Home / Medan / Keberadaan TNI di Program Ketahanan Pangan Diapresiasi

Keberadaan TNI di Program Ketahanan Pangan Diapresiasi

image_pdfimage_print

Medan, 9/2 (LintasMedan) – Berbagai pihak memberikan apresiasi yang cukup besar terhadap peran serta jajaran TNI yang terlibat dalam program pengamanan ketahanan pangan.

“Masalah pangan sangat penting. Kita sangat mengapresiasi tradisi yang ada di TNI begitu pro aktif dan ikut berperan serta di bidang ini, karena persoalan pangan juga menyangkut ketahanan negara,” kata anggota Komisi IV DPR Fadly Nurzal, pada rapat kordinasi percepatan luas tambah tanam padi, jagung dan kedelai tahun 2017 untuk mewujudkan swasembada pangan di Sumut, Kamis di Medan.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan ini mengatakan bahwa program Kementerian Pertanian dalam mengembangkan potensi lahan khususnya di Sumut bernilai sangat positif.

“Basis pertanian di provinsi ini cukup besar, bahkan terbesar di Sumatera,” ucap Fadly.

Pada rakor yang dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kodam I BB dan Pemkab/Pemko se Sumut itu, Fadly juga mengapresiasi pemerintah RI yang saat ini begitu serius dalam pembangunan infrastruktur dan pangan.

“Khusus untuk pengembangan pertanian kerjasama sipil dan TNI ini sangat bermakna di masyarakat,” ujar mantan anggota DPRD Sumut itu.

Hal senada juga disampaikan anggota DPD RI Parlindungan Purba.

Menurut dia sedikitnya ada tiga masalah yang nantinya akan dihadapi kedepan sehingga harus segera diantisipasi.

Ketiga persoalan tersebut yakni, makanan, energi dan air.

“Ketiga sektor ini juga menyangkut ketahanan negara. Jadi kita hargai sikap TNI yang tidak hanya hadir saat terjadi perang saja, namun saat damai tetap menunjukkan peran bagi masyarakat ikut mengawal ketiga sektor tersebut,” ucapnya.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman kepada pers memaparkan bahwa pada 2016, produksi padi di Sumut berkisar 4,6 juta ton atau naik 565.268 ton tahun 2015.

Capaian tersebut, kata dia merupakan capaian tertinggi dalam kurun waktu 11 tahun.

Ia mengatakan saat ini secara nasional impor jagung juga menurun 66,7%, impor benih bawang merah turun 93%.

“Kita minta Medan juga bisa memenuhi kebutuhannya sendiri untuk mengurangi inflasi, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Sementara Sekda Sumut Hasban Ritonga, menyampaikan bahwa saat ini Pemprov Sumut menargetkan luas tambah tanam padi pada Oktober 2016-2017 mencapai 523.041 hektar.

“Periode tanam Oktober 2016- Maret 2017 kita targetkan luas tambah tanam sebesar 523.041 hektar, sudah direalisasi 377.859 hektar atau sudah sampai pada 72,8%,” kata Hasban.

Untuk komoditas jagung, Sumut menargetkan luas tambah tanam jagung mencapai 163.743 hektar dan terealisasi sebanyak 141.912 hektar atau 86,7%. (LMC-02)

About Lintas Medan

Kelvin Benjamin Jersey