Home / Medan / F-PDIP Pertanyakan Kelanjutan Pembangunan Pasar Aksara

F-PDIP Pertanyakan Kelanjutan Pembangunan Pasar Aksara

image_pdfimage_print

Boydo Panjaitan

Medan, 13/8 (LintasMedan) – Sebanyak 738 unit kios di Pasar Aksara Medan terbakar pada 12 Juli 2016. Namun selama lebih dua tahun belum ada kejelasan nasib pembangunan Pasar Aksara pascakebakaran.

Juru bicara Fraksi PDIP Boydo Panjaitan saat rapat paripurna penyampaikan pemandangan umum terhadap usulan Ranperda kota Medan tentang Ranperda Perusahaan Umum Daerah (PUD), Senin (13/8) mempertanyakan mengenai pembangunan kembali Pasar Aksara.

“Pembangunan Pasar Aksara sejak terbakar dua tahun lalu hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya,” kata Boydo.

Sebagaimana diketahui persoalan Pasar Aksara masih simpangsiur, meskipun sebelumnya pemerintah melalui laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengumumkan akan kembali membangun Pasar Aksara tahun 2019 dan ditugaskan membangun Pasar Aksara adalah Kementerian PUPR.

Namun hingga saat ini, Pemko Medan disebut-sebut berencana akan merelokasi pedagang Pasar Aksara ke beberapa lokasi lain. Namun hal tersebut mendapat penolakan dari para pedagang esk pasar Aksara yang terbakar.

Selain mempertanyakan soal Pasar Aksara, dalam paripuran tersebut F PDIP juga mempertanyakan sejumlah asset pasar tradisional di kota Medan yang diduga sudah berpindah tangan.

F PDIP juga mempertanyakan langkah apa yang telah dilakukan terkait relokasi/ revitalisasi Pasar Timah dan Pasar Peringgan Medan.

Fraksi PDI P menyarànkan agar proses relokasi kedua pasar tersebut dilakukan secara persuasif dengan mempertimbangkan hak dan kepentingan pedagang.

Disebutkan, dari laporan yang diterima Fraksi PDIP terkait Pasar Timah, pembangunan penampungan dilakukan tidak memiliki SIMB. Kemudian, terbitnya SIMB tanpa dilengkapi AMDAL lalu lintas. Bahkan, saat ini dilakukan gugatan hukum ke Mahkama Agung (MA).

“Seiring dengan itu, maka revitalisasi sebaiknya menunggu putusan kasasi MA,” ujarnya.

Diingatkan Boydo soal tujuan utama perusahaan daerah bukan pada keuntungan, akan tetapi justru memberikan jasa umum serta mengembangkan perekonomian daerah. Sehingga perusahaan daerah dapat menjamin keseimbangan antara fungsi sosial dan fungsi ekonomis.(LMC-02)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey