Home / Politik / DPRD Sumut Prihatin Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Minim

DPRD Sumut Prihatin Anggaran Pendidikan dan Kesehatan Minim

image_pdfimage_print

anggaranMedan, 10/5 (LintasMedan) – Anggota DPRD Sumatera Utara
menilai Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara telah melakukan berbagai pelanggaran.

Bahkan wakil rakyat menganggap Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Gatot Pujo Nugroho telah mengabaikan amanat Undang-undang Dasar 1945 tentang alokasi anggaran untuk pendidikan sebesar 20%. Namun Pemprovsu hanya menganggarkan 2,3% saja dari total belanja.

Oleh karena itu, DPRD Sumut merasa prihatin terhadap alokasi anggaran Pendidikan dan Kesehatan Sumatera Utara pada tahun anggaran 2014 yang sangat minim. Dari LKPj (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Gubsu TA 2014, dimana anggaran pendidikan hanya 2,3 persen dan anggaran kesehatan 3,3 persen dari total belanja APBD tahun 2014.

“Dalam Pasal 31 UUD ’45 sudah jelas diamanatkan porsi belanja untuk pendidikan itu 20% dari total belanja daerah. Ini jelas-jelas sangat melanggar,” kata Muhri Fauzi Hafiz, anggota Komisi C DPRD Sumut dari Fraksi Demokrat, Minggu.

Anggota dewan asal daerah pemilihan Binjai-Langkat ini juga mengatakan, Gubernur telah melanggar Pasal 94 UU 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah karena menunda penyaluran Dana Bagi Hasil.

Selanjutnya dari alokasi belanja modal yang hanya 20% dari yang seharusnya 30%, seperti yang diatur dalam Permendagri No 37/2013 tentang penyusunan ABPD 2014.

“Kondisi ini yang sebenarnya terjadi pada Pemprovsu saat ini. Kami bukan ingin mencari-cari kesalahan, tapi ini kita ingin semuanya berjalan baik demi rakyat Sumut,” ujarnya.

Berdasarkan hasil laporan LKPJ 2014, alokasi anggaran untuk sektor pendidikan hanya Rp 202.006.610.400 dan sektor kesehatan Rp 291.175.574.750. Bila dibandingkan dengan total belanja di APBD 2014 yaitu Rp 8.696.929.880.247, maka persentasenya hanya 2,3% untuk belanja pendidikan dan 3,34% untuk kesehatan.

Sementara realisasi anggarannya juga jauh menurun dimana sektor pendidikan hanya Rp 167.294.536.084 atau 82,8 persen yang terserap dari yang sudah dialokasikan. Sedangkan sektor kesehatan hanya terserap Rp 291.175.574.750 atau 82,6 persen.

Sebelumnya, Gubernur Gatot Pujo Nugroho mengakui masih banyak kekurangan dalam pengalokasian anggaran dan kedepan akan menjadi perhatian serius untuk dilakukan perbaikan, termasuk beberapa rekomendasi dewan akan menjadi salah satu pedoman dalam pengalokasian anggaran berikutnya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey