Turnamen Futsal Piala Kapolda Sumut untuk Generasi Millenial

Jajaran panitia dalam acara konfrensi pers turnamen Futsal Piala Kapolda Sumut 2019, Rabu (13/3) di Medan. (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 13/3 (LintasMedan) – Antusias para generasi millenial ditunggu untuk ikut menyemarakkan turnamen futsal Piala Kapolda Sumut 2019 yang digelar 20 Maret hingga 7 April.

Ketua Panitia Pelaksana, Ingan Habibie Pane, kepada wartawan, Rabu menyampaikan even ini ditargetkan akan diikuti 1000 tim dari berbagai kategori, pelajar SMP, SMA, mahasiswa, instansi dan media, memperebutkan total hadiah Rp 200 juta lebih.

“Kegiatan ini sepenuhnya didukung Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, guna merangkul generasi millenial dan warga Sumut yang cinta olahraga,” katanya didampingi sejumlah panitia lainnya.

Ingan mengatakan bahwa Polda Sumut dan panitia berharap generasi muda Sumut semakin cinta tanah air, menghindari berita bohong (hoaks) serta menjauhi fitnah dan berbagai penyakit sosial masyarakat.

“Melalui even olahraga dapat menumbuhkembangkan jiwa patriotisme dan spotifitas di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Untuk itu panitia mengajak masyarakat Sumut  turut andil karena kategori dalam turnamen ini terbuka luas bagi berbagai kalangan.

Pendaftaran dibuka hingga 16 Maret 2019 dengan menghubungi nomor telepon panitia yakni 081262128778 dan 081263631244 untuk zona Medan.

Sementara penyelenggaraan digelar di enam zona, yakni GOR Mini Futsal Dispora Sumut Jalan Pancing Medan, GOR Binjai Deli Serdang, Tebing Tinggi, Tanjungbalai Asahan.

Pihak panitia kata Ingan, dalam even ini memasang target pecahkan rekor MURI, setelah pada Kejuaraan Futsal Piala Pangdam beberapa waktu lalu diikuti 286 tim.

“Dalam even kali ini kita targetkan diramaikan 1000 tim dari kalangan milenial,” ujarnya.(LMC-02)




Kejurda Sanda 2019 Harapan Sumut Menuju PON

Dua atlet Sanda Sumut berlaga di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Wushu Sanda Sumut 2019 di Aula Sekolah Cinta Budaya, Jumat (8/3). (Foto:LintasMedan/irma)

‌Medan, 8/3 (LintasMedan) – Cabang wushu merupakan salah satu harapan Sumatera Utara pada even nasional. Wushu selalu mengharumkan nama Sumut di kancah nasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hal itu dikatakan Ketua Umun KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis pada pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Wushu Sanda Sumut 2019 di Aula Sekolah Cinta Budaya, Jumat (8/3). Acara ini dihadiri tokoh wushu Sumut Master Supandi Kusuma, Wakil Ketua KONI Sumut Prof Agung Sunarno dan lainnya.

Jhon mengungkapkan, setiap PON, wushu selalu memberikan emas bagi Sumut. Bahkan, pada PON 2016 di Jawa Barat, wushu Sumut tampil sebagai juara umum, dengan raihan sembilan emas. Dari sembilan emas itu, lima disumbangkan dari nomor sanda.

“Bahkan, dari delapan atlet sanda yang kita kirim, semuanya meraih medali. Ini menunjukkan wushu merupakan harapan terbesar Sumut di masa mendatang. Nah, atlet senior yang bertanding di kejurda ini akan menjadi tumpuan di PON 2020 nanti. Sedangkan junior menjadi harapan di PON 2024,” jelasnya.

Ditambahkan, Sumut telah menjadi barometer wushu di Indonesia. Ini semua tidak lepas dari peranan Master Supandi Kusuma. Saat ini, enam atlet wushu asal Sumut dipanggil menjalani pelatnas menghadapi SEA Games 2019. “Jangan mau kalah dari abang-abang kalian. Buktikan di kejurnas nanti bahwa Sumut memang barometer wushu di Indonesia,” tegasnya.

Ketua Pengprov WI Sumut Darsen Song menambahkan, kejurda ini bertujuan untuk menjaring atlet potensial. Even ini merupakan seleksi menghadapai Kejurnas Pra PON di Bangka Belitung, Juni mendatang. “Sedangkan untuk junior dipersiapkan menghadapi PON 2024 saat Sumut menjadi tuan rumah,” ungkapnya.

Darsen mengaku bangga, karena peserta kejurda kali ini cukup membludak. Hampir semua kelas diikuti semua daerah. “Ini merupakan hasil kerja keras kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Master Supandi Kusuma. Kami hanya meneruskan,” sebutnya.

Untuk itu, Darsen meminta kepada kabupaten/kota untuk lebih serius membina atlet, sehingga wushu tetap menjadi primadona bagi Sumut. Dia juga meminta kesedian Master Supandi Kusuma untuk terus mendukung kepengurusan sekarang ini. “Kami mengharapkan dukungan Master Supandi Kusuma, sehingga wushu Sumut terus berkibar,” harapnya.

Sementara itu Ketua Panpel Harian­­to menjelaskan, kejurda ini diikuti 176 atlet dari 12 kabupaten/kota. Adapun daerah yang ambil bagian, yakni Asahan, Karo, Medan, Tanjungbalai, Langkat, Simalungun, Deliserdang, Humbang Hasun­dutan, Pematangsiantar, Toba Samosir, Samosir dan Tapanuli Utara.

Kejurda ini mempertandingkan tiga kategori, yakni pra junior, junior dan senior. Even tersebut berlangsung di Aula Sekolah Cinta Budaya mulai Jumat (8/3) hingga Minggu (10/3) besok. (LMC-02)




Porwil Medan 2019 Harus Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (ketiga kiri) menerima audiensi Ketua KONI Medan Edy Sibarani (ketiga kanan) beserta beberapa pengurus lainnya, di Balai Kota Medan, Rabu (20/2). Audiensi pengurus KONI Medan tersebut dalam rangka melaporkan persiapan penyelenggaraan Porwil V Kota Medan Tahun 2019. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 20/2 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution meminta persiapan hingga penyelenggaraan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) V Kota Medan Tahun 2019 lebih baik dan semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Saya minta KONI Kota Medan sebagai penyelenggara Porwil dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik,” katanya saat menerima audiensi pengurus KONI Medan yang dipimpin Edy Sibarani, di Balai Kota Medan, Rabu (20/2).

Untuk memaksimalkan kinerja penyelenggaraan Porwil Medan, ia menyarankan kepada KONI setempat saat menggelar rapat persiapan event olahraga itu melibatkan pejabat Dispora dan seluruh camat.

Dia juga mengingatkan pelaksanaan Porwil tersebut dapat diketahui masyarakat agar jika ada masyarakat yang memiliki kemampuan dalam berolahraga maka bisa dibina dan dilatih oleh KONI Medan.

Partisipasi masyarakat, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk kesuksesan perhelatan olahraga yang bertujuan menjaring atlet-atlet handal yang akan dipersiapkan mengikuti PON 2024 di mana Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah.

“Untuk itu kami minta seluruh masyarakat mendukung dan menyukseskan Porwil Kota Medan yang sudah memasuki tahun kelima ini,” ujar Akhyar.

Sementara Ketua KONI Kota Medan Eddy Sibarani mengatakan Porwil V Kota Medan diikuti sedikitnya 2.000 atlet dari 21 kecamatan, pada 23-30 Maret 2019.

Acara pembukaan dilaksanakan di Sekolah Angkasa, Polonia dan penutupan di Sekolah Medan Putri Jalan Gaharu Medan.

“Kami mengharapkan dukungan seluruh masyarakat agar Porwil 2019 berjalan sukses. Dukungan penuh juga sangat kami harapkan dari Pemkot Medan,” katanya.

Ia juga menjelaskan Porwil kali ini menjadi strategis karena juga menjadi ajang untuk menjaring atlet yang akan dipersiapkan ke PON 2024.

Atlet yang disaring dari Porwil 2019 selanjutnya dipersiapkan menjadi atlet lapis ketiga untuk melapis atlet-atlet binaan KONI Medan yang sudah terjaring dari Porkot X.

Sementara atlet lapis pertama adalah mereka yang saat ini dipersiapkan bersama kontingen Sumut untuk menghadapi PON 2020 di Papua untuk tampil di Porwil Sumatera, Kejurda maupun Seleknas.

“Jadi, berbicara Porwil Medan kali ini, sesungguhnya kita berbicara awal persiapan atlet PON 2024. Penyelenggaraan even olahraga ini menjadi penting, karena Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh,” paparnya. (LMC-02)




Eldin Berharap Medan Lahirkan Atlet Sepatu Roda Handal

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (keenam kiri) menerima audiensi dan berfoto bersama Panitia Indonesia Roller Skate Serie II Medan Inline Skate (MIS) Open 2019 di rumah dinas wali kota Jalan Sudirman Medan, Selasa (19/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 19/2 (LintasMedan) – Wali Kota Medan, H.T Dzulmi Eldin menginginkan Medan bisa melahirkan para atlet sepatu roda handal yang bisa berbicara banyak di kancah nasional bahkan dunia.

Hal itu dikatakan Eldin saat menerima kunjungan jajaran Panitia Indonesia Roller Skate Serie II Medan Inline Skate (MIS) Open 2019 di rumah dinas wali kota Jalan Sudirman Medan, Selasa (19/2).

“Melalui momen kejuaraan sepatu roda ini saya harapkan lahir atlet sepatu roda tangguh dari Kota Medan yang bisa mengukir prestasi membanggakan,” ujarnya didampingi Kadispora Kota Medan Marah Husin Lubis.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Medan menyatakan menyambut baik dan mendukung penuh digelarnya Kejuaraan Indonesia Skate Series II Medan Inline Skate (MIS) Open 2019 di Lapangan Cadika Pramuka yang dijadwalkan awal April mendatang.

Selain untuk mengembangkan dan memasyarakatkan olahraga sepatu roda di Kota Medan, lanjutya, event ini tentunya sangat mendukung upaya Pemko Medan untuk turut menggeliatkan sektor pariwisata.

Sebab, kejuaraan sepatu roda itu diikuti peserta dari sejumlah kota di Indonesia dan mancanegara.

MIS Open 2019 kembali memperebutkan Wali Kota Cup III dan tahun 2019 untuk pertama kalinya digelar bertaraf internasional karena sejumlah atlet dari mancanegara menyatakan kesediaan untuk ikut serta.

Guna mendukung suksesnya MIS Open 2019, Wali Kota minta Kadispora Kota Medan Marah Husin Lubis agar membantu bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sehingga kejuaraan tersebut berjalan dengan sukses dan lancar.

“Saya minta Dispora bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perumahan,Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang serta Dinas Pekerjaan Umum untuk saling bersinergi, guna membenahi tempat yang akan digunakan untuk menggelar MIS Open 2019 di Lapangan Cadika Pramuka,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Indonesia Roller Skate Serie II MIS Open 2019, M Edison Ginting mengucapkan terima kasih atas sambutan dan dukungan penuh Wali Kota Medan.

Disebutkannya, MIS Open 2019 akan diikuti sekitar 600 atlet sepatu roda.
“Selain tuan rumah Kota Medan, atlet sepatu roda dari sejumlah kota di Tanah Air telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti MIS Open 2019,” paparnya.

Berdasarkan hasil konfirmasi terakhir, kata Ginting, atlet sepatu roda dari mancanegara seperti India, Taipei, Singapura, Malaysia dan Filipina juga telah menyatakan siap ikut serta,.

Dalam kesempatan tersebut, Ginting juga berharap agar Wali Kota dapat membantu untuk memperbaiki lintasan sepatu roda yang permukaannya mengalami pengelupasan di sejumlah titik.

Selain itu, pihaknya berharap Pemko Medan melalui OPD terkait menambah jumlah lampu di arena pertandingan, membangun tribun untuk tempat penonton dan ruang ganti bagi atlet sepatu roda.

Dikatakan Ginting, tribun dan ruang ganti bagi atlet merupakan salah satu persayaratan untuk mengelar kejuaraan sepatu toda bertaraf internasional. (LMC-04)




Iswanda Ramli Kembali Pimpin Askot PSSI Medan

Medan, 9/2 (LintasMedan) – Iswanda Ramli (Nanda) kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Medan periode 2019-2023. Dia terpilih sebagai pimpinan PSSI Medan empat tahun ke depan, setelah ditetapkan sebagai calon tunggal pada Kongres Askot PSSI di Medan Club, Jalan RA Kartini, Sabtu (9/2) siang.

Jabatan ini merupakan periode kedua bagi Nanda yang sebelumnya juga menjabat Ketua Askot PSSI Medan periode 2014-2018.

Nanda kepada wartawan mengucap terima kasih kepada pengurus dan Exco serta voters anggota klub Askot PSSI yang mendukung penuh dirinya kembali menajdi ketua. Dalam program kerja empat tahun ke depan, pria yang juga wakil ketua DPRD Medan ini siap menerima saran dan kritik dari beberapa klub anggota Askot PSSI Medan. Termasuk kembali menggalakkan turnamen antar klub di Medan serta memutar kembali Liga SSB.

“Terimakasih atas kepercayaan semua pengurus dan Exco yang melanjutkan saya sebagai Ketua Askot. Saya berharap Exco dan pengurus untuk lebih serius bekerja dan sama-sama bekerja. Karena beban ke depan kita makin berat. Karena kita mau memunculkan pemain pemain baru dengan membuat turnamen,” ujar Nanda.

Lebih lanjut dikatakan Nanda, usai kongres pihaknya kembali akan menyusun pengurus sebelum dilantik. Nanda juga sudah menyiapkan program-program baru untuk tahun ini. Dukungan dari Asprov PSSI Sumut untuk membuat turnamen secara rutin, tentu menjadi tugas dan tanggung jawab Askot PSSI dalam mencetak bibit – bibit pesepakbola potensial.

“Kami sudah mendapat persetujuan dari Asprov PSSI Sumut untuk membuat turnamen antar klub. Saya ingin seperti dulu, klub-klub di Medan bertarung dan banyak muncul pemain-pemain bagus. Ini cita-cita saya untuk membuat itu lagi,” ungkapnya.

“Seperti turnamen usia 17 dan 20 tahun ini harus diaktifkan. Nantinya juga untuk menyuplai pemain hebat untuk perkuat tim PSMS di liga profesional,” sambungnya.

Sementara Ketua Asprov PSSI Sumut, Kodrat Shah yang hadir saat Kongres, di bawah kepemimpinan Nanda sebelumnya Askot PSSI Medan mulai maju. Kodrat juga mengapresiasi kepada Nanda yang masih mau mengurus Askot PSSI Medan. Maka, Asprov dengan tegas siap membantu pengurus Askot PSSI Medan yang mau menggalakkan Turnamen antar klub mulai tahun ini.

“Selamat buat Bung Nanda dan Exco yang sudah ditetapkan. Saya bangga sama dia masih mau mengurus Askot PSSI Medan ini. Silahkan buat kompetisi untuk program. Kami akan setujui dengan programnya itu,” ungkapnya.

Kongres Askot PSSI Medan selain memilih ketua umum, juga telah menetapkan wakil ketua dan lima anggota Exco yang juga terpilih secara aklamasi. Wakil ketua terpilih adalah Yega Naden dan lima anggota Exco, masing – masing Muchairany , Iqbal Sinaga, Ongku Zulfin Nasution, Yandrinal Amiruddin, dan Fakhrizal. (LMC-02)




Sumut Ikuti Kejurnas Menembak Piala Pangdam Jaya

Ketua Perbakin Sumut Musa Idishah (keempat kanan) didampingi Pengurus Perbakin Sumut diabadikan bersama atlet yang akan bertanding di Kejurnas Menembak Piala Pangdam Jaya 2019, di Medan, Kamis (31/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 1/2 (LintasMedan) – Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Sumut, Musa Idishah melepas delapan atlet dari daerah itu yang akan mengikuti Kejurnas Menembak Piala Pangdam Jaya 2019 yang dijadwalkan di Jakarta, pada 15-26 Februari.

“Saya berharap semua atlet dapat tampil maksimal dan menunjukkan penampilan terbaiknya demi menembus MQS Pekan Olahraga Nasional tahun 2020,” kata Musa Idishah kepada para atlet saat pelepasan di Lapangan Tembak Perbakin Sumut, di Medan, Kamis (31/1).

Acara pelepasan atlet menembak ke Kejurnas Piala Pangdam Jaya itu turut dihadiri pengurus Perbakin Sumut lainnya, antara lain Ketua Bidang Buru Dendy Leonardi, Rusli Hakim, Wilson Haryanto, Sahala Sinamo, Andy Tan, M Ilham dan lainnya.

Pria yang akrab disapa Doddy ini menekankan pentingnya meraih gelar juara pada even ini untuk menembus nilai MQS PON 2020 di Papua Barat.

Ia berpesan agar para atlet tampil dengan semangat yang tinggi, tetapi tetap menjunjung tinggi sportifitas.

Dikatakannya, sportivitas, etika dan mental bertanding menjadi modal besar untuk menjadi juara.

“Jaga disiplin dan sportivitas yang tinggi. Para atlet harus fokus dan mental bertanding harus tetap juara. Saya berharap para atlet dapat kembali mengharumkan nama Sumatera Utara,” tandas Doddy lagi.

Dalam kesempatan penuh kekeluargaan itu, para atlet yang berdialog secara langsung berkesempatan menumpahkan kendala dan masalah yang dihadapi selama latihan intensif, seperti senjata Air Pistol yang butuh perbaikan dan perawatan dan alat latihan lain yang sudah perlu diganti.

Menanggapi hal itu, Doddy dan pengurus lainnya berjanji akan memenuhi permintaan para atlet, terutama untuk sarana dan prasarana latihan. Tak hanya itu, Doddy juga menyediakan bonus cukup besar bagi atlet yang merebut juara di Kejurnas Pangdam Jaya 2019.

“Masalah yang dihadapi para atlet untuk latihan akan kita perbaiki secepatnya. Kami para pengurus juga menyediakan bonus bagi yang berhasil meraih juara di Kejurna nanti,” tambah Doddy.

Pada kesempatan tersebut, Doddy memberikan tali asih kepada atlet tembak putri yang berhasil meraih medali perunggu di Kejutnas sebelumnya.

“Tali asih ini harus jadi motivasi bagi para atlet lainnya untuk meraih juara. Kami selaku pengurus selalu memperhatikan setial atlet yang telah mengharumkan nama Sumatera Utara,” kata Doddy yang diamini pengurus lainnya.

Latihan Intensif
Sementara itu, Ketua Bidang Target Perbakin Sumut Dendy Leonardi mengatakan, para atlet Sumut sudah siap untuk bertanding di Kejurnas nanti.

Pengalaman dan hasil yang diraih pada even sebelumnya sudah cukup menjadi modal untuk menebalkan mental bertanding.

“Untuk mencapai target juara, para atlet tembak Perbakin Sumut sudah menjalani pemusatan latihan jangka panjang di Lapangan Tembak Pengprov Perbakin Sumut. Latihan ini juga merupakan bagian dari seleksi atlet Sumut untuk diterjunkan dalam beberapa event nasional,” terang Dendy.

Perbakin Sumut setidaknya akan menurunkan delapan atlet tembak terbaiknya di Kejurnas kali ini. Para atlet tersebut merupakan hasil dari seleksi ketat yang masih berlangsung hingga kini.

Doddy sendiri menargetkan lebih dari dua atlet Sumut yang nantinya akan berlaga di PON Papua. Menurutnya hal ini sangat realistis mengingat kualitas dan mental bertanding atlet tembak Sumut terus mengalami kemajuan. Baik itu di sektor junior maupun senior.

Bahkan, bibit-bibit atlet tembak Sumut, yakni di usia remaja, satu per satu sudah mendulang prestasi di tingkat nasional.

“Perkembangan atlet kita cukup menggembirakan. Apalagi sekarang ini olahraga menembak semakin digemari kalangan remaja. Bahkan atlet remaja kita akhir tahun lalu berhasil meraih juara nasional. Ini tentunya jadi motivasi juga bagi seluruh pengurus untuk terus mengembangkan olahraga menembak ini,” ujarnya. (LMC-02)




Edy Ingatkan Pengurus Olahraga Jangan Lupa Berdoa

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada acara Rapat Anggota KONI Sumut di Medan, Sabtu (26/1). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 26/1 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengingatkan seluruh pengurus olahraga di wilayah ini untuk senantiasa mendoakan masing-masing cabang olahraga yang mereka bina agar para atletnya berprestasi di kancah nasional dan internasional.

“Berdoa adalah salah satu bukti kecintaan terhadap cabang olahraga yang kita bina. Jadi sudahkah ada yang berdoa untuk masing-masing cabang olahraga yang dibina, saya rasa belum ya..?,” kata Edy Rahmayadi saat memberikan motivasi kepada para peserta Rapat Anggota KONI Sumut di Medan, Sabtu.

Menurut Edy, apabila benar-benar mencintai cabang olahraga yang dibina tersebut, tentunya pengurus akan serius dan mau berkorban dalam upaya melakukan pembinaan.

“Kalau sudah serius Insya Allah cabang olahraga tersebut akan maju dan berprestasi,” ujarnya.

Majunya olahraga Sumut, kata Edy harus diawali dengan kecintaan pembina terhadap cabang yang dibina.

“Jadi tidak usah dulu kita bicara mendoakan KONI Sumut, tapi yang terlebih dahulu didoakan adalah cabang olahraga yang masing-masing kita bina,” ucapnya disambut tepuk tangan ratusan para peserta rapat tahunan, terdiri dari pengurus KONI Kabupaten/kota dan Pengprov Cabang Olahraga.

Edy berharap para pengurus yang duduk dan mengikuti rapat tersebut adalah yang benar-benar punya motivasi.

Dengan motivasi, sebutnya, akan menambah semangat dan menghilangkan rasa lelah.

Memimpin olahraga, kata mantan Pangkostrad ini harus punya dua unsur, skill dan loyalitas. antara yang memimpin dan dipimpin harus sehati dan tidak boleh ada politik.

Di kesempatan itu, Edy menyatakan sikap tegasnya mundur dari PSSI, karena menurutnya di organisasi itu tidak lagi ada skill dan loyalitas.

“Saya pilih mundur karena memang tidak ada yang menginginkan saya untuk tetap di situ dan saya sudah tanyakan satu persatu,” ucapnya.

Selain itu, Edy mengungkap ingin lebih fokus mengurus Sumut termasuk dalam memajukan olahraga di daerah ini.

Pihaknya menyatakan siap menggelontorkan anggaran sesuai kebutuhan KONI Sumut untuk mengejar prestasi di PON 2020 Papua kemudian meraih sukses sebagai tuan rumah bersama PON XXI/2024 Aceh-Sumut.

Menurutnya, lahan sport center tengah disiapkan, termasuk persoalan anggaran yang selama ini kerap menjadi kendala besar bagi pembinaan olahraga Sumut.

Edy menegaskan, tak ingin ada kendala apa pun dalam pembangunan sport center mulai dari penyediaan lahan hingga berdirinya lokasi yang bakal dijadikan pusat kegiatan olahraga Sumut kedepannya itu.

“Itu (anggaran) sedang kita urus. Berapa (anggaran) yang ada itu nanti kita pikirkan, yang pasti program harus berjalan,” ungkapnya.

Didampingi Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Edy menambahkan, persiapan tak hanya soal fisik semata. Non fisik pun, mantan Ketua Umum PSSI itu turut memperhatikan. Dalam hal ini, ia menekankan, pembangunan sport center juga harus bersamaan dengan meningkatnya prestasi olahraga di Sumut.

Rapat Anggota KONI Sumut yang berlangsung pada 25-26 Januari, dipimpin Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis bersama Wakil Ketua I Prof Dr Agung Sunarno, Wakil Ketua II Sakiruddin, Sekretaris Chairul Azmi dan Bendahara Agung Santoso.(LMC-02)




KONI Kabupaten/Kota se Sumut Belum Sampaikan Pertanggungjawaban Keuangan

Rapat Anggota Tahunan KONI Sumut di Gedung Sudirman Li Polonia Hotel, Jumat (25/1) malam. (Foto:LintasMedan/Irmayuni)

Medan, 25/1(LintasMedan) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara mendesak pengurus KONI Kabupetan/Kota untuk segera menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangan kepada induk organisasi itu.

Menurut Ketua KONI Sumut, Jhon Lubis hingga saat ini sejumlah KONI kabupaten/kota se Sumut belum juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan penggunaan dana yang berasal dari bantuan hibah APBD 2018 kepada KONI Sumut.

Hal itu diungkap Jhon Lubis pada pembukaan Rapat Anggota KONI Sumut 2019, Jumat malam.

“Saya akan melaporkan hal ini ke inspektorat,” sesal Jhon Lubis.

Menurut dia ada sejumlah temuan anggaran penggunaan APBD di organisasi itu akibat terkesan tidak ada niat baik dari KONI Kabupaten/Kota dalam memberi laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Dia memaparkan temuan paling banyak dalam alokasi penggunaan dana APBD adalah di sektor kegiatan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumut dan melibatkan sejumlah KONI kabupaten/kota.

Meski pada saat kegiatan tersebut sudah ada beberapa KONI kabupaten/kota yang memberi laporan. Namun menurut Jhon sebagian besar KONI daerah masih belum menyampaikannya.

“Jadi segeralah sampaikan pertanggungjawaban keuangannya, atau segera
saya lapor ke inspektorat,” tegasnya tanpa menyebutkan nama-nama KONI kabupaten/kota yang belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban tersebut.

Selain meminta laporan pertanggungjawaban keuangan kepada KONI kabupaten/kota, KONI Sumut juga mengungkap sejumlah induk organisasi cabang olahraga yang belum menyampaikan laporan kegiatan.

Sedikitnya, kata Jhon Lubis ada 21 Pengprov cabang olahraga yang belum menyampaikan laporan kegiatan berupa hasil, Selekda, Kejurda maupun Kejurnas. Bahkan dari jumlah tersebut ada yang sama sekali tidak melaksanakan kegiatan, yang menurut Jhon juga menjadi suatu dilema.

“Untuk minta laporan hasil kegiatan saja pun sangat sulit. Padahal di 2019 ini, seharusnya Pelatda Program Sumut Emas (PSE) sudah berjalan. Bahkan ada yang tidak melaksanakan kegiatan sama sekali,” katanya.

Adapun nama sejumlah Pengprov cabang olahraga yang hingga kita belum menyampaikan laporan kegiatan, di antaranya, FPTI, IKASI, IMI, IODI, ISSI, Kodrat, Muay Thai, PBI, PCI, Perbasi, Perkemi, Perpni,PGI,PJSI, dan PODSI.(LMC-02)




Pemprov Sumut Optimistis Lahan Sport Center Terealisasi

Wagub Sumut Musa Rajekshah, memukul gong dan membuka secara resmi Rapat Anggota Tahunan KONI Sumut, Jumat (25/1) malam. (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 25/1 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengaku optimistis mampu merealisasikan pengadaan lahan 200 hektar untuk pembangunan sport center.

“Kita mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat olahraga agar pengadaan lahan untuk sport center bisa segera teralisasi,” kata Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah (Ijek), ketika membuka Rapat Anggota Tahunan KONI Sumut, Jumat malam.

Dia juga mengaku yakin dengan semangat, kebersamaan dan kepeduliaan pemerintah dan para pelaku olahraga, prestasi olahraga Sumut bisa kembali bangkit.

Penyelesaian lahan untuk sport center kata Ijek sangat penting, khususnya untuk mendukung Sumut menjadi tuan rumah bersama PON XXI/2024 dengan Aceh.

“Kita berharap pada saat PON XXI/2024 Sumut sudah punya sarana olahraga yang refresentatif,” ujarnya.

Pembangunan sport center, kata dia tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga, tapi menjadikan olahraga sebagai pendukung sektor lain, seperti pariwisata dan ekonomi masyarakat wilayah ini.

Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis dalam sambutannya menyebutkan, Rapat Anggota Tahunan KONI Sumut 2019 akan mengevaluasi Program Kerja Tahun 2018 serta membahas dan menyusun Program Kerja 2019 di antaranya mengenai Porwil Sumut, Porwil se-Sumatera di Bengkulu dan Kualifikasi PON seluruh cabang olahraga.

Menghadapi agenda kegiatan tersebut, KONI Sumut rencananya sejak Januari 2019 telah menggelar dan melanjutkan Program Sumut Emas (PSE). Pihaknya juga berencana melaksanakan Pelatda untuk mengikuti Pra Kualifikasi PON, dan Pelatda Jangka Panjang persiapan menghadapi PON XXI/2024.

Rapat Anggota KONI Sumut diikuti utusan KONI Kota Kabupaten, Pengprov Olahraga dan Badan Fungsional dan berlangsung hingga, Sabtu besok.

“Rencananya Gubernur Sumut Edy Rahmayadi akan menyampaikan paparan tentang kesiapan Sumut menghadapi PON XXI/2024,”kata Ketua Panitia Sakiruddin.(LMC-02)




Insan Pers Sumut Anggap Wajar Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI

Mantan Ketua SIWO PWI Sumut Ariadi (kedua kiri) bersama beberapa wartawan dari berbagai media massa melakukan bincang-bincang santai seputar perkembangan sepak bola Indonesia di Medan, Senin (21/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 21/1 (LintasMedan) – Kalangan insan pers yang tergabung dalam Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO-PWI) Sumatera Utara menganggap wajar keputusan Edy Rahmayadi mundur secara legawa dari Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), meski jabatan itu belum genap setengah jalan diembannya.

“Itu sudah keputusan terbaik bagi sepak bola Indonesia, karena sejak dilantik menjadi gubernur Sumut periode 2018-2023 beliau dipastikan sangat sibuk, sehingga kurang fokus mengurusi PSSI,” kata mantan Ketua SIWO PWI Sumut, Ariadi didampingi rekan-rekannya sesama jurnalis dalam acara bertajuk ‘bincang-bincang santai seputar perkembangan sepak bola Indonesia’, di Medan, Senin.

Sebagaimana diketahui, Edy Rahmayadi secara resmi memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan ketua umum PSSI periode 2016-2020 dihadapan peserta kongres tahunan PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, pada Minggu (20/1).

Menurut Ariadi, keputusan dan jiwa besar Edy Rahmayadi melepas jabatan ketua umum PSSI patut diapresiasi sekaligus dapat dijadikan contoh oleh jajaran pengurus PSSI lainnya.

“Keputusan Edy Rahmayadi tersebut hendaknya dapat menjadi contoh bagi pengurus PSSI lainnya, terutama bagi mereka yang selama ini terbukti tidak mampu bekerja secara profesional memajukan sepak bola,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, penting diterapkan di kalangan pengurus PSSI agar ke depan sepak bola Indonesia bisa lebih maju dari sisi prestasi maupun finansial.

Ariadi juga menilai kinerja kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi cukup baik, meski belum lama ini kompetisi liga di Tanah Air sempat dinodai dengan kasus pengaturan skor.

PSSI di masa kepemimpinan mantan Pangkostrad itu, lanjutnya, mampu memutar roda kompetisi hingga berjalan dengan baik dan tim nasional (Timnas) Indonesia berhasil menorehkan beberapa prestasi yang cukup membanggakan.

Prestasi yang dicapai Timnas Indonesia di kancah internasional yang paling membanggakan adalah keluarnya Timnas U-16 sebagai juara AFC 2018, setelah di babak final berhasil mengalahkan Timnas Iran dengan skor 2-0.

Selain itu, Timnas U-23 berhasil meraih medali perunggu di SEA Games 2017 dan Timnas Senior tampil sebagai runner-up Piala AFF 2016.

Ia berharap kinerja kepengurusan PSSI dan pengelolaan sepak bola di Indonesia pada umumnya dapat lebih baik lagi setelah keputusan Edy Rahmayadi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PSSI.

“Kita harapkan PSSI bisa lebih baik dalam segi kompetisi, pembinaan pemain usia dini dan pengelolaan tim nasional,” ujar Ariadi. (LMC-03)