Home / Headline / Edy Rahmayadi Temui Ribuan Nelayan

Edy Rahmayadi Temui Ribuan Nelayan

image_pdfimage_print

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, saat menemui ribuan nelayan yang berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Kamis (13/9). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 13/9 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menemui seribuan nelayan dari berbagai daerah yang melakukan unjukrasa di depan kantor gubernur Sumut, Kamis.

Ribuan nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Kecil Modern Sumut itu berdemonstrasi menuntut pemerintah memberi solusi alternatif pengganti alat tangkap trawl yang dilarang penggunaannya dan penangkapan rekan sesama nelayan.

Edy Rahmayadi bersama Wakil Gubernur Musa Rajekshah yang baru saja melaksanakan shalat zuhur di Masjid Agung, langsung mendatangi kerumunan demonstran.

Edy menaiki podium milik demonstran dan menyapa serta mengajak dialog para nelayan.

“Saya senang anda datang menyampaikan aspirasi, tapi jangan seperti ini. Saya baru bertugas lima hari dan belum tahu apa yang menjadi duduk perkaranya,” katanya.

Kemudian dia meminta beberapa perwakilan untuk masuk dan berdialog.

“Beritahu saya apa masalahnya dan kalau tindak ditindaklanjuti, kalian boleh unjuk rasa,” ucapnya.

Rombongan tampak setuju dengan perintah Edy. Beberapa perwakilan masuk ke dalam kantor gubernur untuk berdialog, sisanya membubarkan diri sembari melafalkan doa yang dituntun oleh Edy Rahmayadi.

Sebelum bubar, beberapa demonstran juga menyempatkan untuk berjabat tangan dan berfoto dengan Edy.

Di dalam kantor, Edy yang juga didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan dialog langsung dengan puluhan perwakilan nelayan di ruang ‘press room’ Kantor Gubernur Sumut.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan wakil gubernur Sumut Musa Rajekshah bersalaman dengan pengunjukrasa usai dilakukan dialog. (Foto:lintasmedan/ist)

Terkait penangkapan nelayan, Edy meminta bantuan Ditpolair Polda Sumut untuk menelusuri pelaku dan penyebab penangkapan.

“Untuk penangkapan saya minta dicari tahu penyebabnya. Menurut saya, tidak mungkin ditangkap jika tidak salah,” katanya.

Sementara untuk persoalan penggunaan alat tangkap yang dilarang, Edy meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut menelaah undang-undang serta peraturan menteri terkait untuk kemudian bisa menghasilkan solusi atau rekomendasi terbaik terkait masalah tersebut.

Rahman Gapiki, salah seorang kordinator pengunjukrasa menyampaikan bahwa gejolak di tengah nelayan kecil terjadi setelah terbitnya Permen KP Nomor 71 tahun 2016 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara RI.

“Kalau memang penggunaan pukat trawl dilarang, harusnya ada solusi alat pengganti. Janji menteri, seluruh nelayan kecil di bawah 5 GT akan ada diberi ganti untuk alat tangkap. Sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ucapnya.(LMC-02)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey