Insan Pers Sumut Anggap Wajar Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI

Mantan Ketua SIWO PWI Sumut Ariadi (kedua kiri) bersama beberapa wartawan dari berbagai media massa melakukan bincang-bincang santai seputar perkembangan sepak bola Indonesia di Medan, Senin (21/1). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 21/1 (LintasMedan) – Kalangan insan pers yang tergabung dalam Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO-PWI) Sumatera Utara menganggap wajar keputusan Edy Rahmayadi mundur secara legawa dari Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), meski jabatan itu belum genap setengah jalan diembannya.

“Itu sudah keputusan terbaik bagi sepak bola Indonesia, karena sejak dilantik menjadi gubernur Sumut periode 2018-2023 beliau dipastikan sangat sibuk, sehingga kurang fokus mengurusi PSSI,” kata mantan Ketua SIWO PWI Sumut, Ariadi didampingi rekan-rekannya sesama jurnalis dalam acara bertajuk ‘bincang-bincang santai seputar perkembangan sepak bola Indonesia’, di Medan, Senin.

Sebagaimana diketahui, Edy Rahmayadi secara resmi memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan ketua umum PSSI periode 2016-2020 dihadapan peserta kongres tahunan PSSI 2019 di Nusa Dua, Bali, pada Minggu (20/1).

Menurut Ariadi, keputusan dan jiwa besar Edy Rahmayadi melepas jabatan ketua umum PSSI patut diapresiasi sekaligus dapat dijadikan contoh oleh jajaran pengurus PSSI lainnya.

“Keputusan Edy Rahmayadi tersebut hendaknya dapat menjadi contoh bagi pengurus PSSI lainnya, terutama bagi mereka yang selama ini terbukti tidak mampu bekerja secara profesional memajukan sepak bola,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, penting diterapkan di kalangan pengurus PSSI agar ke depan sepak bola Indonesia bisa lebih maju dari sisi prestasi maupun finansial.

Ariadi juga menilai kinerja kepengurusan PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi cukup baik, meski belum lama ini kompetisi liga di Tanah Air sempat dinodai dengan kasus pengaturan skor.

PSSI di masa kepemimpinan mantan Pangkostrad itu, lanjutnya, mampu memutar roda kompetisi hingga berjalan dengan baik dan tim nasional (Timnas) Indonesia berhasil menorehkan beberapa prestasi yang cukup membanggakan.

Prestasi yang dicapai Timnas Indonesia di kancah internasional yang paling membanggakan adalah keluarnya Timnas U-16 sebagai juara AFC 2018, setelah di babak final berhasil mengalahkan Timnas Iran dengan skor 2-0.

Selain itu, Timnas U-23 berhasil meraih medali perunggu di SEA Games 2017 dan Timnas Senior tampil sebagai runner-up Piala AFF 2016.

Ia berharap kinerja kepengurusan PSSI dan pengelolaan sepak bola di Indonesia pada umumnya dapat lebih baik lagi setelah keputusan Edy Rahmayadi mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PSSI.

“Kita harapkan PSSI bisa lebih baik dalam segi kompetisi, pembinaan pemain usia dini dan pengelolaan tim nasional,” ujar Ariadi. (LMC-03)




DPRD Prihatinkan Anggaran KONI Sumut 2019 Minim

Anggota DPRD Sumut H.M Nezar Djoeli. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 8/1 (LintasMedan) – Anggota DPRD Sumut Nezar Djoeli menyampaikan keprihatinan atas minimnya anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut tahun 2019 yang hanya sekitar Rp6 miliar.

Menurut Politisi Nasdem ini kepada pers di Medan, Selasa, dari Rp154 miliar anggaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut tahun 2019, hanya sekitar Rp6 miliar yang dialokasikan untuk KONI setempat.

“Dispora Sumut terkesan lebih mengutamakan penggunaan APBD untuk pembangunan sarana fisik dari pada meningkatkan porsi anggaran untuk pembinaan olahraga yang dilaksanakan oleh KONI,” ucap Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Sumut ini.

Dana sebesar Rp6 miliar lebih yang dialokasikan Dispora Sumut kepada KONI Sumut, lanjutnya, dipastikan sangat tidak memadai untuk menopang persiapan pembinaan atlet daerah itu dalam rangka menghadapi sejumlah event berskala regional, nasional dan internasional.

Pengalokasian anggaran kepada KONI Sumut yang tergolong minim tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa Dispora Sumut kurang peduli terhadap program pembinaan atlet.

Dalam upaya memaksimalkan efekivitas APBD Sumut 2019, kata dia, Kepala Dispora Sumut seharusnya menunjukkan komitmen mengalokasikan porsi anggaran untuk pembinaan olahraga secara berkesinambungan.

Hal ini kata anggota Komisi A DPRD Sumut itu sangat bertolak belakang dengan komitmen Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Wakilnya Musa Rajekshah (Ijek) yang begitu mendukung pembinaan olahraga di provinsi ini.

Apalagi Sumut akan menjadi tuan rumah PON 2024 nanti, yang tentunya pembinaan sudah dimulai sejak sekarang.

Sebagaimana diketahui, kata Nezar, Gubernur dan Wagub Sumut merupakan dua tokoh yang memiliki latar belakang sebagai pengurus olahraga di daerah ini.

Edy Rahmayadi merupakan Ketua Umum PSSI dan begitu peduli dengan pembi naan sepakbola di wilayah ini. Begitu juga dengan Ijek yang hingga kini menjabat Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Sumut setelah selama dua periode menjadi Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut.

Sebelumnya, kata Nezar DPRD Sumut menyetujui anggaran hibah untuk KONI Sumut yang diakomodir melalui Dispora sebesar Rp53 miliar atau sekira lima persen dari total APBD Sumut. (LMC-02)




Dojo Ju Jitsu PDAM Tirtanadi Gelar Gashuku Latihan Fisik

Medan, 6/1 (LintasMedan) – Dalam rangka membuat para Ju Jitsan memiliki fisik yang kuat dan meningkatkan berbagai jurus disemua tingkatan.

Baik sabuk putih sampai hitam masih dibutuhkan fisik yang kuat dan penambahan jurus bela diri Ju Jitsu di Dojo PDAM Tirtanadi Jalan Sisingamangaraja.

Dojo Ju Jitsu PDAM Tirtanadi DAN V M.Abdi Ridha mengatakan, kegiatan Gashuku ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Ke-13 PDAM Tirtanadi. Karena kita turut berperan serta memeriahkan HUT ini, sebab segala kegiatan kita didukung Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo dan Para Direksi Arif Haryadian Direksi Administrasi dan Keuangan, Delviyandri Direksi Air Bersih dan Heri Batanghari Direksi Air Limbah. Minggu (6/1) diVilla Bela Vista Kabupaten Karo.

Menurutnya, Dalam kegiatan ini juga untuk menciptakan rasa persaudaran dan kekeluargaan antar sesama Ju Jitsan. Selain itu juga, meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dijelaskan Kabag Pemasaran Padang Bulan, Adapun kegiatan ini diikuti seluruh Ju Jitsan yang berlatih di PDAM Tirtanadi. Dan kegiatan dilakukan antara lain, melatih rasa persaudaran sesama Ju Jitsan dengan rasa saling tolong menolong dalam suatu kegiatan. Melatih kekutan fisik dengan cara lari pagi, Sit Up, Push Up. Melatih integelensi dengan melihat projektor segala permasalahan lalu dijawab melalui jawbana tertulis. Selain itu juga melatih rohani dengan cara melakukan beribadah secara bersama-sama secara berjamaah.

Diutarakannya, para pelatih ataupun pembimbing yang sudah berpengalaman diantaranya. Seperti M Abdi Ridha DAN V, Burhan S Pane DAN V, Winduardi DAN V, Rafli DAN I dan Suci Anggi Harun DAN I. “Dalam acara tersebut diumumkan murid terbaik, Rezky Tirta Pratama Sihombing anak dari Verry Koni Wahyudi Sihombing pegawai PDAM Tirtanadi” ujarnya.

Dijelaskannya, Suci Anggi Harun (21) DAN I adalah salah seorang pelatih Ju Jitsu dari anak Alm. Afdolia yang pegawai PDAM Tirtanadi yang belum lama ini telah berpulang keramahtullah. “Suci Anggi Harun ini pernah ikut Kejurnas Ju Jitsu 2016 DiJakarta masuk semifinal” ungkapnya.

Salah seorang Pelatih Senior Andi P Kusno DAN VI Ju Jitsu mengatakan, Kegiatan yang dilakukan Dojo PDAM Tirtanadi ini sangat baik sekali.
“Dan ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun oleh Dojo PDAM Tirtanadi, setahu saya” ungkapnya.

Alian Napiah orang tua dari salah seorang Ju Jitsan PDAM Tirtanadi mengatakan, dengan ada bakat atau skill dari para pegawai dan anak pegawai PDAM Tirtanadi sebaiknya menjadi perhatian serius dari para Direksi PDAM Tirtanadi. “Dalam hal-hal kebaikkan, selain itu, jika anak pegawai sebaiknya bisa ditarik kedalam perusahaan PDAM Tirtanadi” pintanya.

Dihadiri Pelatih Senior Ju Jitsu Andi P Kusno DAN VI, M Abdi Ridha DAN V, Burhan S Pane DAN V, Winduardi DAN V, Rafli DAN I dan Suci Anggi Harun DAN I. Para orang tua anak-anak yang ikut jadi Ju Jitsan PDAM Tirtanadi.(LMC/rel)




Edy Rahmayadi: Pengaturan Skor Harus Diusut Tuntas

Edy Rahmayadi. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 20/12 (LintasMedan) – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Edy Rahmayadi menegaskan dugaan pengaturan skor di liga 3 Indonesia harus diusut hingga tuntas sampai ke akarnya.

“(Dugaan suap) Mulai dari liga I, Liga 2, Liga 3 semua diusut, karena itu memang wewenangnya PSSI,” katanya kepada pers seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumut, di Medan, Kamis.

Edy Rahmayadi yang juga Gubernur Sumut menanggapi hal itu terkait dengan kasus pengaturan skor yang diduga terjadi di liga Tanah Air, sebagaimana diberitakan oleh beragam media baik media elektronik, cetak maupun media sosial.

PSSI, lanjutnya, akan menanggapi dan memproses semua laporan yang masuk sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bahkan, pihaknya siap memberikan tindakan tegas kepada siapa saja yang memang terbukti melakukan pengaturan skor.

“PSSI punya organisasi yang lengkap di situ. Kalau ada dugaan, saya pastikan bahwa organisasi yang di PSSI akan mencari itu,” ucap dia.

Ia menambahkan, PSSI berkomitmen serius menangani dugaan kasus pengaturan skor di liga Indonesia.

Oleh karena itu, kata Edy, PSSI mendukung semua hal yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk menanggulangi tindak pidana tersebut kalau memang terbukti terjadi.

Laporan
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengemukakan, pihaknya akan menanggapi dan memproses semua laporan yang masuk sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kebijakan itu diambil demi mendorong terbukanya skandal pengaturan skor yang diduga terjadi di liga Indonesia dan menghindarkan sepak bola dari tindakan-tindakan non-olahraga yang merugikan.

“Kalau pihak-pihak tersebut enggan atu tidak mau datang memberikan keterangan, kami akan meminta pertolongan kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjutinya,” kata Joko.

Diakuinya, permintaan resmi PSSI untuk membongkar dugaan kasus pengaturan skor juga menyasar kepada puluhan akun media sosial.

PSSI mencatat ada 76 akun media sosial yang pernah mengunggah dan menyebarkan kabar tentang pengaturan skor. Para pemilik akun ini diimbau untuk datang ke PSSI dan memberikan keterangan.

Keterangan yang dirangkum lintasmedan.com, isu dugaan pengaturan skor memang terus bergulir sejak sebuah acara bincang-bincang bertajuk “Mata Najwa” di stasiun televisi swasta nasional yang tayang pada akhir November 2018 membongkar kasus tersebut disertai nama-nama terduga pelaku.

PSSI terseret ke dalam arus isu itu karena diduga ada anggotanya yang ikut “bermain”, salah satunya adalah anggota komite eksekutif PSSI periode 2016-2020 Hidayat.

Dalam sidang Komite Disiplin PSSI, Hidayat terbukti berupaya suap dengan menawarkan sejumlah uang kepada klub Liga 2 Madura FC.

Hidayat pun dilarang beraktivitas di dunia sepak bola selama tiga tahun dan wajib membayar denda sebesar Rp150 juta dan tidak diperkenankan memasuki stadion selama dua tahun. (LMC-03)




Deliserdang Juara Umum Pospedasu VII/2018

Medan, 15/12 (LintasMedan) – Kontingen Kabupaten Deli Serdang dipastikan tampil sebagai juara umum Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Se Sumatera Utara (Pospedasu) VII/ 2018 yang berakhir Sabtu (15/12).

Gelar juara umum disandang Deli Serdang setelah mengumpulkan medali terbanyak yakni 19 emas, 9 perak dan 11 perunggu.

Dari keseluruhan medali tersebut, pencak silat menjadi cabor penyumbang medali terbanyak yakni 14 emas, 3 perak, 1 perunggu. Sementara di cabor lain, atletik 1 emas, 3 perak, 5 perunggu. Bola voli 1 perak, futsal 1 perunggu, senam santri 2 emas, tenis meja 1 emas, 1 perak, 1 perunggu. Kemudian kaligrafi 2 perunggu, puisi 1 emas, 1 perak, dan seni Hadrah 1 perunggu.

Posisi runner up ditrmpati Padang Lawas Utara dengan 9 emas, 10 perak, 10 perunggu. Paluta mendominasi di cabor atletik dengan 7 emas, 6 perak, 2 perunggu.

Posisi ketiga Langkat dengan 5 emas, 11 perak, 15 perunggu, Asahan di peringkat keempat dengan 5 emas, 5 perak, 7 perunggu. Sementara kontingen Medan hanya mampu menduduki peringkat lima dengan 5 emas, 1 perak, 8 perunggu.

Pospedasu VII/2018 yang digelar sejak 10 Desember 2018 ini ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas dan Pemuda olahraga Provinsi Sumut H Baharuddin Siagian SH MSi di GOR PPLP Sumut.

Dalam pidatonya dihadapan seluruh peserta, Baharuddin berharap kepada seluruh stakeholder dan pondok pesantren untuk mempersiapkan santri atau siswa ke Pospenas 2019.

Baharuddin berpesan prestasi yang telah ditorehkan tersebut harus diimbangi dengan latihan rutin dan kerja keras, sehingga prestasi terbaik yang diharapkan di Pospenas 2019 bisa terwujud.

“Bagi pemenang jangan cepat berpuas diri atas apa yang telah dicapai. Begitu juga bagi yang belum beruntung jangan berkecil hati, karena masih ada event tahun depan. Persiapkan diri kalian dengan baik, semoga ke depan bisa menjadi atlet dan santri kebanggaan provinsi Sumut,” pesan Baharuddin.

Sementara Kasi pondok pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Sumut Drs H Ahmad Suhaimi menilai secara keseluruhan pertandingan dapat berjalan dengan baik, termasuk untuk lomba nomor seni.

Khususnya di nomor seni kaligrafi para dewan juri menilai seluruh peserta tahun ini menunjukkan hasil karya yang sangat baik dari tahun sebelumnya.

Suhaimi mengatakan, bagi para juara di masing – masing kelas akan menjadi wakil Sumut di Pospenas 2019. Namun, hal itu juga masih merujuk para aturan atau juknis dari panitia nasional terkait cabang – cabang yang akan dipertandingkan di Pospenas 2019. Pada Pospedasu tahun ini, cabang yang dipertandingkan memang merujuk pada Pospenas 2016 silam.

Pospedasu 2018 diikuti 1.236 atlet dan official berasal dari 19 Kabupaten dan kota. Seluruh atlet bersaing pada 11 cabang lomba, masing – masing 5 cabang olahraga seperti atletik, bola voli, futsal, pencak silat, dan tenis meja. Serta 6 nomor seni, seperti senam santri, pidato tiga bahasa, kaligrafi, kriya, cipta puisi dan seni Hadrah.(LMC/rel)




Wakil Walikota Medan Buka Turnamen Antar-SSB

Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution menyampaikan kata sambutan pada pembukaan turnamen antar SSB di Stadion Kebun Bunga Medan, Jumat (14/12). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 14/12 (LintasMedan) – Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution secara resmi membuka turnamen antar sekolah sepak bola (SSB) yang digelar Asosiasi Kota( Askot) PSSI Kota Medan dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan di Lapangan Kebun Bunga, Jumat (14/12).

“Pemko Medan sangat mengapresiasi digelarnya turnamen tersebut. Apalagi turnamen ini dikhususkan bagi pemain mulai usia dini hingga remaja,” kata Akhyar saat menyampaikan kata sambutan pada pembukaan turnamen antar-SSB tersebut.

Turnamen yang dijadwalkan berlangsung hingga 23 Desember tersebut diikuti sebanyak 66 klub, terdiri dari U-12 diikuti 28 klub, U-15 sebanyak 26 klub dan U-18 diikuti 12 klub.

Wakil Walikota berharap turnamen antar klub sepak bola usia 12 tahun (U-12), U-15 dan U-18 itu dapat menjadi wadah para generasi muda dalam berkompetisi dan mengasah bakatnya di bidang sepak bola.

“Turnamen antar-SSB ini diharapkan menjadi ajang yang bergengsi dan setiap SSB tentunya dapat mempersiapkan tim dengan baik,” ujar Akhyar.

Penyelenggaraan turnamen sepak bola usia dini itu, menurut dia, sangat berperan membantu masa depan yang cerah bagi generasi muda persepakbolaan di Medan.

“Dengan menghadirkan kejuaraan-kejuaraan seperti ini tentunya kita juga memberikan wahana positif untuk generasi muda dalam berkarya dan berprestasi. Artinya jika mereka memiliki wadah tentunya akan terhindar dari segala bentuk kegiatan negatif, seperti penyalahgunaan narkoba,” ujar dia.

Khusus kepada para peserta, Akhyar berpesan agar menggunakan kesempatan tersebut untuk melatih keberanian diri, jiwa sosial dan kejujuran.

“Saya yakin anak-anak merupakan insan-insan kuat dan cerdas secara pemikiran juga emosional sehingga memiliki daya saing yang tinggi pula. Selamat bertanding, tunjukkan performa yang terbaik”, ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Kota PSSI Kota Medan, Iswanda Nanda Ramli mengatakan pihaknya Bekerjasama dengan Dispora Kota Medan kembali menggelar turnamen kelompok umur memperebutkan Piala Walikota Medan.

“Turnamen antar-SSB akan terus kami galakkan. Melalui turnamen ini kami bisa lihat bakat-bakat pemain masa depan PSMS nantinya”, tuturnya.

Pembukaan Turnamen sepakbola antar klub SSB ini ditandai dengan pelepasan balon oleh Wakil Walikota dan dilanjutkan dengan pertandingan perdana antara SSB Medan Utara melawan Bintang Marendal. (LMC-04)




Deli Serdang, Palas dan Paluta Dominasi Silat Pospeda 2018

Wakil Gubernur Sumatera Utara H Musa Rajekshah memberi arahan saat membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Sumatera Utara (Pospedasu) VII/2018 di GOR Futsal Disporasu Jalan Pancing Medan, Selasa (11/12).(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 12/12 (LintasMedan) – Kontingen Deliserdang, Padang Lawas (Palas) dan Padang Lawas Utara (Paluta) mendominasi cabor pencak silat Pospedasu VII/2018 yang digelar di PPLP Sumut Jalan Sekolah Pembangunan Medan Sunggal, Rabu (12/12).

Deliserdang sementara meloloskan dua pesilatnya yang akan digelar Kamis (13/2) hari ini.

Dua atlet tersebut yakni M Mirza (kelas A putra) dan Nurul Fadillah (kelas A putri).

Sementara dari Paluta, Indah Purnama Tanjung (kelas A putri) dan Bangun Azhari Daulay (kelas B putra). Wakil Palas, Dedy Syahputra Siregar (kelas B putra) dan Hindun Hanifatul A Nasution (kelas A putri).

Asisten technical delegate, Edi Surya mengatakan, cabor pencak silat diikuti 164 atlet dari 15 Kab/Kota, mempertandingkan 17 kelas nomor tarung, putra 9 kelas dan putri 8 kelas. Sedangkan nomor seni, tunggal, ganda dan regu.

“Ada tiga kelas yang sudah babak perempatfinal besok. Yaitu, kelas A putra dan putri, juga kelas B putra. Sedangkan nomor ,” jelasnya.

Ia membeberkan, jika secara kuantitas, jumlah peserta Pospedasu tahun ini menurun dibandingkan event serupa sebelumnya.

Cabor lainnya, Langkat dominasi cabor tenis meja yang juga digelar di Gedung PPLP Sumut.

Dominasi tersebut pada nomor tunggal putra, Langkat menempatkan 4 atletnya melaju ke babak kedua yang akan digelar Kamis hari inim

Keempat petenis meja Langkat tersebut yakni Alpay akan berhadapn dengan Ryandi (Deli Serdang), M Ryan ditantang M Fajri Gultom (Asahan), Ilham menghadapi Ahmad Azzury (Labura) dan M Firza bersua dengan Egi (Sergai).

Sedangkan nomor tunggal putri didominasi atlet Medan dan Deli Serdang, yang masing-masing menempatkan dua atletnya.

Atlet Medan, Iwa Rivani akan menghadapi Vani Yulia (Deli Serdang), dan Khairunnisa melawan wakil dari Sergai.
Atlet Deli Serdang lainnya, Vatiha lawan Nurul Hidayanti (Madina). Sedangkan nomor ganda putra dan putri, juga akan di mulai besok.(LMC-02)




888 Atlet Santri-Santriwati Ramaikan Pospeda Sumut 2018

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah bersama para atlet santri dan santriwati yang akan tampil di Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Sumatera Utara (Pospedasu) VII/2018, yang digelar di Medan, 10 sampai 15 Desember.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 11/12 (LintasMedan) – Sebanyak 888 atlet santri dan santriwati tampil di Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Sumatera Utara (Pospedasu) VII/2018, yang digelar di Medan, 10 sampai 15 Desember.

Ajang ini dibuka secara resmi Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah (Ijek) di GOR Futsal Dispora Sumut, Jalan Williem Iskandar, Selasa.

Dalam sambutannya, Ijeck mengatakan, ajang ini sebagai penjaringan untuk mewakili Sumut di Pospenas juga kiranya masuk dalam kontingen tampil di PON 2020 Papua mendatang.

Menurutnya, hasil dari kejuaraan ini para santri dan santriwati juga mewakili Sumatera Utara pada PON mendatang di Papua.

“Dengan cabang-cabang olahraga yang diikuti dan mudah-mudahan dalam Porprov nanti tahun 2019 terseleksi juga para atlet dari pesantren yang juga nantinya akan berjenjang sampai dengan PON,” tutur Ijek.

Di hadapan perwakilan Kanwil Kemenag Sumut, Burhanuddin Damanik, Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis, serta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Sumut, Ijek menambahkan, keseharian para santri dan santriwati sehari-hari yang menimba ilmu sesuai apa yang diajarkan, namun juga tak mengesampingkan prestasi olahraga.

Dia pun mengingatkan para santri dan santriwati untuk menjunjung tinggi sportifitas.

“Tetap sportif dalam pelaksanaan ini mudah-mudahan dalam prestasi yang dapat dan hari ini hasil yang baik,” tuturnya.

Dirinya pun berharap dukungan dan doa para santri dan santriwati untuk persiapan Sumut menjadi tuan rumah PON 2024 bersama Aceh nantinya sukses pelaksanaan juga prestasi. “Doakan agar kita bisa sukses dalam persiapan menjadi tuan rumah PON dan hasilnya bisa menjadi juara umum dalam pelaksanaan kalau kita menjadi tuan rumah harus bisa juara umum,” harapnya.

“Tapi kita harapkan PON di Papua nantinya yang tadinya kita urutan kesembilan (2016) secara nasional pun yang lalu mudah-mudahan ada di Sumatera Utara dengan urutan yang bisa masuk 5 besar dari seluruh provinsi yang nantinya ikut,” kata Ijek.

Sedangkan, Ketua Panitia, Baharuddin Siagian mengatakan, ajang yang diikuti 1.236 atlet dan official berasal dari 19 Kab/Kota. Antara lain, Medan, Asahan, Labusel, Labura, Padang Lawas, Tebing Tinggi, Dairi, Deli Serdang, Binjai, Tanjung Balai dan lainnya. Para atlet santri dan santriwati akan ambil bagian di 11 cabor dan seni yang dipertandingkan. Yakni, atletik, voli, futsal, pencak silat, tenis meja, senam santri, pidato 3 bahasa, kaligrafi, kriya, cipta puisi, hadrah.

“Dasar tujuan pelaksanaan Posperasu VII/2018 ini, meningkatkan budaya olahraga dan seni yang bernuansa islami. Menjaring santri dan santriwati untuk menjadi atlet potensial yang bisa meraih prestasi untuk tingkat nasional. Serta meningkatkan pembinaan dan pengembangan olahraga dan seni di kalangan santri pondok pesantren,” pungkas Baharuddin yang juga Kadispora Sumut. (LMC/rel)




PSMS Habiskan Dana Rp25 Miliar

Para PSMS Medan saat mengikuti kompetisi Liga I Tahun 2018. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 10/12 (LintasMedan) – PSMS Medan menghabiskan dana sekitar Rp25 miliar selama mengikuti kompetisi Liga I Indonesia tahun 2018.

“Perjuangan kami selama mengikuti Liga I tahun ini sudah maksimal, meski akhirnya harus terdegradasi ke Liga 2. Total dana yang kami keluarkan juga tidak sedikit, yakni sekitar Rp25 miliar,” kata Sekretaris Umum Manajemen PSMS, Julius Raja kepada lintasmedan.com di Medan, Senin.

Dari total dana yang dihabiskan itu, lanjutnya, sebagian besar tersedot untuk membiayai honor pemain, pelatih, dan laga tandang.

Sementara sumber dana terbesar yang diperoleh klub PSMS selama mengikuti Liga I berasal dari bantuan PT Liga Indonesia Baru, sponsor dan penjualan tiket.

“Selama mengikuti Liga I, honor pemain maupun pelatih tidak pernah tersendat meski untuk mengatasi hal itu kami sempat mencari dana talangan,” ucap pria yang akrab disapa King itu.

Ia memastikan total dana yang dihabiskan untuk membiayai PSMS selama mengikuti kompetisi Liga I tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh klub-klub papan atas maupun papan tengah peserta Liga I lainnya.

Ketika ditanya soal kegagalan PSMS bertahan di Liga I pada musim depan, ia mengakui faktor utamanya adalah materi pemain sangat berbeda kualitasnya dengan kompetitor.

Padahal, menurut dia, manajemen PSMS selama mengikuti Liga I sempat melakukan evaluasi dan memasukkan beberapa pemain baru, termasuk pelatih.

Namun, menurut Julius, upaya tersebut tetap tidak mampu membuat PSMS keluar dari zona degradasi Liga I.

Dikatakannya, PSMS dengan materi sebagian besar pemain muda sangat sulit bersaing dengan klub lain yang memiliki segudang pemain berpengalaman.

Ia menambahkan, pihaknya siap bertanggung jawab dengan segala hasil yang didapat klub PSMS selama mengikuti Liga I pada rapat evaluasi akhir yang dijadwalkan sekitar Januari 2019.

Manajamen PSMS Medan sekarang ini, kata dia, siap mengundurkan diri sebagai konsekuensi atas hasil buruk yang dialami tim Ayam Kinantan selama mengikuti kompetisi Liga I 2018.

Mengenai keberadaan manajemen PSMS saat ini akan dipertahankan atau tidak, ia menyatakan bahwa keputusan itu sepenuhnya diserahkan kepada Pembina PSMS Edy Rahmayadi dan Kodrat Shah.

Sebagaimana diketahui, PSMS bersama klub Sriwijaya FC dan Mitra Kukar terpaksa turun kasta karena menempati tiga posisi terbawah dalam klasemen Liga I 2018.

Klasemen akhir Liga 1

No.  Tim                                       Main           Gol         Poin
1. Persija Jakarta                            34          53:36         62
2. PSM Makassar                            34          57:41         61
3. Bhayangkara FC                         34          41:39        53
4. Persib Bandung                          34          49:41        52
5. Persebaya                                    34          60:48        50
6. Arema FC                                    34          53:42        50
7. Borneo                                         34          50:49        48
8. Madura United                          34          47:50        48
9. PS Barito Putera                        34          52:55        47
10. PSIS Semarang                         34          39:42       46
11. Bali United                                 34          44:48       45
12. Persipura                                   34          49:46       44
13. Persela                                        34          53:52       43
14. Perseru Serui                            34           34:41       42
15. PS TIRA                                     34          48:57        42
16. Mitra Kukar                              34          45:58        39
17. Sriwijaya FC                              34          48:56        39
18. PSMS Medan                            34          49:70        37.

(LMC-03)




PSMS Gagal Bertahan di Liga I

Striker PSM Makassar Alessendro Ferreira (kanan) melakukan tendangan saat melawan PSMS Medan pada kompetisi Liga I Tahun 2018 di Stadion Mattoangin, Makassar, Minggu (9/12). PSM Makassar dalam laga akhir tersebut menang telak 5-1 atas PSMS. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 9/12 (LintasMedan) – Harapan PSMS Medan bertahan di Liga I Tahun 2019 akhirnya pupus sudah setelah di laga terakhir kalah telak 5-1 dari tuan rumah PSM Makassar, Minggu (9/12).

PSMS bersama dua tim lainnya yakni Mitra Kukar dan Sriwijaya FC merupakan penghuni zona merah, atau tim yang menduduki peringkat ketiga terbawah di klasemen akhir Liga 1 2018.

Pada laga terakhir, Mitra Kukar harus mengakui keunggulan tuan rumah Persija Jakarta dengan skor 1-2 dan Sriwijaya FC kalah 1-2 dari Arema FC.

Hingga akhir musim, Sriwijaya FC dan Mitra Kukar hanya mampu meraih 39 poin atau tertinggal tiga poin dari Perseru Serui dan PS TIRA yang selamat dari zona degradasi. Sedangkan PSMS menjadi juru kunci dengan 37 poin.

Dari total 18 tim yang berpartisipasi dalam kompetisi Liga 1 2018, jumlah kemenangan Sriwijaya dan PSMS sama-sama berada di angka 11, tidak berbeda dengan Perseru dan Persela Lamongan.

Namun, dua kesebelasan yang pernah berjaya di kancah sepak bola nasional itu kalah dalam perolehan poin karena menelan jumlah kekalahan yang cukup banyak. Sriwijaya kalah 17 kali dan PSMS takluk 19 kali.

Dari hasil pertandingan selama mengikuti Liga I 2018 tersebut, PSMS bersama Mitra Kukar dan Sriwija FC terpaksa harus degradasi dan turun ke Liga 2 musim depan.

Sementara itu, pengganti tiga tim tersebut adalah PSS Sleman, Semen Padang, dan Kalteng Putra yang memastikan promosi ke Liga I 2019.

Juara Liga I Indonesia Tahun 2018 berhasil diraih Persija Jakarta dengan mengumpulkan 62 poin, atau lebih banyak satu angka dari PSM Makassar. (LMC-04)