Home / Medan / Gubernur Sumut Hadiri Peringatan Maulid Nabi di PDAM Tirtanadi

Gubernur Sumut Hadiri Peringatan Maulid Nabi di PDAM Tirtanadi

image_pdfimage_print

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan kata sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman kantor PDAM Tirtanadi Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (16/12). (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 16/12 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor pusat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu.

Kedatangan Edy Rahmayadi disambut jajaran direksi, dewan pengawas dan keluarga besar PDAM Tirtanadi.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kantor badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut diawali dengan mengumandangkan shalawat serta dirangkaikan dengan doa yang dipimpin ustadz Azwardin Nasution dan pembacaan ayat suci Alquran oleh qari internasional Jakfar Hasibuan.

Acara yang menghadirkan penceramah ustadz Ahmad Al Habsy tersebut juga diisi dengan pemberian talih asih kepada hafiz dan hafizah Alquran.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam kata sambutannya mengemukakan, antara lain peringatan Maulid Nabi merupakan momentum bagi umat Islam untuk meneladani perilaku Rasulullah Muhammad SAW.

Menurut dia, ajaran Islam rahmatan lil alamin, Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam, terwujud sempurna pada sosok Nabi Muhammad.

Peringatan Maulid Nabi, lanjutnya, adalah mensyukuri kelahiran Nabi sekaligus mengkaji perjalanan hidupnya untuk dicontoh.

Oleh karena itu, Gubernur mengajak agar umat Islam membaca dan mengamalkan Alquran dalam sendi kehidupan.

Lebih lanjut Edy membandingkan perilaku masyarakat antara di Singapura dengan di Indonesia dalam hal lebih mengamalkan nilai-nilai keislaman.

“Di singapura orang takut membuang sampah, di Indonesia dilarangpun tetap dibuang sembarangan,” ujarnya.

Menurutnya, ada empat yang ditangisi setan, diantaranya ketika Nabi Muhammad SAW lahir setan menangis dan ketika turun surah Alfatihah setan juga menangis.

“Kita memamang tidak sehebat Nabi Muhammad SAW, tetapi apa yang seharusnya kita lakukan sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Pangkostrad itu juga mempertanyakan kenapa saat ini kaum perempuan yang selalu ramai shalat di masjid.

Padahal, katanya, perempuan lebih besar pahalanya jika melaksanakan shalat di rumah.

Hal itu, menurut Edy, terjadi karena jumlah kaum lelaki relatif sedikit shalat di masjid.

Sementara ustadz Ahmad Al Habsy dalam ceramahnya menyampaikan, krisis akhlak telah melanda negeri ini serta ujian dan peringatan dari Allah SWT berupa bencana alam telah datang bertubi-tubi.

“Ujian dan peringatan itu, harus dimaknai sebagai bukti bahwa Allah SWT masih sayang kepada hambanya,” ujarnya.

Khusus kepada keluarga besar PDAM Tirtanadi, Al Habsy berpesan agar senantiasa bersyukur atas kinerja yang ditunjukkan selama ini.

“Mensyukuri apa yang dimiliki merupakan hal yang harus dilakukan umat Islam dalam kehidupan,” ujar dia. (LMC-02)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey