Tiga Pebalap Honda Dipersiapkan ke Pra PON

Manajemen CV Indako Trading Coy menggelar acara buka puasa bersama wartawan olahraga, Kamis (23/5). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 23/5 (LintasMedan) – CV Indako Trading Coy selaku main dealer sepeda motor Honda di Wilayah Sumatera Utara bangga dan bersyukur tiga dari empat pebalap road race binaannya dipersiapkan Pengprov IMI Sumut menghadapi Pra PON.

Selain itu, dua pebalap binaan Honda lainnya juga dipersiapkan sebagai pebalap cadangan dari empat pebalap utama. Dominasi pebalap Honda di tim Sumut dinilai sebagai bukti nyata pembinaan balap yang dilakukan Honda selama ini menunjukkan hasil.

“Kabar yang kami terima dari Pengprov IMI Sumut, tiga dari empat pebalap utama Sumut yang dipersiapkan untuk Pra PON adalah binaan Honda. Hal ini tentunya sangat membanggakan kami,” ujar Gunarko Hartoyo, Corporate and Marketing Communication Manager PT Indako Trading Coy, Kamis (23/5).

Hal itu dikatakan Gunarko Hartoyo di sela acara buka puasa bersama Indako Trading Coy dan Pengurus Siwo PWI Sumut di Hermes Palace Hotel, Jl Pemuda Medan. Hadir Ketua Siwo PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean, Wakil Ketua Jonny R Silalahi, Sekretaris M Syamsir, Bendahara Halomoan Samosir dan pengurus lainnya.

Menurut Gunarko, Honda akan terus mendukung pembinaan balap di Tanah Air, termasuk di Sumut. “Semoga nantinya tiga pebalap kita bisa meraih hasil maksimal di Pra PON sehingga tampil di PON 2020. Kami punya keyakinan mereka akan mampu memberikan kontribusi maksimal untuk Sumut di Pra PON maupun PON,” ucap Gunarko.

Lebih lanjut Gunarko mengatakan, bentuk dukungan Honda terhadap pembinaan olahraga balap salah satunya kembali akan digelarnya Honda Dream Cup (HDC) yang hadir semakin seru dan kompetitif melalui banyak kelas baru pada akhir September 2019.

“Menjadi kebanggaan tersendiri karena kami kembali dipercaya menggelar ajang balap bergengsi Honda Dream Cup yang mewadahi lahirnya para pebalap muda Sumut bertalenta,” ucap Gunarko yang sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Siwo PWI Sumut yang terus mendukung Honda dalam berbagai kegiatannya.

Pengurus IMI Sumut, Sabra Buana yang juga hadir dalam acara buka puasa bersama Indako membenarkan ada tiga pebalap binaan Honda saat ini dipersiapkan menghadapi Pra PON yang akan digelar di Sirkuit Sentul pada September 2019. Ketiganya adalah Deri Irfandi, Deri Setio Sunarso, dan M Rafiqi.

“Deri Setio dan M Rafiqi akan turun di kelompok umur di bawah 20 tahun atau U-20 sedangkan Deri Irfandi turun di kategori senior. Selain itu, ada dua pebalap Honda juga yang statusnya cadangan tim utama Pra PON Sumut,” jelas Sabra yang juga mantan pebalap itu.

Ketua Siwo PWI Sumut, SR Hamonangan Panggabean, mengucapkan terima kasih kepada Indako yang tidak pernah meninggalkan Siwo PWI dalam gerak langkahnya. Hal ini menjadi bukti bahwa Indako dan Siwo PWI sudah satu hati.

“Siwo PWI Sumut mengapresiasi Honda yang terus mendukung olahraga balap di Tanah Air dan harapan kita kelak ada pebalap binaan Honda yang mampu tampil di MotoGP. Kami juga turut gembira ada tiga pebalap Honda yang saat ini dipersiapkan untuk Pra PON Sumut. Ini jadi bukti pembinaan balap dilakukan Honda menunjukkan hasil,” ucap Hamonangan.(LMC-02)




Yamaha Lexi dan FreeeGo Temani Bukber Wartawan Olahraga

PT Alfa Scorpii pada acara buka puasa bersama (bukber) media dan stafnya, di Istana Koki, Medan, Jumat (10/5).(Foto:lintasmedan/ist)

Medan, 10/5 (LintasMedan) – PT Alfa Scorpii menyajikan santapan menarik pada acara buka puasa bersama (bukber) media dan stafnya, di Istana Koki, Medan, Jumat (10/5).

Selain santapan berupa ta’jil berbuka, hadir pula produk anyar mereka, Yamaha FreeGo dan Yamaha Lexi 125 VVA.

Yamaha FreeGo menjadi skuter matik (skutik) bermesin 125 cc pertama di Tanah Air yang sudah dilengkapi dengan Anti-Lock Braking System (ABS).

Yamaha FreeGo yang pertama kali diperkenalkan pada ajang Yamaha Exhibition 2019 di Plaza Medan Fair, awal Januari lalu, diterima masyarakat dengan baik.

Penerimaan pasar yang baik itu menurut Manager Divisi Promotion and Motorsport PT Alfa Scorpii Joni Lie, tidak lepas dari beberapa fitur kunci yang ada di motor matik premium non-Maxi.

“Ada tiga hal yang bikin konsumen terkesima, yang pertama bagasinya yang besar, terus posisi pengisian bensin di depan, dan smart key-nya itu yang bikin konsumen tertarik,” katanya.

Meski FreeGo dalam kapasitas mesin lebih kecil dari Nmax, namun memiliki kapasitas bagasi yang lebih besar dari Nmax yaitu sebesar 25 liter, sehingga berkendara akan lebih praktis karena barang bawaan dapat disimpan
ke dalam bagasi.

Pengendara dapat menyimpan barang-barang bawaan seperti helm full face, tas, jaket, sepatu hingga bola basket ke dalam bagasi FreeGo.

Kemudian ada Smart Front Refuel yang membuat praktis karena lubang tangki pengisian yang berada di posisi depan sehingga pengendara tidak perlu membuka jok.

Tangki bensin FreeGo berkapasitas 4,2 liter dengan posisi ada di dek kaki. Tangki dilindungi pelat baja dan memiliki jarak terendah ke tanah 135 milimeter sama seperti NMax.

Yamaha Lexi hadir memadukan unsur elegan dan Luxury dengan bobot yang paling ringan. Berbeda ketimbang keluarga MAXI lainnya, Lexi didesain dengan flat deck yang memudahkan dalam aksesibilitas untuk perempuan.

“Yamaha merancang Lexi sebagai produk berkualitas tinggi yang dilengkapi fitur-fitur maksimal dengan harga terjangkau,” tambah Joni Lie.

Lexi dirancang melalui tiga konsep utama yaitu yaitu Smart & Sexy Design, Smart Features dan Smart Engine. Kehadiran Lexi ini melengkapi line up keluarga Maxi Yamaha. “Yamaha selalu berinovasi membuat produk unggulan, challenge market. Ini membuat total maxi yamaha lebih komplit lagi,” tambah Joni.

Kehadiran Lexi melengkapi keluarga MAXI Yamaha yang sebelumnya telah hadir yaitu Aerox 155 VVA, NMAX, XMAX, dan TMAX. Hadirnya Lexi di area-area naungan Alfa Scorpii menjadi kesempatan bagi konsumen untuk beralih ke tingkatan yang lebih tinggi dalam berkendara yaitu MAXI Yamaha.

Acara buka puasa bersama tersebut juga dihadiri Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean SSos, Wakil Ketua SIWO PWI Sumut Jonny Ramadhan Silalahi SH, Manajer Edukasi Zainal Arifin Harahap, serta perwakilan dari PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Karsen, dan staf PT Alfa Scorpii.

Sementara itu Manajer Edukasi PT Alfa Scorpii Zainal Arifin Harahap mengatakan, buka puasa bersama ini merupakan sarana untuk meningkatkan tali silaturahmi antara PT Alfa Scorpii dengan wartawan olahraga yang selama ini terus bekerjasama dalam mengembangkan olahraga otomotif, khususnya balap motor di Sumatera Utara.

“Kita berharap dengan buka puasa bersama ini, kerjasama kita selama ini tetap terbina dan semakin meningkat dalam mengembangkan olahraga otomotif di Sumatera Utara ini,” ujarnya.

PT Alfa Scorpii, katanya, akan tetap berusaha untuk mengembangkan dunia otomotif, khususnya sepada motor di Sumatera Utara. Namun, PT Alfa Scorpii tidak bisa berkerja sendiri. “Karena itu, kita harus tetap menjaga
kebersamaan ini di masa mendatang,” harapnya.(LMC-02)




40 Pelatih Tinju Sumut Ambil Lisensi Nasional

Medan, 4/5 (LintasMedan) – Guna meningkatkan kualitas dan mutu tenaga keolahragaan pelatih cabang olahraga tinju di Sumatera Utara, Dinas pemuda dan olahraga melaksanakan kegiatan penataran bagi pelatih tinju berlisensi nasional.

Kegiatan Penataran pelatih yang berlangsung di Griya Hotel Medan, jalan T Amir Hamzah, dibuka secara resmi oleh Kadis Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut H Baharuddin Siagian SH MH yang mewakili Gubernur Sumut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumut Baharuddin Siagian mengatakan, melalui penataran tersebut diharapkan bisa menghasilkan pelatih tinju yang berkualitas serta mampu menyusun program latihan yang baik.

“Melalui kegiatan ini kita berharap para atlet ini bisa menambah ilmu tentang pemahaman melatih atletnya sesuai dengan standart pelatihan. Karena kita tidak akan mendapat pelatih hebat tanpa mau banyak belajar mengenai perkembangan di dunia luar,” ucap Baharuddin.

Menurut Baharuddin, untuk membina petinju hebat tidak terlepas dari tangan dingin sang pelatih. Maka, usai mengikuti Penataran pelatih berlisensi nasional, dalam target jangka panjang akan muncul peboxing tangguh dari Sumut, yang dulunya sangat mendominasi cabor tarung baik di even nasional seperti Pekan Olahraga Nasional maupun di tingkat tinju profesional.

“Para pelatih juga diharapkan bisa membina atlet untuk menjadi andalan Sumut pada Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 di Papua dan PON 2024 saat Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah bersama,” harap pria yang juga menjabat sebagai ketua BAPOPSI Sumut ini.

Baharuddin juga mengakui kualitas tenaga pelatih di Sumut sebenarnya tidak kalah dengan provinsi lain. Dengan begitu, usai mengikuti rangkaian pelatihan lisensi nasional, para pelatih bisa mengaplikasikan ilmunya untuk melatih atlet di daerah masing – masing. “Kita ketahui bersama kenapa Sumut fokus melahirkan pelatih dari cabor tarung, karena ini sesuai dengan karakter Sumut. Cabor tarung memang memiliki peluang dan selalu menyumbangkan medali bagi Sumut di event nasional seperti PON. Maka, kita harapkan cabor tarung seperti karate, taekwondo, gulat, silat, dan tinju bisa kembali berpretasi,” katanya.

Sementara ketua panitia pelaksana, Joshua Sinurat menjelaskan kegiatan yang dimulai 1 hingga 4 Mei di Griya Hotel Medan, diikuti oleh 40 pelatih tinju dari Pengcab Pertina Kabupaten/Kota se Sumut.

“Mereka nantinya akan mendapat sertifikat pelatih berlisensi nasional dan bisa melatih atlet – atlet di kabupaten dan kota,” ucap Joshua.

Pada kegiatan penataran selama empat hari ke depan para pelatih akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan dari sejumlah praktisi dan olahragawan untuk mendapatkan sertifikat berlisensi nasional.

Sebelumnya, Dispora Sumut juga telah melaksanakan Penataran pelatih untuk cabor gulat di lokasi sama, yang berlangsung 1-3 Mei.(LMC/rel)




Dispora Sumut Laksanakan Penataran Pelatih Gulat Menuju PON 2024

Medan, 1/5 (LintasMedan) – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu tenaga keolahragaan pelatih cabang olahraga gulat, pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui Dinas pemuda dan olahraga melaksanakan kegiatan penataran pelatih cabang olahraga gulat tahun 2019.

Kegiatan yang dimulai 30 April hingga 3 Mei di Griya Hotel Medan, diikuti oleh 40 pelatih gulat dari Pengcab PGSI Kabupaten/Kota di Sumut.

Kegiatan sebelumnya dibuka oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui staf ahli bidang politik dan pemerintahan Pemprovsu Noval Mahyar. Dalam sambutan Gubsu yang dibacakan Noval, Penataran pelatih ini bertujuan meningkatkan prestasi Sumut sebagai tuan rumah bersama Aceh pada PON ke XXI/2024. Dikatakan Edy pada PON 2016 di Jawa Barat kontingen Sumut berada di peringkat sembilan dengan 16 emas, 17 perak, 33 perunggu. Sementara pada PON 2012 Riau Sumut berada di peringkat delapan dengan 15 emas, 19 perak, 23 perunggu. Meski secara torehan medali ada peningkatan, namun secara peringkat mengalami penurunan.

“Sebagai tuan rumah pada PON 2024, hal tersebut menjadi peringatan awal bagi kita untuk meningkatkan kualitas atlet. Atlet yang berkualitas didapat dan dilatih oleh pelatih yang berkualitas. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menghasilkan pelatih berkualitas sehingga kompetensi serta inovasi pelatih dalam latihan dapat meningkatkan prestasi atlet yang kita bina,” pesannya.

Edy berpesan kiranya seluruh peserta mengikuti rangkaian pelatihan dengan sungguh – sungguh dan penuh rasa tanggungjawab. Hal itu dilakukan agar hasil yang diperoleh selama pelaksanaan Penataran pelatih dapat menambah wawasan dan motivasi para pelatih dalam melakukan pembinaan olahraga gulat sekaligus mengaplikasikan hasil Penataran di Pengcab ataupun klub gulat di kabupaten dan kota.

“Standar kelulusan yang diterima para peserta diakui secara nasional dalam bentuk sertifikat nasional. Makanya, saya berharap seluruh peserta memfokuskan pikiran dan kemampuan agar dapat lulus dalam Penataran ini,” harap Edy.

Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dispora Sumut Joshua Sinurat, mengatakan melalui penataran kali ini bisa menghasilkan pelatih berkualitas. Selanjutnya mereka diharapkan bisa menyusun program latihan untuk menghasilkan pegulat handal, untuk dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2020 di Papua dan PON 2024 di Sumut dan Aceh.

“Kita harapkan kepada semua pelatih gulat yang mengikuti Penataran ini bisa nantinya mengaplikasikan ilmu tersebut kepada atlet binaan di daerah. Kita inginkan kualitas program latihan harus baik. Sehingga dengan begitu target PGSI Sumut mencetak bibit – bibit pegulat hebat bisa terwujud,” harap Joshua yang juga mantan pegulat nasional.

Lebih lanjut Joshua menilai, salah satu upaya untuk mencetak atlet hebat ada di tangan pelatih yang sudah memiliki pengalaman dan kemampuan baik. Joshua pun berharap kesempatan ini harus dimanfaatkan maksimal oleh seluruh pelatih, untuk menggali ilmu dari para narasumber.

“Setelah ini mereka harus bisa mengaplikasikan materi yang diperoleh di daerah masing – masing. Kita inginkan pada PON 2024 di Sumut dan Aceh, cabor gulat harus bisa berprestasi meraih medali,” ucap Joshua.

Pada kegiatan penataran selama empat hari ke depan, para pelatih akan mendapatkan pembekalan dan pelatihan dari sejumlah praktisi dan olahragawan untuk mendapatkan sertifikat berlisensi nasional.

Sejumlah praktisi yang diundang antara lain doktor Rubianto hadi dari PB PGSI yang akan memberikan pembekalan materi latihan fisik dan menysun program latihan yang baik. Kemudian dari Pengprov PGSI Kalimantan Timur Suryadi Gunawan yang akan memberikan pembekalan tentang teknik dan pengalaman saat berlaga di event internasional.(LMC-02)




PWI Sumut Resmikan Pelatda Tim Porwanas 2020

Peserta Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Sumut yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII Papua foto bersama di aula gedung baru PWI Sumut, di Medan, Minggu (28/4). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 28/4 (LintasMedan) – Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (Sumut) meresmikan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) atlet wartawan daerah itu yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII pada April 2020 di Provinsi Papua.

Peresmian Pelatda tim Porwanas tersebut dilakukan oleh Ketua PWI Sumut Hermansyah bersamaan dengan peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2019 tingkat Sumut dan peresmian renovasi gedung baru PWI Sumut di Medan, Minggu.

Peringatan Hari Pers Nasional 2019 tingkat Sumut juga dimeriahkan dengan gerak jalan santai yang turut dihadiri Gubernur Sumut Ey Rahmayadi, Ketua PWI Pusat Atal S Depari beserta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.

Ketua SIWO PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya sengaja menggelar Pelatda jauh-jauh hari agar persiapan kontingen Sumut saat menghadapi Porwanas lebih maksimal.

Karena itu, ia mengajak seluruh anggota tim Porwanas Sumut yang dipanggil masuk Pelatda tersebut lebih konsentrasi dan serius memperiapkan diri agar mampu meraih prestasi di event tersebut.

“Persaingan meraih medali di Porwanas 2020 diperkirakan berlangsung cukup ketat, karena tim dari provinsi lain juga dipastikan melakukan persiapan secara optimal,” paparnya.

Hamonangan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini telah memberikan dukungan agar pelaksanaan pelatda tim Porwanas Sumut berjalan dengan bai.

Khusus kepada para peserta pelatda, ia mengingatkan bahwa tidak mutlak akan diberangkatkan ke Porwanas Papua, karena selama pelatda berjalan akan diterapkan sistem promosi dan degradasi.

“Kami nanti hanya akan memberangkatkan atlet yang benar-benar siap dan mampu menyumbang medali. Kita tidak ingin peserta yang diberangkatkan hanya sekedar penggembira, melainkan juga harus mampu mengukir prestasi,” ujar dia.

Program SIWI PWI Sumut menggelar Pelatda tim Porwanas 2020 juga mendapat apresiasi dari Sekretaris KONI Sumut Chairul Azmi.

Menurut dia, tim Porwanas Sumut harus melakukan persiapan secara matang jika ingin meraih hasil maksimal.

“Kita berharap kontingen Sumut mampu mendulang medali lebih banyak medali pada Porwanas di Papua. KONI Sumut sangat mendukung pelatda yang digelar SIWO PWI ini,” katanya.

Kontingen Sumut pada Porwanas 2020 direncanakan diperkuat 26 atlet yang akan berlaga di cabang atletik, biliar, catur, tenis meja, futsal, lomba karya jurnalistik dan lomba foto jurnalistik. (LMC-02)




128 Tim Ramaikan Truf Gembira dan Domino Piala Kapolda Sumut

Unsur Panitia DR Alpi Sahari SH M Hum didampingi Akung Novyantara. (foto:LintasMedan/ist)

Medan, 5/4 (LintasMedan) – Turnamen Trup Gembira dan Domino Piala Kapolda Sumut 2019 siap digelar mulai Sabtu (5/4) hingga Minggu (7/6).

“Persiapan pelaksanaan Turnamen Trup Gembira dan Domino Piala Kapoldasu 2019 berjalan sesuai rencana. Kita tinggal menanti hari pelaksanaan,” kata Penanggungjawab Turnamen  Prof Ibrahim Gultom melalui Dr Alpi Sahari SH M Hum usai rapat panitia di Lantai III  Mapoldasu, Kamis (4/4).

Dikatakan, turnamen akan diikuti 64 tim untuk trup gembira dan 64 tim domino, berasal dari berbagai instansi pemerintah dan BUMN, Lembaga  Pendidikan, Perbankan, Organisasi Profesi dan lainnya.

 Alfi didampingi Akung Novyantara lebih lanjut menjelaskan, melalui turnamen ini pihaknya juga ingin menghidupkan kembali kearifan lokal sebagai bentuk permainan masyarakat Sumut.”Peminat Truf Gembira di Sumut cukup banyak, sehingga perlu diapresiasi dan dilestarikan sebagai ajang mengasah dan menguatkan prestasi,” ujarnya.

Turnamen Piala Kapoldasu ini juga diharapkan menjadi wadah untuk lebih mengkristalkan silaturahim  serta sinegriritas hubungan masyarakat dengan Polri. Sebab masyarakat adalah mitra kamtibmas yang sepatutnya mendukung tugas-tugas Polri dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif.

“Turnamen ini sifatnya untuk have fun. Apalagi Tahun 2019 adalah tahun politik. Jadi, lewat even tersebut hendaknya kita bersatu agar suasana tetap kondusif,”  katanya.

Turnamen menyediakan piala dan dana pembinaan puluhan juta.

Panitia berharap tim yang telah diundang untuk segera mendaftar ulang.

Turnamen trup gembira dan domino mengunakan sistem gugur. Khusus domino pesertanya satu tim dua orang. Bagi peserta trup gembira, satu tim empat orang. Panitia juga menyediakan doorprize bagi peserta

“Setiap pemain mentaati aturan yang telah dibuat oleh panitia. Junjung sportifitas dalam bermain,” tegasnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama penggiat permainan domino dan trup gembira dengan jajaran Poldasu.

Dengan diadakannya turnamen  ini kami berharap seluruh peserta bisa mendapatkan kesenangan bersama-sama, dengan saling berkenalan satu dengan yang lainnya. Agar tercipta suasana kekeluargaan disini, walaupun kita semua berbeda, tapi bersatu menciptakan suasana kondusif di Sumatera Utara

Panitia berterima kasih kepada Kapoldasu yang mendukung pertandingan truf gembira dan domino.

Adanya pertandingan seperti ini bisa menjadi salah satu permainan yang membanggakan warga Sumut. “Even ini bukan hanya mengejar prestasi tapi dapat menghapus image judi terhadap permainan domino maupun trup,” jelasnya.( LMC-02)




Turnamen Futsal Piala Kapolda Sumut untuk Generasi Millenial

Jajaran panitia dalam acara konfrensi pers turnamen Futsal Piala Kapolda Sumut 2019, Rabu (13/3) di Medan. (Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 13/3 (LintasMedan) – Antusias para generasi millenial ditunggu untuk ikut menyemarakkan turnamen futsal Piala Kapolda Sumut 2019 yang digelar 20 Maret hingga 7 April.

Ketua Panitia Pelaksana, Ingan Habibie Pane, kepada wartawan, Rabu menyampaikan even ini ditargetkan akan diikuti 1000 tim dari berbagai kategori, pelajar SMP, SMA, mahasiswa, instansi dan media, memperebutkan total hadiah Rp 200 juta lebih.

“Kegiatan ini sepenuhnya didukung Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, guna merangkul generasi millenial dan warga Sumut yang cinta olahraga,” katanya didampingi sejumlah panitia lainnya.

Ingan mengatakan bahwa Polda Sumut dan panitia berharap generasi muda Sumut semakin cinta tanah air, menghindari berita bohong (hoaks) serta menjauhi fitnah dan berbagai penyakit sosial masyarakat.

“Melalui even olahraga dapat menumbuhkembangkan jiwa patriotisme dan spotifitas di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Untuk itu panitia mengajak masyarakat Sumut  turut andil karena kategori dalam turnamen ini terbuka luas bagi berbagai kalangan.

Pendaftaran dibuka hingga 16 Maret 2019 dengan menghubungi nomor telepon panitia yakni 081262128778 dan 081263631244 untuk zona Medan.

Sementara penyelenggaraan digelar di enam zona, yakni GOR Mini Futsal Dispora Sumut Jalan Pancing Medan, GOR Binjai Deli Serdang, Tebing Tinggi, Tanjungbalai Asahan.

Pihak panitia kata Ingan, dalam even ini memasang target pecahkan rekor MURI, setelah pada Kejuaraan Futsal Piala Pangdam beberapa waktu lalu diikuti 286 tim.

“Dalam even kali ini kita targetkan diramaikan 1000 tim dari kalangan milenial,” ujarnya.(LMC-02)




Kejurda Sanda 2019 Harapan Sumut Menuju PON

Dua atlet Sanda Sumut berlaga di ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Wushu Sanda Sumut 2019 di Aula Sekolah Cinta Budaya, Jumat (8/3). (Foto:LintasMedan/irma)

‌Medan, 8/3 (LintasMedan) – Cabang wushu merupakan salah satu harapan Sumatera Utara pada even nasional. Wushu selalu mengharumkan nama Sumut di kancah nasional, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hal itu dikatakan Ketua Umun KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis pada pembukaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Wushu Sanda Sumut 2019 di Aula Sekolah Cinta Budaya, Jumat (8/3). Acara ini dihadiri tokoh wushu Sumut Master Supandi Kusuma, Wakil Ketua KONI Sumut Prof Agung Sunarno dan lainnya.

Jhon mengungkapkan, setiap PON, wushu selalu memberikan emas bagi Sumut. Bahkan, pada PON 2016 di Jawa Barat, wushu Sumut tampil sebagai juara umum, dengan raihan sembilan emas. Dari sembilan emas itu, lima disumbangkan dari nomor sanda.

“Bahkan, dari delapan atlet sanda yang kita kirim, semuanya meraih medali. Ini menunjukkan wushu merupakan harapan terbesar Sumut di masa mendatang. Nah, atlet senior yang bertanding di kejurda ini akan menjadi tumpuan di PON 2020 nanti. Sedangkan junior menjadi harapan di PON 2024,” jelasnya.

Ditambahkan, Sumut telah menjadi barometer wushu di Indonesia. Ini semua tidak lepas dari peranan Master Supandi Kusuma. Saat ini, enam atlet wushu asal Sumut dipanggil menjalani pelatnas menghadapi SEA Games 2019. “Jangan mau kalah dari abang-abang kalian. Buktikan di kejurnas nanti bahwa Sumut memang barometer wushu di Indonesia,” tegasnya.

Ketua Pengprov WI Sumut Darsen Song menambahkan, kejurda ini bertujuan untuk menjaring atlet potensial. Even ini merupakan seleksi menghadapai Kejurnas Pra PON di Bangka Belitung, Juni mendatang. “Sedangkan untuk junior dipersiapkan menghadapi PON 2024 saat Sumut menjadi tuan rumah,” ungkapnya.

Darsen mengaku bangga, karena peserta kejurda kali ini cukup membludak. Hampir semua kelas diikuti semua daerah. “Ini merupakan hasil kerja keras kepengurusan sebelumnya di bawah kepemimpinan Master Supandi Kusuma. Kami hanya meneruskan,” sebutnya.

Untuk itu, Darsen meminta kepada kabupaten/kota untuk lebih serius membina atlet, sehingga wushu tetap menjadi primadona bagi Sumut. Dia juga meminta kesedian Master Supandi Kusuma untuk terus mendukung kepengurusan sekarang ini. “Kami mengharapkan dukungan Master Supandi Kusuma, sehingga wushu Sumut terus berkibar,” harapnya.

Sementara itu Ketua Panpel Harian­­to menjelaskan, kejurda ini diikuti 176 atlet dari 12 kabupaten/kota. Adapun daerah yang ambil bagian, yakni Asahan, Karo, Medan, Tanjungbalai, Langkat, Simalungun, Deliserdang, Humbang Hasun­dutan, Pematangsiantar, Toba Samosir, Samosir dan Tapanuli Utara.

Kejurda ini mempertandingkan tiga kategori, yakni pra junior, junior dan senior. Even tersebut berlangsung di Aula Sekolah Cinta Budaya mulai Jumat (8/3) hingga Minggu (10/3) besok. (LMC-02)




Porwil Medan 2019 Harus Lebih Baik dari Tahun Sebelumnya

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution (ketiga kiri) menerima audiensi Ketua KONI Medan Edy Sibarani (ketiga kanan) beserta beberapa pengurus lainnya, di Balai Kota Medan, Rabu (20/2). Audiensi pengurus KONI Medan tersebut dalam rangka melaporkan persiapan penyelenggaraan Porwil V Kota Medan Tahun 2019. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 20/2 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution meminta persiapan hingga penyelenggaraan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) V Kota Medan Tahun 2019 lebih baik dan semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Saya minta KONI Kota Medan sebagai penyelenggara Porwil dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik,” katanya saat menerima audiensi pengurus KONI Medan yang dipimpin Edy Sibarani, di Balai Kota Medan, Rabu (20/2).

Untuk memaksimalkan kinerja penyelenggaraan Porwil Medan, ia menyarankan kepada KONI setempat saat menggelar rapat persiapan event olahraga itu melibatkan pejabat Dispora dan seluruh camat.

Dia juga mengingatkan pelaksanaan Porwil tersebut dapat diketahui masyarakat agar jika ada masyarakat yang memiliki kemampuan dalam berolahraga maka bisa dibina dan dilatih oleh KONI Medan.

Partisipasi masyarakat, lanjutnya, sangat dibutuhkan untuk kesuksesan perhelatan olahraga yang bertujuan menjaring atlet-atlet handal yang akan dipersiapkan mengikuti PON 2024 di mana Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah.

“Untuk itu kami minta seluruh masyarakat mendukung dan menyukseskan Porwil Kota Medan yang sudah memasuki tahun kelima ini,” ujar Akhyar.

Sementara Ketua KONI Kota Medan Eddy Sibarani mengatakan Porwil V Kota Medan diikuti sedikitnya 2.000 atlet dari 21 kecamatan, pada 23-30 Maret 2019.

Acara pembukaan dilaksanakan di Sekolah Angkasa, Polonia dan penutupan di Sekolah Medan Putri Jalan Gaharu Medan.

“Kami mengharapkan dukungan seluruh masyarakat agar Porwil 2019 berjalan sukses. Dukungan penuh juga sangat kami harapkan dari Pemkot Medan,” katanya.

Ia juga menjelaskan Porwil kali ini menjadi strategis karena juga menjadi ajang untuk menjaring atlet yang akan dipersiapkan ke PON 2024.

Atlet yang disaring dari Porwil 2019 selanjutnya dipersiapkan menjadi atlet lapis ketiga untuk melapis atlet-atlet binaan KONI Medan yang sudah terjaring dari Porkot X.

Sementara atlet lapis pertama adalah mereka yang saat ini dipersiapkan bersama kontingen Sumut untuk menghadapi PON 2020 di Papua untuk tampil di Porwil Sumatera, Kejurda maupun Seleknas.

“Jadi, berbicara Porwil Medan kali ini, sesungguhnya kita berbicara awal persiapan atlet PON 2024. Penyelenggaraan even olahraga ini menjadi penting, karena Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh,” paparnya. (LMC-02)




Eldin Berharap Medan Lahirkan Atlet Sepatu Roda Handal

Walikota Medan H.T Dzulmi Eldin (keenam kiri) menerima audiensi dan berfoto bersama Panitia Indonesia Roller Skate Serie II Medan Inline Skate (MIS) Open 2019 di rumah dinas wali kota Jalan Sudirman Medan, Selasa (19/2). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 19/2 (LintasMedan) – Wali Kota Medan, H.T Dzulmi Eldin menginginkan Medan bisa melahirkan para atlet sepatu roda handal yang bisa berbicara banyak di kancah nasional bahkan dunia.

Hal itu dikatakan Eldin saat menerima kunjungan jajaran Panitia Indonesia Roller Skate Serie II Medan Inline Skate (MIS) Open 2019 di rumah dinas wali kota Jalan Sudirman Medan, Selasa (19/2).

“Melalui momen kejuaraan sepatu roda ini saya harapkan lahir atlet sepatu roda tangguh dari Kota Medan yang bisa mengukir prestasi membanggakan,” ujarnya didampingi Kadispora Kota Medan Marah Husin Lubis.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Medan menyatakan menyambut baik dan mendukung penuh digelarnya Kejuaraan Indonesia Skate Series II Medan Inline Skate (MIS) Open 2019 di Lapangan Cadika Pramuka yang dijadwalkan awal April mendatang.

Selain untuk mengembangkan dan memasyarakatkan olahraga sepatu roda di Kota Medan, lanjutya, event ini tentunya sangat mendukung upaya Pemko Medan untuk turut menggeliatkan sektor pariwisata.

Sebab, kejuaraan sepatu roda itu diikuti peserta dari sejumlah kota di Indonesia dan mancanegara.

MIS Open 2019 kembali memperebutkan Wali Kota Cup III dan tahun 2019 untuk pertama kalinya digelar bertaraf internasional karena sejumlah atlet dari mancanegara menyatakan kesediaan untuk ikut serta.

Guna mendukung suksesnya MIS Open 2019, Wali Kota minta Kadispora Kota Medan Marah Husin Lubis agar membantu bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sehingga kejuaraan tersebut berjalan dengan sukses dan lancar.

“Saya minta Dispora bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perumahan,Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang serta Dinas Pekerjaan Umum untuk saling bersinergi, guna membenahi tempat yang akan digunakan untuk menggelar MIS Open 2019 di Lapangan Cadika Pramuka,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Indonesia Roller Skate Serie II MIS Open 2019, M Edison Ginting mengucapkan terima kasih atas sambutan dan dukungan penuh Wali Kota Medan.

Disebutkannya, MIS Open 2019 akan diikuti sekitar 600 atlet sepatu roda.
“Selain tuan rumah Kota Medan, atlet sepatu roda dari sejumlah kota di Tanah Air telah menyatakan kesediaan untuk mengikuti MIS Open 2019,” paparnya.

Berdasarkan hasil konfirmasi terakhir, kata Ginting, atlet sepatu roda dari mancanegara seperti India, Taipei, Singapura, Malaysia dan Filipina juga telah menyatakan siap ikut serta,.

Dalam kesempatan tersebut, Ginting juga berharap agar Wali Kota dapat membantu untuk memperbaiki lintasan sepatu roda yang permukaannya mengalami pengelupasan di sejumlah titik.

Selain itu, pihaknya berharap Pemko Medan melalui OPD terkait menambah jumlah lampu di arena pertandingan, membangun tribun untuk tempat penonton dan ruang ganti bagi atlet sepatu roda.

Dikatakan Ginting, tribun dan ruang ganti bagi atlet merupakan salah satu persayaratan untuk mengelar kejuaraan sepatu toda bertaraf internasional. (LMC-04)