Home / Bisnis / DPR RI: Kinerja Perbankan Sumut Menggembirakan

DPR RI: Kinerja Perbankan Sumut Menggembirakan

image_pdfimage_print

Rombongan Komisi IX DPR RI yang dipimpin Achmad Hafisz Thohir (ketiga kiri) berfoto bersama dengan jajaran pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Sumut dalam rangkaian melaksanakan kegiatan reses di Medan, Kamis (14/2). (Foto: LintasMedan/Laswie)

Medan, 14/2 (LintasMedan) – Komisi IX DPR RI menilai bahwa kinerja perbankan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggembirakan seiring dengan tingginya potensi pasar di wilayah tersebut.

“Kondisi perbankan kita, khususnya di Sumatera Utara sudah cukup baik, lebih terbuka, sistem laporan keuangan sudah mulai modern. Dari sisi transformasi keuangan juga sudah cukup baik,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Achmad Hafisz Thohir kepada wartawan usai melakukan reses ke Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sumut di Medan, Kamis.

Selain Achmad Hafisz Thohir, reses tersebut turut dihadiri anggota Komisi IX DPR RI lainnya, yaitu Didi Irwadi Syamsuddin, Heri Gunawan, Marsiaman Saragih, Refrizal, Sukirman, Erik Adtrada Ritonga dan Siti Mufattahah.

Rombongan Komisi IX DPR RI diterma oleh Pjs Kepala Perwakilan BI Sumut Hilman Tisnawan, Kepala Grup Kantor Perwakilan BI Sumut Andiwiana Septonarwasto, Direktur Perum Jamkrindo Ignatius, Direktur PT Askrida Purnomo, Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman, Direktur Bank Sumut T M. Jefri dan kalangan perbankan lainnya.

Achmad Hafisz menambahkan, kinerja usaha perbankan di Sumut yang berjalan baik tersebut masih belum secara maksimal diikuti oleh laju pertumbuhan kinerja pemasaran dari sektor dunia usaha, diantaranya di sektor pertanian dan perkebunan.

“Pelaku usaha di sektor pertanian dan perkebunan sekarang ini masih menghadapi harga komoditas yang fluktuatif dan inilah yang membuat industrinya tidak seperti yang diinginkan karena memang ini faktor global,” paparnya.

Kendala spesifik yang dihadapi pelaku usaha di Sumut sejak beberapa tahun terakhir ini, lanjutnya, juga hampir tidak jauh berbeda oleh pelaku usaha di provinsi lain di Tanah Air.

“Karena itu, kita melakukan kunjungan ke sejumlah provinsi untuk mengetahui persoalan spesifik apa di setiap daerah, termasuk di Sumut,” katanya.

Ia menilai, hilirisasi di sektor pertanian di dalam negeri masih belum sesuai harapan sehingga menyebabkan kinerja pendapatan asli daerah (PAD) belum maksima.

“Kita minta Bank Indonesia sebagai salah satu mitra kerja Komisi IX DPR RI dapat turut berperan lebih maksimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah agar lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Komisi IX DPR RI mengapresiasi inovasi BI Sumut yang punya klaster kopi sehingga masyarakat bisa menjual hasil panen mereka dengan harga relatif tinggi.

“Kita juga berharap klaster kopi yang dikelola BI Sumut bisa menjadi pilot project di Indonesia,” ucapnya.

Khusus mengenai potensi sektor perkebunan sawit di Sumut, pihak Komisi IX DPR RI berharap perusahaan perkebunan sawit di daerah tersebut bisa mengembangkan industrialisasi minyak sawit mentah atau CPO.

“Sedikitnya, ada 17 turunan CPO yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan baku utama berbagai produk. Jika hilirisasi industri sawit itu bisa dikembangkan secara maksimal, tentunya akan membuat pangsa pasar CPO semakin luas, termasuk dari sisi harga maupun perolehan devisa,” ujar ia.

Ketika ditanya perkembangan usaha perbankan syariah, menurut Achmad, pertumbuhan bisnis perbankan syariah di dalam negeri masih berjalan lmban sehingga harus didukung oleh semua pihak.

Namun demikian, ia menyatakan optimistis usaha perbankan syariah di Indonesia kelak akan tumbuh pesat jika dikelola secara baik dan profesional.

“Banyak negara seperti Rusia yang ingin belajar ke indonesia bagaimana mengelola bank syariah,” tambahnya. (LMC-05)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey