Ini Bantahan Kabid Pembinaan SMA Disdik Sumut Soal Siswa Tambahan

 Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Disdik Sumut Dra. Hj. Hamidah Pasaribu, MPd . (Foto: LintasMedan/irma)

Medan, 23/1 (LintasMedan) – Merasa namanya ikut disudutkan dalam polemik siswa tambahan yang masuk tanpa melalui jalur seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di SMA Negeri 13 Medan, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Disdik Sumut Dra. Hj. Hamidah Pasaribu, MPd memberikan klarifikasi bahwa dia tidak pernah memberi tekanan kepada operator PPDB Online di sekolah tersebut.

Menurutnya siswa atas nama Muhammad Azmi Tanjung yang masuk di SMA 13 Medan memang melalui jalur non akademik, karena orangtuanya merupakan guru berprestasi.

“Jadi masuknya Muhammad Azmi Tanjung bukan karena operator PPDB Online saya tekan-tekan. Menelepon pihak sekolah pun saya tidak pernah. Untuk apa?,” kata Hamidah saat dikonfirmasi wartawan, Selasa di kantornya.

Dia menjelaskan, bahwa ada sembilan siswa yang memang masuk di beberapa SMA Negeri di Sumut melalui non akademik guru berprestasi. Artinya, sembilan orang ini masuk karena orangtuanya berprestasi sebagai guru.

Mereka diantaranya, Rika Astria Br Sinulingga masuk SMAN 1 Kabanjahe, Brian Maxwell Ketaren di SMAN 1 Kabanjahe, Mhd Fajar Azwar di SMAN 1 Lubukpakam, Maulana Haikal di SMAN 1 Medan, Muhammad Hafiz Saragih di SMAN 21 Medan.

Kemudian, Muhammad Azmi Azis Tanjung di SMAN 13 Medan, Kevin Ananda Ginting di SMAN 2 Binjai, Maulina S Noor Nasution di SMAN 2 Padangsidimpuan dan Naufal Afif Bangun di SMKN Binaan Provinsi Sumut.

Ini kata Hamidah telah sesuai Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut No. 420/3222/SUBBAG RAM/VI/2017.

Dia juga menegaskan, masuknya nama Muhammad Azmi Tanjung juga dikuatkan dengan Berita Acara Pemeriksaan Dokumen antara Sekretaris PPDB online Elisabeth Simanjuntak, SE, MSi dengan Ahmad Husein, SPd selaku Guru SMAN 13 Medan.

Dari berita acara tersebut disimpulkan bahwa dokumen yang diunggah ke dalam aplikasi untuk jalur non akademik guru berprestasi telah sesuai dengan Peraturan Gubsu Nomor 52 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru SMA dan SMK Negeri se Sumut TP 2017/2018 dan pendaftaran calon peserta didik atas nama Muhammad Azmi Tanjung sah/ikut diseleksi.

“Atas dasar itulah keluar keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut No. 420/3222/SUBBAG RAM/VI/2017 pada 22 Juni 2017,” imbuhnya.

Ditambahkannya, penerimaan peserta Didik Baru (PPDB) online SMA dan SMK Negeri se Sumut melalui jalur non akademik diantaranya dari siswa berprestasi kuotanya 5 persen, anak dari guru berprestasi dan siswa berkebutuhan khusus 3 persen. “Jadi saya tegaskan sekali lagi, masuknya siswa atasnama Muhammad Azmi Tanjung ke SMAN 13 tidak ada sangkut pautnya dengan saya, apalagi saya tidak pernah menelpon ke Operator di sana,” tegasnya lagi.(LMC-02)

 




Tiga Guru Besar Komunikasi Isi Pelatihan Metode Riset Kombinasi

Medan, 16/9 (LintasMedan) – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin, membuka Pelatihan Mix Method Research (Metode Riset Kombinasi) oleh tiga Guru Besar Ilmu Komunkasi digelar Magister Ilmu Komunikasi (MIKOM) FISIP USU, di Grandhika Hotel, Jumat .

Muryanto menyambut baik pelaksanaan PMMR yang dilaksanakan sebagai rangkaian Dies Natalis ke 37 FISIP USU pada tahun ini. “Pelatihan ini diharapkan bisa menjadi sumber peningkatan kompetensi kita dalam metodologi penelitian di bidang ilmu sosial dan ilmu komunikasi khususnya,” katanya.

Pelatihan ini diisi oleh tiga Guru Besar Ilmu Komunikasi, yakni Prof Dr Alo Liliweri (Univ Nusa Cendana Kupang), Prof Dr Burhan Bungin (Univ 17 Agustus 1945, Surabaya) dan Prof Lusiana Andriani, PhD, Lubis (Ketua Program MIKOM FISIP USU).

Menurutnya, metodologi penelitian kombinasi (mix method research) saat ini sudah menjadi tradisi yang terus berkembang dalam ranah akademik dunia. Dia mencontohkan dalam Ilmu Politik, menganggap kualitatif adalah metodologi paling paripurna untuk menjawab permasalahan.

“Tapi belakangan kuantitatif semakin sering digunakan, terutama dalam meneliti perilaku politik masyarakat. Makanya saya berpikir bahwa mix method adalah jalan tengah yang memaksimalkan hasil penelitian kita. Terimakasih juga untuk para Guru Besar Ilmu Komunikasi yang berkenan mengisi materi dalam kegiatan ini,” katanya.

Muryanto Amin menambahkan, dirinya berharap pelatihan ini bisa mendorong meningkatkan produktivitas penulisan karya ilmiah di FISIP USU. Kemudian karya itu dimasukkan ke jurnal internasional terindeks scopus. “Harus diakui, di USU, produktivitas jurnal internasional bidang ilmu sosial kalah dari produktivitas bidang ilmu eksakta,” bebernya.

Dengan pelatihan ini, kata dia, mahasiswa diharapkan bisa berkontribusi untuk peningkatan produktivitas penulisan jurnal internasional bagi FISIP USU. Tentunya, mahasiswa bisa berkerjasama dengan dosen yang membimbingnya. “Target saya di FISIP USU, tahun ini ada 10 karya ilmiah yang terbit di jurnal internasional terindeks scopus,” ungkapnya.

Syafruddin Pohan, MA, PhD, Sekretaris Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU, yang juga Ketua Panitia kegiatan, menambahkan, kegiatan ini merupakan program yang diarahkan pada peningkatan kompetensi insan komunikasi. “Hal ini juga menjadi tindaklanjut dari capaian status akreditasi ‘A’ Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU dari BAN-PT,” bebernya.

Dia menambahkan selain pelatihan Mix Method, MIKOM FISIP USU juga menjadi tuan rumah Pertemuan V Konsorsium Guru Besar Ilmu Komunikasi se-Indonesia, yang akan digelar Sabtu (16/9/2017). Selanjutnya, MIKOM FISIP USU juga akan menggelar studium general yang menghadirkan pembicara Prof Hafied Cangara (Univ Hasanuddin Makassar) dan Menteri Komunikasi dan Informatika.

Selain dari USU, pelatihan ini sendiri diikuti peserta mulai kalangan mahasiswa dan dosen dari sejumlah universitas di Sumatera Utara dan Aceh. Diantaranya peserta berasal dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Univ Muhamadiyah Sumatera Utara, Univ Dharmawangsa. (LMC/rel)




Kadisdik Sumut : Siswa Tanpa Seleksi PPDB Online Tidak Bisa UN

Arsyad Lubis (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 11/9 (LintasMedan) – Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Arsyad Lubis menegaskan sejumlah siswa baru yang masuk tanpa melalui jalur seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 13 Medan, harus bersedia dipindahkan ke sekolah swasta.

“Jika tidak dipindahkan dari kedua SMA Negeri tersebut ke sekolah swasta, maka mereka kelak dipastikan tidak bisa mengikuti Ujian Nasional  atau UN,” katanya, kepada pers di Medan, Senin.

Arsyad mnjelaskan, pihanya sudah melakukan negosiasi dengan beberapa sekolah swasta dan diharapkan para siswa yang sudah terlanjur mengikuti proses belajar mengajar di SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 13 Medan  bersedia dipindahkan ke sekolah yang sudah direkomendasikan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut.

Jumlah siswa yang masuk tanpa melalui proses seleksi PPDB online itu, masing-masing sebanyak 180 orang di SMAN 2 dan 77 orang di SMAN 13 Medan.

Menurut dia,  sekolah swasta yang direkomendasikan untuk siswa yang masuk tanpa jalur seleksi PPDB Online tersebut,  yakni SMA Al Azhar, SMA Asyafiatul Amaliyah, SMA Josua dan SMA Angkasa Medan.

Mereka nantinya dapat diterima tanpa biaya pendaftaran dan selanjutnya bisa mengikuti proses belajar mengajar bersama siswa kelas X  lainnya.

Kebijakan ini, kata Arsyad harus bisa diterima dengan lapang dada oleh setiap siswa yang selama ini sudah terlanjur mengikuti proses belajar mengajar di kedua SMA Negeri tersebut.

Sebab, lanjut dia berdasarkan peraturan yang berlaku, setiap sekolah negeri di Sumut hanya diperkenankan menerima siswa baru maksimum untuk 12 kelas dan jika ada penambahan kelas baru tentunya siswa yang bersangkutan tidak teregistrasi di Disdik Provinsi Sumut.

Khusus mengenai sanksi terhadap kekeliruan yang dilakukan oleh pimpinan sekolah dalam mengelola PPDB 2017, Arsyad menegaskan setiap oknum di masing-masing SMA Negeri itu yang terbukti melanggar aturan yang berlaku akan dikenakan sanksi.

Disdik Provinsi Sumut, kata diia, senantiasa konsisten dalam menjalankan peraturan yang disepakati
oleh Pemprov Sumut dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), termasuk dalam hal mewujudkan sistem PPDB yang bebas dari praktik Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN).

“Jika ada oknum yang masih berani melanggar kesepakatan antara Pemprov Sumut dan KPK tentunya akan diambil tindakan tegas,” ujarnya.

Arsyad menambahkan pihaknya tidak sependapat jika para siswa yang masuk SMA Negeri tanpa seleksi PPDB Online tersebut diistilahkan dengan “siswa siluman” karena istilah itu bisa mengganggu psikologis siswa yang bersangkutan.

Sebagaimana diketahui, Sumut pada tahun ajaran 2017 menerima siswa SMA Negeri sederajat sebanyak 245 ribu orang melalui jalur seleksi PPDB Online.( LMC-02)

 




Erry Yakin Disdik Sumut Tak Terlibat “Kelas Siluman”

Tengku Erry Nuradi.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 8/9 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengaku yakin Dinas Pendidikan Sumatera Utara tidak sampai terseret dalam kasus ‘kelas siluman” di sejumlah SMA/ SMK Negeri di Kota Medan pada program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017.

“Saya yakin Disdik tidak terlibat. Itukan cuma pandai-pandaian pihak kepala sekolah,” tegas Tengku Erry menjawab pers usai menghadiri sidang paripurna di DPRD Sumut, Jumat.

Meski demikian, sejauh ini Erry mengaku belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak kepala sekolah yang diduga terlibat kasus yang menghebohkan dunia pendidikan itu.

Menurut Erry salah seorang kepala sekolah yang akan dimintai konfirmasi itu, hingga kini masih menunaikan ibadah haji.
“Nantilah sepulang dari tanah suci kita akan tanyai,” ujarnya.

