Gubernur Sumut Kagumi Risma Bangun Surabaya

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat berkunjung ke Kabupeten Labuhanbatu, Senin (10/1). (Foto:LintasMedan/ist)

Labuhanbatu, 10/1 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengagumi Kota Surabaya yang menurutnya bersih dan indah.

Dia juga memuji kepemimpinan Walikota Surabaya, Risma yang mampu membangun kota itu dan dipenuhi dengan bunga berwarna-warni.

“Saya kagum Kota yang dipimpin seorang perempuan begitu maju dan indah,” katanya saat bertemu dengan Plt Bupati Labuhanbatu Andi Suhaemi dan sejumlah OPD, Camat, serta Kepala Desa kabupaten setempat, Kamis di Aula Asrama Haji Rantauprapat.

Menurutnya, Labuhanbatu juga bisa dibuat bersih dan indah seperti Kota Surabaya jika para kaum perempuan di wilayah ini turut mendukung.

Edy juga mengajak seluruh masyarakat Labuhanbatu untuk bersama-sama mewujudkan salah satu program Pemprov Sumut yaitu membangun desa dan menata kota.

“Banyak potensi desa yang bisa dikembangkan di daerah ini. Mari sama-sama lakukan dan manfaatkan potensi itu,” ujarnya.

Tentang pengelolaan dana desa, Gubsu berpesan kepada seluruh Kepala Desa untuk memanfaatkannya secara maksimal.

Menurut dia perkotaan di Sumut tidak akan bisa tertata seperti Surabaya, apabila tidak memulai pembangunan dari desa. (LMC-02)




Edy Rahmayadi Terharu Ada Pesantren di Tengah Hutan

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi istri membelai kepala salah seorang santri dalam kunjungan ke Pesantren Darussalam Parmeraan Padang Lawas Utara (Paluta), Selasa (8/1). (Foto:LintasMedan/ist)

Paluta, 8/1 (LintasMedan) – Gubernur Sumut Edy Ramayadi bersama istri Nawal Lubis mengunjungi pesantren Darussalam Parmeraan Padang Lawas Utara (Paluta), Selasa.

Kedatangan gubernur bersama rombongan disambut Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan H Efendi Ritonga dan ribuan santri.

Gubernur mengaku terharu, bisa berkunjung ke pesantren tersebut dan bertemu para santri.

“Saya baru kali ini mengetahui kalau ada pesantren di tengah hutan. Jalan yang ditempuh juga cukup jauh dan kondisinya cukup memprihatinkan,” kata Edy.

Namun dia mengaku kagum dan bangga melihat ribuan santri yang rela jauh dari rumah dan keluarga, demi mengaji dan belajar ilmu agama.

“Saya juga terharu dan bangga bisa sampai di sini, menemui para calon penghuni surga,” ujarnya.

Meski jauh dari keramaian namun Edy menilai tempat itu sangat baik untuk belajar dengan khusuk dan tekun.

“Di sini meski saya Gubernur, namun saya tak sanggup menjadi imam salat karena dalam pemahaman dan lafaz bacaan AlQuran tidak sefasih para santi,” kata Edy sambil bercanda seusai menguji hafalan ayat Alquran para santi tersebut.

Di kesempatan itu, gubernur juga berjanji akan membantu pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan pesantren. “Saya akan berkoordinasi dengan Bupati Paluta untuk membenahi infrastruktur jalan di sekitar pesantren itu,” katanya.

Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan H Efendi Ritonga mennyampaikan, bahwa pesantren tersebut sudah dibangun sejak 1994.

“Saat ini, jumlah santri dan santriwati sebanyak 1200 orang, yang berasal tak hanya dari Sumut, tetapi juga dari luar, seperti Riau bahkan Jakarta,” katanya.(LMC-02)




DPRD: Jangan Ada Perambahan Hutan di Jalan Alternatif Karo-Langkat

Anggota Komisi D DPRD Sumut bersama Bupati dan wakil Bupati Karo saat meninjau proyek jalan alternatif Karo -Langkat yang segera bisa digunakan oleh kenderaan roda empat, Senin (7/1 (Foto;LintasMedan/ist)

Langkat, 7/1 (LintasMedan)- Kalangan anggota DPRD Sumatera Utara mengingatkan semua pihak harus menjaga dan mengawasi jangan sampai terjadi perambahan hutan di sepanjang pembangunan jalan alternatif Karo- Langkat.

“Komisi D DPRD Sumut bersama pemerintah provinsi serta Pemkab Karo dan Pemkab Langkat sudah menjamin kepada Kemenhut, TNGL maupun Unesco, tidak akan terjadi perambahan hutan di kawasan jalan tersebut. Jadi mari kita awasi, jangan sampai para mafia kayu membabati hutan di kawasan TNGL terutama sepanjang jalur alternatif itu,” kata anggota Komisi D DPRD Sumut, Leonard Samosir saat komisi itu meninjau lokasi proyek jalan alternatif jurusan Karo- Langkat
bersama Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Konstruksi) Sumut dan Bupati/Waki Bupati Karo.

Peninjauan ke lokasi proyek berbiaya Rp14,5 miliar dari APBD Sumut TA 2018 ini untuk memastikan apakah proyek tersebut sudah rampung 100 persen sehingga layak dilalui kendaraan roda empat.

Dewan berharap proyek tersebut segera beroperasi sehingga mampu mengantisipasi kemacetan arus lalu-lintas jurusan Medan-Berastagi.

Peninjauan dipimpin anggota Komisi D DPRD Sumut Drs Baskami Ginting didampingi Leonard Samosir, Dinas BMBK Sumut yang diwakili Kepala UPT (Unit Pelayanan Teknis) Binjai-Langkat Ir Moden Brutu bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, Wakil Bupati Karo Cory Sebayang, Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Karo Ir Nasib Sianturi didampingi Camat Namanteran Dwikora Sitepu, Kades (Kepala Desa) Sukanalu Sentosa Sitepu dan Kades lainnya se kecamatan tersebut.

Sementara Baskami Ginting mengatakan pengaspalan jalan tersebut sudah rampung sekitar 90 persen.

“Meski pembangunan jalan alternatif membelah kawasan TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser) sudah rampung namun proses finishingnya ditargetkan Januari 2019 baru tuntas,” kata Baskami.

Jalan alternatif ini, sebut dia juga perlu segera dibangun drainase agar badan jalan tidak cepat hancur karena tergerus air.

“Kita berharap kepada Dinas BMBK Sumut untuk segera mengajukan anggaran pembangunan drainase tersebut ke Gubernur dan DPRD Sumut, untuk dialokasikan di P-APBD 2019 atau di APBD 2020,” katanya.(LMC-02)




KMN UPMI Gelar Perayaan Natal di Nise

Mahasiswa Nias (KMN) Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan menggelar Perayaan Natal KMN UPMI di Hall Defnas, Teluk Dalam, Nias Selatan Jumat (28/12).(Foto:LintasMedan/ist)

Teluk Dalam, 29/12 (LintasMedan) – Kesatuan Mahasiswa Nias (KMN) Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia (UPMI) Medan menggelar Perayaan Natal KMN UPMI di Hall Defnas, Teluk Dalam, Nias Selatan Jumat (28/12), setelah sebelumnya sukses melaksanakan bakti sosial di tempat yang sama.

Hadir pada perayaan itu, Bupati Nisel diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan Gayus Duha, S.Pd, Rektor UPMI diwakili Wakil Rektor 1 Dahris Siregar, SH, MH, Kapolres Nisel AKBP I Gede Nakti Widhiarta, SIK, Ketua DPRD Nisel diwakili Yurisman Laia, SH, Camat Teluk Dalam Dionsius Wau, SE, MM, Pendeta Sungguh Hati Duha, Penasehat KMN UPMI Donisius Luaha, SH, MA, Zaman K. Mendrofa, SH, MH, Meiman Hidayat Waruwu, S.Sos, M.Si, Alumni KMN UPMI, Masyarakat Kota Teluk Dalam dan seluruh jajaran pengurus dan anggota KMN UPMI Medan.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Bakti Sosial dan Natal KMN UPMI Orahugo Zega menyampaikan bahwa kegiatan Bakti Sosial dan Natal KMN merupakan agenda rutin KMN UPMI setiap tahun dan dilaksanakan secara bergilir di 5 Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias.

“Tahun 2017 yang lalu, Bakti Sosial dan Natal KMN UPMI kami laksanakan di Nias Barat dan tahun ini di Nias Selatan. Mohon maaf apabila dalam pelaksanaan Bakti Sosial dan Natal KMN UPMi tahun 2018 ini masih banyak kekurangan kami,” kata Orahugo Zega.

Sementara Ketua BPH KMN UPMI Tulus Hia menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggarnya kegiatan Bakti Sosial dan Natal KMN UPMI 2018.

“Terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada Rektor UPMI yang selalu mendukung kegiatan KMN UPMI. Kami juga sangat berterima kasih kepada Bupati Nisel atas dukungan dan bantuannya. Terima kasih kepada Ketua dan Anggota DPRD Nisel, Bapak Kapolres Nisel, OPD Pemkab Nisel. Terima kasih juga kepada Penasehat kami Donisius Luaha, Zaman K Mendrofa dan Meiman Hidayat Waruwu yang sejak awal perencanaan kegiatan sampai saat ini selalu mensupport kami,” urai Tulus.

Bupati Nisel dalam sambutannya yang dibacakan Gayus Duha menyampaikan apresiasi atas kegiatan positif yang dilaksanakan KMN UPMI dan meminta maaf karena tidak dapat bersama sama KMN UPMI merayakan Natal berhubung karena Bupati Nisel pada saat yang bersamaan berangkat ke Medan untuk mengikuti Natal Nasional yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

“Apresiasi kami kepada adek-adek Mahasiswa dari KMN UPMI atas kegiatan positif yang dilaksanakan di Kota Teluk Dalam Nisel baik berupa bakti sosial maupun perayaan Natal ini dan mohon maaf Bapak Bupati Nisel tidak dapat bersama sama dengan kita karena beliau menghadiri Natal Nasional di Medan,” ujar Gayus.

Bupati Nisel juga berharap agar kegiatan seperti ini semakin ditingkatkan dan berkesinambungan.

“Pada prinsipnya Pemkab Nisel mendukung kegiatan-kegiatan positif Mahasiswa, kalau bisa semakin ditingkatkan dan berkesinambungan karena selain bermanfaat bagi warga juga untuk menghindarkan adek-adek Mahasiswa dari pengaruh-pengaruh negatif,” katanya.

Sementara Rektor UPMI dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Rektor 1 Dahris Siregar menyampaikan ucapan selamat Natal bagi seluruh umat Kristiani khususnya masyakat Nias Selatan dan KMN UPMI Medan.

“Selamat Hari Natal 2018 kami ucapkan untuk seluruh umat Kristiani khususnya kepada masyarakat Nias Selatan dan KMN UPMI Medan, semoga Natal tahun ini membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bagi umat Kristiani,” ucap Dahris.

Rektor UPMI juga mengatakan bahwa kemajemukan masyarakat kita janganlah menjadi penyebab perpecahan diantara kita. Keragaman yang kita miliki merupakan anugerah yang harus kita terima.

“Untuk menghadapi keragaman ditengah masyarakat mari kita kembangkan sikap saling menghargai perbedaan dan menerima perbedaan itu sebagai suatu anugerah. Dengan ini sikap seperti itu maka kedamaian ditengah masyarakat akan tercipta sesuai tema perayaan Natal KMN tahun ini, kata Dahris.

Pada perayaan Natal itu juga, KMN UPMI memberikan bantuan kepada Panti Asuhan Cinta Kasih dan Panti Asuhan Lainisora yang diserahkan oleh Wakil Rektor I UPMI Dahris Siregar dan Anggota DPRD Nisel Yurisman Laia.

Setelah acara pembukaan selesai, perayaan Natal dilanjutkan dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pendeta Sungguh Hati Duha.(LMC/rel)




Zahir-Oky Mulai Babak Baru Pimpin Batu Bara

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kanan) melantik Bupati/Wakil Bupati Batu Bara periode 2018-2023 H OK Zahir dan  Oky Iqbal Prima di Medan, Kamis ( 27/12). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 27/12 (LintasMedan) – Bupati Batu Bara terpilih H OK Zahir dan wakilnya Oky Iqbal Prima menegaskan pihaknya akan memulai babak baru dalam membangun kabupaten tersebut ke depan.

“Dalam membangun Kabupaten Batubara kami tidak ingin melihat ke belakang. Namun akan memulai babak baru kedepan,” kata Zahir usai dilantik bersama pasangannya Oki oleh Gubenur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Zahir – Oky dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Batubara periode 2018-2023, di Aula Raja Inal Siregar (RIS) Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (27/12).

Saat ini, kata Zahir merupakan momentum untuk memulai yang baik apalagi bupati sebelumnya tersangkut persoalan hukum.

Apalagi sebut dia banyak cita-cita masyarakat yang tentunya menginginkan Batubara menjadi lebih baik. “Mudah-mudahan itu bisa kita wujudkan bersama,” ujar mantan anggota DPRD Sumut ini.

Gubenur Sumut Edy Rahmayadi usai melakukan pelantikan berpesan agar keduanya mampu menjadi imam yang benar.

“Kalau imamnya benar, makmumnya benar, Insya Allah akan membawa kebaikan bagi daerah tersebut,” ucap Edy.

Terkait pengelolaan pengelolaan pemerintahan (good government) gubernur juga berpesan agar senantiasa searah dan sejajar antara rakyat dan pemimpin.

“Rakyat merupakan subjek hukum dan bukan hanya untuk pelengkap di dalam sistem good government,” ucapnya.

Di sisi lain, Edy juga berpesan agar kepala daerah khususnya para bupati lebih memperhatikan pembangunan desa di wilayahnya.

“Yang terpenting laksanakan tugas dengan baik. Taqwa, punya cita-cita, punya kasih sayang, harus menjadi contoh tauladan sebagai pemimpin dan tak boleh menyerah serta harus rela berkorban,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis Edy Rahmayadi juga melantik Ketua TP PKK/Dekranasda Batubara Ny Maya Indriasari Zahir.(LMC-02)




Proyek Jalan Alternatif Karo-Langkat Rampung

Proyek jalan alternatif Karo – Langkat rampung. Pembangunan jalan yang bersumber dari APBD Sumut TA 2018 sebesar Rp14, 3 miliar kini bisa menjadi alternatif, khususnya dalam mengatasi kemacatan panjang yang selama ini kerap terjadi di jalan Medan-Berastagi kala musim mudik pada saat tahun baru(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 27/12 (LintasMedan) – Proyek jalan alternatif Karo – Langkat rampung.

Pembangunan jalan yang bersumber dari APBD Sumut TA 2018 sebesar Rp14, 3 miliar kini bisa menjadi alternatif, khususnya dalam mengatasi kemacatan panjang yang selama ini kerap terjadi di jalan Medan-Berastagi kala musim mudik pada saat tahun baru.

“Jadi masyarakat sudah bisa menggunakan jalan ini untuk menuju ke Berastagi,” kata anggota DPRD Sumut Daerah Pemilihan Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Layari Sinukaban, Kamis.

Menurutnya jalan tembus Karo – Langkat itu sudah selesai 100 persen dan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam.

“Untuk menghindari kemacetan di jalur Medan – Berastagi, sebaiknya masyarakat menempuh jalur tersebut, agar tidak lagi “bermalam” atau buka tahun baru di jalan,” katanya.

Dalam kesempatan itu politisi Partai Demokrat ini menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemkab Langkat serta Pemkab Karo yang telah “berkolaborasi” memperjuangkan izin pembangunan jalan yang melintasi kawasan TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser) ini kepada Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup) maupun Unesco.

Upaya pembangunan jalan alternatif tersebut, kata dia juga tak terlepas dari perjuangan rekan-rekannya di legislatif khususnya Komisi D DPRD Sumut.

“Sekarang hasil perjuangan kita sudah berhasil dan pembangunan jalan juga sudah selesai. Kita berharap kepada masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif tersebut, terutama menjelang “H-2 dan H+2” Tahun Baru yang diperkirakan jalur Medan – Berastagi macet total,” katanya.

Jalur alternatif yang masuk dari Desa Kutarayat Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo- Desa Telagah Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat hingga tembus inti Kota Binjai ini diharapkan mampu mengurai kepadatan jalan Medan – Berastagi.

Dia juga menyakini, dengan selesainya jalur alternatif Karo – Langkat tentunya akan mendorong pertumbuhan perekonomi masyarakat, karena arus lalu-lintas perdagangan antar kabupaten dan provinsi semakin lancar dan penggunaannya akan semakin efektif.(LMC-02)




BPBD: Tidak Ada Korban Jiwa Akibat Longsor Parapat

Material longsor menghantam  tiga unit kendaraan bermotor di ruas jembatan Sidua-dua, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Selasa (18/12). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 18/12 (LintasMedan) – Bencana tanah longsor yang terjadi di ruas jalan lintas Sumatera persisnya di Jembatan Sidua-dua, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, Selasa (18/12) sore dilaporkan tidak ada merenggut korban jiwa,

Keterangan yang dihimpun lintasmedan.com, akibat kejadian itu satu unit truk, satu unit mobil pickup, dan satu unit mobil rush tertimpa material longsor.

“Dipastikan tidak ada korban jiwa, karena pengendara berhasil menyelamatkan diri,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut),  Riadil Akhir Lubis.

Ia menjelaskan, peristiwa longsor tersebut telah berlangsung beberapa kali sejak pukul 11.00 WIB. Namun pada pukul 16.45 WIB longsor kembali terjadi dan menimbun beberapa unit kendaraan roda empat.

Saat terjadi longsor susulan, di kawasan itu sedang diguyur hujan dengan intensitas cukup lebat.

Beberapa saat pascaperistiwa itu, proses evakuasi mulai dilakukan dan satu unit alat berat sudah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk menyingkirkan timbunan material longsor yang menutup badan jalan yang berjarak sekitar dua kilometer dari kota turis Parapat tersebut.

Faktor cuaca menjadi hambatan petugas di lapangan ketika menyingkirkan material longsor yang didominasi lumpur serta ada kekhawatiran terjadi longsor susulan.

Selama proses evakuasi material longsor, kata Riadil, arus lalu lintas dari arah Parapat maupun Kota Pematang Siantar terpaksa harus dihentikan sementara.

“Direncanakan akan dilakukan pengalihan arus kendaraan dari Simpang Palang, sebelum kawasan Aek Nauli (sebelum Parapat – menuju Sipanganbolon) lewat Kota Parapat sepanjang 18 kilometer,” paparnya. (LMC-03)




Gubernur Sumut Minta Korban Longsor Tobasa Direlokasi

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (kedua kiri) meninjau lokasi bencana longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu (15/12). (Foto: LintasMedan/ist)

Toba Samosir, 15/12 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menyarankan opsi relokasi bagi korban yang rumahnya tertimbun tanah longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Toba Samosir (Tobasa).

“Memang kondisi alamnya seperti ini. Nanti kita pikirkan dan saya akan minta Bapak Bupati (Tobasa), untuk merelokasi masyarakat yang bertempat tinggal di medan-medan kritis ini,” kata Edy di sela meninjau langsung lokasi bencana longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Toba Samosir (Tobasa), Sabtu (15/12).

Gubernur yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumut, Nawal Lubis serta sejumlah pejabat eselon II Pemprov setempat, mengemukakan bahwa masyarakat yang rumahnya terkena tanah longsor tersebut, sejatinya tidak berpikir tentang kerawanan yang mengancam.

Untuk itu, kondisi tersebut perlu segera disikapi dengan mengevaluasi agar pilihan permukiman tidak semata hanya karena pertimbangan akses ke jalan raya.

“Rakyat kita kan berpikir gampang saja, yang penting dekat dengan jalan. Mereka tidak memperhitungkan resiko yang bisa terjadi. Nanti akan kita evaluasi. Tetapi pertama ini dulu, kita harus cari (korban longsor) sampai dapat. Doakan aga secepatnya bisa kita temukan,” katanya.

Begitu juga soal nasib pendidikan anak-anak korban, Edy menyampaikan bahwa pemerintah akan menjamin hal itu jika keluarga tidak mampu.

“Tolong dikawal terus, apa yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat,” kata Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Edy juga memberikan santunan kepada para keluarga korban bencana longsor tersebut.

Sementara itu, Bupati Tobasa Darwin Siagian menyebutkan pihaknya fokus kepada pencarian korban tertimbun longsor.

Setelah itu, lanjutnya, baru dibahas mengenai rencana relokasi sebagaimana diminta Gubernur Sumut agar mencarikan tempat permukiman yang relatif aman sebagai lokasi pengganti.

“Kita penanganan dulu. Soal relokasi, nanti akan kita lakukan setelah diteliti dulu kondisi tanah,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, bencana longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Rabu (12/12) lalu mengakibatkan dua orang luka dan sembilan orang meninggal dunia. Saat kunjungan Gubernur, satu jenazah korban berhasil ditemukan, dan satu lainnya masih terus dicari. (LMC-03)




SAR Lanjutkan Pencarian Korban Tertimbun Longsor Tobasa

Petugas Tim SAR Gabungan dan warga melakukan pencarian korban longsor di Desa Halado Kecamatan Pintupohan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara. (Foto: LintasMedan/ist)

Toba Samosir, 14/12 (LintasMedan) – Tim SAR Gabungan bersama masyarakat melanjuatkan pencarian korban tetutup tanah longsor di Desa Halado Kecamatan Pintupohan, Tobasa, Sumatera Utara.

Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siaran persa, Kamis (13/12), menyebutkan, Tim SAR Gabungan dari BPBD Toba Samosir bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, SKPD, relawan dari PT Inalum, PT Jasa Tirta, PT Badjra Daya, PT TPL, relawan lain dan masyarakat terus melakukan pencarian dan evakuasi korban.

“Tim SAR gabungan berhasil menemukan delapan jenazah tertimbun longsor di Desa Halado, Kecamatan Pintu Pohan, Kabupaten Toba Samosir,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Disebutkan, longsor menimbun 4 rumah dengan 12 orang warga di dalam rumah saat masih tidur. Dua orang masih dalam pencarian dan dua orang selamat dalam kondisi luka-luka dan para korban bencana alam itu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Sutopo menambahkan, hujan yang terus-menerus mengguyur sejak Minggu hingga Kamis (13/12) menyebabkan longsor di beberapa tempat.

Posisi rumah berada di bawah lereng perbukitan. Material longsor di perbukitan langsung meluncur dan menimbun empat rumah di bawahnya.

Timbunan longsor bercampur lumpur serta tanah liat yang tebal mempersulit pencarian. Badan jalan yang menghubungkan kabupaten Tobasa ke Kabupaten Asahan itu sempat lumpuh hingga pukul 16.00 WIB.

Panjangnya longsoran tersebut kurang lebih 300 meter dengan lebar 100 meter. Pada saat evakuasi, tanah liat yang menimbun rumah korban tersebut dialiri air yang berasal daru tebing yang kontur kemiringan tanahnya cukup terjal.

Warga setempat sekaligus keluarga korban, Surung Panjaitan (50) mengaku pada saat kejadian tidak ada suara gemuruh. Proses longsor berlangsung cepat. Tidak sampai satu menit, empat rumah rumah tersebut langsung tertimbun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tobasa, menyebutkan, delapam korban yang tewas, yakni Rosdiana Nainggolan (35), Nia Marpaung (14), Jones tambunan (49), Nurcahaya Marpaung (47), Sumadi Tambunan (20), Amri Tambunan (15), Sarli Tambunan (19), dan Mantu Tambunan (76).

Sedangkan untuk korban selamat, adalah Jecky Marpaung (15), Alfeno Marpaung (6), Saor Sitorus (73), Jetro Simangunsong (46), dan Lisbet Sihotang (45). Sementara korban hilang bernama Sutan Japri Marpaung (35) dan Kasmer Marpaung (45). (LMC-04)




Masyarakat Minta Aparat Tahan Tersangka Ujaran Kebencian di Tanjungbalai

 

 

Spanduk berisi ujaran kebencian yang dilakukan oknum menolak Drs H Thamrin Munthe memberi tausiah di Kota Tanjung Balai.(Foto:LintasMedan/ist).                  Medan, 12/12 – (LintasMedan) – Polisi didesak menangkap otak di balik spanduk yang berisi ujaran kebencian di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Polisi jangan sebatas menjadikan pelaku pemasangan spanduk bernada provokatif itu sebagai tersangka.

“Polisi jangan sebatas menjadikan pelaku pemasangan spanduk bernada provokatif itu sebagai tersangka, tapi harus ditahan biar masyarakat tenang,” kata Andi Margolang, warga Kecamatan Datuk Bandar, dalam keterangan tertulisnya pada wwartawan, Rabu (12/12).

Desakan tersebut terkait pemasangan spanduk bertuliskan, “BKM Masjid Sultan Ahmadsyah Tanjungbalai Beserta Masyarakat & Jamaah Menolak Drs Thamrin Munthe MHum Memberi Tausiah di Kota Tanjungbalai”.

Pelaku pemasangan spanduk HZB, JSP dan AK sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun sebagai otak atau autor intelektual di balik pemasangan spanduk itu masih bebas berkeliaran.

“Kami minta Kapodasu menahan tersangka yang diduga otak penyebar ujaran kebencian itu. Tindakan mereka termasuk mempunyai ide memproduksi, mengorderdan meresahkan masyarakat ” katanya

Menurutnya, menolak Thamrin Munthe memberi tausiah di Kota Tanjungbalai adalah sebuah ujaran kebencian. “Kasus ini sudah terjadi enam bulan lalu, dan pelaku pemasangan spanduk pun sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tutur dia.

Sebelumnya, Sabtu (21/7), Ketua DPC PDI Perjuangan Tanjungbalai Surya Dharma AR melapor ke Polres Tanjungbalai terkait adanya kegiatan komunitas penyebar ujaran kebencian. Laporan itu diterima dengan nomor STPL/72/VII/SPKT/Res TJB.

Pemasangan spanduk yang bisa memancing reaksi balik warga sehingga kerukunan masyarakat Tanjungbalai bisa terpecah belah itu, kata Rifan, dilakukan oknum tidak bertanggung jawab di depan Kantor Kecamatan Datuk Bandar, Kamis, 19 Juli 2018, sekitar pukul 10.00 WIB.

Laporan Ketua DPC PDI Perjuangan Tanjungbalai ini diterima Kanit I SPKT Polres Tanjungbalai Aiptu Adi Mulya. “Kami, warga dibuat resah oleh oknum yang mau memecah belah masyarakat Kota Tanjungbalai,” timpal Yusup Sitompul (LMC/rel)