Home / Headline / Gubernur Sumut Tahu Kantornya Digeledah KPK

Gubernur Sumut Tahu Kantornya Digeledah KPK

image_pdfimage_print
Sekda Provinsi Sumut Hasban Ritonga (kedua kiri), berdialog dengan anggota tim penyidik KPK, di kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Sabtu (11/7) malam. Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan terhadap beberapa ruangan di kantor gubernur Sumut.  (Foto: LintasMedan/ist)

Sekda Provinsi Sumut Hasban Ritonga (kedua kiri), berdialog dengan anggota tim penyidik KPK, di kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Sabtu (11/7) malam. Tim penyidik KPK melakukan penggeledahan terhadap beberapa ruangan di kantor gubernur Sumut. (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 12/7 (LintasMedan) – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Hasban Ritonga, mengatakan telah melaporkan kepada Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho perihal penggeledahan yang dilakukan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap beberapa ruangan di kantor gubernur Sumut pada Sabtu (11/7) malam hingga Minggu dinihari.

“Gubernur sudah tahu. Saya sudah laporkan hal itu,” katanya kepada pers di Medan, Minggu dinihari.

Disebutkannya, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho sedang tidak berada di tempat saat tim penyidik KPK menggeledah kantor gubernur Sumut.

Hasban juga mengatakan telah menandatangani surat tugas penyidik KPK yang akan melakukan penggeledahan.

Mantan Kepala Inspektorat Pemprov Sumut itu, mengatakan setelah menerima kembali surat tugas yang ditandatanganinya itu, penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruangan gubernur dan Biro Keuangan Pemprov Sumut.

Hingga pukul 01.00 WIB, petugas KPK masih terlihat menggeledah beberapa ruangan di kantor gubernur, seperti ruang kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut dan ruang gubernur Sumut.

Penggeledahan itu, menurut dia, berkaitan dengan inisiatif Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis yang menggugat Kejaksaan Agung di PTUN Medan.

“Tetapi saya tidak mengetahui perihal gugatan pribadi Kepala Biro Keuangan tersebut,” ujarnya.

Hasban berharap agar semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah selama kasus itu masih ditangani penegak hukum.

Ia menambahkan, tim penyidik KPK tidak melakukan penggeladahan terhadap rumah dinas Gubernur Sumut di Jalan Jenderal Sudirman Medan.

Sebelum menggeledah kantor gubernur Sumut, KPK menggeledah kantor dan rumah hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro.

Tripeni bersama hakim PTUN Medan, masing-masing Amir Fauzi dan Dermawan Ginting serta  panitera sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan, dan seorang pengacara, yaitu Yagari Bastara alias Gerry ditangkap petugas KPK di Medan pada Jumat (10/7).

Empat pejabat PTUN Medan itu ditangkap karena diduga menerima suap dari Gerry.

Pimpinan sementara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi mengatakan, tangkap tangan terhadap tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, panitera, dan seorang pengacara diduga terkait suap dalam penyelesaian perkara di PTUN Medan.

Saat itu, majelis hakim tengah menangani gugatan yang dilakukan Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis. (LMC-01)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey