Home / Politik / Kalangan DPRD Sumut Minta Polisi Tembak Mati Begal

Kalangan DPRD Sumut Minta Polisi Tembak Mati Begal

image_pdfimage_print

Ketua Komisi A DPRD Sumut Nezar Djoeli. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 20/7 (LintasMedan) – Kalangan legislator di DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meminta personel kepolisian setempat tidak ragu-ragu mengambil tindakan tegas bagi pelaku pembegalan, termasuk menembak mati pelaku yang membunuh korbannya itu.

Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Sumut Nezar Djoeli dan anggota Komisi A DPRD Sumut Brilian Moktar di Medan, Jumat.

Dalam beberapa pekan terakhir, menurut Brilian, kejahatan jalanan semakin mengkhawatirkan, terutama pada malam dan dinihari ketika masyarakat memulai aktivitas.

Politisi PDI Perjuangan ini, mengungkapkan bahwa para pelaku begal atau perampok sadis tersebut saat melakukan aksinya bukan hanya mengambil harta benda milik korban, namun tidak jarang menganiaya, bahkan membunuh korbannya.

Diakuinya, aparat kepolisian seperti di Kota Medan kerap melakukan patroli dan memiliki sejumlah pos polisi di sejumlah wilayah.

Namun kebijakan itu belum cukup karena pelaku sering beraksi ketika patroli berakhir. Apalagi pos polisi sering kosong ketika malam hari.

Karena itu, lanjutnya, dibutuhkan langkah yang lebih konkrit untuk memberantas aksi begal dan memberikan tindakan tegas yang dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku.

Anggota Komisi A DPRD Sumut Brilian Moktar. (Foto: LintasMedan/ist)

Pihaknya mengapresiasi kebijakan Polda Sumut yang pernah mengeluarkan instruksi tembak di tempat. Namun kebijakan itu dinilai kurang tegas jika dikaitkan dengan kesadisan pelaku begal belakangan ini.

“Kalau dulu perintah tembak di tempat. Saya harap, sekarang tembak mati,” katanya.

Brilian mengaku beberapa kali menerima ungkapan kekecewaan dari masyarakat Kecamatan Medan Perjuangan karena mengetahui adanya pelaku begal yang tidak jera meski sempat ditahan.

“Ada pelaku begal yang sering beraksi di Jalan Madong Lubis, Jalan Siantar, dan Jalan Parapat yang ditangkap. Dua bulan kemudian, merampok lagi disana,” ujar Brilian.

Ia memperkirakan, kawasan di Medan yang akhir-akhir tergolong sangat rawan aksi begal berada di wilayah hukum Polsek Percut Seituan, Medan Kota, Medan Area, Medan Timur, Medan Labuhan, Medan Belawan, dan Medan baru.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Sumut Nezar Djeoli mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang akan mengevaluasi kinerja jajarannya dalam memberantas kejahatan jalanan.

“Kita sangat mendukung penindakan begal secara tegas oleh aparat kepolisian,” ujarnya.

Menurut Nezar, personel kepolisian di Kota Medan perlu membentuk tim khusus untuk menindak tegas pelaku kejahatan jalanan.

Selain itu, ia berpendapat pihak Polrestabes Medan perlu memperbanyak kamera pengawas (CCTV) untuk memantau kondisi di jalanan, sekaligus melacak keberadaan pelaku begal. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey