Ekonomi Sumut 2018 Tumbuh 5,18 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi  (kiri), didampingi Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Taulina Anggarani, saat memberi penjelasan kepada pers, di Medan, Rabu (6/2). (Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 6/2 (LintasMedan) -Ekonomi Sumut selama tahun 2018 mengalami pertumbuhan rata-rata 5,18 persen, lebih tinggi dibanding 2017 sebesar 5,12 persen, bahkan di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi, didampingi Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Taulina Anggarani, Rabu menjelaskan perekonomian Sumut tahun 2018 diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp741,19 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp51,42 juta.

“Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha,” tegasnya.

Dari sisi produksi, informasi dan komunikasi mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 8,43 persen diikuti penyedia akomodasi dan makan minum sebesar 7,53 persen serta jasa perusahaan sebesar 7,10 persen.

Dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2018, pertanian, kehutanan dan perikanan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,21 persen diikuti perdagangan besar eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,07 persen serta industri pengolahan sebesar 0,70 persen.

Menurut dia, pengaruh positif tercapainya pertumbuhan ekonomi itu yakni fenomena
inflasi tahun 2018 1,32 persen, triwulan 4-2018 (0,95 persen) terjaga dan stabil.
Aktivitas dan persiapan Parpol dan Caleg dalam rangka kampanye Pileg-Pilpres (pertemuan terbatas, tatap muka/dialog, pemasangan alat peraga dan penyebaran bahan kampanye).

Moment liburan anak sekolah, natal dan tahun baru.
Meningkatnya permintaan daging dan ayam untuk acara adat, natal-tahun baru.

Kemudian penyelesaian pembangunan infrastruktur (jalan raya, jembatan dan irigasi).

Rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk penduduk yang berada pada 40
persen lapisan terbawah selama periode Maret 2018 – September 2018 tumbuh
3,85 persen, lebih tinggi dibandingkan kenaikan Garis Kemiskinan pada periode
yang sama sebesar 3,60 persen. Penyerapan belanja modal pemerintah (APBN dan APBD Provinsi-Kab/Kota, termasuk desa) lebih tinggi. Triwulan 3-2018 penyerapan belanja modal triwulan 4-2018 mencapai 48 persen, sedangkan triwulan 3-2018 30 persen dari total pagu.(LMC-05)