Home / Headline / DPRD Kecewa Biro Umum Setdaprov Sumut Mangkir Rapat

DPRD Kecewa Biro Umum Setdaprov Sumut Mangkir Rapat

image_pdfimage_print

Hanafiah Harahap

Medan, 8/9 (LintasMedan) – Komisi C DPRD Sumatera Utara (Sumut) menyatakan kecewa terhadap pimpinan Biro Umum Sekretariat Provinsi Sumut karena mangkir saat rapat dengar pendapat yang dijadwalkan pada Jumat (7/9).

“Kami kecewa atas kehadiran Biro Umum Setdaprov Sumut dalam rapat dengar pendapat kemarin. Padahal agenda yang akan dibahas sangat penting, yakni rencana penetapan anggaran renovasi mess Bukit Barisan di Yogyakarta,” kata Sekretaris Komisi C Hanafiah Harahap.

Dia menyatakan tidak sependapat alasan Biro Umum tidak dapat hadir memenuhi undangan RDP karena pada saat yang bersamaan mereka sedang mengikuti pertemuan silaturrahmi dengan Gubernur dan Wagub Sumut baru, Eddy Rahmayadi dan Musa Rajekshah.

Seharusnya, kata Politisi Golkar ini pimpinan Biro Umum bisa mendelegasikan beberapa stafnya untuk menghadiri rapat yang sudah diagendakan.

“Apa mesti seluruh ASN yang jumlahnya mencapai ribuan orang wajib menunjukkan wajah kepada gubernur dan wakil gubernur baru. Sementara undangan DPRD Sumut terkesan diabaikan,” kata Hanafiah.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa kehadiran pihak Biro Umum dalam RDP tersebut berkaitan erat dengan kondisi pengelolaan dan fisik gedung mess Bukit Barisan milik Pemprov Sumut di Yogyakarta yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.

Karena itu Pemprov Sumut dan DPRD pada prinsipnya sepakat untuk kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,7 miliar untuk merenovasi asrama mahasiswa asal Sumut di Yogyakarta tersebut.

Hanafiah memaparkan, saat melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta pada 28-30 Agustus lalu, Komisi C melihat langsung asrama tersebut guna memastikan peruntukannya.

Sayangnya, rombongan anggota dewan dihadang oleh oknum yang mengatasnamakan mahasiswa dan melakukan tindakan yang tidak senonoh seperti mengintimidasi serta mencaci maki para wakil rakyat.

Oknum mahasiswa yang diduga sudah puluhan tahun menetap di asrama itu terkesan tidak senang mess Bukit Barisan direnovasi dan akan ditata secara baik.

“Kami menduga ada pihak yang tidak menginginkan mess Bukit Barisan dikelola secara baik sehingga kelak bisa memberi kontribusi terhadap pedapatan asli daerah,” ujarnya.

“Kunjungan kerja kami adalah tugas resmi kelembagaan, tapi oknum menghadang dan memprovokasi keadaan sedemikian rupa, kasar dan brutal,” ungkapnya.

Hanafiah juga meminta Polsek setempat agar menertibkan asrama tersebut agar tidak lagi dihuni oleh orang yang tidak berhak.

“Saya khawatir, asrama tersebut menjadi markas pengedar narkoba dan ini sangat mencederai perilaku dan nama baik Sumut. Untuk itu asrama itu, kami minta agar Pemprov Sumut segera mengosongkan sementara asrama itu,” ujar dia.

Selanjutnya, Pemprov Sumut perlu menyusun regulasi yang tegas dan transparan tentang hak dan kewajiban bagi pengelola asrama mahasiswa yang dana pemeliharaannya bersumber dari APBD Sumut tersebut.

Selain asrama mahasiswa Sumut di Yogyakarta, Komisi C juga mengkritisi kebijakan dan kinerja Biro Umum di bawah kepemimpinan Faisal Hasyrimi.

Salah satu kebijakan Biro Umum yang dinilai rancu oleh Komisi C adalah pembangunan proyek mess di halaman rumah dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Medan.

Bangunan yang menggunakan APBD Sumut itu peruntukannya menurut Hanafiah terkesan hanya memboroskan anggaran. (LMC-02)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey