Kantor Pusat PDAM Tirtanadi, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (9/7).(Foto:LintasMedan/ist)

Medan 9/7 (LintasMedan) – Sebanyak 17 orang calon jemaah haji (calhaj) dari Keluarga Besar PDAM Tirtanadi tahun 2019, dilepas oleh Direksi dalam acara silaturahim tepung tawar di Masjid Ma’ul Hayah Kantor Pusat PDAM Tirtanadi, Jalan Sisingamangaraja Medan, Selasa (9/7).

Pegawai dan keluarga pegawai yang akan menunaikan ibadah haji dan ditepung-tawari yakni Jamal Usman Ritonga, Nurmaziah, Adelina Sitorus, Maksum Asnawi Lubis, Jumaris Syawal, Hafnida Asni Siregar, Syafaruddin Siregar, Linda Sari Harahap, Neneng Sugiharto, Harris, Eva Susilawati, Zainab Nasution, Zulkifli Lubis, Ade Trisna Purba, Syafrizal, Syahroni Simbolon, Suryawani Sudian.

Direktur Utama PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri menyampaikan, Direksi beserta para Pegawai mendoakan agar para calhaj ini bisa melaksanakan ibadah haji dengan benar, sehingga bisa menggapai Haji Mabrur.

Selain itu, Trisno Sumantri meminta agar calhaj tetap menjaga kesehatannya karena sangat penting dalam menyelesaikan proses perjalanan haji sepenuhnya.

“Saya mengharapkan doa dari semua pihak termasuk calhaj yang akan berangkat ke tanah suci agar mendoakan kemajuan PDAM Tirtanadi dan tetap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan,” pintanya.

15 Pegawai Berangkat Umroh

Pada kesempatan itu, Trisno Sumantri juga mengumumkan 15 orang Pegawai yang diberangkatkan Umroh oleh PDAM Tirtanadi untuk tahun 2019 ini.

Ke-15 Pegawai terpilih ini adalah para pegawai yang rata-rata telah mengabdi di PDAM Tirtanadi di atas 20 tahun.

Adapun 15 orang Pegawai yang diberangkatkan umrah oleh PDAM Tirtanadi, yaitu Pardianan, Ahmad Gunawan, Sulastono, Abdul Karim Hasibuan, Jasmin, M. Irfan, Hendra, Erwinsyah Pane, Awaluddin Lubis, Sunaryo Marijan, Darwin, Rosmawar Nainggolan, Darlisma, Roswita Wani Daulay, Lisdaniar.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas PDAM Tirtanadi, Silmi, mengatakan bahwa mereka yang berangkat haji pada tahun ini adalah orang-orang yang beruntung.

Untuk mensyukuri itu, menurut Silmi, para calhaj harus benar-benar menjaga kesehatannya karena diperlukan fisik yang fit untuk menyelesaikan proses berhaji tersebut.

Sementara itu, Al Ustad Drs Hamdan Yazid MA dalam tausiyahnya sekitar 20 menit mengatakan saat ini para Pegawai PDAM Tirtanadi yang beruntung bisa berangkat ke tanah suci dikatakan calon jamaah haji (calhaj).

Berangkat ke tanah suci disebut calon haji dan saat pulang nantinya digelar Pak Haji dan Bu Hajjah.

“Saya berpesaan kepada calhaj yang akan berangkat ini untuk selalu membersihkan hati. Ingat peringatan Allah SWT kepada yang berangkat haji, agar selalu menjaga lidah dan mulut. Jangan pernah berkata kotor, berkata kasar, berkata-kata yang tak baik,” ujar Al Ustad Hamdan Yazid.

Diingatkannya lagi kepada calon jamaah haji dari PDAM Tirtanadi agar selama melaksanakan ibadah haji, jangan sekali-kali bertengkar, berkelahi, berselisih paham, karena semua perbuatan ini akan merugikan jamaah haji tersebut.

Kalau ditanya kepada dirinya, mana lebih enak melaksanakan haji saat dahulu bila dibandingkan sekarang, Ustad Drs Hamdan Yazid mengaku lebih enak dan mudah melaksanakan haji dahulu bila dibanding sekarang ini. Karena naik haji baru pertama kali benar-benar niatnya karena Allah SWT.

“Berangkat haji itu benar-benar diniatkan untuk melaksanakan seluruh perintah Allah SWT karena ingin, sehingga nantinya bisa mendapatkan haji yang mabrur,” ujarnya.

Acara tepung tawar tersebut juga dihadiri Direktur Administrasi dan Keuangan Feby Milanie, Direktur Air Minum Joni Mulyadi, Direktur Air Limbah Fauzan Nasution dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan PDAM Tirtanadi, para kepala Divisi, Kepala Cabang/IPAM/IPAL dan Pegawai dan Tenaga Kontrak PDAM Tirtanadi.(LMC-02)




Walikota Medan Lepas Peserta Tour de Bhayangkara

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kedua kiri) turut mengibaskan bendera start pada acara pelepasan peserta balap sepeda Tour de Bhayangkara 2019 dari Jalan Pengadilan Medan, Minggu (7/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 7/7 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin melepas ratusan peserta balap sepeda Tour de Bhayangkara 2019 dari Jalan Pengadilan Medan, Minggu (7/7).

Tour De Bhayangkara yang digelar dalam rangka HUT ke 73 Bhayangkara tersebut berakhir di Pantai Bali Lestari, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Para peserta dari berbagai komunitas di Sumut tampak antusias mengikuti event perlombaan ini, termasuk Wakapolda Brigjen Pol Mardiaz Dwihananto beserta sejumlah jajaran Polda Sumut lainnya.

Walikota Medan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Tour de Bhayangkara karena dinilai ikut meningkatkan gairah masyarakat setempat untuk berolahraga, khususnya bersepeda.

“Antusias masyarakat mengikuti lomba ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, kita berharap hal ini dapat terus dijaga,” kata Eldin.

Penyelenggaraan event balap sepeda yang memperlombakan kategori santai dan touring itu bertujuan mengajak masyarakat agar rajin berolahraga serta merekatkan hubungan antara Polda Sumut dengan para pemangku kepentingan atau stakeholders termasuk Pemko Medan.

Usai melepas peserta Tour de Bhayangkara, Walikota Medan berbaur bersama sejumlah warga untuk berolahraga .

“Alhamdulillah, di Minggu pagi yang penuh semangat ini kita bisa berkumpul dan berolahraga bersama dalam rangkaian acara yang digelar oleh Polda Sumut,” ujarnya.

Momentum tersebut, menurut Eldin, penting dilakukan sebagai wadah silaturahmi dengan semua pihak khususnya masyarakat.

Ia berharap kegiatan bertemakan olahraga tersebut dapat memberi edukasi kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (LMC-04)




Mahasiswa Muhammadiyah Diajak Berkontribusi Membangun Kota Medan

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kiri) menyalami para pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Medan periode 2019-2020 yang baru dilantik, di Medan, Sabtu (6/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 6/7 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution mengajak para mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Medan untuk terus menimba ilmu dan mengembangkan kreativitas positif untuk turut berkontribusi pada pembangunan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu.

“Saya mengajak dan berharap agar para pemuda khususnya mahasiswa Muhammadiyah dapat ikut serta memberikan kontribusi baik pemikiran maupun tindakan guna memajukan Kota Medan menjadi lebih baik di masa mendatang,” katanya di Medan, Sabtu (6/7).

Harapan tersebut disampaikan Akhyar Nasution dalam kata sambutannya pada acara pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Medan periode 2019-2020.

Selain turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Medan, ia berharap mahasiswa sebagai generasi penerus juga harus terus mengembangkan intelektualnya dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin pada masa mendatang.

Para mahasiswa Muhammadiyah, kata dia, juga harus terus memperjuangkan semangat berkemajuan dalam membangun negara dan membela kaum yang lemah.

“Alhamdulillah, senang sekali rasanya jika kaum muda khususnya para mahasiswa ikut tergabung dan terlibat dalam sebuah organisasi seperti IMM. Untuk membentuk diri menjadi pribadi yang mandiri dan berintegritas salah satunya didapatkan melalui berorganisasi. Karena, organisasi menjadi wadah bagi kita untuk dapat menyuarakan pendapat dan pikiran terlebih menyangkut kemaslahatan umat,” kata Wakil Walikota.

Suatu negara, lanjut dia, dapat menjadi maju karena sumber daya manusianya yang maju, bukan karena kekayaan sumber daya alamnya.

Karena itu, pihaknya ingin IMM dapat berkontribusi bagi kemajuan negeri khususnya Kota Medan melalui program-program konstruktif yang dimiliki guna mewujudkan percepatan pembangunan dan perbaikan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam acara yang mengangkat tema ‘Revitalisasi Gerakan Pencerahan Untuk Kepemimpinan Yang Progresif Dan Inovatif Demi Terwujudnya IMM Kota Medan Berkemajuan Dan Berdaulat’ tersebut, Akhyar berpesan agar kader IMM dapat menjadi jembatan bagi pemerintah dalam upaya memberantas narkoba.

Sebab, hal tersebut penting dilakukan guna melindungi para generasi muda dari bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan generasi penerus bangsa Indonesia.

“Allah SWT telah memberikan kita akal dan pikiran untuk melakukan hal-hal baik. Salah satunya dengan mengingatkan dan menjaga diri, keluarga, tetangga serta teman dari bahaya narkoba,” tuturnya.

Acara pelantikan pengurus IMM Kota Medan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan kekeluargaan tersebut dirangkaikan dengan dialog dengan menghadirkan para pembicara dari kalangn tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat. (LMC-04)




Akhyar: Jangan Buang Sampah ke Parit

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (ketiga kiri) meninjau kegiatan pengorekan parit di Jalan Marelan, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (5/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 5/7 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution mengimbau warga kota setempat agar tidak membuang sampah rumah tangga dan aktivitas lainnya ke dalam parit sungai untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota.

“Saya minta masyarakat jangan lagi membuang sampah ke dalam parit dan bagi yang sudah membeton harus membuat lubang inlet jangan sampai di beton seluruhnya, karena air tidak akan dapat masuk ke dalam parit,” katanya di sela meninjau langsung pengorekan drainase di Jalan Marelan, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (5/7).

Pengorekan parit di kawasan tersebut dilakukan guna memperlancar aliran air sehingga tidak lagi terjadi banjir khususnya di kawasan tanah 600 Marelan.

Menurut dia, sampah yang dibuang ke parit bisa menimbulkan masalah banjir akibat tumpukan sampah menyumbat aliran air saat hujan turun, gangguan kesehatan karena mencemari air sungai, dan kerusakan lingkungan.

Pemko Medan, lanjautnya, serius melakukan normalisasi drainase agar bisa mengatasi persoalan banjir, termasuk berharap kepada masyarakat untuk sadar lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Dari hasil peninjauan, Wakil Walikota Medan mengungkapkn bahwa sebagian drainase di wilyah Tanah 600 sudah lama tidak dibersihkan sehingga mengalami penyumbatan akibat sendimentase dan sampah yang sudah mengeras.

“Hari ini drainase ini kita bersihkan agar tidak ada lagi penyumbatan yang sering menimbulkan banjir di Tanah 600. Selanjutnya, air dari drainase ini akan kita alirkan ke parit merah dan sebagian lagi ke Sungai bederah,” ujarnya.

Selain pengorekan drainase ini, diwaktu yang bersamaan Pemko Medan juga tengah melakukan normalisasi parit kebun yang letaknya tidak berjauhan dri lokasi tersebut.

“Kita juga sedang melakukan normalisasi terhadap parit kebun yang panjangnya sekitar 2.6 KM, aliran parit ini juga langsung mengalir menuju sungai bederah,” paparnya. (LMC-04)




Wakil Walikota Medan Hadiri Sertijab Danlantamal I

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kedua kiri) bersama unsur Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumut menghadiri upacara serah terima jabatan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I di dermaga Lantamal I Belawan, Jumat (5/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 5/7 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution hadir dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I di dermaga Lantamal I Belawan, Jumat (5/7).

Upacara sertijab Komandan Lantamal I dari Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ali Triswanto kepada Laksma TNI Abdul Rasyid K tersebut dipimpin Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono.

Usai menghadiri upacara sertijab tersebut, Akhyar atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyampaikan ucapan selamat bertugas di tempat yang baru kepada Laksma TNI Ali Triswanto dan mengucapkan selama datang di Kota Medan kepada Danlantamal I Laksma TNI Abdul Rasyid.

Pihaknya berharap di bawah kepemimpinan Abdul Rasyid sinerginas antara Pemko Medan dan Lantamal I Belawan dapat semakin ditingkatkan serta dapat mempererat tali silaturahmi.

“Meskipun dengan adanya pemimpin yang baru ini dapat semakin meningkatkan sinergitas serta mempererat tali silaturahmi diantara kita semua,” ujar Akhyar.

Sebelumnya, Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari regenerasi jabatan ini untuk memantapkan kualitas kepemimpinan, mengembangkan kemampuan manajerial dan memperluas wawasan, serta memperkaya pengalaman.

“Guna memantapkan kualitas kepemimpinan serta memperluas wawasan dan pengalaman, maka dari itulah suatu organisasi perlu melakukan regenerasi,” katanya.

Disebutkannya, wilayah kerja Lantamal I sangatlah strategis meliputi perbatasan wilayah Indonesia yang terdapat pelayaran internasionalserta dipandang sebagai jalur strategis bagi proyeksi armada laut.

Upacara sertijab Danlantamal I tersebut turut dihadiri Pangdam I/BB Mayjen TNI M S Fadhilah, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusindwihananto,Wagub Sumut Musa Rajeckshah,Pangkosek Hanudnas III Marsekal Pertama TNI John Amarul, Danlanud Soewondo Kol(Pnb) Dirk Poltje Lengkey, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto sert Dandim 0201/BS Kol Inf Yudha Rismansyah.(LMC-04)




Kepala DPMPTSP Sumut Ajak Jajarannya Tingkatkan Kinerja

Ilustrasi

Medan, 5/7 (LintasMedan) – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumatera Utara Arief S  Trinugroho
mengajak seluruh jajaran di instansi itu agar meningkatkan kinerja demi mewujudkan Sumut yang bermartabat.

“Kita harus setiap waktu bekerja untuk mewujudkan visi misi Pak Gubernur Edy Rahmayadi,” katanya kepada pers, Jumat.

Arif menekankan hal itu terkait adanya isu yang yang menyebutkan DPMPTSP yang dipimpinnya selama ini terkesan mengabaikan tugas-tugas di kantor pada saat jam kerja.

Padahal pihaknya memastikan isu itu sama sekali tidak berdasar, karena sistem dan aturan di organisasi perangkat daerah (OPD) yang dipimpinnya sudah berjalan kondusif.

Arif yang tergolong belum lama memimpin OPD tersebut berkomitmen meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Apalagi, kata dia Pemprov Sumut saat ini memasang  target tinggi di bidang investasi yakni berjumlah Rp 33,9 triliun tahun 2019, sehingga pihaknya dituntut meningkatkan kinerja khususnya di bidang pelayanan.

Untuk meningkatkan kinerja pelayanan tersebut, ia mengingatkan jajarannya agar senantiasa bekerja penuh bahkan jika perlu di luar jam kantor.

“Kami juga sering diundang menghadiri berbagai acara resmi, pada saat jam kerja. Kesemuanya itu merupakan bagian dari upaya menyosialisasikan visi misi Sumut bermartabat,” ujarnya.

Eselon III

Sebelumnya beredar surat pernyataan Anthony Sinaga, salah seorang eks pejabat eselon III di DPMPTSP,  yang merasa keberatan karena dirinya tidak lagi menjabat sebagai  kepala bidang Perijinan Infrastruktur, Ekonomi dan Sosial di OPD tersebut.

Antony yang kini non job di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumut dalam surat yang beredar menyatakan menggugat seputar pemutasian dirinya, sekaligus akan membeberkan ketidakseriusan kinerja di lingkungan DPMPTSP Sumut.

Menanggapi hal itu,  Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan bahwa mutasi pejabat eselon III di DPMPTSP Sumut sudah sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Mutasi yang dilakukan tidak sembarangan dan sudah dilaksanakan penilaian, survei dan sebagainya. Mutasi juga dilaksanakan sesuai kebutuhan,” kata Pelaksana tugas Kepala BKD Sumut, Abdullah Khair Harahap. (LMC-02)




Petugas CS di Gedung DPRD Medan Resah, Kartu BPJS Tak Bisa Digunakan

Petugas cleaning servis di gedung DPRD Medan.(Foto/LintasMedan/ist)

Medan, 4/7 (LintasMedan) – Puluhan petugas Cleaning Service (CS) di gedung DPRD Medan mengaku resah, akibat kartu BPJS mereka tidak bisa digunakan.

Menurut para CS ini setiap bulan gaji mereka dipotong oleh pihak perusahaan sebesar Rp.118.792 untuk BPJS Kesehatan .

Informasi yang diperoleh wartawan Kamis (4/7) oleh layanan BPJS tersebut tersendat akibat perusahaan menunggak membayar premi selama dua bulan.

Salah seorang petugas CS Aditya Prananda mengaku sangat terkejut ketika akan berobat ke Rumah Sakit Umum (RSU) Estomih kartu BPJS Kesehatannya tidak bisa digunakan karena pihak rumah sakit menyebutkan bahwa kartu tersebut non aktif.

Aditya kemudian mempertanyakan hal tersebut kepada pihak perusahaan.

Pihak perusahaan mengakui premi untuk BPJS Kesehatan belum terbayar oleh perusahaan sehingga menyarankan Aditya untuk membayar terlebih dahulu secara ppribad

“Percuma lah kami tiap bulan dipotong, kalau kartu BPJS kami tidak aktif,”keluh Aditya bersa sejumlah rekannya.

Syafri selaku pngawas perusahaan mengaku bahwa pihaknya memang belum membayarkan premi BPJS Kesehatan selama dua bulan.

Alasannya, karena anggaran pengadaan cleaning service oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum dibayar ke pihak perusahaan.

“Dua bulan ini memang belum dibayar karena uang pembayaran dari Pemko Medan belum masuk ke perusahaan, “katanya.
Namun dia berjanji persoalan tersebut segera tuntas.(LMC-02)




BKD Sumut: Mutasi Eselon III DPMPTSP Sesuai Peraturan

Abdullah Khair Harahap. (Foto; LIntasMedan/dok)

Medan, 4/7 (LintasMedan) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan bahwa mutasi pejabat eselon III di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut sudah sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Mutasi yang dilakukan tidak sembarangan dan sudah dilaksanakan penilaian, survei dan sebagainya. Mutasi juga dilaksanakan sesuai kebutuhan,” kata Pelaksana tugas BKD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Abdullah Khair Harahap saat diwawancarai lintasmedan.com,  di Medan, Kamis.

Abdullah Khair menyatakan hal itu menanggapi surat aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Sumut Antony Sinaga yang menyatakan keberatan karena terhitung sejak 17 Juni 2019 lalu tidak lagi menjabat sebagai kepala bidang Perijinan Infrastruktur, Ekonomi dan Sosial pada DPMPTSP Sumut.

Ia menegaskan, tata cara pelaksanaan mutasi di lingkungan Pemprov Sumut tetap memperhatikan sejumlah aspek, antara lain kompetensi, pola karier, pemetaan pegawai, kelompok rencana suksesi, pengembangan karier, penilaian prestasi kerja/kinerja dan perilaku kerja, kebutuhan organisasi dan sifat pekerjaan teknis atau kebijakan tergantung pada klasifikasi jabatan.

Ketentuan tersebut mengacu kepada Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja ASN.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2019 tersebut merupakan perbaikan dari PP yang telah ada sebelumnya yakni PP Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS, sekaligus amanah dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014.

Karena itu, ia memastikan bahwa pengangkatan ASN dalam suatu jabatan di lingkungan Pemprov Sumut dilakukan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras, atau golongan.

