Home / Hukum / Japorman : PDIP Sumut Tak akan Lindungi Kader Bermasalah

Japorman : PDIP Sumut Tak akan Lindungi Kader Bermasalah

image_pdfimage_print

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Japorman Saragih. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 13/6 (LintasMedan) – Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan tidak akan melindungi anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Togar Situmorang yang saat ini ditahan oleh pihak kepolisian karena diduga terlibat kasus penipuan.

“PDIP tidak akan ikut campur masalah itu. Silakan diproses sesuai hukum yang berlaku. Negara kita adalah negara hukum dan semua pihak wajib menghormati itu. Berani berbuat maka harus berani bertanggungjawab,” kata Ketua DPD PDIP Sumut, Japorman saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Jumat (13/6).

Sebagaimana diinformasikan, Togar Situmorang digelandang ke Mapolres Sergai pada Selasa (11/6) untuk diperiksa dalam kasus dugaan penipuan yang dilaporkan para korban.

Japorman menegaskan, PDIP tidak akan melakukan campur tangan atau intervensi terhadap kasus hukum yang menjerat kadernya.

“Tidak perlu kami ikut campur, itu bersifat personal, Tanggung sendiri. Yang melakukan itu adalah oknum, bukan partai. PDIP tidak akan ikut campur apalagi sampai mengintervensi kasus itu,” ujarnya.

Ia menilai, perbuatan yang dituduhkan kepada Togar Situmorang merupakan tindakan yang tidak terpuji untuk dilakukan oleh seorang wakil rakyat.

“Terlepas dia dari partai apa, tindakan itu tidak terpuji dan memalukan. Sebagai wakil rakyat dia telah melukai hati dan kepercayaan yang telah diberikan rakyat kepadanya,” tambahnya.

Namun, kata Japorman, pihaknya tetap belum bisa membenarkan tuduhan itu apalagi sampai segera menjatuhkan sanksi.

Pasalnya, hingga saat ini oknum yang dimaksud masih dalam pemeriksaan pihak kepolisian Polres Serdang Bedagai.

“Kita tetap harus memegang teguh azas praduga tak bersalah. Terlalu cepat kita membenarkan tuduhan itu saat ini sedangkan kasusnya masih dalam penyelidikan di kepolisian. Biarlah diproses dulu, nantinya hukum yang membuktikan beliau memang bersalah atau tidak,” katanya.

Bila terbukti bersalah secara hukum, kata Japorman, tentunya PDIP secara organisatoris akan menjatuhkan sanksi tegas kepada Togar Situmorang.

Terkait persoalan hukum yang sedang dihadapi Togar Situmorang, pihak DPD PDIP Sumut menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak DPC PDIP Sergai.

“Sudah kita serahkan ke DPC Sergai. Bila nantinya terbukti bersalah melawan hukum, biarlah mereka yang akan menjatuhkan sanksi,” ucap dia.

Proses Hukum
Dalam upaya penegakan hukum atas kasus penipuan yang diduga melibatkan oknum kader PDIP Sergai Togar Situmorang, pihak kepolisian berjanji akan profesional.

“Tidak ada tebang pilih. Semua sama di mata hukum. Setiap pelaku tindak pidana akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Kamis (13/6) malam.

Politikus PDIP komplotan penipuan itu akan diperlakukan sama dengan pelaku tindak pidana lainnya.

Nainggolan menjelaskan, tersangka Togar Situmorang diduga telah melakukan tipu gelap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 atau 372 KUHPidana.

Terhadap tersangka telah dilakukan penahanan di Mapolres Sergai.
Dijelaskan Nainggolan, sesuai Laporan Polisi (LP) Nomor : 147/IV/2019/SU/RES Sergai tanggal 25 April 2019, tersangka Togar Situmorang diduga kuat melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan uang senilai Rp280 juta milik korban Sugito.

Dugaan penipuan itu terjadi sekitar Desember 2018 di Dusun III, Desa Sei Buluh Estate, Kecamatan Sei Bamban, Sergai.

“Terhadap tersangka sudah dilakukan penahanan sejak 11 Juni 2019,” kata Nainggolan.

Sebelumnya, Togar diringkus aparat kepolsian seusai mengikuti rapat paripurna DPRD Sergai pada Selasa (11/6).

Pihak kepolisian terpaksa menjemputnya karena tak kunjung memenuhi panggilan polisi. Hingga Selasa (11/6) malam, polisi masih memeriksa yang bersangkutan.

Seperti diketahui, para korban membeberkan bahwa pihaknya telah dijanjikan sejumlah proyek oleh Togar dengan syarat memberikan sejumlah uang yang nilainya ratusan juta rupiah terlebih dahulu, kasus ini pun dilaporkan para korban ke polisi.

Hingga tiga kali dipanggil, Togar tidak memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa, hingga akhirnya ditangkap atau dijemput paksa usai rapat paripurna.

Togar dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.(LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey