PSMS Gagal Rebut Puncak Klasemen Liga 2

Kesebelasan PSMS Medan. (Foto: LintasMedan/dok)

Banda Aceh, 14/8 (LintasMedan) – Kesebelasan PSMS Medan gagal merebut puncak klasemen putaran I kompetisi Liga 2 Wilayah Barat tahun 2019 setelah kalah 0-2 atas tuan rumah Persiraja di Stadion H Dhimurthala Banda Aceh, Rabu malam.

Kemenangan yang dikemas Persiraja Banda Aceh membuat peringkatnya naik ke posisi kedua dengan 21 poin dalam 11 laga, di bawah Sriwijaya FC yang menggoleksi poin sama tetapi unggul jumlah gol.

PSMS Medan melorot ke urutan ketiga dengan pengumpulan 20 poin dalam 11 laga, karena kalah jumlah gol dari Persiraja Banda Aceh.

Pada babak pertama, kedua tim tak ada yang berhasil mencetak gol meski Persiraja lebih banyak menekan.

Persiraja membuka keungulannya pada menit ke-49 melalui Defri Rizky. Gol kedua disumbang oleh Irvan Mofu pada menit ke-75.

Dalam pertandingan ini, pemain PSMS, Ilham Fathoni diganjar kartu merah.

Pertandingan Persiraja kontra PSMS Medan merupakan laga penutup putaran pertama Grup Barat Liga 2.

Susunan Pemain :
Persiraja: Fakhrurrazi; Ikhwani Hasanuddin, Luis Irsandi, Andika Kurniawan, Agus Suhendra, Mukhlis Nakata(C), Fery Komul, Zamrony, Ahsanur Rijal, Defri Riski, Andre Abubakar

PSMS: M. Choirun Nasirin; Afiful Huda, Andre Oki Sitepu, Kesuma Satria Yudistira, Syaiful Ramadhan, Aidun Sastra Utami, Eki Fauji Saputra, Ilham Fathoni, Legimin Raharjo (C), Rendi Saputra, Natanael Siringo Ringo. (LMC-03)




PPLP Dispora Sumut Juara Taekwondo Piala Gubernur

Para juara berfoto bersama Kadispora Sumut Baharuddin Siagian (dua kiri) didampingi Wakil Ketua KONI Sumut Agung Sunarno (tengah) usai pengalungan medali juara.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 9/8 (LintasMedan) – Kontingen PPLP Dispora Sumatera Utara tampil sebagai juara umum Kejuaraan Daerah (Kejurda) Taekwondo Pelajar Piala Gubernur Sumut 2019, yang berakhir, Jumat di GOR Mini Jalan Pancing Medan.

Even yang berlangsung selama tiga hari itu ditutup secara resmi Kadispora Sumut Baharuddin Siagian.

PPLP Dispora Sumut meraih 8 medali emas dan 1 perunggu disusul kontingen Medan dengan perolehan 7 emas, 3 perak dan 5 perunggu.

Posisi ketiga diraih Deli Serdang dengan meraih 2 emas, 4 perak dan 8 perunggu.

Perolehan Emas taekwondoin PPLP Dispora didominasi pada kelas kyorugi (tarung). Sedangkan atlet terbaik, untuk putra disematkan kepada taekwondoin PPLP Dispora Sumut, M Fadhil Ananda. Sedangkan putri, diberikan kepada Cahaya Kamalin dari Binjai.

Kategori busana terbaik kontingen, diraih Deli Serdang, disusul Langkat ditempat kedua dan Medan urutan ketiga.

Kadispora Sumut Baharuddin Siagian mewakili gubernur dalam sambutannya mengatakan para juara diajang ini akan dipersiapkan menjadi wakil Sumut pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Papua, Oktober 2019.

“Siapa yang menang dan juara akan kita bawa ke Popnas. Tapi ada seleksi atau tes lagi. Sehingga saat kita mengikuti Popnas biar meraih restasi yang membanggakan,” tutur Baharuddin.

Baharuddin mengingatkan para atlet untuk terus berlatih dan tingkatkan kemampuan yang menjadikan ajang ini menambah pengalaman 161 atlet dari 13 Pengkab/Pengkot ditambah tim PPLP Dispora Sumut yang tampil untuk hadapi pertandingan yang lebih prestisius lagi.(LMC-02)




PSMS Ambil Alih Posisi Puncak Klasemen Liga 2

Striker PSMS Ilham Fathoni disambut rekan-rekannya setelah mencetak gol saat menghadapi PSGC Ciamis dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Wilayah Barat Tahun 2019 di Stadion Teladan Medan, Kamis (8/8). Dalam pertandingan tersebut PSMS menang tipis 2-1. (Foto: LintasMedan/IL2)

Medan, 8/8 (LintasMedan) – Kesebelasan PSMS Medan mengambilalih posisi puncak klasemen sementara kompetisi Liga 2 Wilayah Barat Tahun 2019 setelah mengalahkan tamunya PSGC Ciamis dengan skor 2-1 di Stadion Teladan Medan, Kamis.

Gol kemenangan klub berjuluk Ayam Kinantan itu dicetak oleh Ilham Fathoni pada menit 14 dan Yuda Risky Irawan pada menit 83.

Sedangkan gol PSGC Ciamis dihasilkan melalui kaki Fabio Marko Kodoati ketika pertandingan babak pertama baru berjalan sekitar 11 menit.

Dengan kemenangan 2-1, anak asuh Abdul Rahman Gurning itu mengemas 20 poin dari 10 pertandingan.

Di posisi kedua klasemen sementara Liga 2 ditempati Cilegon United dengan 19 poin dari hasil 10 kali bertanding.

Sementara PSGC Ciamis masih bertengger di posisi 12 dengan tiga poin dari sembilan kali bertanding.

Pada pertandingan ini PSMS sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, tepatnya menit 11 lewat gol Fabio Marko Kodoati, namun tiga menit kemudian striker PSMS Ilham Fathoni berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan skor bertahan hingga babak pertama berakhir.

PSMS berhasil menuntaskan pertandingan dengan kemenangan lewat gol pada menit ke-82 dengan sundulan Yuda Risky Irawan yang berhasil memanfaatkan umpan dari Ilham Fathoni.

PSMS mengunci skor 2-1 hingga wasit Mansyur dari DKI Jakarta meniup peluit panjang.

Usai pertandingan, pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning mengaku timnya bermain kurang maksimal sehingga kerap mendapat tekanan dari anak-anak PSGC.

“Dari menit awal pemain terlalu tegang. Ke depan kita koreksi diri agar lebih bagus,” tuturnya.

Gurnin berharap PSMS bisa terus bertengger di posisi puncak klasemen Liga 2 hingga laga terakhir putaran I melawan Persiraja Banda Aceh.(LMC -02)




Askot PSSI Medan Segera Gulirkan Kompetisi

Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumut Kodrat Shah (kiri) mengukuhkan pengurus Asosiasi Kota (Askot) PSSI Medan periode 2019-2023 yang diketuai Iswanda Ramli (keempat kanan), di Medan, Rabu (7/8) malam. (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 7/8 (LintasMedan) – Pengurus Asosiasi Kota (Askot) PSSI Medan di bawah kepemimpinan Iswanda Ramli menyatakan akan segera menggulirkan kompetisi di berbagai tingkatan untuk mendorong kegiatan sepak bola di ibu kota Provinsi Sumut itu.

“Kita akan concern untuk segera menyelenggarakan kompetisi di berbagai tingkatan dan antarklub,” kata Iswanda Ramli usai acara pengukuhan pengurus Askot PSSI Medan periode 2019-2023, di Medan, Rabu (7/8) malam.

Pada program pertamanya, menurut dia, Askot Medan akan menggelar kompetisi U-13, U-15 dan U-18.

Untuk kompetisi usia dini, Askot PSSI Medan menjadwalkan kegiatan tersebut digelar sekitar Agustus 2019.

Sedangkan untuk kompetisi antarklub, lanjut pria yang akrab disapa Nanda ini terlebih dahulu akan merangkul semua klub di Medan untuk masuk dalam nangunan Askot PSSI.

“Klub-klub di Medan akan langsung di bawah nangunan Askot PSSI Medan, sehingga bisa digalakkan lagi kompetisi seperti divisi satu, divisi dua, divisi utama seperti pada beberapa waktu lalu,” kata Nanda.

Melalui kompetisi usia dini dan antarklub, Nanda berharap bisa muncul kembali bibit baru pesepak bola Medan untuk selanjutnya dipersiapkan untuk memperkuat klub PSMS Medan maupun Timnas Indonesia.

“Kami harapkan 2020 nanti muncul bibit baru untuk calon pemain PSMS, seperti legenda Nobon, Tumsila, Parlin Siagian, Juanda dan lainnya bisa mengikuti jejak mereka,” ujarnya.

Sebelumnya, Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin pada acara pengukuhan pengurus Askot PSSI Medan mengungkapkan keinginannya agar PSMS kembali berkompetisi di Liga 1.

“Kita rindu PSMS yang bertaji, yang mampu membuat gentar setiap lawan lewat skill permainan yang mumpuni. Mari bersama kita kembalikan kejayaan PSMS Medan yang kita banggakan,” ujar Eldin.

Oleh karena itu, Walikota berharap Askot PSSI Medan perlu terus menggiatkan program pembinaan sepak bola usia dini.

“Gali terus potensi atlet muda berbakat di Medan melalui kompetisi. Jika ini kita terapkan, niscaya akan lahir Egi Maulana Vikri lainnya yang kian membesarkan sepak bola Indonesia khususnya Kota Medan,” tambahnya. (LMC-02)




Sumut Fokus Bina Atlet Muda Taekwondo

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (tengah) dan Kepala Dispora Sumut Baharuddin Siagian (kiri) berfoto bersama para atlet pelajar usai membuka Kejuaran Taekwondo Piala Gubernur Sumut 2019 di GOR Futsal Dispora Sumut Jalan Willem Iskandar, Medan Estate, Rabu (7/8). (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 7/8 (LintasMedan) – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) mengingatkan para pembina dan pelatih meningkatkan pengawasan terhadap pembinaan atlet muda atau atlet pelajar taekwondo di masing-masing dojang atau tempat latihan.

“Terapkan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga untuk meningkatkan kemampuan atlet taekwondo pelajar Sumut,” katanya pada upacara pembukaan Kejuaran Taekwondo tingkat Pelajar memperebutkan Piala Gubernur Sumut 2019 di GOR Futsal Dispora Sumut Jalan Willem Iskandar, Medan Estate, Rabu.

Penerapan program pembinaan atlet-atlet pelajar taekwondo secara intensif dan berjenjang, lanjut dia, diyakini efektif melahirkan atlet andal yang dapat bersinar di kancah nasional dan internasional.

Seiring dengan pelaksanaan pembinaan terhadap atlet pelajar, Musa Rajekshah yang hingga kini masih menjabat sebagai Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumut mengajak segenap pengurus dan pelatih di setiap kabupaten dan kota agar secara periodik melaksanakan penjaringan atlet pemula mulai usia 7-14 tahun melalui program pemanduan bakat atau talent scouting secara rutin.

Dikatakannya, membina dan melahirkan atlet muda berbakat tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi dibutuhkan pengorbanan untuk secara konsisten dalam berlatih.

Pada kesempatan itu, Musa Rajekshah yang akrab disapa “Ijeck” mengajak seluruh peserta Kejurda Taekwondo tingkat pelajar terus berusaha meningkatkan kualitas sehingga bisa bersaing di level nasional.

Melalui kejuaraan ini, ia juga berharap para atlet pelajar taekwondo Sumut lebih termotivasi untuk terus berlatih dan memacu prestasi secara maksimal.

Kejuaran Taekwondo Piala Gubernur Sumut 2019 diikuti sebanyak 161 atlet pelajar dari sejumlah kabupaten/kota di Sumut.