Disebutkannya, pelaksanaan mutasi pejabat eselon III yang dilaksanakan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumut merupakan tanggung jawab Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan atau Baperjakat setempat.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ketika menyampaikan kata sambutan pada acara pelantikan tujuh pejabat eselon III di Medan pada 17 Juni 2019 lalu, menegaskan bahwa mutasi yang dilakukan atas dasar keyakinan bahwa pejabat daerah yang dilantik mampu mengemban tugas.

Ia berharap para pejabat yang baru dilantik tersebut bisa melakukan tugas sebaik-baiknya serta harus membangun organisasi masing-masing demi kesejahteraan rakyat Sumut.

“Saya tidak bercerita tentang “skill” dan talenta Anda. Anda diperintahkan untuk mengemban tugas tersebut karena ada keyakinan Anda mampu,” katanya.

Edy menekankan ada tiga poin yang perlu dipegang pejabat yang baru dilantik agar organisasi yang mereka tempati bisa berjalan dengan baik serta bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat Sumut.

“Pertama loyalitas. Sehebat apa pun kalian kalau tidak punya loyalitas tidak benar. Yang kedua organisasi ini harus membutuhkan Anda, jangan sampai tidak ada perubahan yang positif di organisasi kalian. Kalian datang tak datang organisasi itu sama saja. Dan yang ketiga bisa bekerja sama, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri,” ujarnya. (LMC-02)




Pengunjung Indonesia Expo City Gemari Produk UMKM Medan

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin turut menjelaskan aneka produk unggulan usaha mikro, kecil dan menengah Kota Medan kepada para pengujung yang datang ke stand Pemko Medan di arena pameran Indonesia Expo City (IEC) 2019, di Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (3/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Semarang, 3/7 (LintasMedan) – Sejumlah pengunjung pameran dagang Indonesia Expo City (IEC) menggemari berbagai produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kota yang ditampilkan dalam pameran di Simpang Lima, Kota Semarang, 3-6 Juli 2019.

Siaran pers Humas Pemko Medan, Rabu (3/7), menyebutkan banyak pengunjung pameran sangat tertarik dengan aneka produk unggulan UMKM yang ditampilkan di stand Pemko Medan.

Salah satu produk unggulan yang menarik perhatian pengunjung adalah lukisan wajah dari sabut kelapa.

Produk kerajinan itu terbilang langka dan unik karena hingga saat ini masih sangat sedikit pelukis menjadikan sabut kelapa sebagai media lukisan.

Selain lukisan darai bahan sabut kelapa, para pengunjung juga menggemari produk unggulan Kota Medan lainnya, seperti Batik dan Songket yang mengusung aneka motif kearifan lokal, produk makanan, suvenir dan kaligrafi.

Batik dan songket khas Medan selama ini giat dikembangkan oleh para pengrajin binaan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan Hj Rita Maharani.

Melihat antusiasme pengunjung di stand Pemko Medan itu, Walikota Medan Dzulmi Eldin menyampaikan apresiasi dan menilai terdapat peluang untuk meningkatkan penetrasi berbagai produk UMKM Kota Medan di pasar dalam negeri dan luar negeri pada masa mendatang.

“Mari kita manfaatkan momentum penyelenggaraan IEC 2019 untuk memperkenalkan seluruh produk unggulan para pelaku UMKM dan pengerajin di Kota Medan,” ujarnya.

Sebab, lanjut Eldin, pameran yang digelar dalam rangkaian rapat kerja nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tersebut dihadiri ratusan peserta dari seluruh ndonesia.

“Insya Allah produk unggulan kita mampu bersaing tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga luar negeri,” tuturnya.

Indonesia Expo City (IEC) 2019 yang diikuti sejumlah pemerintah kota dibuka secara resmi oleh Ketua Umum APEKSI Airin Rachmi Diany.

Momentum pameran tersebut juga dijadikan sebagai wadah untuk mempublikasikan perkembangan pembangunan dalam bidang tata kota yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kreativitas dan inovasi daerah dalam menjalin kerja sama dengan stake holders pembangunan khususnya swasta, guna meningkatkan investasi daerah. (LMC-04)