Puncak Acara HUT Kota Medan Digelar Bersamaan CFD

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kedua kanan) disaksikan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (kedua kiri), mencabut nomor berhadiah bagi peserta lomba Sekretariat Games I pada puncak acara HUT ke-429 Kota Medan, di panggung car free day (CFD) Lapangan Merdeka Medan, Minggu (28/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 28/7 (LintasMedan) – Ribuan warga memadati kawasan Lapangan Merdeka Medan, Minggu (28/7), untuk mengikuti berbagai kegiatan olahraga dalam rangka hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) yang digelar bersamaan dengan puncak acara HUT ke-429 Kota Medan.

“Saya sangat mengapresiasi ajang car free day yang turut dimeriahkan oleh puncak acara HUT ke-429 Kota Medan. Tentunya selain berolahraga masyarakat Kota Medan juga dapat menikmati sarana hiburan yang ada,” kata Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin.

Ia mengemukakan, Pemko Medan mendukung setiap pemangku kepentingan atau stakeholder yang turut berperan mengisi berbagai kegiatan positif di ajang CFD.

Sebab, lanjutnya, CFD merupakan sarana untuk masyarakat kota Medan berolahraga dan berkumpul dengan melakukan berbagai kegiatan yang positif.

Puncak acara HUT Kota Medan tahun 2019 tersebut juga dimeriahkan dengan hiburan musik, penarikan undian lucky draw dan penyerahan hadiah kepada para pemenang Sekretariat Games I yang telah berlangsung di kantor walikota Medan.

Para pemenang lomba Sekretariat Games I diberikan berbagai hadiah, antara lain sepeda motor dan sepeda gunung.

“Selamat kepada para juara lomba. Semoga prestasi yang diraih menjadi motivasi bagi yang lain untuk mengukir prestasi,” ujar Eldin didampingi Wakil Walikota Akhyar Nasution.

Usai menyerahkan hadiah, Walikota bersama Wakil Walikota, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) setempat, melakukan jalan santai melintasi jalan seputaran Lapangan Merdeka.

Di sela melakukan olahraga jalan santai, Eldin juga menyapa warga yang sedang berolahraga dan bersantai.

Selain itu, Walikota juga melihat unsur masyarakat yang menyediakan sarapan gratis bagi warga yang sedang mengikuti beragam kegiatan dalam rangka CFD tersebut.

Ia menilai, program berbagi yang digelar secara sukarela oleh unsur masyarakat tersebut sangat positif.

Walikota saat melakukan kegiatan jalan santai juga menyempatkan diri mengingatkan para petugas kebersihan agar ikut memberikan contoh yang baik kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. (LMC-04)




KNPI Diminta Terus Berperan dalam Pembangunan Kota Medan

Ketua KNPI Kota Medan El Adrian Shah (kanan) disaksikan Ketua DPD KNPI Sumut Sugiat Santoso (kiri), menyerahkan piagam penghargaan kepada Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kedua kiri) pada puncak peringatan HUT ke-40 KNPI, di Medan, Sabtu (27/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 27/7 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin berharap Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di daerah itu terus melakukan terobosan dan inovasi guna mendukung program pemerintah kota (Pemko) setempat melalui berbagai kegiatan kepemudaan yang telah diprogramkan.

“Selama ini KNPI Kota Medan telah menunjukkan peranan yang besar lewat berbagai kegiatan dan program kepemudaan yang dilakukan tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga masyarakat. Hal ini kiranya dapat terus dipertahankan agar kehadiran KNPI benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya, ketika menghadiri HUT ke-46 KNPI di Medan, Sabtu (27/7).

Menurut dia, KNPI sebagai simbolisasi organisasi kepemudaan yang hitrogen dari berbagai unsur baik agama maupun organisasi kepemudaan itu perlu terus membangun semangat untuk lebih maju.

Sebab, lanjutnya, peran serta semua pihak termasuk pemuda sangat dibutuhkan agar hal tersebut bisa diwujudkan demi kesejahteraan hidup masyarakat yang dirasakan secara adil dan merata.

Di hadapan Ketua KNPI Sumut Sugiat Santoso dan Ketua KNPI Kota Medan El Adrian Shah serta ratusan anggota KNPI yang hadir, Walikota mengingatkan para pemuda agar menjauhkan diri dari tindakan dan perbuatan yang dapat merusak diri sendiri dan juga organisasi.

Melalui peringatan HUT tersebut, Walikota berpesan agar KNPI Kota Medan terus fokus dalam melaksanakan program pembinaan pemuda di Kota Medan agar perannya sebagai pelopor dan pembaharu, benar-benar terwujud dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa, bernegara serta bermasyarakat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, kata dia, tentunya mutlak dibutuhkan ide-ide kreatif dan inovatif dari semua pihak untuk menjadikan para pemuda menjadi generasi yang memiliki karakter dan berdaya saing.

“Kita membutuhkan pemuda untuk melanjutkan cita-cita bangsa, terlebih kontribusinya terhadap pembangunan dan kemajuan Kota Medan,” tuturnya.

Lebih lanjut Eldin meminta segenap jajaran pengurus dan anggota KNPI dapat berperan aktif menjaga stabilitas dan kekondusifan Kota Medan.

“Kenyaman, keamanan dan ketenteraman adalah sebuah kebutuhan. Berbuat dan bertindak laku dengan baik bukan karena untuk mendapatkan pujian atau penghormatan, tapi sebagai sebuah tanggung jawab yang harus dilakukan,” ujar Eldin.

Senada dengan Wali Kota, Ketua KNPI Kota Medan El Adrian Shah juga mengajak seluruh anggota KNPI untuk dapat berkontribusi melakukan dan memberikan yang terbaik bagi kemajuan Kota Medan di masa mendatang.

“Kita (pemuda) memiliki tugas, fungsi dan tanggungjawab besar dalam perkemabangan bangsa khususnya Kota Medan. Mari kita lakukan yang terbaik agar memberi dampak yang baik pula terutama bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara peringatan HUT KNPI tersebut turut diisi dengan pemotongan nasi tumpeng, pemberian santunan kepada anak-anak panti asuhan dan penyerahan piagam penghargaan kepada Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin yang selama ini dinilai memiliki kepedulian terhadap organisasi kepemudaan di daerah itu. (LMC-04)




Walikota Medan: Peran Sektor Pariwisata Semakin Penting

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (kiri) bersama anggota DPR RI Trimedya Panjaitan (kedua kiri) dan beberapa pengurus asosiasi usaha bidang pariwisata melakukan pemukulan gendang khas Batak pada acara peresmian Alam Hotel, di Medan, Sabtu (27/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 27/7 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin mengemukakan bahwa peran sektor pariwisata semakin penting bagi Kota Medan, sejalan dengan perkembangan struktur perekonomian nasional yang makin mengarah ke sektor jasa.

“Salah satu faktor yang sangat mendukung menggeliatkan sektor pariwisata adalah ketersediaan hotel yang nyaman bagi para pelancong atau wisatawan,” katanya pada acara peresmian Alam Hotel di Jalan AR Hakim Medan, Sabtu (27/7).

Ia menilai, penambahan jumlah hotel di ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu akan semakin mengukuhkan Medan sebagai Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition).

Apalagi, lanjut Eldin, Medan sebagai kota metropolitan ketiga terbesar di Indonesia memiliki keunggulan geografis karena terletak di segitiga pertumbuhan Indonesia, Malaysia, dan Thailand,serta berada sangat dekat dengan Singapura.

Karena itu, ia menyatakan optimistis jumlah wisatawan yang datang ke Medan akan terus meningkat manakala para pelaku usaha di sektor pariwisata mampu mengelola secara baik dan profesional segala potensi dan ide-ide kreatif.

Lebih lanjut Walikota menegaskan, kehadiran Alam Hotel menunjukkan bahwa Kota Medan masih merupakan kota yang memiliki daya tarik bagi para pelancong domestik maupun mancanegara.

Kehadiran hotel berlantai tiga tersebut diharapkan dapat menaikkan lagi sektor pariwisata di Kota Medan, karena kehadiran hotel sangat mendukung menggeliatnya sektor pariwisata.

“Marilah sama-sama kita berusaha untuk memperbaiki sektor pariwisata agar semua pihak akan dapat menikmati manisnya rezeki yang dapat diberikan sektor ini kepada rakyat Sumut, khususnya warga Medan,” tuturnya.

Peresmian Alma Hotel ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan oleh Walikota Medan didampingi Trimedya Panjaitan selaku pemilik hotel tersebut.

Sebelumnya Trimedya Panjaitan selaku pemiliki Alam Hotel, menginginkan agar kehadiran hotelnya itu dapat menjadi salah satu tempat hunian pilihan wisatawan.

“Alam Hotel tidak hanya menyajikan tempat hunian yang berkelas dengan suasana yang benar-benar menarik, tetapi juga menjadi tempat bersantai untuk minum maupun menikmati makanan dengan rasa yang tidak diragukan lagi kelezatannya,” kata Trimedya yang juga anggota DPR RI. (LMC-04)




Pemko Medan Terima Kunjungan Komisi X DPR RI

Walikota Medan Akhyar Nasution (ketiga kiri) memaparkan perkembangan pembangunan bidang pendidikan, kebudayaan dan pariwisata kepada rombongan Komisi X DPR RI yang dipimpin Leni Marlinawati (ketiga kanan), di Balai Kota Medan, Jumat (26/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 26/7 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menerima kunjungan kerja Komisi X DPR RI untuk mengetahui pelaksanaan pengolahan kebudayaan dan pelestarian cagar budaya khususnya dalam konteks pengembangan budaya lokal di ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tersebut.

Kedatangan sebanyak 12 orang rombongan Komisi X DPR RI yang dipimpin Leni Marlinawati itu disambut Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution dan Asisten Umum (Asmum) Setdako Medan Renward Parapat di Balai Kota Medan, Jumat (26/7).

“Suatu kehormatan bagi Pemko Medan atas kunjungan sekaligus reses yang dilakukan Komisi X DPR RI. Kami berharap kunjungan ini bisa mendatangkan hal positif guna mengkomunikasikan dan mendiskusikan mengenai sejumlah permasalahan, terutama menyangkut bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata di Kota Medan,” kata Akhyar.

Pihaknya menginginkan perlu dilakukan kerja sama yang lebih konkrit antara Pemko Medan dengan institusi terkait di tingkat Pemerintah pusat dalam upaya peningkatan kemajuan bidang pendidikan, kebudayaan dan pariwisata di daerah tersebut.

Terkait dengan target pemerintah pusat agar kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 Juta kunjungan pertahunnya, kata dia, Pemko Medan sangat mendukung penuh karena kota tersebut kaya akan seni dan budaya, aneka kuliner serta bangunan heritage.

Selain itu, lanjutnya, Medan juga memiliki banyak seniman serta kartunis yang belum mampu mengembangkan talentanya karena sarana sebagai daya tarik untuk mengunjungi kota tersebut masih tergolong minim, seperti gedung pertunjukan, museum kota, dan perpustakaan keliling yang representatif.

Momentum pertemuan antara jajaran Pemko Medan dengan anggota Komisi X DPR RI turut diisi dengan sesi tanya jawab.

Beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan juga memaparkan sekilas tentang keberhasilan di bidang pendidikan, pariwisata dan kebudayaan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Leni Marlinawati mengemukakan bahwa kunjungan kerja dalam rangka reses ke Pemko Medan bertujuan untuk melakukan fungsi pengawasan guna mendapatkan kejelasan serta keluhan langsung berbasis kabupaten/kota.

“Kami ingin mengetahui sudah sejah mana pelaksanaan pengolahan kebudayaan dan pelestarian cagar budaya Kota Medan khususnya dalam konteks pengembangan budaya lokal di Kota Medan,” ujarnya.

Melalui pertemuan dengan jajaran pejabat terkait di Pemko Medan, pihaknya juga ingin memastikan apakah Pemrov Sumut dan Pemko Medan telah mendapatkan sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Pembukuan dan UU No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, termasuk, memastikan apakah kedua UU tersebut sudah di implementasikan.

Komisi X DPR RI, lanjutnya, berjanji akan menindaklanjuti sejumlah masukan, saran dan keluhan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. (LMC-04)




DPRD Medan Minta Hentikan Pembangunan Apartemen De’Glass.

Medan, 26/7 (LintasMedan) – Ketua Komisi IV DPRD Medan Abd Rani minta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan agar tetap mengawasi pembangunan apartemen De’Glass. Pembangunan tidak boleh dilanjutkan sebelum izin persetujuan rumah warga sebelah.

“Kita minta bangunan agar distanvaskan, Kita ingatkan Dinas PKPPR dan Satpol PP segera menertibkan bangunan jika pembangunan berlanjut dan izin segera dievaluasi,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Medan Abd Rani SH didampingi sekretaris komisi Ilhamsyah SH dan Parlaungan Simangunsong ST saat meninjau lokasi apartemen De’Glass di Jl Gelas Kel Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, kemarin.

Penegasan Abdul Rani sangat mendasar, sebab Wilson Silaen selaku pemilik rumah persis bersebelahan dengan rencana pembangunan apartemen merasa keberatan. Karena tembok rumahnya nyaris runtuh dan retak retak dampak pembangunan.

Parahnya, untuk mendapatkan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) yakni salah satu syarat adanya persetujuan warga sekitar diduga dimanipulasi. Dimana warga yang tanda tangan menyetujui tidak melibatkan Wilson Silaen selaku pemilik rumah sebelah.

Terkait dengan hal itu, anggota Komisi IV Parlaungan Simangunsong minta agar meninjau ulang SIMB yang terlanjur diterbitkan Dinas PKPPR. “Izin harus ditinjau kembali karena tidak benar mengakomodir persetujuan dari warga. Malah sebaliknya warga menolak pembangunan karena berdampak kerusakan rumah warga,” tegas Parlaungan.

Begitu juga dengan Ilhamsyah minta agar pembangunan tidak dilanjutkan dan harus ada pengawasan dari Satpol PP. Selanjutnya SIMB yang diterbitkan sebelumnya supaya direvisi. Kepada pihak developer Ilhamsyah menyarankan agar tetap menjalankan aturan sesuai prosedur yang berlaku.

“Pihak developer harus bersosialisasi kepada warga setempat terlebih pemilik rumah yang bersebelahan. Apalagi saat ini akibat dampak pembangunan sudah menimbulkan kerusakan rumah warga, developer harus bertanggungjawab,” sebut Ilhamsyah seraya menyebut akan segera menjadwalkan rapat dengar pendapat (RDP) di komisi IV DPRD Medan.

Sementara itu, warga yang keberatan Wilson Silaen mengaku pihaknya mendukung pembangunan asal jangan berdampak buruk terhadap lingkungan apalagi menimbukkan kerusakan terhadap rumah warga. “Kita mendukung adanya pembangunan apartemen di lingkungan kita tapi hendaknya memenuhi ketententuan,” papar Wilson.

Hadir saat kunjungan mendampingi anggota DPRD Medan, staf komisi Gina Lubis, Zilfikar, Doni mewakili Satpol PP, Zebua mewakili Dinas Perizinan. Sedangkan Camat dan Lurah tidak hadir. DPRD Medan mengaku kecewa karena ketidakhadiran Lurah Sei Putih Tengah dan Camat Medan Petisah. Diduga Lurah dan Camat menghindar karena sudah melakukan pembiaran bahkan terkesan berpihak kepada developer. (LMC-02)




Stand Pemko Medan Layani Pembuatan KTP Anak Gratis

Medan, 26/7 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan membuka pelayanan pembuatan kartu identitas anak (KIA) atau umumnya disebut KTP anak selama penyelenggaraan Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2019 di Lapangan Merdeka Medan, 25-28 Juli.

Informasi yang dihimpun lintasmedan.com, Jumat, pembuatan KTP anak tersebut dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan tanpa dipungut biaya atau gratis.

Selain KTP anak, pelayanan serupa juga diberikan kepada warga Medan yang ingin mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga.

Persyaratan untuk mengurus KTP anak, yakni fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi akta lahir, fotokopi KTP suami istri dan fotokopi buku nikah.

Jika si anak berusia di atas lima tahun, wajib membawa pasfoto ukuran 2×3 sebanyak dua lembar dengan latar belakang warna biru untuk kelahiran tahun genap dan latar merah tahun ganjil.

Sebagaimana diinformasikan, program Pemerintah terkait Kartu Identitas Anak terus digalakan diberbagai daerah di Indonesia, termasuk di Sumut.

Program tersebut bertujuan agar setiap anak dalam rentang usia 0 tahun hingga 17 tahun memiliki Kartu Identitas Anak.

Di dalam KIA, tercantum nama anak, nomor akta, nomor induk kependudukan (NIK).

Ada sedikit perbedaan dalam KIA untuk anak usia 0-5 tahun dengan 5-17 tahun.

Perbedaannya yaitu penggunaan foto bagi kelompok usia 5-17 tahun, sedangkan 0-5 tahun tidak menggunakan foto.

Pembuatan KIA ini berdasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak.

KTP anak dapat digunakan untuk mengurus beberapa hal seperti pendaftaran sekolah, membuka rekening di bank, mendaftar layanan kesehatan dan lain sebagainya. (LMC-03)




Kelurahan Sei Agul Raih Pakarti Madya III Nasional

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Medan Hj. Rita Maharani (ketiga kiri) foto bersama beberapa pengurus PKK Kota Medan seusai menerima penghargaan Pakarti Madya III tingkat Nasional pada puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG-PKK) Nasional Ke-47 Tahun 2019 di Padang, Sumatera Barat, Rabu (24/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 24/7 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang diwakili oleh Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat berhasil meraih penghargaan Pakarti Madya III tingkat Nasional sebagai pelaksana terbaik Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) Kategori Kota tahun 2019.

Siaran pers Humas Setdako Medan, menyebutkan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pusat Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang diterima oleh Ketua TP-PKK Kota Medan Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin pada puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG-PKK) Nasional Ke-47 Tahun 2019 di Padang, Sumatera Barat, Rabu (24/7).

“Prestasi yang diraih ini (Pakarti Madya III tingkat Nasional) tidak terlepas dari dukungan serta sinergitas antara TP PKK Kelurahan Sei Agul, Pemko Medan serta masyarakat,” ujar Rita Maharani.

Disebutkan, Kelurahan Sei Agul dapat mewakili Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke ajang nasional setelah sebelumnya lolos penilaian lomba PKK mulai dari tingkat kota hingga tingkat nasional oleh tim verifikasi PAAR PKK Tingkat Nasional.

Keberhasilan Kelurahan Sei Agul meraih penghargaan Pakarti Madya III tingkat Nasional, menurut dia, menjadi bukti Komitmen TP-PKK Kota Medan selama ini dalam menjalankan Program Pokok PKK di ibu kota Provinsi Sumut itu.

“Tentunya prestasi nasional ini diraih berkat semangat, ikhtiar kuat serta sinergitas dalam mengelola program kegiatan,” ujar Rita Maharani.

Faktor lain yang yang paling utama adalah komitmen Pemko Medan dan TP-PKK setempat dalam mendukung kemajuan organisasi PKK.

Pada kesempatan itu, ia berpesan kepada segenap pengurus dan jajaran PKK Kota Mean agar prestasi tersebut bisa dipertahankan melalui pemantapan koordinasi dan penajaman program kerja untuk masyarakat.

Selain TP-PKK Kota Medan, penghargaan Pakarta Madya 2019 juga berhasil diraih kabupaten dan kota lain di Sumut, yakni Kota Binjai, Kota Tebing Tinggi dan Kabupaten Karo serta Kabupaten Mandailing Natal. (LMC-04)




Gubernur Sumut Ingin Pers Berkontribusi Informasi Positif

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kedua kiri) didampingi Pelaksana tugas Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Muhammad Fitriyus (kiri), menyampaikan paparan dalam acara silaturrahmi dengan jajaran pers di kantor gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (23/7). (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 23/7 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menginginkan pers semakin mampu memberikan informasi yang positif kepada masyarakat dan pelaku dunia usaha, guna mewujudkan percepatan pembangunan di provinsi tersebut.

“Saya ingin pers ikut berkontribusi mendorong percepatan pembangunan Sumut melalui pemberitaan positif tentang pelaksanaan pembangunan maupun persoalan yang terjadi di masyarakat,” katanya di Medan, Selasa.

Pernyataan tersebut diungkapkan Edy Rahmayadi ketika menggelar acara silaturahmi dengan puluhan wartawan yang bertugas di kantor gubernur Sumut.

Menurut dia, jurnalis selaku ujung tombak pers harus loyal terhadap masyarakat atau mementingkan kepentingan publik.

Selain itu, kata dia, pers juga harus bersikap kritis untuk bisa mengabarkan kebenaran.

Pada kesempatan itu, Edy kembali menegaskan bahwa dirinya maupun Pemprov Sumut tidak alergi dan antipati terhadap kritik asalkan disampaikan secara etis dan sesuai etika jurnalistik.

“Saya tidak alergi terhadap kritik. Kritikan itu perlu untuk memperbaiki kebijakan yang telah dijalankan, namun kritikan yang disampaikan juga harus obyektif,” katanya dalam pertemuan yang turut dihadiri Ketua PWI Sumut, Hermansyah.

Mantan Pangkostrad itu juga mengingatkan bahwa kebebasan yang dimiliki pers bukan berarti mampu membuat pers bergerak terlalu leluasa, termasuk menyangkut hal-hal yang bersinggungan dengan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Seharusnya, lanjut Gubernur, akan lebih bijak jika pers mampu mengambil peran dalam mendukung berbagai kebijakan sekaligus menyaring isu negatif yang mampu mengganggu proses pembenahan yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut saat ini.

“Saya berharap pers harus mampu berperan mengarahkan segenap elemen masyarakat untuk percaya sepenuhnya agar ikut berperan aktif mendukung program-program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sumut,” ujar Edy.

Ia juga menepis isu yang menyebutkan bahwa dirinya dan wakil gubernur Sumut terkesan pilih kasih dalam melakukan seleksi maupun mengangkat pejabat struktural di lingkungan Pemprov setempat.

Seleksi, lanjut Edy, justru dibuka untuk mendapatakan seorang yang mampu menjalankan tugas hingga menghasilkan kinerja positif bagi Pemprov Sumut.

“Tahapan seleksi yang kita lakukan untuk mencari orang yang tepat adalah lewat assesment (penilaian),” katanya.

Sayangnya, menurut dia, hasil assesment eselon II di lingkungan Pemprov Sumut hingga saat ini masih sangat rendah.

“Bahkan ada yang nilainya sangat jauh dari harapan,” paparnya. (LMC-02)




Walikota: Wisata Kuliner Medan Miliki Prospek

Pemilik Restoran Radja Rempah Ida Paloh Waas (kedua kanan) memperkenalkan aneka kuliner khas restorannya kepada Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin, di Medan, Selasa (23/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 23/7 (LintasMedan) – Walikota Medan, H.T Dzulmi Eldin, mengemukakan wisata kuliner memiliki prospek cukup baik untuk terus dikembangkan di Medan karena di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu banyak terdapat makanan yang khas.

“Apalagi selama ini Kota Medan dikenal sebagai kota multikultural yang memiliki ragam kuliner dengan dua citarasa yakni enak dan enak sekali,” katanya saat meresmikan Restoran Radja Rempah di Jalan Amir Hamzah Medan, Selasa (23/7).

Menurut dia, kuliner bukan sekedar rasa makanan, akan tetapi juga cara persiapan serta mengenal asal bahan makanan.

Keunikan dari suatu tempat makan akan memberikan kesan yang positif terhadap pengunjung.

Kreatifitas menyajikakan menu khas makanan, katanya, akan menjadikan setiap sajian dan hidangan memiliki ciri khasnya masing-masing.

“Semoga Restoran Radja Rempah dapat terus tumbuh dan berkembang menghiasi dunia kuliner Kota Medan dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang berkunjung ke Kota Medan,” tuturnya.

Dikatakan Eldin, kini dunia kuliner dianggap menjadi bagian dari gaya hidup bukan hanya sekedar pemenuhan kebutuhan pokok semata.

Karena itu, ia menilai kehadiran Restoran Radja Rempah di Medan yang mengusung tema masakan nusantara menjadi ciri khas tersendiri dari restoran lainnya.

Ia menambahkan, sejarah membuktikan Indonesia merupakan surga rempah-rempah di dunia. Hasil bumi inilah yang dahulu membuat Indonesia menjadi rebutan negara-negara Eropa karena ingin menguasai jalur perdagangan rempah dunia.

Setelah Indonesia merdeka, kebutuhan akan rempah-rempah di pasar internasional tetap tinggi.

Bahkan rempah-rempah menjadi salah satu sumber penyumbang devisa negara dari sektor non migas.

Pada kesempatan itu, Walikota berpesan agar Restoran Radja Rempah dapat dikelola dengan sistem manajemen yang baik, mulai dari pelayanan hingga kualitas masakan yang harus tetap terjaga.

Dengan demikian, restoran tersebut mampu menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang “recommended” di Kota Medan.

Peresmian Restoran Radja Rempah ditandai dengan pemukulan kuali yang dilakukan Walikota Medan bersama pemilik restoran tersebut, yaitu Ida Paloh Waas dan Rico Waas.

Sebelumnya Rico Waas selaku pengelola Restoran Radja Rempah mengaku nama Radja Rempah dipilih karena mewakili seluruh masakan yang dihadirkan dengan menggunakan rempah-rempah asli Indonesia.

“Radja Rempah memiliki arti bahwa seluruh masakan yang ada di sini diolah dengan campuran rempah-rempah asli Indonesia. Kami berharap kehadiran restoran ini dapat memanjakan lidah para pecinta kuliner nusantara sekaligus menguatkan julukan Kota Medan sebagai kota kuliner yang terkenal dengan kelezatannya,” ucap dia. (LMC-04)




DPRD setujui LPJ APBD Pemko Medan 2018

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin disaksikan Ketua DPRD Hendri Jhon Hutagalung beserta pimpinan DPRD lainnya dan Wakil Walikota Akhyar Nasution, menandatangani nota kesepakatan Rancangan Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan APBD Pemerintah Kota tahun anggaran 2018, dalam rapat paripurna DPRD, di Medan, Senin (22/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 22/7 (LintasMedan) – Seluruh fraksi DPRD Kota Medan akhirnya menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota (Pemko) Medan tahun anggaran 2018 setelah melalui pembahasan yang cukup alot.

Persetujuan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin dengan Ketua DPRD Medan Hendri Jhon Hutagalung dalam rapat paripurna DPRD, di Medan, Senin (22/7).

Henry Jhon mengungkapkan bahwa penyampaian nota pengatar Rancangan Peraturan Daerah Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah merupakan kewajiban konstitusional.

“Ketentuan tersebut di dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah,” paparnya.

Sementara itu, Walikota Medan dalam kata sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada segenap jajaran pimpinan serta anggota DPRD setempat dan Pansus LPJ yang telah membahas substansi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 dengan teliti dan mendalam.

“Ada beberapa catatan pokok legislator yang perlu dicermati dan digarisbawahi. Salah satunya adalah secara kemitraan Pemko dan DPRD Medan harus terus meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah,” kata Eldin.

Pemko Medan dan seluruh stakeholders, lanjut dia, akan harus menjadikan catatan-catatan strategis yang disampaikan lembaga legislatif tersebut sebagai masukan guna meningkatkan kemampuan manajerial untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang semakin transparan, partisipasif, dan akuntabel, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Menurut Walikota, secara umum pembangunan Kota Medan selama tahun 2018 memberikan banyak keberhasilan, meski di balik itu harus juga disadari masih banyak yang belum dapat dicapai.

“Hal-hal yang belum dapat diwujudkan merupakan tantangan tersendiri secara keseluruhan yang harus diatasi secara sungguh-sungguh dengan bekerja lebih keras lagi,” tuturnya.

Karena itu, Eldin mengingatkan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan agar senantiasa memiliki integritas dan dedikasi total sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, dengan mewujudkannya dalam bentuk-bentuk penyelenggaraan pelayanan umum yang semakin prima kepada masyarakat.

Ia menambahkna, semua catatan strategis tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 ini akan menjadi masukan sekaligus pertimbangan utama dalam merumuskan arah kebijakan umum dan program prioritas penyelenggaraan pemerintahan daerah pada masa yang akan datang.

Selanjutnya, kata Walikota, secara operasional juga akan dijabarkan lebih lanjut dalam berbagai rencana program efektif, baik yang bersifat kerangka regulasi maupun kerangka anggaran.

“Kita percaya, melalui langkah-langkah strategis ini, kita dapat terus meningkatkan citra pelayanan umum, daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik, melalui pengelolaan keuangan daerah yang semakin efisien, efektif, dan ekonomis,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa proses pembangunan Kota Medan hingga kini masih dihadapkan dengan tantangan dalam bentuk keterbatasan sumber daya keuangan.

Namun demikian, Walikota merasa yakin tantangan tersebut secara bertahap akan dapat diatasi dengan terus menggali sumber-sumber pembiayaan lain guna mewujudkan pembangunan kota yang semakin berarti dan berkelanjutan.

“Saya percaya, eksekutif, legislatif, judikatif, profesional, pers, dan seluruh kelompok pembangunan telah memberikan sumbangan besar dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pembangunan selama ini,” kata Walikota Medan. (LMC-04)