Seperti diketahui, pada program PPDB 2017, sedikitnya dua sekolah menjadi sorotan yakni SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 13 Medan yang diduga melakukan tindakan ‘melawan hukum’ dan mencoreng dunia pendidikan dengan terseret kasus ‘kelas siluman’.

Persoalan ini mendapat kecaman sejumlah elemen masyarakat dan legislator di DPRD Sumut yang mendesak agar pihak-pihak yang terlibat diberi sanksi tegas.

Bahkan anggota DPRD Sumut, Nezar Djoeli mewacanakan pembentukan Pansus kelas siluman guna menelusuri kasus tersebut.

“Saya akan sampaikan rencana pembentukan pansus untuk menyelidiki kasus ‘kelas siluman’ ini kepada pimpinan dan anggota Komisi E DPRD Sumut,” kata politisi Partai Nasdem ini.(LMC-02)

 




Copot Kepala Sekolah Terlibat Kasus Siswa “Siluman”,

HM Nezar Djoeli (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 29/8 (LintasMedan) – Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, M Nezar Djoeli meminta Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi melakukan tindakan tegas dengan memecat para kepala sekolah yang terlibat kasus siswa’siluman’ dalam program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017.

“Sebab tindakan melawan hukum tesebut, sangat merugikan pihak orang tua dan siswa.,” katanya di Medan, Selasa.

Menurut Politisi Partai Nasdem ini, ada beberapa SMA Negeri yang belakangan menjadi sorotan dalam penerimaan siswa siluman, seperti SMA Negeri 2 dan SMA-N 13 Medan.

Selain mencopot sejumlah Kepsek yang diduga terlibat, Nezar juga meminta Gubernur mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan Sumut yang dianggap ikut melakukan pembiaran terkait kasus yang kerap mencuat dari tahun ke tahun itu.

“Kita sangat kecewa dengan tindakan Kepsek yang telah membuka kelas siluman di sekolah mereka masing-masing. Kita juga mempertanyakan kenapa Dinas Pendidikan justru terkesan mendiamkan,” ucapnya.

Nezar menilai bahwa pada mulanya program PPDB Online sangat baik diberlakukan.

Pemerintah terlebih dahulu meminta kuota penerimaan siswa dari masing-masing sekolah untuk diusulkan ke Pemerintah Pusat supaya dimasukan dalam daftar penerima dana BOS dan untuk pelaksanaan Ujian Nasional nantinya.

Namun akibat diduga adanya ulah ‘nakal’ dari oknum guru dan kepala sekolah, yang menciptakan ‘kelas siluman’ dan dicurigai turut bekerjasama dengan Disdik Sumut, program PPDB Online menjadi ‘tercederai’.

“Kita selalu mendengar Disdik Sumut mengatakan bahwa PPDB Online murni dan tidak menerima ini dan itu. Tapi faktanya hari ini banyak ditemukan kegiatan yang tidak sesuai seperti yang diamanahkan oleh Pemprov Sumut,” kata Nezar.

Ia menduga, masih ada sekolah yang nakal dalam PPDB Online ini. Hanya saja yang ditemukan adanya dugaan kasus siswa siluman hanya SMAN 2 dan 13 Medan.

“Kalau semua SMA Negeri yang ada di Sumut di investigasi, kemungkinan akan didapati hal yang sama. Karena itu, kami meminta agar pihak kepolisian segera melakukan investigasi,” ucapnya.(LMC-02)

 




Pemprov Sumut Terapkan E Paten Sektor Pendidikan

Medan 27/5 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Tengku Erry Nuradi menerapkan yel-yel “Sumut Paten” untuk seluruh sektor pembangunan dan pelayanan publik.

Termasuk pada sektor pendidikan E-Paten menjadi suatu terobosan bagi Dinas Pendidikan Sumatera Utara untuk menerapkan sistem tersebut.

Kepada Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis, kepada wartawan Sabtu mengatakan pihaknya menerapkan E-Paten (Pendidikan Atas Terintegrasi Elektronik) sebagai program terobosan di tahun 2017.

“Jadi seluruh pelayanan bidang pendidikan di Sumut sudah menggunakan elektronik,” ujarnya.

E-Paten meliputi berbagai sektor yakni berita pendidikan secara global hingga menjangkau ke seluruh kabupaten kota.

Kemudian kolaborasi antar stakeholder (jalinan kerjasama) untuk bidang pendidikan yang dimulai dari Gubernur, Sekda, Kadis Pendidikan, Sekretaris Disdik, Dewan Pendidikan Provinsi, Pengawas dan Kepala Sekolah serta peserta didik dan orangtua.

E Paten juga meliputi pelayanan publik bidang pendidikan sehingga terjalin komunikasi antar peserta didik, pendidik dan tenaga pendidikan serta orangtua peserta didik.

Komunikasi belajar juga bisa diakses secara elektronik, selain juga diberlakukan test online, pada pra semester, pra ujian sekolah, pra ujian nasional, seleksi peserta didik serta seleksi pendidik dan tenaga pendidikan.

Disdik Sumut juga menerapkan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online mulai dari proses pendaftaran, pelaksanaan seleksi, pengumuman hasil seleksi , lapor diri dan pengumuman bangku kosong.

Menyikapi sejumlah kritik khsusunya dari kalangan Legilstor di DPRD Sumut terkait penggunaan yel-yel ‘Paten’ tersebut Arsyad mengatakan hal itu hanya bagian dari riak-riak dan tantangan untuk pihaknya bekerja lebih baik lagi.

“Kritik itu pasti akan tetap ada, meskipun kelak kondisi perekonomian dan pembangunan Sumut sudah dalam posisi aman. Ini merupakan tantangan bagi kita selaku bagian dari SKPD Pemprov Sumut untuk terus berinovasi,” katanya.

Jargon Sumut Paten yang belakangan menjadi viral di daerah ini, diyakini Arsyad sebagai yel-yel positif untuk memacu kinerja dalam upaya membangun Sumut.

Namun demikian dia menilai baik buruknya yel-yel tersebut tergantung perspektif orang dalam menilainya.

“Yang terpenting kami di eksekutif akan terus melakukan komunikasi intens dengan legislatif sehingga tetap terjalin sinerjitas dan harmonisasi dalam upaya membangun Sumut,” ucapnya. ( LMC-04 )




Rusia Buka Kesempatan Beasiswa Bagi Mahasiswa Sumut

Mahasiswa Muhammadiyah pada acara Darul Arqom Media yang juga dihadiri Walikota Medan, Dzulmi Eldin, Selasa (16/5) (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 16/5 (LintasMedan) – Rusia membuka kesempatan bagi para mahasiswa Sumatera Utara untuk menempuh pendididikan gratis pada jenjang S-2 dan S-3 di negara terbesar di dunia itu.

Kabar gembira tersebut disampaikan Kepala Konsulat Jendral (Konjen) Indonesia untuk Rusia DR Fauzi Nasution pada acara Darul Arqom Media yang diselenggaran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Hotel Polonia Medan, Selasa.

Dia berharap mahasiswa Muhammadiyah mampu bersaing untuk program beasiswa itu.

“Untuk mahasiswa Muhammadiyah kita siapkan kuota 10 orang dari jatah 100 mahasiswa asal Sumut yang akan mendapatkan beasiswa di Rusia,” katanya.

Namun, kata Fauzi tidak tertutup kemungkinan kuota tersebut akan bertambah menjadi 15 jika dalam proses seleksi dinyatakan memadai dan layak untuk mendapat program beasiswa itu.

Dia juga berharap usai menempuh pendidikan di Rusia kelak para kawula muda ini mampu menjadi generasi terbaik untuk memberikan sumbangsih dalam membangun negara dan daerah. (LMC-02)




Medan Sambut Positif Pendirian Sekolah Tiga Bahasa

Walikota Medan H. T Dzulmi Eldin (kanan) menyampaikan sambutan pada acara syukuran penempatan lokasi Sekolah Medan Mulia di Jalan Bangau Medan, Selasa (9/5). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 9/5 (LintasMedan) – Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyambut positif pendirian Sekolah Medan Mulia (Mian Zhong) yang dalam proses belajar mengajarnya akan menerapkan tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Mandarin dan Inggris.

“Kehadiran sekolah yang akan menggunakan tiga bahasa dalam proses belajar mengajarnya ini, sebagai langkah positif dalam membentuk dan melahirkan insan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia,” kata Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin ketika menghadiri acara syukuran penempatan lokasi sekolah Medan Mulia di Jalan Bangau Medan, Selasa.

Dia berharap para siswa yang nantinya bersekolah di tempat itu dapat menguasai tiga bahasa yang diajarkan.

Dengan menguasai tiga bahasa tersebut, Eldin menyatakan optimis kemampuan tersebut akan menjadi modal bagi sang pelajar untuk menapaki kehidupan ke depan, termasuk menghadapi persaingan di era global dewasa ini.

Untuk mendukung proses tersebut, tentunya harus didukung dengan sarana pembelajaran yang memadai seperti alat pembelajaran maupun gedung sekolah yang layak sehingga akan tercipta kenyamanan dan keamanan para siswa dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar.

“Semoga kehadiran Sekolah Medan Mulia nantinya dapat melahirkan lebih banyak generasi penerus bangsa yang berilmu, beramal, berbudi pekerti luhur dan berkarakter,” ujarnya.

Disebutkannya, Pemko Medan selama ini sangat memeprhatikan dan peduli dengan pembangunan sektor pendidikan, karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dipersiapkan guna mencetak sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman.

Sebelumnya Ketua Yayasan Medan Mulia Fazar Suhendra, dalam sambutanya menjelaskan bahwa Sekolah Medan Mulia sengaja menggunakan tiga bahasa dalam proses belajar mengajarnya guna mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi era globalisasi dengan persaingan ekonomi dunia yang semakin kompetitif.

“Kita bangsa yang besar, jika anak-anak kita tdak berpendidikan tinggi, maka mereka akan ketinggalan dalam persaingan global. Untuk itulah kita harus siap menyambut ini dengan kemampuan menguasai tiga tiga bahasa,” ujarnya.

Hadir dalam acara itu, antara lain anggota Komisi X DPR R Sofyan Tan, Konsul Jendral Republik Rakyat Tiongkok di Medan Zhu Honghai, Kadis Pendidikan Kota Medan Hasan Basri MSi, Kadis Permukiman dan Tata Ruang Syampuno Pohan. (LMC-02)




Pemprov Sumut Apresiasi Program Beasiswa Kuliah di AS

Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kanan) menerima kunjungan delegasi San Matteo Colleges of Silicon Valley, Amerika Serikat yang dipimpin Ron Galatolo (kedua kiri), di kantor gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Senin (17/4). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 17/4 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengapresiasi realisasi program beasiswa San Matteo Colleges of Silicon Valley, Amerika Serikat (AS) bagi lulusan SMA sederajat di Sumut.

“Kami mengapresiasi dan menyambut baik program kerjasama beasiswa dari San Matteo Colleges of Silicon Valley. Pada Januari 2018 mendatang, sudah ada siswa siswi kita yang kuliah disana,” kata Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, di kantor gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Senin.

Erry menyatakan hal itu usai menerima kunjungan delegasi San Matteo Colleges of Sillicon Valley yang dipimpin Ron Galatolo.

Ia menjelaskan, pemberian paket beasiswa kuliah di AS bagi lulusan SMA sederajat tersebut merupakan realisasi dari kesepakatan bersama (MoU) antara pengelola San Matteo Colleges of Silicon Valley dengan Pemprov Sumut yang ditandatangani beberapa waktu lalu.

Untuk mendapatkan beasiswa kuliah di salah satu perguruan tinggi terkemuka di AS itu, menurut Gubernur, setiap calon peserta terlebih dahulu harus mengikuti seleksi dan memenuhi standarisasi khusus.

“Tahun ini (2017) akan dilaksanakan seleksi bagi lulusan SMA sederajat di Sumut untuk mendapatkan kesempatan belajar di San Matteo Colleges of Silicon Valley,” tambahnya.

Pada saat menerima Ron Galatolo beserta staf San Matteo Colleges of Silicon Valley, Erry Nuradi mengungkapkan bahwa Pemprov Sumut melalui Dinas Pendidikan setempat telah menerapkan sistem elektronik dalam hal penerimaan siswa baru.

Selain itu, pihaknya juga melaksanakan secara periodik uji kompetensi bagi kepala sekolah serta penempatan guru-guru yang dinilai kompeten.

“Dengan sistem ini juga, akan ada upgrade peningkatan kualitas guru, termasuk jika memungkinkan studi banding ke Amerika,” kata Erry.

Sementara itu, Ron Galatolo menyebutkan bahwa faktor ekonomi bukan menjadi kendala untuk bisa
belajar di San Matteo Colleges, karena perguruan tinggi itu lebih mengedepankan kompetensi dan prestasi ‘fair’ siswa sekolah.

Bahkan, lanjut dia, bagi lulusan SMA sederajat yang lulus seleksi program beasiswa kuliah di San Matteo Colleges of Silicon Valley dan belum lancar berbahasa Inggris, akan diberikan pelatihan agar mampu berbahasa Inggris dengan baik.

Pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan internasional untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikut program magang dan bahkan bekerja setelah lulus. (LMC-02)




AMCI Sesalkan Postingan Cemarkan Dunia Pendidikan di Akun Instagram

Ilustrasi (Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 26/2 (LintasMedan) – Pengurus Besar (PB) Aliansi Media Cyber Indonesia (AMCI) menyesalkan postingan di salah satu instagram yang dinilai telah mencemarkan dunia pendidikan.

Dalam postingannya yang dibuat salah satu akun itu menerbitkan foto dengan tulisan “Pendidikan sangatlah diperlukan untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. Seperti halnya salah satu pameran education di salah satu mall ternama di Medan yang mengajak anak2 berdisko ria dengan alunan music rave/electric yang diiringi dengan DJ dan suasana seperti Discotique, dengan lampu serta fog (asap) yang hampir menyelimuti seluruh atrium pameran…apa tanggapan follower?”

“Postingan ini menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Padahal kenyataannya acara pameran pendidikan itu tidak seperti yang digambarkan dalam akun tersebut,” kata Ketua Umum AMCI, Devi Marlin, Minggi.

Menurutnya pameran itu memiliki banyak sekali kegiatan positif bagi anak bangsa, seperti berbagai kompetisi yang dilaksanakan guna meningkatkan kreativitas siswa.

Sehingga dia menyesalkan ada postingan seperti itu yang dibuat seseorang di akun instagram.

Devi yang juga Wakil Sekretaris AMPI Sumut ini mengatakan, persoalan muncul karena postingan di instagram itu dianggap memberikan informasi yang tidak akurat, dan dibuat tidak sesuai dengan fakta yang ada.

“Instagram itu bukanlah media online, tapi ruang publik yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tulisannya,” ujarnya.

Terkait hal ini, pihak yang dirugikan berencana akan membuat laporan pemilik akun itu ke polisi karena telah merugikan masyarakat. “Pemilik akun instagram dapat dijerat dengan UU ITE. Ancaman pidana penghinaan melalui informasi elektronik paling lama 4 tahun dan denda Rp 750 juta,” ungkapnya.

Devi mengimbau, agar pemilik akun instagram menghapus postingannya.”Kita minta agar postingan itu dihapus karena banyaknya komentar terhadap postingan tersebut,” tegasnya.(LMC/rel)