Home / Headline / Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah Resmi Pimpin Sumut

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah Resmi Pimpin Sumut

image_pdfimage_print

Edy Rahmayadi (kiri) dan Musa Rajekshah (kanan) saling berjabat tangan usai dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumut periode 2018-2023 oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9). (Foto: LintasMedan/ist)

Jakarta, 5/9 (LintasMedan) – Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah resmi memimpin Provinsi Sumatera Utara periode 2018-2023 setelah dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu.

Pada saat yang bersamaan, Presiden juga melantik melantik delapan orang gubernur dan wakil gubernur dari provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Tenggara, Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelantikan sembilan gubernur itu diawali dengan prosesi penyerahan petikan keputusan presiden (Keppres) di Istana Merdeka dan arak-arakan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo diikuti seluruh gubernur dan wakil gubernur menuju ke Istana Negara.

“Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD RI 1945, dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa,” kata Presiden Joko Widodo memimpin sumpah jabatan gubernur dan wakil gubernur yang memenangkan pilkada serentak tahun 2018 tersebut.

Sembilan pasang kepala daerah itu dilantik berdasarkan Keppres 152/P sampai 156/P/2018 tertanggal 28 Agustus 2018, Keppres No 158/P tahun 2018 tertanggal 29 Agustus 2018 dan Keppres No 159/P sampai 162/P tertanggal 4 September 2018.

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijek) ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur setelah memenangkan pilkada dengan meraih 3.291.137 suara atau 57,57 persen atau unggul dari pasangan lainnya Djarot Siaful Hidayat-Sihar Sitorus.

Edy-Ijek didukung PAN, PKS, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Gerindra.

Usai dilantik Presiden Joko Widodo, para gubernur dan wakil gubernur tersebut didampingi Mendagri Tjahjo Kumolo menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tjahjo menuturkan pentingnya kepala daerah untuk membangun sistem pencegahan korupsi di setiap wilayahnya.

“Intinya membangun komunikasi-komunikasi dengan daerah dalam upaya optimalisasi pencegahan pola korupsi,” ujar dia.

Pada pertemuan dengan pimpinan KPK, kata Tjahjo, juga dibahas area-area rawan korupsi yang perlu menjadi perhatian kepala daerah beserta jajarannya.

“Seperti perencanaan anggaran, mekanisme jual beli barang dan jasa, aplikasi-aplikasi yang ada. KPK siap untuk memberikan materi dan fungsi pengawasan teman-teman gubernur. Saya kira ini solusi yang baik,” ujar Mendagri. (LMC-03/KC)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey