Home / Sumut / Mayoritas Korban Meninggal Banjir Mandailing Natal Pelajar

Mayoritas Korban Meninggal Banjir Mandailing Natal Pelajar

image_pdfimage_print

Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution (kiri) dan Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji (kiri), meninjau perkampungan penduduk yang rusak diterjang banjir di Kecamatan Panyabungan, Sabtu (13/10). (Foto: LintasMedan/ist)

Medan, 14/10 (LintasMedan) – Banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut pada 12 Oktober 2018 telah mengakibatkan sedikitnya 17 orang meninggal dunia dan mayoritas terdiri dari anak sekolah atau pelajar.

Siaran pers Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa hingga Sabtu (13/10) malam jumlah korban meninggal dunia tercatat 17 orang, terdiri dari 12 orang anak sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut, tiga orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan dua orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir.

Sebanyak 12 orang anak sekolah yang meninggal tersebut merupakan bagian dari 29 anak sekolah SD Negeri 235 yang masuk sore hari pada saat banjir bandang menerjang Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut.

Sementara sisanya sebanyak 17 anak lainnya pada saat kejadian berhasil diselamatkan.

“Semua korban adalah anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Dari 17 anak yang selamat 7 anak di antaranya luka-luka dan dirawat di Puskesmas setempat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Selain itu, lanjutnya, terdapat dua orang guru juga berhasil ditemukan selamat.

Banjir yang melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Madina mengakibatkan 17 rumah roboh, lima rumah hanyut, ratusan rumah terendam banjir, sembilan rumah rusak berat dan tiga bangunan fasilitas umum rusak berat di Desa Muara Saladi.

“Pada saat banjir di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis, ketinggian air mencapai 1-2 meter,” kata Sutopo.

Pascaperistiwa itu, menurut dia, Tim SAR gabungan bersama relawan dan masyarakat telah mengevakuasi sejumlah kepala keluarga dan 11 titik longsor yang awalnya menutup beberapa ruas jalan di wilayah itu juga sudah dapat diatasi.

“Hingga malam ini tidak lagi ada laporan kelurga yang merasa kehilangan anggota keluarganya di 11 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal yang mengalami banjir bandang, banjir dan longsor,” tambah Sutopo.

Berikut ini data korban jiwa akibat banjir bandang:
1. Isroil (9 tahun)
2. Habsoh (9 tahun)
3. Alfisyahri (9 tahun)
4. Masitoh (9 tahun)
5. Dahleni (10 tahun)
6. Tiara (10 tahun)
7. Isnan (10 tahun)
8. Ahidan (10 tahun)
9. Rian Syahputra (10 tahun)
10. Sohifah (12 tahun)
11. Aisyah (12 tahun)
12. Mutiah (12 tahun). (LMC-03/rel)

About Lintas Medan

Leave a Reply

Kelvin Benjamin Jersey