Kejuaraan yang berlangsung mulai 7-9 Agustus 2019 itu menjadi salah satu persipan menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV tahun 2019 di Papua.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut Baharuddin Siagian mengatakan kejuaraan ini diikuti atlet pelajar dari 14 kabupaten/kota serta PPLP-Sumut binaan dari Dispora Sumut.

“Sama seperti Pak Wagub, saya juga berharap para atlet pelajar ini mampu meraih juara dan mewakili Sumut di POPNAS XV di Papua,” kata Baharuddin. (LMC-02)




Sumut Jaring Bibit Atlet Lewat Kejuaraan Taekwondo Pelajar

Kepala Dispora Sumut Baharuddin Siagian. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 2/8 (LintasMedan) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan menjaring bibit atlet melalui kejuaraan taekwondo tingkat pelajar memperebutkan Piala Gubernur Sumut yang dijadwalkan berlangsung di GOR Futsal Dispora Sumut Jalan Jalan Wiliam Iskandar, 6-9 Agustus 2019.

“Kejuaraan ini akan diikuti sekitar 300 pelajar dari 17 kabupaten dan kota di Sumut,” kata Kepala Dispora Sumut, Baharuddin Siagian kepada pers di Medan, Jumat.

Menurut dia, sejumlah kabupaten/kota di Sumut cukup antusias mengirimkan para atletnya mengikuti kejuaraan taekwondo yang menyasar atlet usia dini tersebut.

Dikatakannya, antusiasme atlet pelajar untuk tampil dalam kejuaraan memperebutkan piala Gubernur Sumut Edy Rahmayadi itu menunjukkan semangat yang besar dalam pengembangan taekwondo lokal.

“Jumlah peserta yang tampil di kejuaraan taekwondo tingkat pelajar semula diperkirakan mencapai 700 orang, tetapi sesuai masukan dari pihak Pengurus Provinsi Taekwondo Sumut akhirnya peserta dibatasi sekitar 300 orang saja,” paparnya.

Melalui penyelenggaraan event tersebut, pihaknya menyatakan optimis akan muncul atlet-atlet taekwondo muda handal yang kelak diharapkan dapat meraih prestasi tingkat nasional maupun internasional

Baharuddin yang didampingi Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Sumut Rusli, juga berharap melalui kejuaraan ini pembinaan atlet taekwondo di provinsi itu semakin bergairah dan berkesinambungan.

Kejuaraan taekwondo tingkat pelajar Sumut 2019 mempertandingkan 23 kategori nomor lomba.

Untuk junior putra, meliputi FIN-45 kg, kyurugi FIN (-48 kg), Bantam (-51 kg), Feather (55 kg), Light (59 kg), Welter (63 kg), Light Middle (68 kg), Middle (73 kg), Light heavy (78 kg), Heavy (+78 kg) serta Pomsae atau tarung dan seni putra/putri.

Untuk kategori junior putri, mempertandingkan nomor FIN (-42 kg), Fly (-44 kg), Bantam (46 kg), Feather (-49 kg), Light (-52 kg), welter (-55 kg), Light Middle (-59 kg), Middle (63 kg), Light heavy (-68 kg), dan Heavy (+68 kg). (LMC-02)




PSMS Ditahan Imbang Sriwijaya FC 1-1

Dua pemain Sriwijaya FC berusaha merebut bola dari gelandang PSMS Syaiful Ramadhan dalam laga lanjutan Liga 2 Indonesia 2019 Wilayah Barat, di Stadion Teladan Medan, Kamis (1/8). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 1/8 (LintasMedan) – PSMS Medan kembali menuai hasil kurang maksimal pada lanjutan Liga 2 Indonesia 2019 setelah ditahan imbang tamunya Sriwijaya FC dengan skor 1-1 di Stadion Teladan Medan, Kamis sore.

“Anak-anak sudah berusaha maksimal untuk bisa memenangkan laga, tapi hasilnya kita hanya seri. Begitu pun kami apresiasi semangat semua pemain yang tak kenal lelah sepanjang laga melayani permainan Sriwijaya,” kata pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning.

Di awal laga, PSMS kembali menurunkan Mohamadou Al Hadji sebagai starter setelah dua laga sebelumnya tak masuk line up. Hadji berduet dengan Afiful Huda di bawah serta Syaiful Ramadhan dan Wira Satria melengkapi kuartet pertahanan.

Meski kecewa dengan hasil imbang tersebut, dia tetap memberikan pujian kepada anak-anak asuhnya yang sepanjang laga bermain dengan semangat tanpa kenal lelah.

PSMS mendominasi permainan di awal babak pertama, namun keunggulan tim berjuluk ayam kinantan itu baru tercipta menit 24 melalui sundulan Natanael Siringoringo.

Pemain bernomor punggung 10 ini sukses menyambar umpan Rendi Saputra dari sisi kanan. Itu menjadi satu-satunya gol di babak pertama.

Sriwijaya mencoba bangkit usai turun minum dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit 55 melalui bola set piece dari sepakan pojok Ahmad Ihwan yang berhasil memenangkan duel udara.

Kiper PSMS Nasirin yang telah keluar dari sarangnya, gagal mengantisipasi bola.

Di sisa waktu, PSMS terus berupaya meningkatkan serangan untuk memenangkan laga, tetapi tidak ada gol tercipta.

Dari hasil pertandingan imbang tersebut, PSMS Medan mengoleksi 17 poin dan berada di posisi kedua klasemen sementara Liga 2 Indonesia wilayah Barat.

Sedangkan Sriwijaya FC juga mengantongi 17 poin berada di peringkat ketiga. (LMC-02)




Pelatih PSMS Kecewa Atas Kinerja Wasit

Dua pemain PSMS Medan berusaha merebut bola dari kaki pemain Babel United dalam laga lanjutan kompetisi sepak bola Liga 2 di Stadion Depati Amir, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (28/7). Dalam pertandingan tersebut PSMS kalah 0-1 atas tuan rumah Babel United. (Foto: LintasMedan/IL2)

Medan, 28/7 (LintasMedan) – Pelatih PSMS Medan Abdul Rahman Gurning mengaku kecewa atas kinerja wasit yang mensahkan gol kemenangan bagi Babel United pada laga lanjutan kompetisi sepak bola Liga 2 di Stadion Depati Amir, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (28/7).

“Kami sangat kecewa itu jelas-jelas gol yang jatuh di luar gawang setelah memantul ke mistar. Itu sudah menit ke-85 kami sudah sulit berbuat apa-apa lagi. Selain itu, setiap kami benturan saja langsung free kick untuk mereka,” katanya.

Bahkan, menurut Gurning, kiper PSMS Choiril Nasirin juga mengakui posisi bola ketika itu di luar garis gawang.

Namun wasit tetap kukuh dengan keputusannya mensahkan gol menit ke-85 hasil tendangan pemain tengah Babel United Fikri Andriansyah tersebut.

Satu keputusan wasit lainnya yang diprotes Gurning adalah tidak memberikan penalti saat pemain PSMS Dimas Sumantri dijatuhkan pemain lawan saat memasuki area kotak penalti Babel United di menit ke-75.

“Wasit hanya diam dan tidak beri penalti ketika Dimas Sumantri dijatuhkan pemain lawan. Tentu saja ini sangat kami sesalkan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan faktor lapangan yang kurang baik juga memengaruhi permainan anak-anak asuhannya yang sulit mengembangkan permainan.

“Lapangan berpasir dan rumputnya tipis. Waktu jatuh di situ seperti terangkat. Kami sulit kembangkan permainan,” tambahnya.

Pada babak pertama, kedua tim tampil sangat disiplin sehingga setiap serangan yang dibangun gagal menghasilkan gol.

Setelah turun minum, kedua tim berani tampil menyerang untuk menciptakan peluang.

Babel United akhirnya mampu memecah kebuntuan, setelah Fikri Andriansyah berhasil menjebol gawang PSMS pada menit ke-85. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Babel United.

PSMS berusaha meningkatkan serangan untuk mencetak gol di lima menit terakhir, tetapi beberapa kali gagal karena pertahanan tuan rumah yang kian rapat.

Raihan tiga poin membuat Babel United kini mengumpulkan total 13 angka dan menempati peringkat kedelapan klasemen sementara Liga 2 wilayah barat.

Susunan Pemain
Babel United FC: Gianluca Pagliuca Rossy, Rian Miziar, Saddam Hi Tenang, Deki Rolias, Indra, Muhammad Fikri, Hasan Husain, Bima Ragil, Syamsuddin, Nur Akbar Jawara, Agi Pratama

PSMS Medan: Choirul Nasirin, Andre Sitepu, Afiful Huda, Satria, Dimas Sumantri, Legimin Rahardjo, Rendi Sahputra, Ilham Fathoni, Bayu Tri Sanjaya, Eki Fauzi, Aldino Herdianto. (LMC-03)




Asahan Pertahankan Juara Umum Kejurda Tarung Derajat

Kontingen asahan berfoto bersama usai berhasil meraih juara umum tarung derajat pelajar Piala Gubernur Sumut tahun 2019, di GOR DisporaSumut, Medan, Kamis (25/7).  (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 25/7 (LintasMedan) –   Kontingen Kabupaten Asahan tampil sebagai juara umum Kejuaraan Daerah Tarung Derajat tingkat pelajar se Sumatera Utara, yang berakhir di GOR Futsal Pemprovsu, Kamis (25/7) pagi.

Kontingen Asahan mengumpulkan 5 medali emas, 2 perunggu. Torehan ini sekaligus Dwi sukses bagi Asahan yang mampu pertahankan juara umum Kejurda Tarung derajat tingkat pelajar yang memperebutkan piala Gubernur Sumut.

Sementara posisi runner up diduduki Mandailing Natal dengan 3 emas, 1 perak, 1 perunggu.

Posisi ketiga ditempati kontingen Kota Medan denganr raihan 2 emas, 2 perak, 2 perunggu, diikuti Labuhan Batu Selatan peringkat empat dengan 2 emas, 1 perak, 1 perunggu, serta Deli Serdang melengkapi lima besar dengan 1 emas, 2 perunggu.

Sementara Tebingtinggi menjadi satu – satunya kontingen yang tidak meraih medali satu pun dari 19 daerah yang tampil pada Kejurda.

Peraih medali emas di kelas 49,1-53 kg putra, Imam Abdi mengaku senang bisa mempersembahkan medali emas bagi Asahan.

Siswa kelas XII SMK Muhammadiyah 10 Kisaran ini juga sukses pertahankan medali emas di Kejurda Piala Gubernur Sumut tahun 2017.

Menurutnya, prestasi di Kejurda ini menambah kepercayaan dirinya sebelum tampil di Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON).

“Alhamdulillah medali emas bisa saya raih lagi. Sebelumnya juga dapat emas pada Kejurda umum di Asahan April kemarin. Prestasi ini akan saya jadikan semangat untuk bisa meraih hasil terbaik di Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional,” ucap Imam.

Pelatih Pengcab KODRAT Asahan, Wan Rudi mengaku bersyukur bisa membawa Asahan kembali tampil sebagai juara umum piala Gubsu. Menurut Rudi, prestasi ini juga lebih baik dari 2017 silam, yang kala itu hanya meraih 4 medali emas, 1 perak, 3 perunggu. Sementara tahun ini sukses menyabet 5 emas dan sudah sesuai dengan target awal.

“Kita mengerahkan 12 atlet dan bersyukur bisa rebut juara umum lagi. Kita penjaringan ke sekolah – sekolah dan tempat sport station di sentral alun – alun dan satuan latihan tarung derajat. Insya Allah, tahun ini kita sukses pertahankan juara umum lagi dari tahun 2017 lalu. Dari awal kita memang targetkan 5 emas,” ucap pelatih berpangkat Aiptu itu.

Kejurda resmi ditutup Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang diwakili Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumut Rudi Rinaldi.

Gubernur berharap masing – masing juara untuk tidak cepat berpuas diri atas prestasi yang telah diraih.

Prestasi tersebut harus dijadikan semangat awal untuk meraih prestasi lebih baik di event yang lebih tinggi, seperti di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2019 di Papua.

“Saya berharap kepada para pelatih dan pembina cabang olahraga tarung derajat untuk fokus melakukan pembinaan dan latihan secara berkesinambungan agar nantinya lahir bibit – bibit petarung handal dari Sumut. Mereka nantinya akan menjadi harapan Sumut di masa yang akan datang, termasuk pada PON 2020 di Papua maupun PON 2024 saat Sumut dan Aceh menjadi tuna rumah bersama,”  katanya.

Seperti diketahui, Kejurda tarung derajat piala Gubernur Sumut merupakan ajang seleksi bagi atlet pelajar untuk dipersiapkan menuju POPNAS 2019 di Papua.

Bagi masing – masing juara akan dipanggil oleh Dispora Sumut untuk mengikuti pemusatan latihan menuju dengan sistem promosi dan degradasi. (LMC-02)




Kejurda Tarung Derajat Sumut Jaring Atlet Popnas 2019

Kontingen atlet pelajar dari 19 kabupaten/kota mengikuti upacara pembukaan Kejurda tarung derajat tahun 2019 memperebutkan Piala Gubernur Sumut di GOR Dispora Sumut Jalan Willem Iskandar Medan, Selasa (23/7). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 23/7 (LintasMedan) – Kejuaraan daerah (Kejurda) tarung derajat memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara (Sumut), dijadikan ajang untuk menjaring atlet Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV pada Oktober 2019 di Provinsi Papua.

“Saya berharap seluruh atlet untuk lebih giat berlatih. Pada Kejurda ini kalian di uji mana yang terbaik. Inilah yang akan kita ikutkan menjadi atlet pada Popnas di Papua nanti,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, pada upacara pembukaan Kejurda tarung derajat tingkat pelajar di GOR Dispora Sumut, Medan, Selasa.

Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut Baharuddin Siagian, mengingatkan bahwa cabang olahraga tarung selalu menjadi andalan bagi Sumut untuk meraih medali di setiap event nasional seperti Pekan Olahraga Nasional.

“Di Sumut yang selalu memberikan prestasi di tingkat nasional adalah atlet-atlet tarung, seperti taekwondo, karate, silat, dan tarung derajat,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta para pembina cabang olahraga tarung agar lebih fokus dan bergiat membina para atletnya guna meraih prestasi untuk jangka pendek, yaitu PON 2020 Papua dan jangka panjang pada PON ke XXI Tahun 2024.

Disebutkan, Kejurda tersebut juga dimaksudkan untuk memotivasi pengurus cabang olahraga tarung derajat kabupaten dan kota se Sumut agar lebih giat membina olahraga tarung derajat berdasarkan kelompok-kelompok umur.

“Mudah-mudahan atlet pelajar Sumut bisa meraih prestasi terbaik di Popnas 2019,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Sumut Agung Sunarno, menyatakan optimistis Kejurda tarung derajat tingkat pelajar Sumut 2019 tersebut mampu menjaring petarung-petarung potensial asal Sumut.

Bahkan, pihaknya berencana mengirimkan para atlet berprestasi di event tersebut untuk mengikuti babak prakualifikasi PON untuk cabang tarung derajat yang dijadwalkan digelar di Jawa Barat pada November 2019.

“Kalau hari ini pelajar, Insya Allah tahun 2024 kalian akan jadi petarung senior di PON yang dilaksanakan di Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah. Keluarkan semua potensi anda, tunjukkan kalau anda petarung terbaik,” ucapnya.

Agung juga berpesan kepada wasit yang memimpin pertandingan selama penyelengaaraan Kejurda tarung derajat tersebut senantiasa menjunjung fair play, sehingga event itu mampu melahirkan para atlet potensial yang kelak mampu berkontribusi mengharumkan nama Sumut di kancah nasional.

Kejurda tarung derajat Sumut 2019 diikuti 152 atlet dari 19 Pengcab Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) kabupaten/kota.

Sebanyak 19 kabupaten/kota yang mengirimkan atletnya, yaitu Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Asahan, Tanjungbalai, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Padangsidimpuan, Karo, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Labuhanbatu Utara, Dairi, Mandailing Natal dan Batu Bara. (LMC-02)